Kaskus

Story

romperstomperAvatar border
TS
romperstomper
Whiskey Lullaby (a collection of short stories)
Quote:

Whiskey Lullaby (a collection of short stories)
WHISKEY LULLABY
a collection of short stories about life, love... and whiskey

Whiskey Lullaby (a collection of short stories)
photograph by patheme@deviantart.com


He spent his whole life tryin' to forget
We watched him drink his pain away a little at a time
But he never could get drunk enough to get her off his mind

(Brad Paisley - Whiskey Lullaby)
Whiskey Lullaby (a collection of short stories)

INDEX

PROLOGUE
GLASS 1: UNTUK DESEMBER
GLASS 2 : PERTAMA UNTUK SELAMANYA (part 1)
GLASS 3 : JATUH UNTUK SELAMANYA (part 2)
GLASS 4 : A BROKEN ETERNITY (one-shot/fantasy)
GLASS 5 : BOTTLE OF WORDS (poetry)
GLASS 6 : ONE SWEET GLASS (part 3)
GLASS 7 : DRUNK RAMBLING (one-shot)
Diubah oleh romperstomper 15-10-2017 20:30
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
12.3K
31
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
romperstomperAvatar border
TS
romperstomper
#8


UNTUK DESEMBER
(Disubmit untuk Writing Competition: Say I Love You With A Letterdi forum Sista)
kaskus-image

Untuk kamu yang membaca surat ini,







Apa kabar, Desember?


Entah kepada siapa lagi harus kutujukan surat singkat ini selain untukmu seorang. Atau mungkin memang jemariku baru bisa menari lincah di atas tuts keyboard ketika aku mengingat dua bola mata bundar yang berkilat jenaka kala kau menatap penasaran dari balik punggungku pada layar berukuran 14 inci saat aku tenggelam dalam tumpukan layer-layer yang harus dikumpulkan esok hari. Mungkin pula harus kutujukan surat ini khusus teruntuk tawa renyahmu yang mengalun indah membelai telingaku saat kau terpingkal geli melihat tingkah konyolku, atau juga rengekan manjamu yang selalu berhasil membuatku pasrah dan mengamini setiap pinta yang kau utarakan.

Sudah berapa tahun sejak kita pertama kali berkenalan di tahun 2006? 11 tahun? Angka yang cukup fantastis, apalagi jika kau memecahnya ke dalam satuan hari; atau detik jika kau ingin angka yang lebih panjang dan rumit.

Masih ingatkah kau dengan malam itu? Malam pergantian tahun yang kebetulan jatuh berbarengan dengan hari jadi kelahiranmu? Mungkin tidak, tapi aku mengingatnya dengan sangat jelas dan akan tertulis selamanya dalam sejarah hidupku sebagai sebuah penyesalan yang tidak akan luruh termakan waktu.

Mungkin maaf ini akan sangat terlambat, tapi aku merasa tetap harus menyelipkannya di tengah-tengah surat singkat yang perlahan memanjang ini. Maaf, jika saat itu aku lebih memilih melewatkannya bersama teman daripada mendekapmu erat di hari kelahiranmu.

Maaf, Desember.



Pukul satu lebih lima menit dini hari. Besok deadline pekerjaan menungguku bak algojo hukuman mati, dan aku masih terjebak dalam kebimbangan yang sama sejak awal. Kepada siapa surat ini harus kutujukan selain untukmu seorang?

Ah, untuk kesekian kalinya kau berhasil membuatku bingung. Terlalu banyak pilihan yang tidak bisa dengan mudah kutentukan. Butuh banyak waktu dan pertimbangan mendalam. Karena setiap jengkal dari eksistensimu lebih dari sekedar istimewa bagiku. Kau adalah "kuning" yang didendangkan Coldplay dengan penuh intensitas saat aku menulis sepenggal surat murahan ini.

For you i'd bleed myself dry.




Sepakat.

Kami, aku dan kesadaranku, mengambil jalan tengah untuk masalah ini. Aku tetap bersikeras surat ini harus ditujukan untukmu seorang, sementara kesadaranku yang mulai semakin hilang memilih larut dalam segelas whiskey yang menemaniku menulis surat ini. Resmi. Pukul satu lewat tiga puluh menit, dengan kepala yang mulai agak pusing, aku mantap dengan jawabannya.

Surat ini ditujukan khusus untukmu, Desember.

.

.

.


Duduk selama lebih dari satu jam membuat badanku sedikit pegal, dan aku memang harus berdiri untuk mengambil botol dari lemari untuk kembali mengisi gelas kosongku dengan whiskey. Old habit die hard. Kebiasaan burukku yang tidak pernah kamu suka. Maaf tapi untuk malam ini, khususnya malam ini, aku butuh asupan alkohol. Baru saja aku bersulang, mengangkat gelas dengan agak lelah. Bukan dengan siapa, tapi untuk secarik kertas yang tergeletak di atas meja kerjaku.

Untuk selembar undangan, dengan namamu yang tercetak indah dengan font cursive yang apik, bersanding dengan nama lain yang bukan namaku. Pahit, namun inilah kenyataannya. Dan kusisipkan sepatah kata 'selamat' malam ini, yang tidak akan bisa kukatakan langsung di hari bahagiamu.

Tepat pukul dua dini hari. Malam semakin larut, kepalaku semakin pusing dan surat ini semakin panjang melantur tanpa arah. Semoga kau disana masih terlelap dalam buaian mimpi-mimpi indah. Sudah saatnya aku harus menutup surat yang tak lagi singkat ini. Terlebih mataku mulai terasa perih, dan ada rasa hampa yang tidak lagi bisa diisi oleh bergelas-gelas whiskey.

Inilah titik akhirnya, Desember. Kuucapkan selamat tinggal, bukan sampai jumpa karena mungkin kita tidak akan pernah bertemu kembali. Meski mereka berkata dunia terlalu sempit bahkan untuk dua belah jiwa.

Congratulations, Desember.

Farewell.




I love you.


PS. Always.

kaskus-image
Diubah oleh romperstomper 07-02-2017 11:40
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.