Kaskus

Story

muhmadsandiAvatar border
TS
muhmadsandi
Your Love As Pandora's Box


Selamat Datang diThread Pertamax saya.....
Sedikit bercerita tentang kehidupan saya...
Tentang segalanya yang pernah terjadi...
Mari Simak saja kisahnya dibawah ini...
emoticon-No Sara Pleaseemoticon-Jangan ribut disini emoticon-Salah Kamar

Your Love As Pandora's Box
Your Love As Pandora's Box
Ada yang mau editin lagi ?
atau gambar yang lain juga bolehlah asal temanya 3 gadis 1 pria dengan background contoh kaya diataslah ya hhehe makasih

Source : Google
Edited : Arna Maheswara

Spoiler for OpeningSong:

Your Love As Pandora's Box
- Cintamu Seperti Kotak Pandora


Malapetaka Dan Penderitaan
Begitulah Nadanya
....................
Pandora's Box




Q n A
Spoiler for QnA:

Pandora's Box emoticon-Bookmark (S)
PROLOG
Story 1 - Hidup itu ketentuan
Story 2 - Hidup Itu Keterikatan 1
Story 3 - Hidup itu Keterikatan 2
Story 4 - RATAPAN 1
Story 5 - RATAPAN 2
Story 6 - Hidup itu Misteri
Story 7- Hidup itu Misteri 2
Story 8 - Hidup itu Misteri 3
Story 9 - Hidup itu Misteri 4
Story 9.1 - Detik Dan Waktu

Pandora's Girl's emoticon-Bookmark (S)
Story 1 - Three Pandora's Girl
Story 2 - Kehangatan Hujan New Updated




----Side Story-------
Cerita ini akan tersusun Maju - Mundur alurnya
SORAK HENING - 1
TANGAN KIRI DAN KANAN New

Terimakasih... telah sekilas bisa menjadi Top Threads emoticon-shakehand

Om kok malam-malamku selalu gelap ngga ada emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star

Jika menghibur agan-agan , boleh dong emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:25
adejogjawisataAvatar border
nitajungAvatar border
Richy211Avatar border
Richy211 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
8.3K
68
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
muhmadsandiAvatar border
TS
muhmadsandi
#24
RATAPAN 2

* In D'cost

Inget-inget masa itu buat aku tertawa keras sampai-sampai membangunkan seseorang yang sedang tertidur dikasur empukku yang berdecit-decit.

" ehmmm..." menggeram

" belum tidur,arna ? ." suara seorang gadis yang bangun akibat diriku

" sebentar lagi tidur kok,maaf gara-gara aku kamu jadi bangun." ucapku menoleh ke arah gadis yang sedang terlentang dikasurku

" iya gpp, cepetan tidur besokkan ada kuliah pagi." ucap gadis tersebut sambil terlelap kembali

" iya...." ucapku dengan nada pelan

ah sialan nih gadis bikin pikiranku kemana saja melihat dirinya tidur terlentang seperti itu .

" tenang na,tenang jangan sampai kamu khilaf." ucapku dalam hati mengingatkan diriku sendiri

iya bener tenang, sebab aku ga akan kembali lagi ke masa-masa itu awal dimana semuanya menjadi kekacauan kehidupanku.

*menghela nafas

" tidur aja dah,dari pada nanti jadi khilaf beneran." ucapku berdiri lalu keluar dari kamarku sendiri

sebuah kursi diluar kost'an menjadi tempat pilihan terakhir untuk dijadikan tempat tidurku,walau sedikit dingin dan akan semakin dingin saat subuh nanti .

" nikmatin saja lh,dari pada terjadi sesuatu yang ngga-ngga kalo tidur dilantai kamar." ucapku sambil rebahan dikursi panjang berbahan kayu bambu

(Siapa didalam kamar kamu arna ?)
oh iya aku belum jelaskan siapa seorang gadis yang sedang tidur dikamarku itu,baiklah jadi setelah pulang dari ciwidey tepatnya jam 11 malam aku dan raia tiba dikostan tempat Raia tinggal dan ternyata saat tiba disana pintu utama masuk kostannya telah terkunci rapat oleh rantai dan gembok , akhirnya raia kebingungan harus bermalam dimana dan disaat itu lah Raia memintaku untuk ikut bermalam dikostanku walau diriku sedikit ragu untuk menerimanya karena takut terjadi hal yang tidak-tidak. tapi saat lihat raut wajah raia aku menjadi khawatir dan kasihan akhirnya ku terima saja permintaan raia dan berakhirlah sekarang dimana aku sedang tertidur dikursi ini.

Hingga pagi tiba sebuah kain hangat telah menyelimuti sebagian tubuhku.

" Siapa yang nyelimutin gue ya." kataku dalam hati menarik selimbutku lebih keatas

*Ctrek *trek
Suara pintu kamarku terbuka

" Arna bangun,na udah pagi nih ." Raia memanggilku didekat pintu lalu datang menghampiri

" Naa,bangun naa , cepetan mandi , bentar lgi kuliah,na " Ucap Raia menggoyang-goyangkan tubuhku

" iya,iya ini aku bangun.." ucapku berbalik tubuh menghadap raia

" cepetan mandi... " sahut raia berdiri dihadapanku melihatku masih tertidur

" bentar masih kedinginan aku." sahutku dengan mata tertutup memeluk selimut lebih erat

" ishh... lagian ngapain tidur diluar sih sama dikursi lagih tidurnya emoticon-Kagets , udah ayo cepetan bangun Arna." ucap raia menarik tanganku untuk berdiri

" iya,iya.." sahutku yang telah dibuat berdiri oleh raia dan berjalan masuk kamar sambil memeluk selimut.

