- Beranda
- Stories from the Heart
Secangkir kopi untuk Sepasang hati
...
TS
mellllan
Secangkir kopi untuk Sepasang hati
Opening Teman sebangku - Berhenti Sejenak
Spoiler for Musik:
"mari berhenti sejenak
menatap matahari di pagi hari
mencium aroma bunga matahari
tertawa seperti gadis cilik
duduk di bangku taman
menyeduh secangkir kopi
dengarkan alunan semilir angin
lalu berdansalah di kala senja
mengalir debu dalam derai hujan
melepas sesak dalam lelah tak berarah
ada suatu pemberhentian dari pencarian
yang mencoba
duduklah barang sejenak
mari berhenti nikmati pagi
mari berhenti endapkan mimpi
mari berhenti
mari berhenti sejenak"
menatap matahari di pagi hari
mencium aroma bunga matahari
tertawa seperti gadis cilik
duduk di bangku taman
menyeduh secangkir kopi
dengarkan alunan semilir angin
lalu berdansalah di kala senja
mengalir debu dalam derai hujan
melepas sesak dalam lelah tak berarah
ada suatu pemberhentian dari pencarian
yang mencoba
duduklah barang sejenak
mari berhenti nikmati pagi
mari berhenti endapkan mimpi
mari berhenti
mari berhenti sejenak"
Siap-siap aja ya buat didoktrin musik-musik indie indonesia haha..
Rules : santai aja lah ya soalnya ini cerita jadi nikmatin aja ya
ngga usah rusuh atapun sara
My life is pure from my experience
Life with two faces
Hide my sadness
Always show my happiness side
And
i'm in the corner watching you disappear
Make me be a melancholy
By
A Coffe cup at my side
With couple heart
My half heart and your half heart
Be Unite
And
Hafl heart us left behind
Each in ourselves
-Melankolis
Life with two faces
Hide my sadness
Always show my happiness side
And
i'm in the corner watching you disappear
Make me be a melancholy
By
A Coffe cup at my side
With couple heart
My half heart and your half heart
Be Unite
And
Hafl heart us left behind
Each in ourselves
-Melankolis
Perkenalkeun nami simkuring melan.... (bro,broh kok jadi ngomong pke b,sunda gayanya aja pake b.inggris diawal )
Bhehehe maap maap pemishaKenalin gue melan(samaran) dipostingan ini gue bakal nyeritain tentang kisah asmara gue dengan berbagai gadis yang tersambung dari gue sma hingga kuliah saja dan berakhir pada seorang gadis,besama kopi-kopi yang akan gue nikmatin nantinya dan tentunya ini nyata adanya bukan omong kosong belakang pemisha
oke to the point aja ini kisah cinta gue! - Kisah cinta lo gimana ? (Aseeeeek aha)
Secangkir kopi untuk Sepasang hati
Moment - 1
Story 1 - Invited
Stroy 2 - Sacrifice
Story 3 - Nature
Story 4 - Terikat Benang Merah
Moment - 2 Flashback
Story 1 - Playboy
Story 2 - Amnesia Sejenak
Story 3 - Membekas
Moment - 3 Menyeduh Cinta
Story 1 - Pengungkapan 1
Story 2 - Pengungkapan 1
Story 3 - Pengungkapan 2 New
-(Edited)
Diubah oleh mellllan 13-02-2017 19:04
anasabila memberi reputasi
1
7.1K
36
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
mellllan
#26
Frau - Sepasang kekasih yang pertama bercinta diluar angkasa
Story 3 - Membekas
Rumah
Surat itu terbengkalai dimeja kamar
Bersama puluhan kertas-kertas yang telah diremas
Dan pena telah lelah menuliskan kata maaf yang diulang
Hingga aku sadar tidak ada kata maaf untukku
Ah sudahlah,aku lelah memikirkannya
Karena esok hari kelulusanku
Lebih baik aku merebahkan badan disofa empuk
Namun bukannya tenang saat rebahan
Malah teringat luka ditubuh yang terasa ngilu
Luka dipunggung dan disebelah mata dekat hidung
Apa jahitannya tidak benar ?
