Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#2480
F Part 80
Memang ada yang gak beres dengan si Ani, gue perhatiin di meja makan pas sarapan pagi diam saja, padahal biasanya dia banyak bicara, entah itu ngobrolin hal yang gak penting di sekolahnya atau ngobrolin gosip seleb atau berita terkini. Sekarang dia diam saja bahkan makananya pun gak dihabiskan sama dia.

“Anak itu dari kemarin belum ngomong bu?” Komentar gue ke ibu setelah si Ani berangkat ke sekolah duluan.
“Belum, kamu ada masalah apa sama dia?” Ibu nanya balik
“Gak ada bu.”
“Ah yang bener?”
“Iya bu.”
“Terus kenapa ya?”
“Gak tau Bu.”
“Coba kamu cari tau sayang.”
“Malesss, baeud gak jelas.”
“Kamu juga sering kan?” Ibu nyindir balik.
“Ih..”

***

Hari selasa di sekolah gak ada yang istimewa sih masih belajar seperti biasa. Seperti biasa gue selalu duduk di bangku gue dan jarang sekali untuk pergi ataupun jalan-jalan meja teman-teman gue yang lain.

“Fe kapan atuh belajar bareng kita buat UN?” Erika tiba-tiba menghampiri gue yang sedang tiduran di atas meja beralaskan kedua tangan gue yang dilipat. Ah iya juga, gue baru ingat Erika menagih hutangnya ke gue buat belajar bareng.
“Main aja ke rumah Rik”
“Rumahmu dimana Fe?”
“Eh.. mending kalau pualng sekolah jangan langsung pulang, kita belajar aja di kelas abis pulang sekolah?”
“Oke deh, lo beneran gak ikutan bimbel Fe?”
“Ngak Rik. Hehe.”
“Wah hebatt ya kamu. Terus mau kapan kita mulainya?”
“Hari ini juga boleh kok Rik.”


***

Pas bubaran kelas gue sama Erika pergi ke kantin buat beli makanan untuk persedian nanti belajar di kelas, gue juga sempat melewati kelas Ani dimana dari jendela gue ngeliat si Ani lagi makan sendirian di kelasnya. Gue juga mendapat sms dari Nauval buat ngajak gue ikutan latian basket namun sayangnya gue tolak dengan mengatakan “Tidak, terima kasih.” biarlah si Ani menikmati hari dengan pangeran pujaanya.
Entah kenapa untuk pelajaran Fisika kelas tiga itu menurut gue jadi sulit atau memang tingkat kecerdasan gue yang menurun atau guenya yang jarang belajar dan terus berulah karena main terus atau entahlah. Yang jelas pas kelas tiga gue sudah mendapatkan nilai yang kurang memuaskan di pelajaran ini, tapi lucky me, Erika lumayan jago fisikanya sehingga belajar bareng dengan dia adalah jalan terbaik.

Gue belajar bareng sama Erika gak lama karena Erika dijemput ibunya, gue pun ikut nebeng pulang. Ibu Erika adalah seorang dokter dan Erika pun ingin mengikuti jejak ibunya, itulah topik pembicaran yang diperbincangan ketika pulang. Erika benar-benar sangat bangga dengan profesi orang taunya dan ingin mengikuti mereka, yaiyalah keluarga dokter pasti anak-anaknya pengen jadi dokter. Terus kalau keluarga gue sendiri ? campursari.

***

“Kak Ani kelasnya dimana?” Tanya Nauval di sms.
“X-8”
“Oh makasih kak.”
“Eh val..”
“Kenapa kak?”
“Jaga Ani!”
“Hahaha tenang aja kak Ani aman bersamaku.”
“Awas jangan macam-macam.”
“Siap kak Fel.”


***

Datang ke rumah gue mendapati ibu sedang menonton tv sendirian, gue pun menghampirinya dan duduk disampingnya. Gue menyenderkan kepala gue ke sisi kiri tubuhnya lalu tangan ibu gue membelai dan mengelus-ngelus kepala gue. Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan hal seperti ini, dari dulu-dulu, zaman dulu pas gue hanya berdua dengan ibu tinggal di rumah ini, jarang sekali duduk berdekatan seperti ini.

“Gimana udah baikan sama Ani?” Tanya ibu terus mengelus kepala gue.
“Belum, dia masih gak mau bicara.”
“Kamu duluan yang ngajak bicara atuh.”
“Iya ntar, eh bu..”
“Kenapa?”
“Aku mau ngambil teknik nuklir di UGM boleh?” Tanyaku ke ibu.
“heh?!!” Ibu gue kaget menggeser sedikit posisi duduknya sehingga kepala gue pun terjaduh ke bantalan sofa.
“Iya, nuklir, keren aja bu, buat masa depan.” Celoteh gue memperbaiki posisi tubuh dengan mengangkat kaki ke sofa lalu tiduran di paha ibu.
“Ibu masih inget temen ayah yang namanya Pak Daniel? Dia kan lulusan dari teknik nuklir UGM dan sekarang dia kerja di Jerman.” Kata gue lagi.
“Iya tauuu…” Kata ibu sambil mencubit hidung gue seenaknya.
“Tapii.. ibu gak mau jauh-jauh dari kamu.” Kata ibu lagi yang tidak mau melepaskan cubitanya.
“Ibu sakit.. lepasin.” Kata gue
“Gpp biar tambah mancung..”
….
“Eh.. tuh kayaknya si Ani udah pulang tuh.” Kata ibu yang langsung melepaskan cubitanya setelah mendengar suara pintu depan terbuka. Gue pun berdiri lalu berjalan mau menghampiri Ani ke depan.
“Have a good day with Nauval, Sis?” Ujar gue ke Ani. Dia hanya menatap gue sebentar lalu nyelonong langsung pergi tanpa permisi serta lupa menutup pintu depan. Gila ya gue dicuekin. Kenapa sih nih Anak?! Gue pun jadinya yang menutup pintu depan lalu kembali lagi ke ibu.
“Gimana?” Tanya ibu
“Mana Ani?” Tanya gue balik.
“Ke kamarnya langsung. Aneh kenapa ya? Ibu mesti bicara sama ayahnya kayaknya” Ujar ibu.
“Ibu istirahat aja, biar aku aja nanti malam yang bicara sama si Burhan” Kata gue.
“Pak Burhan.” Ujar ibu.
“Ah iya, Om Burhan.” Kata gue
….

Si Burhan eh om Burhan memang jarang sekali ada di rumah, walaupun ada di rumah pasti pulangnya selalu larut malam, dan gue pun kali ini terpaksa menunggu dirinya pulang karena hari ini memang jadwal dia pulang ke rumah.

Tepat pukul sebelas malam gue baru mendengar suara mobil diparkirkan di depan rumah. Gue pun menghampirinya ke luar.

“Eh Felisha..” Sapa dia.
“Om..” Sapa gue juga.
“Ada apa?” Tanya dia.
“Itu Ani lagi ngambek, sudah beberapa hari gak mau ngomong sama aku dan ibu.” Adu gue ke bapaknya.
“Oh emang ada apa Fe?” Tanya dia
“Sini..” Gue pun mengajak si om Burhan untuk duduk di kursi depan.
“Pasti ada sesuatu kalau si Ani ngambek Fe. Apa yang terjadi? Ibumu belum cerita ke saya.”
“Om..orangnya bisa dipercaya gak?”
“Omongan om bisa dipegang gak?”
“Janji gak bakal bilang siapa-siapa.”
“Bisa pegang rahasia gak?” Tanya gue bertubi-tubi ke dia.
“Eh.. kenapa Felisha, iya kalau ada apa-apa bilang saja sama saya, saya bisa dipercaya kok, tenang saja.” Ujar dia.
“Baiklah, awas ya, langit malam beserta bulan dan bintang jadi saksinya.”
“Jadi gini om, aku tuh ketauan suka ngerokok sama si Ani. Sejak ketahuan si Ani jadi males ngomong sama aku dan ibu.” Ujar gue.
“Astaga Felisha, saya baru tau kamu ngerokok.” Kata dia kaget rupanya.
“Sssttt. Jangan keras-keras ih, nanti kedengaran, awas jangan bilang ibu.” Ancam gue.
“Hehe.. iya..iya..”
“Yaa gitu deh om Brur…”
“Kok kamu bisa ketahuan? Gimana ceritanya.” Tanya dia.
“Anakmu itu geledah isi kamarku, dia nemuin rokok, gak sopan banget kan, padahal itu kamarku, aku gak pernah geledah kamar dia.” Ujar gue ke dia.
“Ah.. ya ya, tapi Fel, kenapa kamu ngerokok, gak sayang emang sama kesehatan kamu? Ibu kamu sakit kan salah satunya gara-gara dia perokok dulunya.” Kata dia.
“Yah like mother like daughter om..” Kata gue.
“Nih….” Tiba-tiba si burhan ini nyodorin rokok sampoerna kretek.
“Cobaa..”
“Katanya suka ngerokok.” Dia mengolok gue.

Gue gak suka direndahin apalagi dihina seperti ini, gue pun mengambil sebatang rokok miliknya.

“Uhukk..” Rokok terasa berat banget dan gue gak terbiasa dengan itu dan akhirnya gue batuk.
“Hahahaha..” Ketawa dia ngejek.
“Ah..sudahlah om, aku ngantuk.”
“Iya kamu cepetan tidur besok kan sekolah, tentang Ani besok pagi saya bicara padanya, tenang aja ya.” Ujar dia.
“Eh sekali lagi om awas ya jangan bilang siapa-siapa”
“Kalau comel, jangan dekati ibu aku lagi.” Ujar gue meninggalkan si burhan yang masih di luar dan sedang menghabiskan sisa rokoknya.
khodzimzz
itkgid
itkgid dan khodzimzz memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.