Kaskus

Story

dylancalistaAvatar border
TS
dylancalista
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)



Hay agan dan aganwati, salam kenal. Ane new bie nih di kaskus, jadi mohon bantuannya untuk kasih saran atau kritik kalau cerita ane nnti rada mulai ngebosenin atau nggak nyambung.

Ane mau nulis cerita nih, tentang kehidupan jomblo yang ane lakoni, selama 25 tahun! Ceritanya nggak real 100%, tapi ada beberapa scene yang emang asli ane alami, Oo yah, Nama Ane Evan, keren ya nama ane? tapi sama teman-teman ane sering diplesetin jadi Epan, Yah, biar ga lama-lama berbasa basi, kita mulai aja ya gan? cekidot.

Quote:




Klik me!

Prolog

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

Part 12

Part 13

Part 14 (1)

Part 14 (2)

Part 15 (1)

Part 15 (2)

Part 16

Part 17 (1)

Part 17(2)

Part 17(2)

Part 18(1)

Part 18(2)

Part 19(1)

Part 19(2)

Part 19(3)

Part 20

Part 21

Part 22

Part 23

Part 24

Part 25

Part 26

Part 26(2)

Part 27

Part 28

Part 29

Part 30(1)

Part 30(2)

Part 30(3)

Part 31(1)

Part 31(2)

Part 32(1)

Part 32(2)

Part 33

Part 34

Part 35

Part 36

Part 36(2)

Part 36(3)

Part 37(1)

Part 37(2)

Part 38(1)

Part 38(2)

Part 39

Part 40(1)

Part 41

Part 42

Part 43

Part 44

Part 45

Part 46

Part 47

Diubah oleh dylancalista 27-03-2019 21:27
Gimi96Avatar border
jamalfirmans282Avatar border
mrezapmrg97Avatar border
mrezapmrg97 dan 27 lainnya memberi reputasi
28
322.7K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
dylancalistaAvatar border
TS
dylancalista
#409
Part 31 (2)

Welcome Home!

gua memasuki apartemen gua yang berasa berdebu, padahal baru ditinggal 5 hari. Oo yah ngomong-ngomong udah 5 hari, gua baru sadar kalau gua kelewatan sehari. Dan pastinya gua bakal dimarahin dan mungkin bakal dipotong gaji karna lebih dari sehari. But, I don't care, gua membuka koper gua dan mulai membereskan barang-barang bawaan gua. Sekembalinya dari kampung kemarin, gua merasa perlu mencari pekerjaan baru. Dan pekerjaan sebagai penyiar mungkin nggak bakal mampu menghidupi gua dan mungkin kalau nantinya Bapak dan Emak akan gua ajak pindah ke sini, gua harus mencari pekerjaan lain. Karna gua merasa gelar sarjana ekonomi selama ini masih menjadi gelar tanpa pembuktian, karna gua cukup nyaman di zona aman gua sebagai penyiar sehingga gua lupa mencari masa depan yang mungkin lebih baik kalau gua berusaha mencari pekerjaan lain.
Setelah mengalami kejadian mengerikan tempo hari, jujur gua makin merasa perlu membawa emak dan bapak serta ke jakarta. karna gua merasa, kampung gua nggak aman dengan masih adanya hal-hal gaib yang nggak bisa dijelaskan pakai logika. Sementara gua juga nggak bisa melindungi mereka 24 jam bila mereka jauh dari gua. Butuh modal yang besar untuk membawa mereka ke sini meskipun nggak menutup kemungkinan ladang di desa bisa kami jual untuk pindah ke jakarta. Okeh, skip tentang kisah pribadi gua.
Gua baru aja menyandarkan kepala gua ke sofa, ketika itu juga hp gua berdering. Dari Myanca.

Gua: Halo, Ca

Myanca: Halo Evan. Kamu udah di jakarta?

Gua: Iya. wah, kayaknya lu punya insting kuat banget. Tau banget gua udah sampe

Myanca tertawa kecil: Aku dibawain oleh-oleh apa?

Entah perasaan gua aja atau gua yang kege-eran. Sejak gua terakhir janji mau bantuin Myanca, gadis itu jadinya kayaknya memberi lampu ijo banget. Entah lampu ijo pertemanan atau lebih, gua merasa gadis ini minta dikejar. #angkotkalidikejar
Yah, intinya gitu. Dia selalu menempatkan diri seolah-olah gua dan dia dekat banget. Mungkin dia merasa berhutang budi atau apalah, yang jelas, gua merasa gadis ini beda sama gua.