Lalu aku teringat perkelahian itu, aku terkapar di tengah kerumunan masa
Hingga beberapa bulan berbaring dirumah sakit Dan aku ingat gadis itu!.
Sennin,Lapangan Upacara.
Siswa-siswa berjas berdandan rapih dan berdasi
Berbaris rapih ditengah lapangan
Menatap Pria berkumis sedang ceramah ditribune
Terik matahari tak membuat mereka mengeluh
Hingga kulit mereka matang
Terbakar terik matahari yang telah ditengah kepala
Tengah hari mereka berbaris kembali
Mengantri membawa sebuah surat putih yang terikat satu benang rapih
Siswa-siswa berseragam abu putih
Sedang berteriak dan bersorak
Melihat siswa-siswa berjas berdasi sedang berkumpul
Mereka siap merobek surat putih yang terikat itu
Serentak mereka merobek surat itu
Senyuman terbentuk bersamaan
Melompat ceria lalu saling berpelukan
Hingga meneteskan air mata
Sahabat,selamat tinggal
Kita akan pergi ke entah berantah
Meraih mimpi kita masing-masing
Janganlah lupakan kenangan-kenangan yang telah kita bagi
Dan janganlah berpaling saat bertemu kembali
Jika aku berpaling pukul saja aku karena akupun akan begitu jika kau berpaling
Sekarang mari kita berbagi
Saling bertukar sesuatu agar ingatkan kita pada masa ini
Hingga kelak nanti saat musim telah berganti
Sampai hari tua nanti
Dan sampai mati.
Terimakasih,Sahabat.
Lorong Sekolah.
Aku akan menghampiri seorang gadis yang dengki akan diriku
Seingatku aku menanti dan Seingatnya aku pergi
Jika benar aku pergi untuk apa aku kembali
Kembali untuk memberi mimpi lagi ?
Tidak,bukan begitu.
Sekarang aku kembali
Hanya ingin mengembalikan sepasang hati ini
Agar ia tak dengki sampai akhir nanti
Karena ini pertemuan terakhir
Mungkin kelak nanti saat aku pergi
Tanpa kembali padanya hari ini
Aku akan menyesal hingga akhir nanti
Maka sebelum terlambat aku akan akhiri
Rasa yang telah lama mati ini.
Aku temui dirinya sedang berdiri sendiri
Memegang erat sebuah bunga mawar yang berduri
Entah siapa yang memberi
Apa ia tak sakit memegang duri itu
Mungkin rasa sakitnya telah lama mati
Aku langsung berlari menghampiri dirinya dari belakang
Saat ia hendak pergi
Ku bisikan namanya dari telinga kiri
Saat ia mengamati diriku yang telah berdiri dibelakangnya
Ia terkejut dan hendak berlari
Hey,berhentilah menahan perih.
Apa kau tak pernah peduli dengan dirimu sendiri
Hingga kau rela pergi mengabaikan hatimu ini
Ia tertinggal disni merapat erat dengan milikku
Apa kau tak lelah berlari terus menanam rasa dengki.
Biarkan aku mencabuti duri yang menancap erat di tangan kirimu itu
Agar kau kembali rasakan sakitnya terluka
Aku kembali hanya untuk memberikan apa yang tak seharusnya kumiliki
Karena itu biarkan aku peluk erat dirimu
Untuk terakhir kalinya aku rasakan hadirmu kembali
Seperti ini maksudku
Saling memeluk erat
Hey mataku apa kau akan tetap begini
Biarkan aku menangis kali ini
Sebentar saja aku ingin menangis bersamanya.
*Suci
" Jangan marah,kumohon......"
" Aku begini bukan karena membencimu,tapi karena aku takut kau terluka lagi."
" Dengan begini kau pasti takkan terluka parah lagi."
Rasanya mendengarmu berbicara seperti itu membuatku tenang hanya tinggal sedikit lagi kubuat dirimu katakan semuanya.
*Melan
" Jadi kau sengaja menjauhi ku,saat aku lupa akan dirimu kala itu."
" Jika begitu kau lebih buruk dariku."
" Ternyata aku salah menerka tingkahmu."
" Apa sulitnya kau jelaskan maksudmu padaku saat itu."
*Suci
" Maaf,aku merasa sangat bersalah saat melihat dirimu yang penuh luka kala itu."
" Aku takut,karena diriku kau terlibat perkelahian itu."
" Dan aku tak ingin kau kembali lagi terluka parah seperti itu."
" Karena memperebutkan diriku...."
*Melan
" Hey itu semua sudah cukup,kau sudah tak perlu jauhi diriku lagi."
" Aku tadi bilang begitu hanya untuk membuatmu mengakatan yang sejujurnya."
" Kini aku mengerti dan Terimakasih telah memperdulikanku hingga membuatmu sangat terluka melakukannya."
" Bisakah aku memelukmu lagi dan mengecup keningmu ?."
" Aku.... milikmu hari ini,lakukan saja apa maumu....,Melan."
Terimakasih,kasih aku telah tenang sekarang begitu juga dirimu
Sayangnya kau tak bisa bersamaku lagi
Karena esoknya aku menatapmu pergi bersama seseorang
Saat hendak aku bawa dirimu pergi bersamaku.
Selamat tinggal....
Walaupun aku tak tau bagaimana cara melangkah tanpamu
Hingga aku melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi
Terakhir kita bertemu hingga saat ini
Aku tetap tak bisa melangkah darimu.
__________________________________________________
Dengerin dulu lagu ini baru next page
Aksara Nada - Melangkah Tanpamu
Cerita selanjutnya akan saya kerjakan secepatnya ihihi
Spoiler for Opening:
Story 3 - Membekas
Rumah
Surat itu terbengkalai dimeja kamar
Bersama puluhan kertas-kertas yang telah diremas
Dan pena telah lelah menuliskan kata maaf yang diulang
Hingga aku sadar tidak ada kata maaf untukku
Ah sudahlah,aku lelah memikirkannya
Karena esok hari kelulusanku
Lebih baik aku merebahkan badan disofa empuk
Namun bukannya tenang saat rebahan
Malah teringat luka ditubuh yang terasa ngilu
Luka dipunggung dan disebelah mata dekat hidung
Apa jahitannya tidak benar ?
Lalu aku teringat perkelahian itu, aku terkapar di tengah kerumunan masa
Hingga beberapa bulan berbaring dirumah sakit Dan aku ingat gadis itu!.
Sennin,Lapangan Upacara.
Siswa-siswa berjas berdandan rapih dan berdasi
Berbaris rapih ditengah lapangan
Menatap Pria berkumis sedang ceramah ditribune
Terik matahari tak membuat mereka mengeluh
Hingga kulit mereka matang
Terbakar terik matahari yang telah ditengah kepala
Tengah hari mereka berbaris kembali
Mengantri membawa sebuah surat putih yang terikat satu benang rapih
Siswa-siswa berseragam abu putih
Sedang berteriak dan bersorak
Melihat siswa-siswa berjas berdasi sedang berkumpul
Mereka siap merobek surat putih yang terikat itu
Serentak mereka merobek surat itu
Senyuman terbentuk bersamaan
Melompat ceria lalu saling berpelukan
Hingga meneteskan air mata
Sahabat,selamat tinggal
Kita akan pergi ke entah berantah
Meraih mimpi kita masing-masing
Janganlah lupakan kenangan-kenangan yang telah kita bagi
Dan janganlah berpaling saat bertemu kembali
Jika aku berpaling pukul saja aku karena akupun akan begitu jika kau berpaling
Sekarang mari kita berbagi
Saling bertukar sesuatu agar ingatkan kita pada masa ini
Hingga kelak nanti saat musim telah berganti
Sampai hari tua nanti
Dan sampai mati.
Terimakasih,Sahabat.
Lorong Sekolah.
Aku akan menghampiri seorang gadis yang dengki akan diriku
Seingatku aku menanti dan Seingatnya aku pergi
Jika benar aku pergi untuk apa aku kembali
Kembali untuk memberi mimpi lagi ?
Tidak,bukan begitu.
Sekarang aku kembali
Hanya ingin mengembalikan sepasang hati ini
Agar ia tak dengki sampai akhir nanti
Karena ini pertemuan terakhir
Mungkin kelak nanti saat aku pergi
Tanpa kembali padanya hari ini
Aku akan menyesal hingga akhir nanti
Maka sebelum terlambat aku akan akhiri
Rasa yang telah lama mati ini.
Aku temui dirinya sedang berdiri sendiri
Memegang erat sebuah bunga mawar yang berduri
Entah siapa yang memberi
Apa ia tak sakit memegang duri itu
Mungkin rasa sakitnya telah lama mati
Aku langsung berlari menghampiri dirinya dari belakang
Saat ia hendak pergi
Ku bisikan namanya dari telinga kiri
Saat ia mengamati diriku yang telah berdiri dibelakangnya
Ia terkejut dan hendak berlari
Hey,berhentilah menahan perih.
Apa kau tak pernah peduli dengan dirimu sendiri
Hingga kau rela pergi mengabaikan hatimu ini
Ia tertinggal disni merapat erat dengan milikku
Apa kau tak lelah berlari terus menanam rasa dengki.
Biarkan aku mencabuti duri yang menancap erat di tangan kirimu itu
Agar kau kembali rasakan sakitnya terluka
Aku kembali hanya untuk memberikan apa yang tak seharusnya kumiliki
Karena itu biarkan aku peluk erat dirimu
Untuk terakhir kalinya aku rasakan hadirmu kembali
Seperti ini maksudku
Saling memeluk erat
Hey mataku apa kau akan tetap begini
Biarkan aku menangis kali ini
Sebentar saja aku ingin menangis bersamanya.
*Suci
" Jangan marah,kumohon......"
" Aku begini bukan karena membencimu,tapi karena aku takut kau terluka lagi."
" Dengan begini kau pasti takkan terluka parah lagi."
Rasanya mendengarmu berbicara seperti itu membuatku tenang hanya tinggal sedikit lagi kubuat dirimu katakan semuanya.
*Melan
" Jadi kau sengaja menjauhi ku,saat aku lupa akan dirimu kala itu."
" Jika begitu kau lebih buruk dariku."
" Ternyata aku salah menerka tingkahmu."
" Apa sulitnya kau jelaskan maksudmu padaku saat itu."
*Suci
" Maaf,aku merasa sangat bersalah saat melihat dirimu yang penuh luka kala itu."
" Aku takut,karena diriku kau terlibat perkelahian itu."
" Dan aku tak ingin kau kembali lagi terluka parah seperti itu."
" Karena memperebutkan diriku...."
*Melan
" Hey itu semua sudah cukup,kau sudah tak perlu jauhi diriku lagi."
" Aku tadi bilang begitu hanya untuk membuatmu mengakatan yang sejujurnya."
" Kini aku mengerti dan Terimakasih telah memperdulikanku hingga membuatmu sangat terluka melakukannya."
" Bisakah aku memelukmu lagi dan mengecup keningmu ?."
" Aku.... milikmu hari ini,lakukan saja apa maumu....,Melan."
Terimakasih,kasih aku telah tenang sekarang begitu juga dirimu
Sayangnya kau tak bisa bersamaku lagi
Karena esoknya aku menatapmu pergi bersama seseorang
Saat hendak aku bawa dirimu pergi bersamaku.
Selamat tinggal....
Walaupun aku tak tau bagaimana cara melangkah tanpamu
Hingga aku melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi
Terakhir kita bertemu hingga saat ini
Aku tetap tak bisa melangkah darimu.
__________________________________________________
Dengerin dulu lagu ini baru next page

Aksara Nada - Melangkah Tanpamu
Spoiler for Ending:
Cerita selanjutnya akan saya kerjakan secepatnya ihihi
Diubah oleh mellllan 04-02-2017 02:28
0