- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1409
Kosan Tania part 3
Sosok wanita bergaun putih memegang tanganku. Rasanya seperti disentuh es. Kupandang sosok itu, ntah mengapa waktu seperti berjalan mundur aku tiba tiba merasa berada di masa lalu. Kulihat kosan ini belum ada. Hanya ada rumah pa Arman dan pohon mangga yang tak berubah. Kilasan pandangan berubah ketika seorang gadis menguburkan sesuatu dibawah pohon mangga. Kemudian kilasan itu berubah jadi ketika gadis itu dimarahi dan dihujat beberapa orang. Penglihatan itu seperti film tanpa suara. Kulihat gadis itu berjalan sambil menangis hingga di jembatan. Dibawahnya sungai mengalir kencang gadis itu akan melompat aku berusaha mencegahnya, tapi aku seperti berada di ruang waktu yang lain. Gadis itu meloncat ke bawah dan tertelan arus sungai yang deras. Aku tiba tiba merasa orang yang tenggelam aku merasa air masuk keparu paruku nafasku tercekat dan pandanganku gelap....Tiba tiba aku tersadar kembali, aku merasa diwaktu sekarang. Sosok bergaun putih kini berubah menjadi seperti gadis yang tadi kulihat. Dia tersenyum padaku sosoknya seperti gadis biasa hanya kulitnya berwarna pucat.
"Maafkan aku tak bermaksud menakuti semua yang disini aku hanya ingin menyampaikan sesuatu": kata sosok gadis itu.
"Katakanlah tapi jangan kamu ganggu yang lain": kataku
"Baik, aku ingin yang dikubur dibawah pohon mangga dipindah kesisiku": kata sosok gadis itu
"Kucoba semampuku": kataku.
Sosok itu perlahan menjadi samar samar dan hilang seiring harum wangi bunga dan angin yang berhembus. Aku menghela nafas sebenarnya kejadian seperti ini aku hindari tapi takdir yang membawaku ke tempat ini.
"Kaka, kenapa baju kaka basah semua seperti habis kehujanan": kata Tania yang muncul dari dalam kamar kosan.
Aku baru sadar bahwa seluruh pakaianku basah semua. Padahal disekelilingku kering semua.
"Aku tak tau, tiba tiba pakaianku basah semua": jawabku.
"Ka, dari dalam aku merasa kaka sedang berbicara, apakah dengan makhluk yg diam disini.": kata Tania.
Aku hanya mengangguk.
Tiba tiba pak Dayat keluar dari kamar yg lain. Pak Dayat mengajakku kelantai 2 kosan. Aku dan pak Dayat bergegas kelantai 2. Sekelebat bayangan hitam melayang. Kulihat pak Dayat membaca sesuatu. Aku pun bersiap aku mulai berdoa. Bayangan itu mulai mendekati kami. Pak Dayat melemparkan sesuatu pada bayangan itu. Terdengar sosok bayangan itu menjerit. Ku terus membaca doa dan sedikit demi sedikit bayangan hitam itu seperti terbakar habis.
Aku mengehela nafas lega gangguan kali ini tak begitu sulit. Cuma pesan sosok gadis itu yang belum terlaksanakan. Aku dan pak Dayat turun kembali kebawah. Astaga pakaianku yang tadi basah tiba tiba kering sendiri. Tania yang melihatku pun terheran heran.
"Malam ini kalian bisa tenang istirahat tak ada gangguan, tapi jangan lupa tetap berdoa dan mohon perlindungan pada Tuhan": kata Pa Dayat.
"Iya pak terimakasih": kata Tania dan Susi.
"Pak kita ke pak Arman ada sesuatu yang perlu dibicarakan": kataku.
"Baik nak": kata Pa Dayat.
"Aku ikut": kata Tania.
Aku, Tania dan Pak Dayat menuju rumah pak Arman. Susi dan Ratna menunggu dikosan. Pak Dayat mengetuk pintu rumah pak Arman. Pak Arman membuka pintu dan mempersilahkan masuk. Kamipun duduk dan masuk.
"Nah ada apa": tanya pak Arman.
"Maaf pak sebelumnya, saya ingin menggali dibawah pohon mangga dihalaman kosan karena ada sesuatu yang terkubur disana": kataku
"Oh seperti itu, sebentar saya panggil pak Dodo tukang kebun saya": kata pak Arman. Pak Arman kedalam rumah kemudian kembali bersama pak Dodo.
"Nah ceritakan apa yang hendak digali": kata pak Arman.
"Begini pak mungkin bapak tak percaya saya mendapat penglihatan sosok bayi dikubur dibawah pohon mangga oleh gadis yang kemudian meninggal bunuh diri di sungai. Sebaiknya jenazah bayi itu dipindah ke sisi makam gadis itu. Tapi saya belum tau dimana gadis itu dimakamkan": kataku.
Tiba tiba saja pak Dodo menangis. Kami semua kaget, pak Arman menenangkan pak Dodo. Setelah cukup tenang pak Dodo bercerita.
Dulu sebelum dibeli pak Arman rumah ini dihuni sebuah keluarga. Gadis yang kulihat adalah pembantu dikeluarga itu. Pak Dodo menjalin kasih dengan gadis itu. Tapi hubungan mereka berlebihan hingga sang gadis hamil. Ketika hamil sudah besar gadis itu minta pertanggung jawaban pak Dodo. Pak Dodo pulang kekampung meminta ortunya melamar gadis itu. Tapi takdir bicara lain ayah pak Dodo sakit keras. Pak dodo menunggui ayahnya yang akhirnya meninggal dunia. Sedangkan disini sang gadis menunggu hingga melahirkan secara sembunyi sembunyi dan menguburkan bayinya dibawah pohon mangga. Tapi lama kelamaan pemilik rumah mengetahui perbuatan gadis itu dan mengusirnya. Karena merasa sedih dan putus asa karena pak Dodo disangka gadis itu tak menepati janji akhirnya gadis itu bunuh diri. Sedangkan pa Dodo setelah mengurus pemakaman ayahnya mengajak ibunya melamar gadis itu. Tapi ketika sampai disini gadis itu telah dimakamkan. Sampai sekarang pak Dodo masih tetap merasa sangat bersalah.
Akhirnya aku dan yang lainnya kebawah pohon mangga dan menunjukkan lokasi bayi yang dikuburkan. Setelah menunjukkan tempatnya aku dan pak Dayat pamit pulang. Aku dan pak Dayat pun pulang kerumah.
Keesokan harinya aku dan Pak Dayat kembali ke kosan Tania. Pak Dodo dan pak Dayat menggali dibawah pohon mangga dan ditemukan kerangka bayi. Lalu kerangka bayi itu dikuburkan disamping makam gadis itu dipekuburan warga yang tak jauh dari situ. Ku menasehati pak Dodo agar berhenti menyalahkan diri sendiri padahal kejadian itu hanya 15 tahun yang lalu. Lebih baik sering mendoakan sang gadis agar dimaafkan dosanya.
Aku yakin sosok gadis yang menemuiku bukan arwah sang gadis. Itu cuma sosok jin yang suka mengikuti gadis itu sehingga bisa menyerupai mirip sang gadis. Semenjak dipindah kerangka bayi itu kos kosan Tania ngekos tak ada hal hal aneh yang terjadi. Bahkan kini hampir seluruh kamar kos terisi. Mungkin jin sosok gadis itu ikut pindah kepemakaman. Tapi siapa yang tau..jangan jangan ikut ke salah satu pembaca cerita ini . ..who knows...
Sosok wanita bergaun putih memegang tanganku. Rasanya seperti disentuh es. Kupandang sosok itu, ntah mengapa waktu seperti berjalan mundur aku tiba tiba merasa berada di masa lalu. Kulihat kosan ini belum ada. Hanya ada rumah pa Arman dan pohon mangga yang tak berubah. Kilasan pandangan berubah ketika seorang gadis menguburkan sesuatu dibawah pohon mangga. Kemudian kilasan itu berubah jadi ketika gadis itu dimarahi dan dihujat beberapa orang. Penglihatan itu seperti film tanpa suara. Kulihat gadis itu berjalan sambil menangis hingga di jembatan. Dibawahnya sungai mengalir kencang gadis itu akan melompat aku berusaha mencegahnya, tapi aku seperti berada di ruang waktu yang lain. Gadis itu meloncat ke bawah dan tertelan arus sungai yang deras. Aku tiba tiba merasa orang yang tenggelam aku merasa air masuk keparu paruku nafasku tercekat dan pandanganku gelap....Tiba tiba aku tersadar kembali, aku merasa diwaktu sekarang. Sosok bergaun putih kini berubah menjadi seperti gadis yang tadi kulihat. Dia tersenyum padaku sosoknya seperti gadis biasa hanya kulitnya berwarna pucat.
"Maafkan aku tak bermaksud menakuti semua yang disini aku hanya ingin menyampaikan sesuatu": kata sosok gadis itu.
"Katakanlah tapi jangan kamu ganggu yang lain": kataku
"Baik, aku ingin yang dikubur dibawah pohon mangga dipindah kesisiku": kata sosok gadis itu
"Kucoba semampuku": kataku.
Sosok itu perlahan menjadi samar samar dan hilang seiring harum wangi bunga dan angin yang berhembus. Aku menghela nafas sebenarnya kejadian seperti ini aku hindari tapi takdir yang membawaku ke tempat ini.
"Kaka, kenapa baju kaka basah semua seperti habis kehujanan": kata Tania yang muncul dari dalam kamar kosan.
Aku baru sadar bahwa seluruh pakaianku basah semua. Padahal disekelilingku kering semua.
"Aku tak tau, tiba tiba pakaianku basah semua": jawabku.
"Ka, dari dalam aku merasa kaka sedang berbicara, apakah dengan makhluk yg diam disini.": kata Tania.
Aku hanya mengangguk.
Tiba tiba pak Dayat keluar dari kamar yg lain. Pak Dayat mengajakku kelantai 2 kosan. Aku dan pak Dayat bergegas kelantai 2. Sekelebat bayangan hitam melayang. Kulihat pak Dayat membaca sesuatu. Aku pun bersiap aku mulai berdoa. Bayangan itu mulai mendekati kami. Pak Dayat melemparkan sesuatu pada bayangan itu. Terdengar sosok bayangan itu menjerit. Ku terus membaca doa dan sedikit demi sedikit bayangan hitam itu seperti terbakar habis.
Aku mengehela nafas lega gangguan kali ini tak begitu sulit. Cuma pesan sosok gadis itu yang belum terlaksanakan. Aku dan pak Dayat turun kembali kebawah. Astaga pakaianku yang tadi basah tiba tiba kering sendiri. Tania yang melihatku pun terheran heran.
"Malam ini kalian bisa tenang istirahat tak ada gangguan, tapi jangan lupa tetap berdoa dan mohon perlindungan pada Tuhan": kata Pa Dayat.
"Iya pak terimakasih": kata Tania dan Susi.
"Pak kita ke pak Arman ada sesuatu yang perlu dibicarakan": kataku.
"Baik nak": kata Pa Dayat.
"Aku ikut": kata Tania.
Aku, Tania dan Pak Dayat menuju rumah pak Arman. Susi dan Ratna menunggu dikosan. Pak Dayat mengetuk pintu rumah pak Arman. Pak Arman membuka pintu dan mempersilahkan masuk. Kamipun duduk dan masuk.
"Nah ada apa": tanya pak Arman.
"Maaf pak sebelumnya, saya ingin menggali dibawah pohon mangga dihalaman kosan karena ada sesuatu yang terkubur disana": kataku
"Oh seperti itu, sebentar saya panggil pak Dodo tukang kebun saya": kata pak Arman. Pak Arman kedalam rumah kemudian kembali bersama pak Dodo.
"Nah ceritakan apa yang hendak digali": kata pak Arman.
"Begini pak mungkin bapak tak percaya saya mendapat penglihatan sosok bayi dikubur dibawah pohon mangga oleh gadis yang kemudian meninggal bunuh diri di sungai. Sebaiknya jenazah bayi itu dipindah ke sisi makam gadis itu. Tapi saya belum tau dimana gadis itu dimakamkan": kataku.
Tiba tiba saja pak Dodo menangis. Kami semua kaget, pak Arman menenangkan pak Dodo. Setelah cukup tenang pak Dodo bercerita.
Dulu sebelum dibeli pak Arman rumah ini dihuni sebuah keluarga. Gadis yang kulihat adalah pembantu dikeluarga itu. Pak Dodo menjalin kasih dengan gadis itu. Tapi hubungan mereka berlebihan hingga sang gadis hamil. Ketika hamil sudah besar gadis itu minta pertanggung jawaban pak Dodo. Pak Dodo pulang kekampung meminta ortunya melamar gadis itu. Tapi takdir bicara lain ayah pak Dodo sakit keras. Pak dodo menunggui ayahnya yang akhirnya meninggal dunia. Sedangkan disini sang gadis menunggu hingga melahirkan secara sembunyi sembunyi dan menguburkan bayinya dibawah pohon mangga. Tapi lama kelamaan pemilik rumah mengetahui perbuatan gadis itu dan mengusirnya. Karena merasa sedih dan putus asa karena pak Dodo disangka gadis itu tak menepati janji akhirnya gadis itu bunuh diri. Sedangkan pa Dodo setelah mengurus pemakaman ayahnya mengajak ibunya melamar gadis itu. Tapi ketika sampai disini gadis itu telah dimakamkan. Sampai sekarang pak Dodo masih tetap merasa sangat bersalah.
Akhirnya aku dan yang lainnya kebawah pohon mangga dan menunjukkan lokasi bayi yang dikuburkan. Setelah menunjukkan tempatnya aku dan pak Dayat pamit pulang. Aku dan pak Dayat pun pulang kerumah.
Keesokan harinya aku dan Pak Dayat kembali ke kosan Tania. Pak Dodo dan pak Dayat menggali dibawah pohon mangga dan ditemukan kerangka bayi. Lalu kerangka bayi itu dikuburkan disamping makam gadis itu dipekuburan warga yang tak jauh dari situ. Ku menasehati pak Dodo agar berhenti menyalahkan diri sendiri padahal kejadian itu hanya 15 tahun yang lalu. Lebih baik sering mendoakan sang gadis agar dimaafkan dosanya.
Aku yakin sosok gadis yang menemuiku bukan arwah sang gadis. Itu cuma sosok jin yang suka mengikuti gadis itu sehingga bisa menyerupai mirip sang gadis. Semenjak dipindah kerangka bayi itu kos kosan Tania ngekos tak ada hal hal aneh yang terjadi. Bahkan kini hampir seluruh kamar kos terisi. Mungkin jin sosok gadis itu ikut pindah kepemakaman. Tapi siapa yang tau..jangan jangan ikut ke salah satu pembaca cerita ini . ..who knows...
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
8
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX