Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1369
Kostan Tania

Hari ini aku lagi males ngapa ngapain. Dari pagi aku asik bermain dengan putriku Anisa. Apalagi kini Anisa sedang belajar bicara, aku sangat senang melihat Anisa belajar mengucapkan kata kata. Aku tau hari ini Irene operasi tapi aku lagi malas kerumah sakit aku takut melihat hal hal yang tak ku inginkan. Lagi asik ku bermain tiba tiba datang Tania dan temannya.

"Kakak tolongin dong": kata Tania.
"Tolongin apa?": kataku.
"Pokonya tolongin": kata Tania.
"Ih ga jelas, Anisa ini siapa? Tante Centil": kataku sambil menunjuk Tania.
"Ate Etil": kata Anisa terbata bata.
"Koq jadi tante kutil sih": kataku.
"Ih kakak malah ngajarin anaknya ngomong jelek. Pake bilang aku Tante Kutil segala, ih cepet tolongin": kata Tania.
"Iya apa yang mesti ditolong centiiiiil": kataku.
"Kenalin dulu temen satu kos aku Susi": kata Tania.
"Susi": kata Susi memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Aka": jawabku sambil bersalaman.
Dan terjadi hal yang tak kuinginkan. Bayangan seperti klise klise film negatif berjalan. Kadang ada yang jelas kadang ada yang tak jelas gelap suram dan penggalan penggalan cerita terlihat.

"Kakak ih lepasin salamannya koq lama amat sih": kata Tania
"Tangan kamu yang ini menyentuh "dia" semalam": kataku.
Susi tertunduk. Aku masih memegang tangan Susi kurasakan dingin seperti es, pucat pasi kulihat.
"Kamu ketika membaca buku sambil ngemil makanan ringan malam itu. Ketika tangan kamu hendak mengambil cemilan sedang mata kamu tetap membaca. Kamu merasakan memegang sesuatu yang dingin seperti es dan pas kamu lihat, kamu memegang tangan yang pucat pasi": kataku.
"Iya kaka, aku takut sekali. Aku sedang sendirian sedang Tania lagi beli makanan.": kata Susi.
"Aku tau kamu berteriak terus keluar kamar menunggu Tania didekat Tangga": kataku.
Susi mengangguk. Tania menatap wajahku seperti yang keheranan. Aku melepas peganganku pada tangan Susi.
"Hari hari ini kehidupan kamu sungguh pelik. Mungkin kalau kukatakan kamu gak akan percaya": kataku.
"Pertama ketika Tania mengajak bertemu kakak, saya gak percaya. Saya pikir orang yang ngerti supra udah tua. Terus dirumahnya banyak pusaka, tapi kakak masih muda paling beda 4-5 tahun dengan saya. Terus rumahnya seperti tidak ada pajangan barang barang supra seperti keris. Tapi ketika kakak cerita kejadian malam itu dikosan saya jadi percaya kakak mengerti hal beginian soalnya detil kejadian itu tidak saya ceritakan pada siapa siapa termasuk Tania": kata Susi.
"Jadi suara tawa dan ketukan dipintu atau jendela yang kamu ceritakan pada Tania": kataku.
"Ka kalau suara tawa atau ketukan aku mengalami": kata Tania.
"Maaf aku bukan bermaksud mencampuri urusan pribadi kamu tapi ini masalah besar bagi kamu": kataku.
"Ceritakan ka, saya siap dengan konsekuensinya": kata Susi.
"Karena kamu sudah setuju, soal pacarmu hati hati dia sudah memiliki istri": kataku.
"Kaka serius?": kata Susi.
"Aku serius, kamu buktikan saja kata kataku": kataku

Susi terdiam sepertinya dia sedang berpikir keras. Tania pun ikut terdiam.

"Kalau masalah kosan coba temui pak Dayat": kataku.
"Ih koq kakak ga bantuin": kata Tania.
"Ya aku bantuin, biar di cek dulu sama pak Dayat kalo udah kan bisa didiskusikan dengan pak Dayat solusinya": kataku.
"Maaf ya Susi aku cerita bukan bermaksud jelek, daripada nanti terjadi hal tak baik mending dari sekarang jaga jaga": kataku.
"Iya kak, saya ngerti kakak bermaksud baik. Saya cuma heran koq dia ngakunya bujangan": kata Susi.
"Oh iya soal kerjaannya pun dia bohong. Saranku coba aja pancing cwo kamu ke kosan nah, pas pulangnya dibuntutin aja dia rumahnya dimana pulang kemana": kataku.
"Makasih atas sarannya kaka": kata Susi.
"Ka Viona kemana koq gak keliatan": kata Tania.
"Lagi beli sayuran sama Bibi": kataku.
"Pantes, ka aku sama Susi kerumah pa Dayat dulu": kata Tania.
"Saya pamit dulu kaka": kata Susi.
"Iya, hati hati dijalannya": kataku.
Mereka berdua pergi kerumah pak Dayat. Sebenarnya aku malas ke kosan Tania. Aku lagi males ketemu makhluk makhluk tak kasat mata. Aku lagi senang meluangkan waktu dengan anakku.

Tak lama Viona datang dengan bibi.
"Yang, tadi kaya ngeliat Tania naik motor berdua": kata Viona.
"Iya tadi dari sini sama temennya": kataku.
"Ate etil": kata Anisa terbata.
"Bilang apa sih cantik": kata Viona pada Anisa.
"Tante centil": kataku.
"Siapa Tania, tante centil?. Ayang koq anaknya diajarin bilang Tabtr Centil": kata Viona.
"Hihihi koq malah cepet apal kalo dikasih tau tante Centil": kataku
"Ih ayang mah aneh aneh aja, emang ada apa Tania kesini sama temennya": tanya Viona.
"Ceritanya ada gangguan di kosan Tania": kataku.
"Loh sejak kapan Tania kost?": tanya Viona.
"Kan tempo hari waktu minjem mobil, itu buat bawa barang barang Tania ke kosan.": kataku.
"Terus ayang bantuin?": tanya Viona.
"Aku suruh temui pak Dayat. Ayang tau ga putra pak Dayat naksir Tania. Sekalian biar bisa ketemu antara anaknya Pak Dayat sama Tania. Lagian Tania kan udah putus sama Yana": kataku.
"Oh Erwin ya, emang ayang tau dari mana Erwin suka sama Tania?": kata Viona.
"Tau lah kan Erwin pernah minta ijin mau pdkt sama Tania.": kataku.

Sebenarnya itu hanya alasanku. Saat ini aku merasa belum siap untuk bertemu makhluk makhluk tak kasat mata.
Diubah oleh taucolama 28-01-2017 15:22
khuman
xue.shan
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 10 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.