- Beranda
- Stories from the Heart
Balai desa merah
...
TS
achanyoe
Balai desa merah
Quote:
]
Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.
Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Untuk Agan agan pembaca setia thread ane terimakasih ane ucapkan atas kesetiannya. Mau menunggu dan bersabar, Ane setelah rutin nulis ini sering diteror gan, mulai dari mimpi aneh. Dan beberapa kejadian yang aneh seperti laptop rusak yang sebelumnya gak kenapa kenapa. Jatuh juga gak padahal dan kemarin sempet sakit juga. Jadi ane ucapkan terimakasih buat pembaca setia thread ane yang mau bersabar.
Dan juga ane ucapkan Mohon maaf lahir dan batin karena ini masih suasana lebaran. Terimakasih.

Yaudah gan langsung aja di nikmati threadnya gan.

Balai desa merah
Quote:
Part I
Wanita penjaga pintu masuk
Wanita penjaga pintu masuk
Spoiler for Kuntilanak:

Quote:
Waktu itu, gerimis menyambut kedatanganku. Suasana gelap ditambah sepinya jalan yang kulalui membuat suasana malam itu jadi sedikit menakutkan. Supir becak yang umurnya sudah lumayan tua, mengayuh becak dengan tenaga ala kadarnya. Jadilah perjalananku menuju kampugku terasa begitu lama. Waktu itu pukul 9 malam, namun tidak ada satupun warga yang kelihatan. Mungkin faktor gerimis membuat orang orang malas keluar rumah. Jalanan yang kulalui banyak lubang sana sini. Menambah ketidaknyamanan perjalanan ku. Aku heran kenapa jalanan yang sudah hancur lebur seperti ini masih dipiara saja. Apa yang dilakukan pak lurah selama menjabat. Untuk memecah keheningan aku coba mengajak supir becak yang dari tadi susah payah mengayuh becaknya bicara
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
.
Aku : “Pak ini ko jalan gak dibenerin sih pak, udah ancur gini padahal?”
Pak Becak :“Oh nganu mas, ga tau juga saya udah lama gak dibenerin udah 6 tahun dibiarin gini aja mas”
Aku : “ Udah lama juga yah pak, terakhir saya kesini 6 tahun lalu pak, makannya saya bingung ko jalannya bukan nambah bagus malah nambah parah. Apa ngga ditanyain sama lurahnya Pak”
Pak becak : “ Sudah mas, tapi jawabnya ya gitu mas. Dananya belum ada katanya”
Saat asik berbicara tiba tiba ada sekelebat bayangan lewat tepat didepan becak. Tiba tiba saja aku merinding.
Aku : “ Pak tadi liat ada bayangan lewat ga pak?”
Pak becak tidak menjawab pertanyaanku. Aku coba bertanya lagi namun pak becak masih diam seribu bahasa. Tapi entah kenapa aku merasa becaknya melaju lebih cepat dari sebelumnya. Aku lihat kebelakang pak becak nampak berkeringat disekujur tubuhnya. Lantas ia memberi isyarat kepadaku untuk jangan berbicara. Aku tidak mengerti maksud pak becak. Namun aku yakin isyarat itu ada hubungannya dengan bayangan yang lewat tadi. Aku menurut saja dengan pak becak. Sepanjang jalan kami hanya diam. Dan sepanjang jalan itu juga bulu kudukku merinding bukan main. Sampai akhirnya kami melewati sebuah balai desa. Balai desa itu adalah balai desa kampungku. Balai desa yang tidak terlalu besar namun memiliki lapangan yang luas. Di sisi kanannya ada pohon beringin besar. Didepan balai desa ada 4 pohon cemara yang sudah sangat tinggi. Entah kenapa tepat sampai disini aku merasa pak becak semakin cepat mengayuh becaknya. Firasatku makin tak enak, sepertinya pak becak tau sesuatu tentang tempat ini. Becak melaju dengan cepat gerimis masih menemani perjalanan kami sepi lengang ditambah dengan suasana ganjil ini. Sampai akhirnya kita akan melewati sebuah jembatan. Aku melihat ada wanita yang sedang duduk dijembatan itu. Mengadap kebelakang sambil mengayun ayunkan kakinya. Aku tau kalau itu bukan manusia. Malam malam begini ditambah suasana ganjil ini mana mungkin wanita itu manusia. Aku merinding bukan main. Aku menengok ke pak becak. Terlihat kringat pak becak makin membanjir Dia menggeleng gelengkan kepala dan memberi isyarat kepadaku untuk tetap diam. Aku tak tau harus bagaimana jadi aku menurut saja dengan yang dikatakan oleh pak becak. Wanita itu masih ada di jembatan itu masih mengayun ayukan kakinya. Rambutnya panjang sepinggang. Baju putih yang sudah tercampur dengan tanah menjadi lusuh dan berwarna kecoklat coklatan. Hingga akhirnya kami lewat tepat dibelakangnya aku tak berani menoleh. Bau busuk menusuk hidung. Benar benar busuk baunya sampai sampai aku mau muntah. Kami makin jauh melewati wanita tadi sekarang baunya sudah tidak begitu terasa. Pak becak mulai menghela nafas, becak kembali berjalan lambat. Aku pun sudah tidak mencium bau busuk lagi. Aku mulai memberanikan diri bertanya kembali dengan pak becak.
Aku : “ Pak yang tadi itu bukan manusia kan ?”
Pak becak : “ Demit itu mas, mana mungkin manusia malem malem duduk dijembatan sendirian. Mana perempuan lagi, sebenernya bayangan yang mas liat itu perempuan yang tadi dijembatan mas’
Aku : “ Owh, saya bener bener takut pak. Hampir kencing dicelana saya. Terus tadi kenapa bapak suruh saya diem aja?
Pak Becak : “ Mas emang pas 6 tahun lalu kesini ga tau apa apa mas tentang cerita kampung mas?”
Aku : “ Gak pak, Saya kesini 6 tahun lalu kesini Cuma main beberapa hari aja. Itupun saya naik mobil tau tau udah sampai rumah nenek.”
Pak becak : “ Jalan yang pas mas liat bayangan itu pintu masuk kampung demit mas, didesa mas ini ada kampung demit mas. Nah balai desa sampai ngelewatin jembatan itu pasarnya mas. Kenapa saya suruh mas diem aja. Soalnya konon kalau kita liat penampakan perempuan tadi terus dia noleh kekita terus senyum sambil nunjukin wajah ancurnya dia bakalan buka pintu pasar demitnya mas. Dan kita bisa kesasar disana mas. Kalau kita diem dia kira kita sopan mas.
Aku : Waduh serem amat pak, terus kalau sampai masuk pasar itu gimana pak?
Pak becak : Ya kalau kita ga kuat bisa pingsan dijalan pak. Disana bakalan ditampakin penduduk desa demitnya mas,
Dalam hati aku bersyukur untung ga sampai mampir kepasar demit. Hufft,ibu ku kenapa ga cerita masalah ini yah. Kalau saja sudah diceritakan kan jadi ada persiapan, Mau kirim anaknya buat sekolah dikampung tapi ga bilang apa apa. Untung aja anakmu ga pingsan dijalan.
Pak becak : Mas kan rumahnya deket balai desa jangan aja main kesitu lebih dari jam 9 malem yah mas..
Aku : Emangnya kenapa pak ? Angker yah..
Pak becak : Entar mas juga tau dari orang sini ,, saya ga berani cerita ini masih wilayahnya soalnya mas...
