- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1488
Hitam Part 4
Kupandang wanita yang memelukku, ternyata dia Tania. Heran tak seperti biasanya Tania menangis selama ini dia selalu ceria. Paling cemberut kalo pada ngeledekkin.
" Ada apa Tania koq kamu nangis?"; tanyaku
" Iya tumben tumbenan"; kata Viona
"Aku habis ditampar"; ucap Tania sambil terisak.
" Siapa yang menampar kamu?'; tanyaku
" Apa kamu ditampar mama Shinta?'; tanya Viona
"Bukan tapi pacarnya mama": kata Tania
"Berani amat orang itu nampar kamu": kataku tersulut emosi
"Iya sekarang pacarnya mama lagi marah marah dirumah"; kata Tania
"Ya udah aku kerumah kamu sekarang, kamu disini aja": kataku
"Yang, hati hati": kata Viona
Aku berjalan menuju kerumah Tania. Sebelumnya aku lapor dulu Pak RT bahwa ada keributan dirumah Tania. Pak Rt pun mengajak keamanan komplek mendatangai rumah Tania. Sesampainya disana ku lihat halaman rumah Tania berantakan. Kursi dan pot bunga berantakan. Kami langsung masuk kedalam rumah. Kulihat Om Broto pacar Mama Shinta sedang marah marah. Dan Mama Shinta sedang terduduk menangis.
"Ada apa ini, bukannya lebih baik dibicarakan secara baik baik"; kata Pa RT.
"Ini bukan urusan kalian pergi dari sini": kata Om Broto
"Bapak sudah mengganggu ketentraman warga disini, itu sudah termasuk urusan saya": kata Pa Rt
"Ah banyak omong"; teriak Om Broto
Bruugggg tinju om Broto mendarat di wajah Pa Rt yang membuatnya terhuyung. Satpam Komplek yang hendak membantu pa Rt berdiri tegak ditendang om Broto hingga terjatuh.
Aku yang melihat kejadian itu jadi emosi kutarik badan om Broto entah kekuatan dari mana tenagaku menjadi kuat. Sekali tarik dan kulemparkan om Broto keluar rumah. Aku menyusulnya ke luar rumah. Om Broto berdiri dan menyerangku. Bugggg pukulannya kena wajahku tapi aneh aku tak merasa sakit sedikit pun. Om broto memukulku beberapa kali dan malah kubiarkan pukulannya mengenaiku. Pandanganku serasa merah dan emosiku semakin meningkat. Kupukul ulu hati Om Broto hingga dia terjatuh berlutut.
Dan bruggg ..... kupukul mulut om Broto hingga dia jatuh terjengkang kebelakang dan darah segar mengalir dari mulutnya. Ketika aku hendak mendekati dan memukul om Broto tiba tiba tanganku dipegang seseorang.
"Sudah nak, sudah. istigfar nak istigfar"; suara mama Shinta
Ku berbalik kulihat mama Shinta yang memegang tanganku. Emosiku meningkat melihat pipi mama Shinta merah seperti bekas ditampar. Aku berbalik hendak menghajar om Broto tapi kembali mama Shinta melarangku bahkan kini mama Shinta memelukku erat hingga aku tak bisa bergerak.
"Istigfar nak, istigfar nak"; kata mama Shinta
"Astagfirullah, astagfirullah": berulangkali aku mengucap istigfar.
Emosiku menurun dan pandangan mataku yang serasa merah kini kembali biasa.
Satpam komplek segera menghampiri om Broto yang tergeletak. Beberapa warga mulai berdatangan kesini. Tak lama datang Tania, Viona dan Mas Indra yang ternyata datang kerumahku untuk menengok ibu dan keluargaku.
"Kalian gak apa apa": kata mas Indra
"Gak mas, mama yang terluka kayanya"; kataku
Mas Indra menelpon tak lama kemudian datang polisi dan membawa om Broto ke kantor Polisi. Mas Indra menyarankan mama Shinta, Tania dan Pak Rt kerumah sakit untuk meminta catatan medis untuk laporan kekantor polisi. Akhirnya kami kerumahsakit .Lalu pergi ke kantor polisi bikin laporan. Setelah sekian waktu akhirnya beres juga dan kami pulang.
Setelah beres kami pun pulang kerumah, kusarankan mama Shinta dan Tania menginap dirumahku dulu. Mereka pun mengiyakan.
" ma, sebenarnya kenapa Om Broto sampai ngamuk dan menampar mama sama Tania?": tanyaku.
"Brotohendak pinjam mobil mama, tapi Tania melarangnya terus Tania dan Broto bertengkar, mama minta putus sama Broto, belum nikah aja sudah galak sama anak mama. Tapi Broto malah kalap menampar Tania terus mama menghalangi ikut ditampar pula": kata Mama Shinta.
