Mendengar kata-kata ingus gw pun segera menuju pinggir kolam untuk mengeluarkan ingus yang gw rasa sudah mendekati mulut gw karena rasa mulut gw asin-asin gitu, ga percaya? Coba lu jilatin ingus lu rasanya pasti asin, setelah mendekati pinggir kolam gw pun berusaha untuk naik ke atas sekedar untuk menyingsringkan ingus (bahasa Jerman untuk mengeluarkan ingus) Lyana berteriak ke gw.
Quote:
“Yan mesum amat si Lu!” Teriak Lyana ke gw, gw pun menengok ke arah Lyana, gw liat Lyana menutup matanya sementara kalo gw liat Chacha dia malah menutup mulutnya namun matanya Chacha mengarah tajam ke bagian bawah badan gw.
Gw pun tersadar akan ajaran Pak Norris mengenai hukum ketiga Newton dimana sewaktu gw mengangkat badan gw keluar kolam disebut aksi dan dari aksi tersebut muncul reaksi yang berlawanan sehingga celana renang gw memberikan reaksi turun kebawah, bahasa simplenya tuh celana bukannya nempel di pinggang gw dia malah melorot nempel di pantat gw, alhasil semvak gw dengen merek raider terpapar ke semua penjuru kolam, masih untung yang liat cuma Chacha dan Lyana, coba Nugi yang liat mungkin bisa mimisan dia.
Gw pun segera memasukkan badan gw ke kolam sambil membetulkan celana renang gw, Iyan salah apa ya Allah, apa Iyan kurang sedekah ampe dua kali Lyana melihat sisi gelap gw.
“Yan buruan naik, bentar lagi kita balapan” Ucap Lyana tiba-tiba berada di sisi gw, gw yang masih menenggelamkan badan gw akhirnya nongol juga melihat Lyana menuju tangga kolam
“Na balapannya jangan cepet-cepet donk, masa tega lu gw jadi babu Pak Kumis” Pinta gw ke Lyana untuk memberi keringanan dalam balapan sembari menyusul Lyana ke tangga kolam berniat untuk naik
“Enak aja lu Yan, masa cowo minta belas kasih cewe” Jawab Lyana baru mau naik, namun dia terhenti
“Lu aja duluan Yan naiknya” Pinta Lyana tiba-tiba kembali turun ke kolam
“Emang kenapa Na? Lu aja duluan gw mau benerin celana dulu” Jawab gw, emang bener gw mau cek barangkali celana gw berulah lagi
“Masa gitu aja ga ngerti sih Yan” Jawab Lyana,
Gw makin bingung ni anak kenapa ga mau naik duluan? 1 detik 2 detik 3 detik, tingg, ow gw baru ngerti kenapa Lyana ga mau naik duluan, secara kalo dia naik duluan otomatis gw bakal dapat view BD (Blue Ray) Quality dari bemper Lyana yang bohay minta digaplok.
“Owww gw ngerti Na, lu ga mau gw liat pantat lu kan?” Ucap gw ke Lyana
“Ih MESUM lu Yan!” Ucap Lyana sambil menyebor gw dengan air kolam tepat ke mata gw, sebagian air malah masuk ke hidung gw (Lu kira-kira pak kalo ngomong ke cewe)
“Anjri…t duh masuk idung nih Na aernya” Jawab gw sambil ngusap muka gw
“Makanya jangan aneh-aneh pikirannya…dasar mesum buruan naik” Lyana kembali memerintah gw
“Iya gw naek duluan, tapi lu jangan diseriusin balapannya” Pinta gw kembali, sambil beranjak menaiki anak tangga pertama
“Engga ya masa cowo minta belas kasihan cewe, CEMENNN” Jawab Lyana sambil ngeliatin gw dari bawah, belum gw naik ke anak tangga ke dua anak-anak cowo bersorak-sorai
“Pheww it”, “Sheet suwiw”, “Wow kaka wow”, “Chacha aku padamu”, “Pelan-pelan Cha” Teriakan anak-anak cowo, gw yang penasaran akhirnya noleh ke arah tangga kolam yang terletak berlawanan dengan tangga gw dan Lyana, disana gw melihat Chacha sedang menaiki tangga kolam renang dengan seksihnya, baru terlihat dengan jelas sewaktu Chacha menaiki tangga jenis pakaian renang yang dia gunakan, sewaktu itu Chacha mengenakan pakaian renang merah yang biasa digunakan oleh petugas Baywatch dengan bagian punggung terlihat hingga pinggang dan menampilkan pahanya yang mulus berjenjang hingga atas, kulit putih nan mulusnya semakin membuat pikiran cowo-cowo berpikiran liar.
