- Beranda
- Stories from the Heart
Serial Killer : Trio Legend
...
TS
schilfouts
Serial Killer : Trio Legend

Quote:
Spoiler for Serial Killer : Trio Legend:
Indeks
Spoiler for Indeks:

Diubah oleh schilfouts 17-04-2017 22:04
anasabila memberi reputasi
1
12.8K
160
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
schilfouts
#154
Part 7 ~ Perburuan
-kebayoran baru-
"Rizky , apa benar ada yang berusaha membuka identitas dari Ken Sheridan?"
Indah menghampiri Rizky dan duduk di hadapan Rizky.
"Ya, seorang PH yang bekerja di League. Dia berusaha menyingkirkan Ken Sheridan dari divisi 9. Sepertinya wanita itu sedang ketakutan saat ini, mengetahui bahwa Ken Quiakides yang dia bunuh 19 tahun lalu ternyata masih Hidup."
Rizky menyerahkan beberapa lembar kertas pada Indah. Indah menerima kertas itu dan membaca seksama. Dia mengernyitkan dahinya.
"Bukankah ini adalah salah satu PH profesional dan termasuk salah satu dari Lord League?"
Indah tak percaya dengan apa yang dia baca. Ketika Lord League ingin membunuh pendiri League.
"Ya itu dia, Aheron Cherise. Dia ingin menyingkirkan Ken Sheridan. Agar gosip yang beredar saat ini masih terjaga."
Rizky menyeruput kopinya. "Kita harus membasmi satu persatu anak buah Aheron Cherise." ucap Rizky.
"Baiklah." ucap Indah sambil tersenyum sinis.
***
-Jakarta Utara-
Pria yang bernama Rizky sedang melihat Ken Sheridan membuka topeng kulit di mayat yang dia temukan. Tanpa sengaja dia melihat trio legend dan seorang wanita yang mengawasi Ken.
"Aheron, ternyata benar dia yang kita cari selama ini." ucap wanita dari balik dinding.
Rizky tersenyum sinis dengan apa yang dia dengar, ternyata wanita itu adalah orang suruhan Aheron untuk mengikuti Ken.
Wanita yang dilihatnya pergi begitu saja. Tanpa pikir panjang, Rizky mengikuti kemana perginya wanita tersebut.
Dia mengeluarkan sebatang rokok favoritenya dan mengambil pisau kesayangannya untuk bersiap melemparkan pada wanita itu. Sangat disayangkan harusnya dia tidak akan lagi membunuh orang tetapi kali ini demi Ken Quiakides , jadi mau gak mau harus menyingkirkan satu per satu orang bawahan Aheron Cherise.
Wanita itu memasuki gedung League dan Rizky pun mengikutinya. Berkat Ken Quiakides , dia berhasil menyamar dan masuk dengan leluasa ke dalam gedung League.
"Tolong tahan lifnya!" ucap Rizky pada wanita yang berada di dalam gedung.
Wanita itu menahan liftnya kemudian menekan tombol penutup pintu lift setelah Rizky masuk kedalam lift.
Rizky melihat pantulan bayangan wanita yang menjadi targetnya untuk dibunuh. Cantik dan sexy. Tanpa Rizky sadari , wanita yang di perhatikan nya itu juga memperhatikan dirinya. Keduanya pun saling tersenyum.
Pintu lift terbuka. Wanita itu berjalan keluar mendahului Rizky dan masuk ke ruang pengamanan. Rizky berjalan keluar dari lift dan menuju tempat sang wanita berada.
Tak lama, ada seorang pria berumur mendekati Rizky.
"Lakukan apa yang harus kamu lakukan. Semua anak buah Aheron harus di bunuh, saya sudah memanipulasi semua cctv yang ada di kantor ini. Cepat selesaikan." ucap pria yang di ketahui bernama Rahmat Januardy, salah satu Lord yang berada di League.
Rizky menjawab dengan anggukan dan Lord Rahmat pun pergi meninggalkan Rizky sendirian.
Tok.. Tok.. Tok..
Rizky membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalam ruangan.
Wanita itu menoleh dan tersenyum pada Rizky seolah-olah dia tidak tahu bahwa malaikat maut sedang menghampirinya. Rizky lalu duduk disamping di wanita sambil melihat monitor cctv.
Setelah berbasa-basi selama sejam penuh. Rizky berdiri dibelakang si wanita itu lalu menancapkan pisaunya di bahu si wanita.
"Aakkhhhh!! Sialan kau!!! Kenapa kau menusukku hah?!?"
Rizky tersenyum sinis dan memegang dagu wanita itu.
"Kau menghalangi niat baikku lady," Rizky melihat tangan si wanita yg hendak mengambil ponselnya. Dia menarik pisaunya lalu menusukkan pisaunya dikepala si wanita. Darah mengalir dengan deras dari kepala si wanita yang sekarang sedang tak bernyawa.
Rizky menghela Nafas, melihat disekelilingnya ada noda darah.
"Merepotkan saja."
Untung saja saat si wanita dia bunuh posisinya sedang duduk. Jadi dia harus mengelap noda darah yang berada dilantai. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa melap semua noda darah yang berada di lantai. Dia melihat tisu tergeletak di meja, mengambil tisu tersebut lalu membersihkan noda darah hingga bersih dan membuangnya ke tempat sampah. Tak lupa dia membakar tisu yang berisi noda darah dengan korek yang dia bawa.
Rizky mengambil ponsel disakunya dan menelpon seseorang.
"Indra, giliranmu." ucap Rizky pada orang yang bernama Indra itu.
Tak lama kemudian, seseorang yang bernama Indra itu datang membawa kantong plastik berwarna hitam. Mereka berdua memasukkan tubuh si wanita ke dalam kantong plastik.
"Inget, jangan sampai ada yg tahu." ucap Rizky.
"Baik pak." Indra membawa kantong plastik yg berisi mayat itu keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift.
Rizky pun masih berada di dalam ruangan untuk memastikan apa ada noda darah yang tertinggal. Dia keluar ruangan itu setelah semuanya aman.
Indra yang bertugas membawa mayat itupun segera menaiki lift dan menuju basemant. Tempat orang itu menunggu untuk membuang mayat ini.
Dengan sangat hati-hati dia memastikan bahwa tak ada satu orangpun didalam basemant. Setelah di rasa aman, dia menuju sebuah mobil mini van.
Dia memukul badan mobil itu agar si supir membuka kan pintunya. Dimasukan kantong plastik berisi mayat tersebut kedalam mobil. Indra pun memukul lagi badan mobil sebagai isyarat kalau barang sudah dimasukan ke dalam mobil.
Mobil pun berjalan meninggalkan gedung itu ke tempat pembakaran mayat.
***
Indra memperhatikan Aheron dan Alif yang sedang memperhatikan Ken. Dia bertugas mengawasi Aheron.
Indra sesekali menyeruput kopi yang dia pesan. Rasanya dia ingin bangkit membantu Ken yang sedang ingin mengambil sesuatu yang tidak bisa dia jangkau.
"Sedang mengawasi seseorang?"
Indra menoleh dan melihat Surep yang tiba-tiba datang. Surep Mengikuti kemana arah mata Indra memandang.
"Ya, aku sedang mendapat tugas untuk mengawasi wanita yang bersama Dr. Alif itu."
Surep mengeluarkan sebatang rokok mild dari sakunya dan membakar rokok itu dengan korek yang selalu dia bawa. Dihisapnya rokok tersebut dan menghembuskan asapnya ke udara.
Mereka berdua tidak ada satupun yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk memperhatikan wanita bernama Aheron Cherise.
"Apa kamu sudah mengetahui kalau Aheron Cherise sedang mencoba membongkar identitas Ken Sheridan?"
Indra menyeruput kopi yang tinggal sedikit itu. Dia melihat Arif berjalan menghampiri Ken yang sedang mengambil sesuatu dari tempat yang tidak bisa dijangkau oleh Ken.
