- Beranda
- Stories from the Heart
Your Love As Pandora's Box
...
TS
muhmadsandi
Your Love As Pandora's Box
Selamat Datang diThread Pertamax saya.....
Sedikit bercerita tentang kehidupan saya...
Tentang segalanya yang pernah terjadi...
Mari Simak saja kisahnya dibawah ini...



Ada yang mau editin lagi ?
atau gambar yang lain juga bolehlah asal temanya 3 gadis 1 pria dengan background contoh kaya diataslah ya hhehe makasih
Source : Google
Edited : Arna Maheswara
Edited : Arna Maheswara
Spoiler for OpeningSong:
Your Love As Pandora's Box
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
Malapetaka Dan Penderitaan
Begitulah Nadanya
....................
Pandora's Box
Q n A
Spoiler for QnA:
Pandora's Box

PROLOG
Story 1 - Hidup itu ketentuan
Story 2 - Hidup Itu Keterikatan 1
Story 3 - Hidup itu Keterikatan 2
Story 4 - RATAPAN 1
Story 5 - RATAPAN 2
Story 6 - Hidup itu Misteri
Story 7- Hidup itu Misteri 2
Story 8 - Hidup itu Misteri 3
Story 9 - Hidup itu Misteri 4
Story 9.1 - Detik Dan Waktu
Pandora's Girl's
Story 1 - Three Pandora's Girl
Story 2 - Kehangatan Hujan New Updated
----Side Story-------
Cerita ini akan tersusun Maju - Mundur alurnya
SORAK HENING - 1
TANGAN KIRI DAN KANAN New
Terimakasih... telah sekilas bisa menjadi Top Threads
Om kok malam-malamku selalu gelap ngga ada
Jika menghibur agan-agan , boleh dong
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:25
Richy211 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
8.2K
68
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
muhmadsandi
#7
Pagi ini sebelum aku mengetik kisahku
Karena aku harus sarapan pagi dulu dan itu wajib
Sarapan yang disediakan Dewi kayangan
Kupat tahu neneng gelis jalan supratman,bandung.
Kegeulisan neng tiada tara kaliwat tiap paginya
Selalu aku beli kupat tahu neneng dewi
Rasanya nikmat sekali manis dan asam saling beradu
ah dewi ku terimakasih atas sarapan pagi ini
Aku jadi lemas memikirkan mu neneng
Dan aa rela ngga ngopi demi kupat tahu neneng.
Aa harap...
Semoga kamu suka buka Stories from the heart KASKUS
Lalu melihat sajak aa pujangga ini
oh neneng geulis
Udah ayo mari mulai bercerita kembali.
Hidup itu ketentuan
Berjalan sendiri dengan menggenggam buke novel tentang cerita kehidupan seseorang
Seperti sudah dijadikan buku panduan saja.
Akhir-akhir ini konstelasi kehidupanku tidak beraturan hanya berjalan mengikuti arah angin
Menghiraukan langkah kaki ini yang berjalan semaunya.
Hingga berakhir disebuah bukit yang dikelilingi pohon-pohon rindang
Artinya : sebuah gedung yang dikerumuni orang-orang yang berjalan kesagala arah.
Langkah kaki ini berhenti didepan pintu kaca
Dihadapanku terlihat tiga perempuan berbusana rapih dan ketat sedang duduk diantara meja panjang beralas kaca lalu dari ketiga perempuan itu dua perempuan sedang sibuk melayani seseorang dihadapan mereka berdua.
Demi suatu gelar aku hampiri satu perempuan yang sedang menanti untuk melayani seseorang yang butuh bantuannya.
Saat aku terduduk dihadapannya, perempuan itu menatap lalu tersenyum manis .
“ Ada yang bisa saya bantu,Mas.” Kata perempuan itu bersuara lembut
“ Sa..ya ingin melakukan registrasi ulang,Mba.” Kata saya berucap gugup
“ Oh baik mas,persyaratannya telah disiapkan semua,Mas ?.” Kata perempuan itu sedikit memiringkan kepala
“Persayaratanya apa saja ya,mba . takutnya ada yang saya lupain.” Kata saya membuka tas
“ Baik mas,Jadi persyaratannya Asemelemele Pffftt Pwuaah.”
Skip terlalu panjang percakapannya,soalnya mba-mbanya kepo banget
.
" Baik mba,ini bayarannya **Juta,Silakan dihitung kembali." kata saya ngasihin bayaran ke tangan mbanya yang anget dan lembut
" Baik mas,saya hitung kembali ya mas." Kata perempuan itu mencium (saya
) jarinya gan lalu menghitung uang bayaran saya
" Sudah pas bayarannya mas, silakan mas tanda tangan disini,disini dan disini ya mas." kata perempuan itu jarinya nunjukin(kartu pernikahan
) tempatnya gan yang harus saya tanda tangani.
*Sreet *Sreet *Sreet *tik
Saya nanda tangan dikertas kwitansi pembayaran.
" Baik,ini kopian surat bukti pembayaran mas dan yang asli saya ambil untuk disimpan diberkas pembayaran mahasiswa ya mas."