Bersambung ke part II..... lanjut besok ya merinding disko nih ngetiknya
Part II Penampakan 4 pocong
Part III Indra
Part IV Si mata merah
Part V Cerita dibalik Kesurupan
Part VI Kembalinya kuntilanak
Part VII Pocong dan Kunti
Thread ane lain di SFTH Tanpa Kaca Mata.. Mampir yah gan
Part VIII - Kebenaran dukun desa
Part IX - Andi, Joni Dan Kuntilanak Merah
Part X - Kamis Sore Horror
Part XI - The Dukun Is Back
Part XII - Kesurupan Bagian Kedua
Part XIII - Penampakan Jin Pendamping
Part XIV - Teror jin pendamping
Part XV - Review Part I - Part XIV
Part XVI - Pak Joko Si Tukang kebun
Part XVII - Pertempuran pak Joko Vs jin Pendamping aka Khadam
Part XVIII - Firasat
Part XIX - Seminggu sebelum kematian pak joko
Part XX - Malam paling mencekam Part I
Part XXI - Malam paling Mencekam Part II
Part XXII - Misteri yang terpecahkan
Part XXIII - Identitas dibalik mbah ngadiman dukun desa misterius
Part XXIV - Kisah Yudi
Part XXV - Munculnya Penolong Baru
Part XXVI - Mendekati akhir cerita
Part XXVII - Bersekutu dengan jin
Part XXVIII - Hidup Atau Mati
Part XIX - Yang Nyata dan Tidak Nyata
Sekuel Balai Desa Merah
Quote:
Original Posted By pipiettripitaka►kebayang kalo jadi film, tp yg garap sineas thailand, kebayang tuh ngeri luar biasa. tengkyu udah berbagi cerita gan,, 5* buat agan,,
Quote:
Original Posted By paking.disgrace►Bagus gan critanya
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Bisa membawa pembaca larut dalam alur ceritanya plus ada twist nya
Kasihan juga dengan pak joko, niat menolong nya kuat, sayang agak over PD ketika sukses menundukkan jin pendamping malah langsung nantang ke balai desa.
Udah gregetan pas agan disuruh minum tu air sumur, duh kenapa diminum sih, katanya klo ada hidangan dari jin jangan pernah disentuh.
Dari crita agan dan hasil penjelasan dari ust danu di TV, ternyata emang manusia dan jin berdampingan. Dan klo mo lawan jin, manusia/dukun akan juga mengandalkan jin juga. Mereka yg akan bertempur saling adu kuat. Dan makanan jin adalah sesaji dan memakai tumbal untuk memperbesar kekuatan mereka.
Yg paling baik emang berharap ke Allah semata, yg maha memiliki kekuatan.
Thx gan, atas critanya, jadi memperjelas apa yg selama ini ust danu sering cerita kan
Diubah oleh achanyoe 20-01-2019 16:15
arieaduh dan 37 lainnya memberi reputasi
38
146.2K
Kutip
749
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
achanyoe
#183
Quote:
Part VIII - Kebenaran dibalik dukun desa
Spoiler for Pasar Setan:

Quote:
Setelah menceritakan kisah keponakannya bapak itu izin pamit pulang. Sebelum pulang bapak itu ingetin nenek ane lagi. Kalau bisa jangan minta bantuan dukun lagi. Soalnya ada beberapa warga yang suka liat itu dukun naro sesaji di kebon belakang balai desa. Dan dulu keponakannya pernah dibantu juga sama dukun itu. tapi gak sembuh tetep aja sering dihantuin bahkan sampai sekarang, DIkasih saran nenek ane cuma manggut manggut aja. Setelah ngucapin salam bapak itu pergi ninggalin ane sama nenek ane,
Paman gak dirumah dia lagi jaga bawang disawah malem itu. Karena abis liat penampakan serem dan dengerin cerita serem ane gak berani tidur tanpa paman, Jadinya ane tidur bareng nenek. Malem itu ane gak bisa tidur karena kepikiran kejadian pulang ngaji. Bawaannya ane merinding terus kaya ada yang memperhatikan ane tidur. Beberapa kali ane bangunin nenek cuma karena denger suara suara yang kayaknya sih cuma tikus lagi cari makanan. Ane baru tidur menjelang subuh, sialnya waktu itu ane udah masuk sekolah. Jadi paginya harus bangun buat berangkat. Di sekolah sampai pulang gak ada masalah apa apa. Ane sekolah aja kaya biasa.
Sampai rumah pas udah agak mau magrib ane mandi siap siap mau ngaji. Biar maju duluan dan pulang gak terakhir kaya kemaren ane harus sholat di mushola. Ane berangkat walaupun belum adzan magrib. Biar langitnya masih terang. Pas ane mau berangka ngaji di kebon belakang balai desa ane kaya liat ada orang. Ane pikir jam segini mana ada orang berani kebelakang balai desa. Karena takut jurig ane kabur lari sekenceng kencengnya ke mushola. Ane ngaji maju pertama pulang nunggu anak tetangga yang rumahnya lebih jau dikit dari rumah ane. Pas sampai kebon belakang balai desa karena ane penasaran sama kejadian tadi sore ane iseng liat ketempat yang tadi ada sekelebat bayangan orang. Ane berani soalnya ada temennya. Tapi gak ada yang aneh cuma pohon pada gerak ketiup angin aja. Kayaknya emang cuma perasaan ane aja. Tapi tiba tiba ane denger suara batuk, Ane sama temen ane kaget. Abis magrib mana ada yang berani kesitu. Sore sore aja gak berani. Ane sama temen udah siap mau lari. Tapi gak lama muncul sosok bapak bapak yang tak lain adalah dukun yang ngobatin ane dulu. Dia nyapa ane, baru pulang ngaji ya de kata si dukun. Ane jawab aja iya. Tapi si dukun itu kayak gak suka ane ngaji. Dia tiba tiba ngeloyor langsung gitu aja ninggalin ane. Ane jadi inget kata bapak bapak yang kemarin kerumah nolongin ane. Mungkin itu dukunnya abis naro sajen.
Sampai rumah ane cerita ke nenek. Tapi nenek cuma bilang yaudah gak usah dipikirin kalau ada apa apa minta tolong pak ustadz aja. Semenjak kejadian sidukun ketemu itu ada kali sebulan ane gak ada gangguan parah kaya sebelum sebelumnya. Paling cuma kaya ada yang merhatiin aja. Cuma ane selalu baca ayat kursi dan apa aja sebisa ane kalau lagi merinding kaya gitu. Setelah sebulan gak ada masalah ane kira semuanya udah berakhir dan gak akan ada kejadian aneh lagi.
Ternyata waktu itu malem jum'at ane libur ngaji. Malemnya ada tugas kelompok ditempat temen ane, Rumahnya lumayan jauh dari rumah ane. Ane kesana sendiri naik sepeda. Pulang sekitar jam 8 lebih dikitlah. Awalnya bareng sama temen. Tapi karena beda arah ane misah sama itu temen ane. Sialnya ane harus ngelewatin jembatan yang waktu itu ada kunti. Ane baca doa, sambil meneguhkan keberanian.