Myanca: Halo?

Gua: ya?

Myanca: Iya, kalo nggak ada oleh-olehnya juga nggak pa-pa, yang penting kamu udah balik

Gua: Oleh-oleh baju kotor, mau?

Myanca: Enak aja

Gua: Ca, gimana keadaan cici lu?

Myanca: Masih sama, Van. kamu di kampung kamu gimana?

Gua: harusnya sih urusan gua udah kelar. Nanti giliran gua bantuin lu, sesuai janji

Myanca: Makasih, Van. Kapan kamu kemari?

Gua: Besok gimana?

Myanca: Oke

Gua: sampai ketemu besok



Gua mengakhiri pembicaraan dengan Myanca. Lalu menghela nafas panjang, lelah juga kalo dipikir-pikir. Baru selesai kasus Della, harus selesaiin kasus baru lagi. Gua meletakkan Hp gua dan ntah mengapa pikiran gua melayang ke sosok kayla. Gua memegangi dada gua, ntah kenapa ya rasanya ada yang kurang kalau nggak liat gadis itu.

Gua: Kayla, kayla di mana lu? keluar kayla

Nggak ada jawaban. Seperti teringat sesuatu, gua segera melirik tanggal di kalender. Astaga gua baru inget, sebentar lagi hari ke-100 Kayla. Tapi kalo kayla nggak muncul juga bagaimana cara gua membantunya? Gua menyandarkan kepala gua ke sofa tanpa sadar gua tertidur pulas di sana.

****


Gua terbangun karna gua merasakan hawa dingin di sekeliling gua dan bau wangi banget, mata gua terbuka saat gua melihat sosok Kayla di sana. Gadis itu tampak cantik, as always. Sampai saat ini gua juga nggak bakal lupa bagaimana rupanya. Kayla menatap ke arah gua dan tersenyum.

Kayla: Sudah bangun kebo?

Gua: Lu ke mana aja, Kay? Gua ka...

Kayla: Oke, aku tau kamu kangen sama aku. Dan aku di sini. Jangan males, ayo bangunnn

Gua: lu ke mana aja? kenapa kemarin nggak muncul pas aku panggil?

Kayla: Apa harus?

Gua: Iya, harus. Lu kan janji mau nemenin gua. Kenapa pas gua manggil lu nggak nyahut?

Kayla terdiam, wajahnya yang tadi ceria mendadak murung. Dan Oh God, pingin gua peluk dia. Kayla mencoba untuk memaksakan senyuman

Gua: trus kenapa tiba-tiba sekarang muncul?

Kayla: Jadi aku boleh menghilang lagi?

Gua: Hilang aja dan gua nggak bakal mau ketemu lu lagi

Kayla: Hey, kamu harus membiasakan diri untuk nggak ketemu aku lagi

Gua terdiam saat gua liat wajah gadis itu berubah murung, gua bisa melihat matanya nanar.

Gua: Kenapa lu bilang begitu?

Kayla: Mungkin benar katamu, kita beda. Dan aku nggak bisa selamanya ada buat kamu.

Gua: Kenapa begitu?

Kayla: Kamu kebanyakan nanya. Tapi aku boleh minta sesuatu?

Gua: Apa?

Kayla: Hidup yang baik. Carilah kerjaan yang baru biar hidupmu lebih baik. Bahagiain orang tuamu. Hidup sebaik mungkin.

Gua: Kenapa lu ngomong gitu?


Kayla terdiam , gua melihat wajahnya masih murung. Dan dia menangis. Gua bisa melihat tetesan airmatanya jatuh seperti kristal yang jatuh ke lantai. Sebelum akhirnya gua melihat ada sosok yang menarik tangannya, lalu Kayla ikut menghilang bersamanya.

Gua: Kaylaaaaaaa......

Gua menyadari kalau gua terjatuh dari sofa, ternyata tadi hanya mimpi. Tapi kenapa mata gua sembap? gua mengambil tissue untuk menghapus sisa-sisa airmata di ujung mata gua. heran juga, kenapa bisa mimpi seseram ini. Gua melihat sekeliling gua untuk memastikan bahwa gua di sini, sendirian.


joewan
pulaukapok
adityazafrans
adityazafrans dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.