" cepetan mandi sana." ucap raia melihatku berjalan kekamar lalu duduk dikursi

*sreet *brukkk
Arna menjatuhkan badan dikasur

" ngumpulin nyawa dulu 5 menit ah." ucapku menggeliat dikasur lalu tanpa sadar tertidur lelap lagi emoticon-angel

Beberapa menit mungkin aku tertidur , dan gue ngerasain seperti ada orang yang sedang bernafas dihadapanku, dari aroma nafasnya sih wangi ngga bau amis (neng uti bro) jangan sampe neng uti didepan gue... lalu saat aku hendak membuka mata sebuah suara terdengar dengan lembut sekali.


" kamu tuh baik ya Na,sampe belain tidur diluar." ucap Raia dengan nada pelan nan lembut

"........." gue diem aja pura-pura masih tidur lalu sebuah sentuhan hangat nan lembut datang mengusap-ngusap rambut dikeningku

"....." gue..... ? risih kali ini...

" Bhaaaa emoticon-Stick Out Tongue ." ucapku membuka mata langsung untuk mengagetkan Raia yang sedang asik memainkan rambutku

" ............ " Raia diem ngga berucap pipinya memerah tiba-tiba, Raia hanya menatapku begitu juga diriku .

Tangan gue ngelus-ngelus keningnya raia

" lain kali kalo ngomongin orang yang lagi tidur jangan kenceng-kenceng jadi aja bangunkan " ucapku tersenyum diakhir

" ....... " Raia masih diem langsung balikin badan

" jangan ngagetin juga kali,Na." Ucap raia bernada pelan

" hehe,ngga ngampus nih kita." ucapku melihat jam dinding ditembok

" ngga aku jadi pengen tidur aja." sahut raia masih bernada pelan

" oh ya udah..." ssahutku kembali menutup mata

Akhirnya gue sama raia tidur dikasur yang sama hingga siang hari dan gue kaget saat liat salah satu tangannya memeluk pinggangku bersama sesuatu yang janggal dipunggungku , entahlah pikir saja sendiri .

Kali ini gue biarin aja Raia begini lalu lanjut kembali tidur beberapa menit kemudian akhirnya Raia bangun dan pergi kekamar mandi.

" buseet parah bener nih cewe, baru aja deket kemarin udah gini aja." ucapku dalam hati lalu berdiri ngerapihin kasur biar ngga tidur lagi

*byurr *byuurr
Suara air yang jatuh dari gayung

" oh mandi ternyata dia." kataku masih dalam hati.

Akhirnya gue mutusin buat bikin kopi dan berdiam diri di kursi depan sambil membaca buku karya Sapardi Djoko Damono berjudul Puisi Pada suatu hari.
Hingga ku dengar tidak ada lagi suara air yang jatuh dikamar mandi menandakan Raia telah selesai .

*tap *tap
Suara kaki melangkah menuju pintu keluar kamar

' Arna,ini handukmu aku jemur dimana ? ." Ucap raia padaku saat aku duduk membaca buku

" eh kamu pake handukku, Raia ? emoticon-Kagets ." Kataku sedikit kaget

" iya emang kenapa ? ." sahut raya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk miliku

" emoticon-Amazed gpp , tuh jemur aja dipagar ." ucapku menunjukan jari ke arah pagar dihadapan raya (ya kostanku dilantai 2)

" okeh ." sahut raia menyimpan handuk dipagar lalu duduk disampingku

" baca buku mulu , sampe banyak buku yang berserakan dilantai kamarmu,Arna." Ucap raia disampingku lalu mengambil kopi miliku dan meminumnya emoticon-Frown

" eh itukan kopiku,Raia ." kataku hendak membawa kopi yang dipegang raia namun telah terlambat , kopi itu telah diminumya

" males bikin lagi , jangan pelit deh emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) " ucap raia menyimpan kembali kopi miliku

" bukanya pelit , tapi kan itu bekasku minum emoticon-Cape d... (S) ." kataku menatap Raia yang sedang menahan kepalanya dengan satu tangannya dan satu kaki yang disilang.

" aku ngga jijian orangnya arna. " ucap raia masih tetap dengan posisinya

" issh dasar,kamu tuh polos beneran kayanya ya." sahutku kali ini saling bertatap dengan Raia

" Antar aku pulang.... Arna... " Ucap raia mengabaikan perkataanku

" ......... emoticon-Hammer "

" ya udah bentar aku ganti baju dulu........" Ucapku berdiri menuju kamar

" duduk manis,diem disitu ya jangan ikut masuk kekamar! ." kataku berpaling kebelakang saat melangkah kekamar

" iyalah! ngapain aku ikut kekamar liat kamu ganti baju emoticon-Kagets ." Sahut raia bergeser tempat duduk lalu mengambil buku dimeja .

" ,,,,, " gue masuk kamar dan ganti baju

setelah ganti baju gue anterin Raia pulang dijalan kali ini Raia ngga meluk cuman nyanyi-nyanyi ga jelas aja sepanjang jalan sampe tiba dikostannya.

" Makasih ya,Na." ucap Raia berdiri dipintu masuk kostannya

" iya udah sana masuk.." kataku dengan kedua tangan yang berkesan mengusir *hus *hus

" .... emoticon-Kagets ." sahut raya lalu berjalan pergi masuk kost'annya

Akhirnya gue ngga was-was lagi dikost'an nanti malam emoticon-Frown

Daaaann !!! saat malem gue pulang ngopi disalah satu warung langganan gue , ada seorang cewe duduk dikursi samping kamar gue (neng uti kali ini bro) bukan! (Raia bro ? ) bukan juga! (Terus siapa?) ntahlah nanti dicerita selanjutnya gue ceritain emoticon-Ngacir

Next Story => Stroy 6
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:37
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.