"Bagus gak dikasih mungkin mobilnya bisa disalahgunakan"; kataku.
"dari awal Tania gak setuju mama pacaran sama Om Broto orangnya mau ngeret harta mama aja"; kata Tania
"maafin mama karena gak mau dengerin kata Tania: kata mama Shinta
"ya udah yang penting sekarang sudah beres masalahnya": kataku.
"nak, mama tadi takut sekali liat kamu marah. Kaya beda sekali dengan keseharian kamu. Mama takut Broto mati kamu pukulin makanya maa halangin kamu. Jangan seperti itu lagi ya nak"; kata mama Shinta
"gak akan mati lah ma, orang cuma dua kali pukul. Aku emosi liat Tania sama Mama di tampar dipukul. Tanya Viona aku gak pernah sekalipun pukul perempuan kalo lagi marah aku hanya diem aja gak mau ngomong":kataku.
"Iya tapi aku lebih suka kalo kamu marah ngomong jadi aku tau salah aku apa bukannya diem aja"; kata Viona
"Kalo ngomong gak akan jadi marahnya. Kalo liat wajah kamu suka langsung luluh hatiku":kataku.
"Huuuuuu gombal": kata Tania.
"Makanya cepet punya pacar lagi biar ada yang ngegombalin"; kata Viona
"Gak mau ah ntar kdrt"; kata Tania
"yang kdrt paling kamu Tania, kan galakan kamu ama cowoknya"; kataku
"Ih kaka jeleeeeeeeeeekkkk"; kata Tania sambil nyubitku keras.
"sakit tauuu"; kataku.
"oh ya kalian juga harus siap nanti kalau diminta melengkapi laporan"; kata Mas Indra
"iya terimakasih banyak mas"; kata Tania
"Mas koq teh ida dan putranya gak diajak, aku kangen loh": kata Viona
"Nanti kan mas tugas disini lagi 2 bulanan lagi pindah ke kota ini lagi"; kata mas Indra
Anehnya aku merasa semua masalah ini belum berakhir bakan masalah berat akan menghadang didepan kehidupanku dan orang orang sekitarku. Malam ini aku habiskan untuk merenung apa yang terjadi denganku kenapa apabila aku emosi selalu terjadi hal yang berbeda. Aku hanya ingin jadi manusia biasa.
Kupandang wanita yang memelukku, ternyata dia Tania. Heran tak seperti biasanya Tania menangis selama ini dia selalu ceria. Paling cemberut kalo pada ngeledekkin.
" Ada apa Tania koq kamu nangis?"; tanyaku
" Iya tumben tumbenan"; kata Viona
"Aku habis ditampar"; ucap Tania sambil terisak.
" Siapa yang menampar kamu?'; tanyaku
" Apa kamu ditampar mama Shinta?'; tanya Viona
"Bukan tapi pacarnya mama": kata Tania
"Berani amat orang itu nampar kamu": kataku tersulut emosi
"Iya sekarang pacarnya mama lagi marah marah dirumah"; kata Tania
"Ya udah aku kerumah kamu sekarang, kamu disini aja": kataku
"Yang, hati hati": kata Viona
Aku berjalan menuju kerumah Tania. Sebelumnya aku lapor dulu Pak RT bahwa ada keributan dirumah Tania. Pak Rt pun mengajak keamanan komplek mendatangai rumah Tania. Sesampainya disana ku lihat halaman rumah Tania berantakan. Kursi dan pot bunga berantakan. Kami langsung masuk kedalam rumah. Kulihat Om Broto pacar Mama Shinta sedang marah marah. Dan Mama Shinta sedang terduduk menangis.
"Ada apa ini, bukannya lebih baik dibicarakan secara baik baik"; kata Pa RT.
"Ini bukan urusan kalian pergi dari sini": kata Om Broto
"Bapak sudah mengganggu ketentraman warga disini, itu sudah termasuk urusan saya": kata Pa Rt
"Ah banyak omong"; teriak Om Broto
Bruugggg tinju om Broto mendarat di wajah Pa Rt yang membuatnya terhuyung. Satpam Komplek yang hendak membantu pa Rt berdiri tegak ditendang om Broto hingga terjatuh.
Aku yang melihat kejadian itu jadi emosi kutarik badan om Broto entah kekuatan dari mana tenagaku menjadi kuat. Sekali tarik dan kulemparkan om Broto keluar rumah. Aku menyusulnya ke luar rumah. Om Broto berdiri dan menyerangku. Bugggg pukulannya kena wajahku tapi aneh aku tak merasa sakit sedikit pun. Om broto memukulku beberapa kali dan malah kubiarkan pukulannya mengenaiku. Pandanganku serasa merah dan emosiku semakin meningkat. Kupukul ulu hati Om Broto hingga dia terjatuh berlutut.
Dan bruggg ..... kupukul mulut om Broto hingga dia jatuh terjengkang kebelakang dan darah segar mengalir dari mulutnya. Ketika aku hendak mendekati dan memukul om Broto tiba tiba tanganku dipegang seseorang.
"Sudah nak, sudah. istigfar nak istigfar"; suara mama Shinta
Ku berbalik kulihat mama Shinta yang memegang tanganku. Emosiku meningkat melihat pipi mama Shinta merah seperti bekas ditampar. Aku berbalik hendak menghajar om Broto tapi kembali mama Shinta melarangku bahkan kini mama Shinta memelukku erat hingga aku tak bisa bergerak.
"Istigfar nak, istigfar nak"; kata mama Shinta
"Astagfirullah, astagfirullah": berulangkali aku mengucap istigfar.
Emosiku menurun dan pandangan mataku yang serasa merah kini kembali biasa.
Satpam komplek segera menghampiri om Broto yang tergeletak. Beberapa warga mulai berdatangan kesini. Tak lama datang Tania, Viona dan Mas Indra yang ternyata datang kerumahku untuk menengok ibu dan keluargaku.
"Kalian gak apa apa": kata mas Indra
"Gak mas, mama yang terluka kayanya"; kataku
Mas Indra menelpon tak lama kemudian datang polisi dan membawa om Broto ke kantor Polisi. Mas Indra menyarankan mama Shinta, Tania dan Pak Rt kerumah sakit untuk meminta catatan medis untuk laporan kekantor polisi. Akhirnya kami kerumahsakit .Lalu pergi ke kantor polisi bikin laporan. Setelah sekian waktu akhirnya beres juga dan kami pulang.
Setelah beres kami pun pulang kerumah, kusarankan mama Shinta dan Tania menginap dirumahku dulu. Mereka pun mengiyakan.
" ma, sebenarnya kenapa Om Broto sampai ngamuk dan menampar mama sama Tania?": tanyaku.
"Brotohendak pinjam mobil mama, tapi Tania melarangnya terus Tania dan Broto bertengkar, mama minta putus sama Broto, belum nikah aja sudah galak sama anak mama. Tapi Broto malah kalap menampar Tania terus mama menghalangi ikut ditampar pula": kata Mama Shinta.
"Bagus gak dikasih mungkin mobilnya bisa disalahgunakan"; kataku.
"dari awal Tania gak setuju mama pacaran sama Om Broto orangnya mau ngeret harta mama aja"; kata Tania
"maafin mama karena gak mau dengerin kata Tania: kata mama Shinta
"ya udah yang penting sekarang sudah beres masalahnya": kataku.
"nak, mama tadi takut sekali liat kamu marah. Kaya beda sekali dengan keseharian kamu. Mama takut Broto mati kamu pukulin makanya maa halangin kamu. Jangan seperti itu lagi ya nak"; kata mama Shinta
"gak akan mati lah ma, orang cuma dua kali pukul. Aku emosi liat Tania sama Mama di tampar dipukul. Tanya Viona aku gak pernah sekalipun pukul perempuan kalo lagi marah aku hanya diem aja gak mau ngomong":kataku.
"Iya tapi aku lebih suka kalo kamu marah ngomong jadi aku tau salah aku apa bukannya diem aja"; kata Viona
"Kalo ngomong gak akan jadi marahnya. Kalo liat wajah kamu suka langsung luluh hatiku":kataku.
"Huuuuuu gombal": kata Tania.
"Makanya cepet punya pacar lagi biar ada yang ngegombalin"; kata Viona
"Gak mau ah ntar kdrt"; kata Tania
"yang kdrt paling kamu Tania, kan galakan kamu ama cowoknya"; kataku
"Ih kaka jeleeeeeeeeeekkkk"; kata Tania sambil nyubitku keras.
"sakit tauuu"; kataku.
"oh ya kalian juga harus siap nanti kalau diminta melengkapi laporan"; kata Mas Indra
"iya terimakasih banyak mas"; kata Tania
"Mas koq teh ida dan putranya gak diajak, aku kangen loh": kata Viona
"Nanti kan mas tugas disini lagi 2 bulanan lagi pindah ke kota ini lagi"; kata mas Indra
Anehnya aku merasa semua masalah ini belum berakhir bakan masalah berat akan menghadang didepan kehidupanku dan orang orang sekitarku. Malam ini aku habiskan untuk merenung apa yang terjadi denganku kenapa apabila aku emosi selalu terjadi hal yang berbeda. Aku hanya ingin jadi manusia biasa.
jenggalasunyi dan 9 lainnya memberi reputasi
6
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX