Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1396
kosan Tania part 2


Hari ini aku baru pulang dari rumah sakit setelah menengok Irene. Operasi yang dijalani Irene berhasil kini tinggal pemulihan. Sesampainya dirumah ternyata dirumah ada Tania, Susi dan Pak Dayat.

"Asalamualaikum": kataku
"Wa alaikum salam": jawab mereka.
"Wah ada tamu rupanya": kataku.
"Iya nak kami ada perlu sama nak aka": kata Pak Dayat.
"Oh iya pak sebentar saya mandi dulu": kataku.
Aku segera mandi dan ganti baju. Lalu aku duduk diruang tamu menemui pak Dayat, Tania, dan susi. Viona membawakan kopi untukku.
"Yang, buat yg lain mana?": tanyaku.
"Udah dari tadi": kata Tania.
"Oh kirain belum, ada apa perlu apa ya pak?": tanyaku.
"Gini nak kemarin bapak sudah kekosan Tania. Bahkan sudah ketemu dan ngobrol sama pemilik kosan. Memang kosan itu sering terjadi hal hal aneh makanya kosan itu sepi jarang yang kos disana. Bahkan pemilik kosan minta bantuan bapak. Bapak sudah cek tapi kalau sendiri Bapak ga sanggup. Ya bapak minta bantuan nak Aka": kata Pak Dayat.
"Iya ka, tolong bantu ya": kata Susi.
"Ya udah, kapan bapak mau kekosan Tania?": tanyaku.
"Bapak terserah nak aka sekarang juga ga apa apa": kata Pak Dayat.
"Yang, gapapa aku pergi kekosan Tania?": tanyaku pada Viona.
"Boleh, bawa kunci cadangan aja kalo pulangnya malem malem": kata Viona.
"Iya": jawabku.

Aku, Pak Dayat, Tania dan Susi pergi kekosan naik mobil. Singkat cerita kami sampai dikosan Tania. Setelah memarkirkan mobil dihalaman. Kami menemui pemilik kosan. Rumahnya tepat disamping kos kosan. Setelah mengucap salam. Pintu terbuka dan muncul seorang Bapak kisaran 50 tahunan. Kami dipersilahkan masuk. Kami masuk dan duduk diruang tamu. Kulihat ada foto keluarga. Di foto itu bapak yang tadi membuka pintu memakai seragam tentara. Rupanya bapak itu tentara berpangkat perwira.

"Nah pak, ini kakak saya yang pernah saya ceritain": kata Tania.
"Oh ini orangnya, kenalin saya Arman": kata pak Arman.
"Saya aka": kataku.
"To the point aja nak Aka. Mungkin pak Dayat sudah cerita tentang kosan milik Bapak. Semoga nak Aka bisa membantu agar kosan Bapak tak banyak gangguan dan penghuni kos pada betah.": kata pak Arman.
"Saya coba semampu saya pak, cuma saya minta waktu sampai malam di kosan": kataku.
"Nginep juga boleh nak, kalau ada perlu apa apa hubungi bapak aja": kata Pak Arman.

Kemudian pak Arman mengantar kami kekosan dan pak Arman memberi kunci salah satu kamar untuk aku dan pak Dayat pergunakan. Kulihat kosan ini termasuk bagus ada 12 kamar terdiri dari 2 lantai. Kamar Tania dilantai bawah. Dari 12 kamar cuma ada 2 kamar yang terisi. Kamar yang diisi Tania dan Susi, satu lagi yang diisi Ratna seorang karyawati dan kata Tania pulangnya selalu menjelang malam. Pak Dayat membuka kamar disebelah kamar Tania kemudian menggelar sajadah dan meletakkan tas kecil yang dibawanya. Tania pergi mencari makanan. Aku berjalan berkeliling kosan. Ku coba menajamkan rasa. Rasa dingin menerpaku, ku berjalan menuju pohon mangga yang ada di halaman. Rasa dingin itu bersumber disini tapi sepertinya makhluk makhluk itu belum mau menampakkan diri.

Aku kembali mendekati kamar kos Tania dan duduk dikursi didepan kamar kos. Susi mendekatiku dan duduk di tembok pagar kamar kosan.

"Apa yang kakak bilang tentang pacar saya benar": kata Susi.
"Masa sih": kataku.
"Bener ka, temen saya buntutin pacar saya pas pulang apel dari sini, diikutib sampe ke rumahnya ternyata ada perempuan keluar menyambutnya. Kemudian temen saya tanya tentang pacar saya diwarung dekat rumahnya, ternyata dia punya istri dan anak.": kata Susi.
"Yang sabar aja ya, suatu saat kamu bakal ketemu orang yang baik": kataku.
"Bisa ceritain ciri cirinya": pinta Susi.
"Wah aku ga bis ngeramal, kalo ada penglihatan baru bisa cerita kalo tidak ada ya ngga": kataku.

Kemudian datang Ratna yang menghuni kamar sebelah kamar Tania. Susi mengenalkan ku pada Ratna. Tak lama kemudian terdengar adzab Magrib. Kemudian aku mengambil air wudhu dan sholat magrib. Beres sholat, Tania mengajak kami makan nasi yang tadi dibelinya kami pun makan bersama. Setelah makan, pak Dayat kembali kekamar yang tadi baru dibuka. Sedang aku, Tania dan Susi ngobrol diluar kamar. Tak lama Ratna bergabung dengan kami ngobrol. Ratna merasa senang karena ada aku dan pak Dayat kosan menjadi tambah ramai. Aku merasakan pak Dayat sedang mempersiapkan sesuatu. Hawa dingin mulai menyergapku. Harum bunga sudah mulai tercium. Kusuruh Susi,Tania dan Ratna ngobrolnya dalam kamar saja. Mereka menurut dan masuk kamar. Walau aku sudah beberapa kali menghadapi hal semacam ini tetap saja aku sedikit takut. Bahkan aku sempat kaget ketika ada seperti tangan yang sedingin es memegang tanganku.. Tiba tiba hembusan angin begitu terasa dan serasa helaian rambut menerpa pipiku dan aku kaget setengah natu karena tiba tiba disisiku muncul wanita berambut panjang bergaun putih dengan kepala tertunduk sedangkan tangannta yang sangat dingin memegangku.




baru sempat update
Diubah oleh taucolama 28-01-2017 20:25
Araka
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.