Gw yang notabene merupakan cowo tulen pun terpana, tertegun, tertahan di anak tangga kedua sambil menikmati pergerakan Chacha menaiki tangga kolam, gila naik tangga kolam aja bisa seksih begitu, namun lamunan gw berakhir sewaktu gw merasakan tangan yang menarik-narik celana gw.
Quote:
“Yan buruan naiknya lama amat” Suruh Lyana sambil narik-narik celana gw
“Bentar napa Na, lu ganggu gw aja” Jawab gw tak menghiraukan Lyana, pandangan gw masih ke Chacha yang sekarang sedang berjalan menuju lokasi start dengan anggunnya, anehnya Chacha bukannya risih dengan tatapan mesum dan teriakan anak-anak cowo, dia malah seperti menikmatinya
“Liat yang putih-putih mulus aja lu Yan, dasar cowo mesum….PLAKKK” Ucap Lyana sambil menampar paha gw
“Iya..iya Na sewot amat lu” Gw pun beranjak naik ke atas kolam, namun gw tidak langsung menuju tempat start melainkan gw tunggu Lyana, berharap gw juga bisa melihat paha mulus Lyana (Beneran mesum lu Pak!)
“Ngapain lu diem disitu?, Lu pasti mau liatin gw naik ke atas kan?” Tanya Lyana sambil naik ke atas, gw pun tidak menjawab sambil terus melihat ke bawah harap-harap cemas
“Wuu dasar mesum, makan tuh” Ucap Lyana sewaktu sampai diatas, ternyata berbeda dengan Chacha yang mengenakan pakaian renang yang berani, Lyana tampil dengan pakaian renang yang sopan (ni gimana bayanginnya ya pakaian renang yang sopan itu seperti apa?) dan gw pun kecewa. (Apaan sih pak!)
“Mesum!” Tambah Lyana lagi sambil dia berjalan menuju tempat start
“Bebek..!” Balas gw mengejek Lyana
“Siapa yang bebek?” Ucap Lyana sambil membalikkan badan berjalan ke arah gw
“Lu yang bebek..bemper lu gede kayak bebek” Ejek gw sambil melewati Lyana, mungkin gw kesal karena selalu dibully oleh Lyana, akhirnya gw membalas mengejek dia, belum sampe gw lewatin Lyana, tiba-tiba tangan gw dipegang Lyana dan dia berusaha mencemplungkan gw kembali ke kola, gw yang kaget dengan serangan fajar dari Lyana ditambah kondisi lapangan yang licin menyebabkan gw kehilangan keseimbangan (Banyak alasan lu pak!) dan akhirnya terjadilah kejebur.
“Kecepluk..kecepluk” Gw terjun kembali ke dalam kolam, chest first again, lagi-lagi gw harus merasakan sakitnya badan gw sewaktu badan gw nyelup kembali ke dalam kolam.
[SKIPP]
Waktu sudah semakin sore yang artinya anak-anak cewe sudah mulai berdatangan, sebagai info kegiatan berenang ini terbagi menjadi 2 waktu, waktu awal diperuntukkan untuk anak-anak cowo sedangkan waktu akhir untuk cewe-cewe, sehingga walaupun kegiatan berenang dilakukan secara bercampur namun waktu yang digunakan berbeda, Lyana, Chacha dan cewe yang mendampingi pak Kumis gmn Yan? Mereka special case.
Quote:
“Yan kenapa badan kamu merah-merah?” Dea bertanya kepada gw heran karena badan gw merah akibat nyemplung secara anggunnya
“Baru didzalimi gw” Jawab gw sekenanya
“Baru nyemplung dia ke kolam Dea” Potong Rama
“Eh ada Rama” Jawab Dea agak malu-malu,
“Rama segeda Voltron gitu masa ga keliatan De” Ucap gw
“He he he, ya keliatan sih Yan, Cuma ya..” Jawab Dea malu-malu sepintas raut wajahnya memerah, ni anak kenapa batin gw
“PRIIIITTTT” Tiba-tiba suara peluit pak Kumis bersuara, ternyata pertandingan antara Chacha melawan Nugi sudah dimulai, sorak-sorai anak-anak cowo terdengar dengan keras “Ayo Chacha kamu bisa”, “Nugi Cemen”, “Chacha semangat”, “Tenggelamkan Nugi”. Buset ni cowo-cowo bukannya dukung temennya yang segender malah dukung lawannya, “Ayo Chacha kamu bisa” Teriak gw ga mau kalah.
Diatas kertas fisik Nugi dibanding Chacha memang menang Nugi secara kekuatan cowo lebih kuat daripada cewe, tapi bola itu bundar biarpun Nugi lebih kuat dalam cabang olah raga berenang kali ini sepertinya Chacha yang lebih dijagokan, namun bukan Nugi kalo dia tidak memberikan perlawanan, selama setengah perjalanan Nugi berhasil memimpin didepan Chacha, namun naas cukup sampai situ saja perlawanan Nugi dengan cepatnya Chacha menyalib Nugi bahkan belum sampai balikan pertama, dan Chacha memimpin hingga finish.
Quote:
“First blood tumbal pertama buat pak Kumis” Ujar gw sambil menghirup nafas panjang
“Ehh? Jadi itu pertandingan buat nentuin siapa yang bakal jadi asisten Pak Kumis?” Tanya Dea sewaktu mendengar penjelasan dari Rama perihal pertandingan Chacha lawan Nugi
“Iya De, nah sekarang perwakilan dari kelas kita lawan Lyana” Jawab Rama dengan tenangnya, dia tenang gw apa kabar
“Emang lawannya siapa Ma? Lyana kan paling cepet di anak cewe, Chacha aja kalah ama dia” Tanya Dea dengan enteng, malah makin nambah gw minder
“Tuh si Iyan” Tunjuk Rama ke gw, Dea pun menengok ke gw dengan mata prihatin, gw pun kemudian berjalan menuju tempat pesugihan untuk pak Kumis
“Iyan Fight!” Dea menyemangati gw, gw tengok ke belakang gw liat Dea dengan postur memberi semangat, gw pun tersenyum dengan coolnya gw berjalan kembali, sebelum mendekati tempat start gw melewati ruang ganti cewe, disana gw liat Dini berdiri mengenakan pakaian renang yang tidak kalah berani dengan pakaian milik Chacha, yang beda Rocky Mountain milik Dini makin terlihat dengan jelas apalagi tanpa beHa nya, behahahahah nyeplak…sambil mengikat rambut panjangnya dia melihat gw kemudian memberikan gerakan mencium ke arah gw, gw pun membalas gerakan tersebut, tiba-tiba celana renang gw sempit.
Gw pun kemudian berdiri di tempat start, berbekal semangat dari Dea dan ciuman jarak jauh dari Dini gw berdiri mempertaruhkan harga diri gw menghadapi mantan gebetan gw Lyana, gw liat diapun naik ke tempat start dia lengkap dengan topi rambut dan guuglenya.
Quote:
“Mesum…” Ujar Lyana ke gw
“Bebek…” Balas gw
“Prittttttt” Pak Kumis meniup peluitnya
“Jeburrrr” dan pertandingan pun dimulai