- Beranda
- Stories from the Heart
Hingga Akhir Waktu (True Stories Perjalanan Cinta 9 Tahun)
...
TS
kandascidro
Hingga Akhir Waktu (True Stories Perjalanan Cinta 9 Tahun)
Salam kenal semua agan-agan SFTH. Ane penguni baru semoga ane betah yaa.. ane adalah gadis 23 tahun asal kota Gudeg yang sekarang lagi menetap di salah satu kota kecil didekatnya. Ini true story ane dan thread pertama ane, maafkan misal penulisan ane masih ambradul ya agan-agan semua.. selamat membaca. semoga thread ini bisa bisa "sedikit" merubah pemikiran salah satu tokoh utama di cerita ini, semoga suatu saat nanti dia akan ngerti.
Apa yang bisa aku lakukan
Jika ia memilih untuk tak tinggal
Dan semua trus berjalan
Getirnya harus tetap kutelan
Dan aku sakit harus tetap bertahan
Dan semua trus berjalan
Mau tak mau ku harus
Melanjutkan yang tersisa
Meski semua telah berbeda
Dan tak akan pernah ada yang sama
Aku bisa memeluknya
Tetapi tidak hatinya
Hooo... Menyakitkan
Semua telah dengar
Segenap hati ku merindunya
Tapi hatinya telah pergi dan telah lama mati
Mau tak mau ku harus
Melanjutkan yang tersisa
Meski semua telah berbeda
Dan tak akan pernah ada yang sama
Semoga angin berhembus
Membawakan mimpi baru
Meski ku tahu takkan pernah ada
Yang sanggup mengganti keindahannya
Jika ia memilih untuk tak tinggal
Dan semua trus berjalan
Getirnya harus tetap kutelan
Dan aku sakit harus tetap bertahan
Dan semua trus berjalan
Mau tak mau ku harus
Melanjutkan yang tersisa
Meski semua telah berbeda
Dan tak akan pernah ada yang sama
Aku bisa memeluknya
Tetapi tidak hatinya
Hooo... Menyakitkan
Semua telah dengar
Segenap hati ku merindunya
Tapi hatinya telah pergi dan telah lama mati
Mau tak mau ku harus
Melanjutkan yang tersisa
Meski semua telah berbeda
Dan tak akan pernah ada yang sama
Semoga angin berhembus
Membawakan mimpi baru
Meski ku tahu takkan pernah ada
Yang sanggup mengganti keindahannya
Jagostu-Mau Tak Mau
Index
Diubah oleh kandascidro 09-02-2017 08:35
anasabila memberi reputasi
1
4.6K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kandascidro
#6
Teman Tapi Mesra
Setelah hari itu entah kenapa aku lebih semangat menjalani pertemanan dengan Riri. Walau tiap hari ngga pernah absen untuk bertukar kabar atau sekedar telpon sebentar, tapi ngga pernah terbesit niat untuk bertemu secara langsung, ya kami menikmati kedekatan kami tanpa ada hal yang mengikat. Bahkan kami pun tidak pernah tau apakah masing-masing dari kami sudah punya pasangan atau belum. Kami ngga pernah menceritakan hal-hal yang sekiranya pribadi atau bisa dibilang curhat. Entah kenapa kami nyaman dengan hal itu sampai pada suatu sore menjelang maghrib hapeku berbunyi, tanda ada sms masuk..
Sebelum aku membuka pesan, terlihat pesan itu dari Riri. aku pun bersemangat untuk membukanya karna hampir seharian kami memang belum smsan pada hari itu..
"Maaf ya, Dinda, Kanda nggak bisa nganter sampai rumah. Salam ya buat ayah dan ibu dirumah". bunyi sms Riri bagai petir di siang bolong, aku memang tidak ingat pasti kalimatnya, tapi cukup panjang. dan yang aku ingat hanya kalimat itu hingga sekarang 9 tahun berlalu. Ya, itu pasti sms yang Riri tunjukkan untuk kekasihnya. Aku pun kecewa saat itu. meskipun bukan hakku juga untuk marah2 toh kami memang tidak punya hubungan yang spesial.. sampai akhirnya aku pun membalasnya dengan..
"Salah kirim tuh, buat cewekmu ya. Sori ya udah gangguin selama ini". entah kenapa kata-kataku spontan mengatakan hal itu, ya Tuhan.. mungkinkah aku sudah mulai berharap lebih hingga aku sakit hati tau kenyataan ini?
Riri pun membalas smsku dan menjelaskan semuanya, tapi aku malas untuk membalas mungkin karena aku merasa dibohongi selama ini. Kalau dia memang udah punya pacar kenapa harus memberiku harapan, dia anggap apa selama ini. tapi memang Riri juga ngga salah, dari awal kita memang hanya berteman dan tidak ada niat kesana. mungkin akunya yang baper
Riri terus-terusan menelponku, sepertinya ia sangat menyesal, tapi tak satupun telponnya aku angkat..
Aku pun meletakkan hapeku dikamar dan keluar ke teras rumah, mencari ketenangan. walupun akhirnya ngga tenang juga sih, depan rumahku jalan raya, meskipun cuma jalan kecil tapi banyak kendaraan lalu lalang disana. Sampai akhirnya aku lihat Riri dibonceng temannya lewat didepan rumahku, dia tampak melihat ke arahku. ya mungkin mau memastikan keadaanku setelah kejadian tadi.
Hari berganti hari dan kami agak renggang karna hal itu, ada banyak hal yang berubah dari komunikasi kami.
Sebenarnya aku juga sudah punya kekasih saat itu, namanya Yuda. tapi sejak pertama kita jadian aku ngga pernah merasa klik dengan Yuda.Mungkin karena Yuda bukan tipeku, aku juga ngga tau kenapa dulu nrima cinta dia. Mungkin untuk status aja, biar aku keliatan punya pacar. Ya gimana sih anak SMP punya pacar kan pencapaian yang keren banget menurutku saat itu apalagi dia lebih dewasa, udah kerja. Yuda adalah pacarku setelah aku putus dengan Qodri. Qodri adalah pacar pertamaku, sama dengan Yuda. aku pun ngga pernah merasa nyaman dengan Qodri. Ngga pernah ada rasa cinta, semua demi status. Ya, aku menemukan kenyamanan malah dari orang lain yang nggak punya hubungan apa2 denganku, yaitu Riri..
Bisa dibilang aku dewasa lebih cepat. Saat aku SD aku naksir tetangga sebelah namanya Gika, Gika itu kembar. Aku lebih suka dia daripada kakaknya karna jujur aja Gika lebih ganteng. Itu alasan standar anak SD kan pas ditanya soal cinta monyetnya. Gika dingin banget, susahlah aku deketin. Akhirnya aku melupakan Gika dan dekat dengan teman sekelasku sendiri, Dhani.
Aku dan Dhani punya hobi yang sama, sepak bola. Saat SD aku memang tomboy, aku lebih banyak teman laki-laki daripada perempuan dan Dhani adalah salah satunya. Dulu kami sering main bola bareng selepas pulang sekolah, dia nanti yang jadi kiper dan aku yang menendang bola. Kalau ada pertandingan bola kami sering taruhan. Jajan bareng, main bareng, ngerjain tugas bareng. Dan aku pun punya perasaan yang lebih pada Dhani. Aku sering mengiriminya surat, memberinya kado saat dia berulang tahun. tapi mungkin Dhani hanya menganggapku sebagai teman biasa sama seperti yang lain. Dan hal paling menyakitkan saat itu adalah Dhani nembak Rima (cewe paling cantik se-SD) didepanku. Setelah peristiwa itu aku jadi lebih fokus ke sekolahku, aku menganggap semua laki-laki sama saja. hanya memberikan harapan-harapan palsu. Saat perpisahan SD, Dhani memberiku kenang-kenangan sebuah binder. "Sori aku cuma bisa kasih ini, jaga baik-baik ya" katanya. Nggak tau juga kenapa dia memberiku benda itu saat kita akan berpisah, Dhani ngga begitu pinter. dia tinggal kelas. Setelah perpisahan itu aku ngga pernah ketemu Dhani lagi, aku sibuk dengan sekolah baruku dan memperbaiki diri. Aku melupakan perasaanku padanya saat itu, perasaan sayang yang sudah terkikis karena rasa sakit hati. Ya mungkin karena dikecewakan Gika dan Dhani, aku jadi ngga terlalu serius menjalin hubungan dengan cowok.
Karena aku ngga pernah serius makanya saat sama Yuda, aku juga menjalin hubungan dengan orang lain. Namanya Trian. Trian seumuran dengan Riri, bahkan mereka berteman. Sebenernya Trian dan Riri itu juga temenan sama Qodri. Tetangga desa. Gila ya, aku ada dalam lingkaran setan dan aku pun ngga tau lho kalo mereka sama2 kenal. Dengan Trian aku nerasa lebih nyaman, dia bisa memberikan perhatian yang ngga bisa Yudi kasih. Kami berhubungan kurang lebih sebulan. Hingga suatu ketika Trian meminta putus tanpa ada alasan yang jelas, dan aku meminta Trian untuk bertemu aku pengen tau kenapa dia minta putus.
Aku menemui Trian nggak sendiri, aku minta ditemani oleh mba Uta. Ditempat kami bertemu, kami ribut besar. Jujur saja, tempat kami ribut dekat sekali dengan rumah Riri. Dan pada akhirnya Trian ngak mengakui hubungan kami selama ini, bahkan dia bilang nggak kenal denganku. "Lha yang aku pacari siapa dong? Setan? Genderuwo? Brengsek nih laki" batinku. Aku pun hanya bisa menangis, ya mungkin ini karma karena menghianati Yuda, yang ada malah aku yang disakiti.
Dan akhirnya kami pun putus, putus dengan berantem ala-ala FTV dipinggir jalan pula. diwarnai dengan adegan penamparan yang dilakukan mbak Uta pada Trian. Entah kenapa mbak Uta malah yang lebih emosi saat itu sampe ga cuma nampar, mbak Uta juga meludahi Trian. Mungkin karna dia nggak terima tetangga sebelah rumahnya dibegitukan..
Saat aku sampai rumah hapeku pun berbunyi tanda ada sms masuk. Dari Riri
"Ngapain sih berantem dipinggir jalan. malem2 lagi, malu2in"
"Lho kamu tau darimana, Ri? Iya tadi aku ribut. Aku ada masalah sama Trian"
"Iya aku udah tau semuanya"
Glegg aku pun hanya bisa menelan ludah. Ternyata Riri tau soal pertengkaran itu. Tapi kenapa nada smsnya seperti itu?Seperti menyiratkan rasa tidak suka. Sejak saat itu aku jadi berpikir kalau Riri ada perasaan denganku. Dan kami pun akhirnya sama-sama jujur kalau kami sudah punya pacar. Seakan hal itu malah memperbaiki hubungan kami yang kemarin sempat renggang.
Pagi harinya mbak Uta datang kerumahku, dia menceritakan hal yang membuatku lumayan shock
"Ni, kamu tau kenapa Trian nggak ngakuin kamu sebagai ceweknya selama ini?"
"Nggak tau mbak, semalem dia juga ngga jelasin apa2 kan akhirnya ribut"
"Itu karena aku, Ni"
"Hah ? Maksud mbak ?"
"Udah lama Trian suka sama aku, Ni. Dia pacaran sama kamu biar bisa deketin aku. makanya kemarin dia ngak ngakuin kamu didepan aku"
"..........................."
Aku pun bergegas masuk rumah dan nggak menghiraukan Mbak Uta. hatiku sesak, ya aku kecewa. Kekasihku selama ini memacariku hanya untuk dekat dengan tetanggaku sendiri ? orang yang dekat sekali denganku. Mbak Uta memang cantik sih, mukanya mirip-mirip Jupe gitu. Anaknya emang rada nakal, kalau pake baju kadang kek kurang bahan. Banyak omongan orang yang negatif tentang dia, tapi selama ini aku kenal dia baik. aku nggak pernah peduli akan semua itu, tapi sejak hari itu semuanya berubah. kami pun jauh..
Pada suatu malam di akhir bulan Oktober 2007
Saat itu sedang ada pertemuan Karang taruna di desaku. seperti biasa aku dan Riri saling bertukar pesan. Entah terbawa suasana atau apa kami pun langsung mengungkapkan perasaan kami satu sama lain meskipun hanya lewat sms.
"Ni, aku sayang sama kamu. meskipun kita belum pernah ketemu. maaf misal kamu nggak suka atau gimana. aku ngga ada maksud apa2 ngomong ini" bunyi sms Riri
"Iya Ri, aku juga punya perasaan yang sama kok. mungkin kamu juga ngrasa udah lama". balasku
"Emm.. jadi kita jadian, Ni?"
"Iya gimana, Ri hehe.. enaknya aku panggil apa ya?"
"Terserah kamu, Ni".
"Aku panggil kamu Mas, kamu panggil aku Adek ya? gimana, Mas?"
"Iya adek sayang"...
Malam itu rasanya indah banget, pertemuan Karang Taruna yang tiap bulan sekali terasa membosankan dan membuat ngantuk seakan pengen cepet2 pulang kok jadi nyenegin gini ya..
Ah aku hianatin Yuda lagi..
Sebelum aku membuka pesan, terlihat pesan itu dari Riri. aku pun bersemangat untuk membukanya karna hampir seharian kami memang belum smsan pada hari itu..
"Maaf ya, Dinda, Kanda nggak bisa nganter sampai rumah. Salam ya buat ayah dan ibu dirumah". bunyi sms Riri bagai petir di siang bolong, aku memang tidak ingat pasti kalimatnya, tapi cukup panjang. dan yang aku ingat hanya kalimat itu hingga sekarang 9 tahun berlalu. Ya, itu pasti sms yang Riri tunjukkan untuk kekasihnya. Aku pun kecewa saat itu. meskipun bukan hakku juga untuk marah2 toh kami memang tidak punya hubungan yang spesial.. sampai akhirnya aku pun membalasnya dengan..
"Salah kirim tuh, buat cewekmu ya. Sori ya udah gangguin selama ini". entah kenapa kata-kataku spontan mengatakan hal itu, ya Tuhan.. mungkinkah aku sudah mulai berharap lebih hingga aku sakit hati tau kenyataan ini?
Riri pun membalas smsku dan menjelaskan semuanya, tapi aku malas untuk membalas mungkin karena aku merasa dibohongi selama ini. Kalau dia memang udah punya pacar kenapa harus memberiku harapan, dia anggap apa selama ini. tapi memang Riri juga ngga salah, dari awal kita memang hanya berteman dan tidak ada niat kesana. mungkin akunya yang baper
Riri terus-terusan menelponku, sepertinya ia sangat menyesal, tapi tak satupun telponnya aku angkat..
Aku pun meletakkan hapeku dikamar dan keluar ke teras rumah, mencari ketenangan. walupun akhirnya ngga tenang juga sih, depan rumahku jalan raya, meskipun cuma jalan kecil tapi banyak kendaraan lalu lalang disana. Sampai akhirnya aku lihat Riri dibonceng temannya lewat didepan rumahku, dia tampak melihat ke arahku. ya mungkin mau memastikan keadaanku setelah kejadian tadi.
Hari berganti hari dan kami agak renggang karna hal itu, ada banyak hal yang berubah dari komunikasi kami.
Sebenarnya aku juga sudah punya kekasih saat itu, namanya Yuda. tapi sejak pertama kita jadian aku ngga pernah merasa klik dengan Yuda.Mungkin karena Yuda bukan tipeku, aku juga ngga tau kenapa dulu nrima cinta dia. Mungkin untuk status aja, biar aku keliatan punya pacar. Ya gimana sih anak SMP punya pacar kan pencapaian yang keren banget menurutku saat itu apalagi dia lebih dewasa, udah kerja. Yuda adalah pacarku setelah aku putus dengan Qodri. Qodri adalah pacar pertamaku, sama dengan Yuda. aku pun ngga pernah merasa nyaman dengan Qodri. Ngga pernah ada rasa cinta, semua demi status. Ya, aku menemukan kenyamanan malah dari orang lain yang nggak punya hubungan apa2 denganku, yaitu Riri..
Bisa dibilang aku dewasa lebih cepat. Saat aku SD aku naksir tetangga sebelah namanya Gika, Gika itu kembar. Aku lebih suka dia daripada kakaknya karna jujur aja Gika lebih ganteng. Itu alasan standar anak SD kan pas ditanya soal cinta monyetnya. Gika dingin banget, susahlah aku deketin. Akhirnya aku melupakan Gika dan dekat dengan teman sekelasku sendiri, Dhani.
Aku dan Dhani punya hobi yang sama, sepak bola. Saat SD aku memang tomboy, aku lebih banyak teman laki-laki daripada perempuan dan Dhani adalah salah satunya. Dulu kami sering main bola bareng selepas pulang sekolah, dia nanti yang jadi kiper dan aku yang menendang bola. Kalau ada pertandingan bola kami sering taruhan. Jajan bareng, main bareng, ngerjain tugas bareng. Dan aku pun punya perasaan yang lebih pada Dhani. Aku sering mengiriminya surat, memberinya kado saat dia berulang tahun. tapi mungkin Dhani hanya menganggapku sebagai teman biasa sama seperti yang lain. Dan hal paling menyakitkan saat itu adalah Dhani nembak Rima (cewe paling cantik se-SD) didepanku. Setelah peristiwa itu aku jadi lebih fokus ke sekolahku, aku menganggap semua laki-laki sama saja. hanya memberikan harapan-harapan palsu. Saat perpisahan SD, Dhani memberiku kenang-kenangan sebuah binder. "Sori aku cuma bisa kasih ini, jaga baik-baik ya" katanya. Nggak tau juga kenapa dia memberiku benda itu saat kita akan berpisah, Dhani ngga begitu pinter. dia tinggal kelas. Setelah perpisahan itu aku ngga pernah ketemu Dhani lagi, aku sibuk dengan sekolah baruku dan memperbaiki diri. Aku melupakan perasaanku padanya saat itu, perasaan sayang yang sudah terkikis karena rasa sakit hati. Ya mungkin karena dikecewakan Gika dan Dhani, aku jadi ngga terlalu serius menjalin hubungan dengan cowok.
Karena aku ngga pernah serius makanya saat sama Yuda, aku juga menjalin hubungan dengan orang lain. Namanya Trian. Trian seumuran dengan Riri, bahkan mereka berteman. Sebenernya Trian dan Riri itu juga temenan sama Qodri. Tetangga desa. Gila ya, aku ada dalam lingkaran setan dan aku pun ngga tau lho kalo mereka sama2 kenal. Dengan Trian aku nerasa lebih nyaman, dia bisa memberikan perhatian yang ngga bisa Yudi kasih. Kami berhubungan kurang lebih sebulan. Hingga suatu ketika Trian meminta putus tanpa ada alasan yang jelas, dan aku meminta Trian untuk bertemu aku pengen tau kenapa dia minta putus.
Aku menemui Trian nggak sendiri, aku minta ditemani oleh mba Uta. Ditempat kami bertemu, kami ribut besar. Jujur saja, tempat kami ribut dekat sekali dengan rumah Riri. Dan pada akhirnya Trian ngak mengakui hubungan kami selama ini, bahkan dia bilang nggak kenal denganku. "Lha yang aku pacari siapa dong? Setan? Genderuwo? Brengsek nih laki" batinku. Aku pun hanya bisa menangis, ya mungkin ini karma karena menghianati Yuda, yang ada malah aku yang disakiti.
Dan akhirnya kami pun putus, putus dengan berantem ala-ala FTV dipinggir jalan pula. diwarnai dengan adegan penamparan yang dilakukan mbak Uta pada Trian. Entah kenapa mbak Uta malah yang lebih emosi saat itu sampe ga cuma nampar, mbak Uta juga meludahi Trian. Mungkin karna dia nggak terima tetangga sebelah rumahnya dibegitukan..
Saat aku sampai rumah hapeku pun berbunyi tanda ada sms masuk. Dari Riri
"Ngapain sih berantem dipinggir jalan. malem2 lagi, malu2in"
"Lho kamu tau darimana, Ri? Iya tadi aku ribut. Aku ada masalah sama Trian"
"Iya aku udah tau semuanya"
Glegg aku pun hanya bisa menelan ludah. Ternyata Riri tau soal pertengkaran itu. Tapi kenapa nada smsnya seperti itu?Seperti menyiratkan rasa tidak suka. Sejak saat itu aku jadi berpikir kalau Riri ada perasaan denganku. Dan kami pun akhirnya sama-sama jujur kalau kami sudah punya pacar. Seakan hal itu malah memperbaiki hubungan kami yang kemarin sempat renggang.
Pagi harinya mbak Uta datang kerumahku, dia menceritakan hal yang membuatku lumayan shock
"Ni, kamu tau kenapa Trian nggak ngakuin kamu sebagai ceweknya selama ini?"
"Nggak tau mbak, semalem dia juga ngga jelasin apa2 kan akhirnya ribut"
"Itu karena aku, Ni"
"Hah ? Maksud mbak ?"
"Udah lama Trian suka sama aku, Ni. Dia pacaran sama kamu biar bisa deketin aku. makanya kemarin dia ngak ngakuin kamu didepan aku"
"..........................."
Aku pun bergegas masuk rumah dan nggak menghiraukan Mbak Uta. hatiku sesak, ya aku kecewa. Kekasihku selama ini memacariku hanya untuk dekat dengan tetanggaku sendiri ? orang yang dekat sekali denganku. Mbak Uta memang cantik sih, mukanya mirip-mirip Jupe gitu. Anaknya emang rada nakal, kalau pake baju kadang kek kurang bahan. Banyak omongan orang yang negatif tentang dia, tapi selama ini aku kenal dia baik. aku nggak pernah peduli akan semua itu, tapi sejak hari itu semuanya berubah. kami pun jauh..
Pada suatu malam di akhir bulan Oktober 2007
Saat itu sedang ada pertemuan Karang taruna di desaku. seperti biasa aku dan Riri saling bertukar pesan. Entah terbawa suasana atau apa kami pun langsung mengungkapkan perasaan kami satu sama lain meskipun hanya lewat sms.
"Ni, aku sayang sama kamu. meskipun kita belum pernah ketemu. maaf misal kamu nggak suka atau gimana. aku ngga ada maksud apa2 ngomong ini" bunyi sms Riri
"Iya Ri, aku juga punya perasaan yang sama kok. mungkin kamu juga ngrasa udah lama". balasku
"Emm.. jadi kita jadian, Ni?"
"Iya gimana, Ri hehe.. enaknya aku panggil apa ya?"
"Terserah kamu, Ni".
"Aku panggil kamu Mas, kamu panggil aku Adek ya? gimana, Mas?"
"Iya adek sayang"...
Malam itu rasanya indah banget, pertemuan Karang Taruna yang tiap bulan sekali terasa membosankan dan membuat ngantuk seakan pengen cepet2 pulang kok jadi nyenegin gini ya..
Ah aku hianatin Yuda lagi..
Diubah oleh kandascidro 28-01-2017 06:00
0