Pas ane belok mau lewatin jembatan. Itu jembatan rame banget kaya pasar dadakan gitu. Ane pikir gak mungkin nih ada pasar malem disini. Ane tau kalau ane lagi dikerjain. Pas ane lewat gak ada penampakan serem. Orang orang yang ada disana semuanya kaya orang biasa lagi jualan sama lalu lalang aja beberapa ada yang beli juga. Cuma karena ane tau gak mungkin ada pasar dadakan tiba tiba kaya gini. Orang ane berangka gak ada kok masa sekarang ada. Karena ane curiga bakal ada kejadian tidak menyenangkan ane kebut sepeda ane. Tapi anehnya sepeda ane jadi berat banget di goesnya. Pas ane ngerasa mulai ada yang aneh. Ane perhatiin sekitar ane penampakannya berubah total. Itu orang orang jadi serem serem bener dan pada liatin ane semua. Ada yang matanya putih semua. Ada yang bekas luka gorok dileher. Ada yang matanya item dan bernanah mukanya. Pokoknya serem banget deh semuanya. Yang jualan juga pada jualan tulang sama kotoran manusia gitu. Ada yang dibakar, di jadiin bubur. Jijik banget pokoknya. Ane mau baca baca doa mulut ane serasa kekunci gan. Ane cuma berusaha terus genjot sepeda yang mendadak berat. Pas ane liat kebelekang sepeda ane lagi dipegangin anak anak kecil yang mukanya serem serem banget. Dalam hati pantes berat. Ane bingung, lemes mau pingsan rasanya. Tapi karena ane belum pingsan ane berusaha sebisa ane. Ane akhirnya dapet ide buat berusaha baca ayat kursi dalam hati dan juga berusaha buka mulut biar bisa ngomong, Sambil berusaha doa ane sambil liatin pemandangan serem. Dan yang bikin ane kaget ane liat Indra dengan baju SD nya dikerangkeng dan ada iketan dilehernya sambil melototin ane. Ane syok banget gan, mungkin kalau ane jadi tumbal ane bakalan kaya gitu juga kali ya. Setelah ane susah payah ane akhrinya bisa bika mulut dan baca doa sekenceng kencengnya. Tiba tiba juga sepeda jadi enteng lagi. Ane langsung ngebut gan secepetnyaa.
Sampai dirumah ane langsung masuk rumah sambil ngos ngosan. Dan seperti biasan nenek ane kaget dan langsung tau kalau ane abis digangguin lagi.
Paman gak dirumah dia lagi jaga bawang disawah malem itu. Karena abis liat penampakan serem dan dengerin cerita serem ane gak berani tidur tanpa paman, Jadinya ane tidur bareng nenek. Malem itu ane gak bisa tidur karena kepikiran kejadian pulang ngaji. Bawaannya ane merinding terus kaya ada yang memperhatikan ane tidur. Beberapa kali ane bangunin nenek cuma karena denger suara suara yang kayaknya sih cuma tikus lagi cari makanan. Ane baru tidur menjelang subuh, sialnya waktu itu ane udah masuk sekolah. Jadi paginya harus bangun buat berangkat. Di sekolah sampai pulang gak ada masalah apa apa. Ane sekolah aja kaya biasa.
Sampai rumah pas udah agak mau magrib ane mandi siap siap mau ngaji. Biar maju duluan dan pulang gak terakhir kaya kemaren ane harus sholat di mushola. Ane berangkat walaupun belum adzan magrib. Biar langitnya masih terang. Pas ane mau berangka ngaji di kebon belakang balai desa ane kaya liat ada orang. Ane pikir jam segini mana ada orang berani kebelakang balai desa. Karena takut jurig ane kabur lari sekenceng kencengnya ke mushola. Ane ngaji maju pertama pulang nunggu anak tetangga yang rumahnya lebih jau dikit dari rumah ane. Pas sampai kebon belakang balai desa karena ane penasaran sama kejadian tadi sore ane iseng liat ketempat yang tadi ada sekelebat bayangan orang. Ane berani soalnya ada temennya. Tapi gak ada yang aneh cuma pohon pada gerak ketiup angin aja. Kayaknya emang cuma perasaan ane aja. Tapi tiba tiba ane denger suara batuk, Ane sama temen ane kaget. Abis magrib mana ada yang berani kesitu. Sore sore aja gak berani. Ane sama temen udah siap mau lari. Tapi gak lama muncul sosok bapak bapak yang tak lain adalah dukun yang ngobatin ane dulu. Dia nyapa ane, baru pulang ngaji ya de kata si dukun. Ane jawab aja iya. Tapi si dukun itu kayak gak suka ane ngaji. Dia tiba tiba ngeloyor langsung gitu aja ninggalin ane. Ane jadi inget kata bapak bapak yang kemarin kerumah nolongin ane. Mungkin itu dukunnya abis naro sajen.
Sampai rumah ane cerita ke nenek. Tapi nenek cuma bilang yaudah gak usah dipikirin kalau ada apa apa minta tolong pak ustadz aja. Semenjak kejadian sidukun ketemu itu ada kali sebulan ane gak ada gangguan parah kaya sebelum sebelumnya. Paling cuma kaya ada yang merhatiin aja. Cuma ane selalu baca ayat kursi dan apa aja sebisa ane kalau lagi merinding kaya gitu. Setelah sebulan gak ada masalah ane kira semuanya udah berakhir dan gak akan ada kejadian aneh lagi.
Ternyata waktu itu malem jum'at ane libur ngaji. Malemnya ada tugas kelompok ditempat temen ane, Rumahnya lumayan jauh dari rumah ane. Ane kesana sendiri naik sepeda. Pulang sekitar jam 8 lebih dikitlah. Awalnya bareng sama temen. Tapi karena beda arah ane misah sama itu temen ane. Sialnya ane harus ngelewatin jembatan yang waktu itu ada kunti. Ane baca doa, sambil meneguhkan keberanian.
Pas ane belok mau lewatin jembatan. Itu jembatan rame banget kaya pasar dadakan gitu. Ane pikir gak mungkin nih ada pasar malem disini. Ane tau kalau ane lagi dikerjain. Pas ane lewat gak ada penampakan serem. Orang orang yang ada disana semuanya kaya orang biasa lagi jualan sama lalu lalang aja beberapa ada yang beli juga. Cuma karena ane tau gak mungkin ada pasar dadakan tiba tiba kaya gini. Orang ane berangka gak ada kok masa sekarang ada. Karena ane curiga bakal ada kejadian tidak menyenangkan ane kebut sepeda ane. Tapi anehnya sepeda ane jadi berat banget di goesnya. Pas ane ngerasa mulai ada yang aneh. Ane perhatiin sekitar ane penampakannya berubah total. Itu orang orang jadi serem serem bener dan pada liatin ane semua. Ada yang matanya putih semua. Ada yang bekas luka gorok dileher. Ada yang matanya item dan bernanah mukanya. Pokoknya serem banget deh semuanya. Yang jualan juga pada jualan tulang sama kotoran manusia gitu. Ada yang dibakar, di jadiin bubur. Jijik banget pokoknya. Ane mau baca baca doa mulut ane serasa kekunci gan. Ane cuma berusaha terus genjot sepeda yang mendadak berat. Pas ane liat kebelekang sepeda ane lagi dipegangin anak anak kecil yang mukanya serem serem banget. Dalam hati pantes berat. Ane bingung, lemes mau pingsan rasanya. Tapi karena ane belum pingsan ane berusaha sebisa ane. Ane akhirnya dapet ide buat berusaha baca ayat kursi dalam hati dan juga berusaha buka mulut biar bisa ngomong, Sambil berusaha doa ane sambil liatin pemandangan serem. Dan yang bikin ane kaget ane liat Indra dengan baju SD nya dikerangkeng dan ada iketan dilehernya sambil melototin ane. Ane syok banget gan, mungkin kalau ane jadi tumbal ane bakalan kaya gitu juga kali ya. Setelah ane susah payah ane akhrinya bisa bika mulut dan baca doa sekenceng kencengnya. Tiba tiba juga sepeda jadi enteng lagi. Ane langsung ngebut gan secepetnyaa.
Sampai dirumah ane langsung masuk rumah sambil ngos ngosan. Dan seperti biasan nenek ane kaget dan langsung tau kalau ane abis digangguin lagi.
Diubah oleh achanyoe 15-04-2017 09:51
sampeuk dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Kutip
Balas
Tutup