" Untuk registrasi pembayaran telah mas selesaikan,apa ada yang lain lagi yang bisa saya bantu mas?." kata perempuan itu tersenyum manis
" Baiklah mba,Sudah cuman itu saja." Kata saya duduk manis senyum-senyum
" Kalo begitu Terimakasih mas,selamat memulai perkuliah tgl sekian(lupa saya
)." Kata mba itu senyum manis(oh mahmud)
" Iii..ya mba,Terimakasih juga telah melayani saya." Kata saya modus sedikit berjabat tangan lalu berjalan pergi (tangannya sungguh lembut dan hangat mastah)
Selama berjalan keluar gedung rasanya seperti ada yang memperhatikan dari belakang tadi setelah melangkah pergi dari kursi ( itu saya mba yang tadi mas,lebay amat sih mas
)
*tsreet *tsreet *treek
Sebatang roko saya bakar... ujungnya
haaaaa... Hembusan pertama sungguh melegakan
Nikmatnya hidup bebas seperti ini
Tanpa ada yang memberi ketentuan kemana arah kaki harus melangkah
Sendiri itu selalu hadirkan rasa kebebasan ber-ekpresi tanpa harus memperdulikan perasaan orang lain
Saat ini juga akan aku nikmati kesendirian ini hingga kelak nanti saat aku akan berbagi kebahagian dan cerita kehidupan.
-Prinsip Arna Maheswara (saat itu)
Next Story => Story 2
Karena aku harus sarapan pagi dulu dan itu wajib
Sarapan yang disediakan Dewi kayangan
Kupat tahu neneng gelis jalan supratman,bandung.
Kegeulisan neng tiada tara kaliwat tiap paginya
Selalu aku beli kupat tahu neneng dewi
Rasanya nikmat sekali manis dan asam saling beradu
ah dewi ku terimakasih atas sarapan pagi ini
Aku jadi lemas memikirkan mu neneng
Dan aa rela ngga ngopi demi kupat tahu neneng.
Aa harap...
Semoga kamu suka buka Stories from the heart KASKUS
Lalu melihat sajak aa pujangga ini
oh neneng geulis
Udah ayo mari mulai bercerita kembali.
Tarik nafas panjang dulu setelah baca sajak saya diatas
Takutnya ga fokus kepikiran neneng gelis pujaan saya
Takutnya ga fokus kepikiran neneng gelis pujaan saya
Quote:
Hidup itu ketentuan
Berjalan sendiri dengan menggenggam buke novel tentang cerita kehidupan seseorang
Seperti sudah dijadikan buku panduan saja.
Akhir-akhir ini konstelasi kehidupanku tidak beraturan hanya berjalan mengikuti arah angin
Menghiraukan langkah kaki ini yang berjalan semaunya.
Hingga berakhir disebuah bukit yang dikelilingi pohon-pohon rindang
Artinya : sebuah gedung yang dikerumuni orang-orang yang berjalan kesagala arah.
Langkah kaki ini berhenti didepan pintu kaca
Dihadapanku terlihat tiga perempuan berbusana rapih dan ketat sedang duduk diantara meja panjang beralas kaca lalu dari ketiga perempuan itu dua perempuan sedang sibuk melayani seseorang dihadapan mereka berdua.
Demi suatu gelar aku hampiri satu perempuan yang sedang menanti untuk melayani seseorang yang butuh bantuannya.
Saat aku terduduk dihadapannya, perempuan itu menatap lalu tersenyum manis .
“ Ada yang bisa saya bantu,Mas.” Kata perempuan itu bersuara lembut
“ Sa..ya ingin melakukan registrasi ulang,Mba.” Kata saya berucap gugup
“ Oh baik mas,persyaratannya telah disiapkan semua,Mas ?.” Kata perempuan itu sedikit memiringkan kepala
“Persayaratanya apa saja ya,mba . takutnya ada yang saya lupain.” Kata saya membuka tas
“ Baik mas,Jadi persyaratannya Asemelemele Pffftt Pwuaah.”
Skip terlalu panjang percakapannya,soalnya mba-mbanya kepo banget
." Baik mba,ini bayarannya **Juta,Silakan dihitung kembali." kata saya ngasihin bayaran ke tangan mbanya yang anget dan lembut
" Baik mas,saya hitung kembali ya mas." Kata perempuan itu mencium (saya
) jarinya gan lalu menghitung uang bayaran saya" Sudah pas bayarannya mas, silakan mas tanda tangan disini,disini dan disini ya mas." kata perempuan itu jarinya nunjukin(kartu pernikahan
) tempatnya gan yang harus saya tanda tangani.*Sreet *Sreet *Sreet *tik
Saya nanda tangan dikertas kwitansi pembayaran.
" Baik,ini kopian surat bukti pembayaran mas dan yang asli saya ambil untuk disimpan diberkas pembayaran mahasiswa ya mas."
" Untuk registrasi pembayaran telah mas selesaikan,apa ada yang lain lagi yang bisa saya bantu mas?." kata perempuan itu tersenyum manis
" Baiklah mba,Sudah cuman itu saja." Kata saya duduk manis senyum-senyum
" Kalo begitu Terimakasih mas,selamat memulai perkuliah tgl sekian(lupa saya
)." Kata mba itu senyum manis(oh mahmud)" Iii..ya mba,Terimakasih juga telah melayani saya." Kata saya modus sedikit berjabat tangan lalu berjalan pergi (tangannya sungguh lembut dan hangat mastah)
Selama berjalan keluar gedung rasanya seperti ada yang memperhatikan dari belakang tadi setelah melangkah pergi dari kursi ( itu saya mba yang tadi mas,lebay amat sih mas
) *tsreet *tsreet *treek
Sebatang roko saya bakar... ujungnya
haaaaa... Hembusan pertama sungguh melegakan
Nikmatnya hidup bebas seperti ini
Tanpa ada yang memberi ketentuan kemana arah kaki harus melangkah
Sendiri itu selalu hadirkan rasa kebebasan ber-ekpresi tanpa harus memperdulikan perasaan orang lain
Saat ini juga akan aku nikmati kesendirian ini hingga kelak nanti saat aku akan berbagi kebahagian dan cerita kehidupan.
-Prinsip Arna Maheswara (saat itu)
Next Story => Story 2
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:33
0