"Ya aku sudah tahu, Lord Rahmat memberitahuku."
Surep menghisap lagi rokoknya dan menghembuskan asapnya ke udara.
"Apa kamu sudah meyakinkan Arif tentang Ken Sheridan?"
Indra memainkan ampas dari kopi yang dia minum sambil menunggu jawaban dari mantan maknae trio legend ini.
"Aku belum memberi tahu pada Arif. Dan bisakah kalian mengawasi Ibnu juga? Sepertinya Aheron mencoba untuk menghasut Ibnu."
Indra melihat Surep bangkit dari tempat dia duduk.
"Sepertinya bisa, aku akan minta tolong ke Indah atau Mindy."
Indra menjawab pertanyaan Surep dengan tersenyum sinis.
"Sepertinya ini akan jadi lebih seru."
Surep melihat interaksi dari Arif dan Ken.
***
"Rizky , apa benar ada yang berusaha membuka identitas dari Ken Sheridan?"
Indah menghampiri Rizky dan duduk di hadapan Rizky.
"Ya, seorang PH yang bekerja di League. Dia berusaha menyingkirkan Ken Sheridan dari divisi 9. Sepertinya wanita itu sedang ketakutan saat ini, mengetahui bahwa Ken Quiakides yang dia bunuh 19 tahun lalu ternyata masih Hidup."
Rizky menyerahkan beberapa lembar kertas pada Indah. Indah menerima kertas itu dan membaca seksama. Dia mengernyitkan dahinya.
"Bukankah ini adalah salah satu PH profesional dan termasuk salah satu dari Lord League?"
Indah tak percaya dengan apa yang dia baca. Ketika Lord League ingin membunuh pendiri League.
"Ya itu dia, Aheron Cherise. Dia ingin menyingkirkan Ken Sheridan. Agar gosip yang beredar saat ini masih terjaga."
Rizky menyeruput kopinya. "Kita harus membasmi satu persatu anak buah Aheron Cherise." ucap Rizky.
"Baiklah." ucap Indah sambil tersenyum sinis.
***
-Jakarta Utara-
Pria yang bernama Rizky sedang melihat Ken Sheridan membuka topeng kulit di mayat yang dia temukan. Tanpa sengaja dia melihat trio legend dan seorang wanita yang mengawasi Ken.
"Aheron, ternyata benar dia yang kita cari selama ini." ucap wanita dari balik dinding.
Rizky tersenyum sinis dengan apa yang dia dengar, ternyata wanita itu adalah orang suruhan Aheron untuk mengikuti Ken.
Wanita yang dilihatnya pergi begitu saja. Tanpa pikir panjang, Rizky mengikuti kemana perginya wanita tersebut.
Dia mengeluarkan sebatang rokok favoritenya dan mengambil pisau kesayangannya untuk bersiap melemparkan pada wanita itu. Sangat disayangkan harusnya dia tidak akan lagi membunuh orang tetapi kali ini demi Ken Quiakides , jadi mau gak mau harus menyingkirkan satu per satu orang bawahan Aheron Cherise.
Wanita itu memasuki gedung League dan Rizky pun mengikutinya. Berkat Ken Quiakides , dia berhasil menyamar dan masuk dengan leluasa ke dalam gedung League.
"Tolong tahan lifnya!" ucap Rizky pada wanita yang berada di dalam gedung.
Wanita itu menahan liftnya kemudian menekan tombol penutup pintu lift setelah Rizky masuk kedalam lift.
Rizky melihat pantulan bayangan wanita yang menjadi targetnya untuk dibunuh. Cantik dan sexy. Tanpa Rizky sadari , wanita yang di perhatikan nya itu juga memperhatikan dirinya. Keduanya pun saling tersenyum.
Pintu lift terbuka. Wanita itu berjalan keluar mendahului Rizky dan masuk ke ruang pengamanan. Rizky berjalan keluar dari lift dan menuju tempat sang wanita berada.
Tak lama, ada seorang pria berumur mendekati Rizky.
"Lakukan apa yang harus kamu lakukan. Semua anak buah Aheron harus di bunuh, saya sudah memanipulasi semua cctv yang ada di kantor ini. Cepat selesaikan." ucap pria yang di ketahui bernama Rahmat Januardy, salah satu Lord yang berada di League.
Rizky menjawab dengan anggukan dan Lord Rahmat pun pergi meninggalkan Rizky sendirian.
Tok.. Tok.. Tok..
Rizky membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalam ruangan.
Wanita itu menoleh dan tersenyum pada Rizky seolah-olah dia tidak tahu bahwa malaikat maut sedang menghampirinya. Rizky lalu duduk disamping di wanita sambil melihat monitor cctv.
Setelah berbasa-basi selama sejam penuh. Rizky berdiri dibelakang si wanita itu lalu menancapkan pisaunya di bahu si wanita.
"Aakkhhhh!! Sialan kau!!! Kenapa kau menusukku hah?!?"
Rizky tersenyum sinis dan memegang dagu wanita itu.
"Kau menghalangi niat baikku lady," Rizky melihat tangan si wanita yg hendak mengambil ponselnya. Dia menarik pisaunya lalu menusukkan pisaunya dikepala si wanita. Darah mengalir dengan deras dari kepala si wanita yang sekarang sedang tak bernyawa.
Rizky menghela Nafas, melihat disekelilingnya ada noda darah.
"Merepotkan saja."
Untung saja saat si wanita dia bunuh posisinya sedang duduk. Jadi dia harus mengelap noda darah yang berada dilantai. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa melap semua noda darah yang berada di lantai. Dia melihat tisu tergeletak di meja, mengambil tisu tersebut lalu membersihkan noda darah hingga bersih dan membuangnya ke tempat sampah. Tak lupa dia membakar tisu yang berisi noda darah dengan korek yang dia bawa.
Rizky mengambil ponsel disakunya dan menelpon seseorang.
"Indra, giliranmu." ucap Rizky pada orang yang bernama Indra itu.
Tak lama kemudian, seseorang yang bernama Indra itu datang membawa kantong plastik berwarna hitam. Mereka berdua memasukkan tubuh si wanita ke dalam kantong plastik.
"Inget, jangan sampai ada yg tahu." ucap Rizky.
"Baik pak." Indra membawa kantong plastik yg berisi mayat itu keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift.
Rizky pun masih berada di dalam ruangan untuk memastikan apa ada noda darah yang tertinggal. Dia keluar ruangan itu setelah semuanya aman.
Indra yang bertugas membawa mayat itupun segera menaiki lift dan menuju basemant. Tempat orang itu menunggu untuk membuang mayat ini.
Dengan sangat hati-hati dia memastikan bahwa tak ada satu orangpun didalam basemant. Setelah di rasa aman, dia menuju sebuah mobil mini van.
Dia memukul badan mobil itu agar si supir membuka kan pintunya. Dimasukan kantong plastik berisi mayat tersebut kedalam mobil. Indra pun memukul lagi badan mobil sebagai isyarat kalau barang sudah dimasukan ke dalam mobil.
Mobil pun berjalan meninggalkan gedung itu ke tempat pembakaran mayat.
***
Indra memperhatikan Aheron dan Alif yang sedang memperhatikan Ken. Dia bertugas mengawasi Aheron.
Indra sesekali menyeruput kopi yang dia pesan. Rasanya dia ingin bangkit membantu Ken yang sedang ingin mengambil sesuatu yang tidak bisa dia jangkau.
"Sedang mengawasi seseorang?"
Indra menoleh dan melihat Surep yang tiba-tiba datang. Surep Mengikuti kemana arah mata Indra memandang.
"Ya, aku sedang mendapat tugas untuk mengawasi wanita yang bersama Dr. Alif itu."
Surep mengeluarkan sebatang rokok mild dari sakunya dan membakar rokok itu dengan korek yang selalu dia bawa. Dihisapnya rokok tersebut dan menghembuskan asapnya ke udara.
Mereka berdua tidak ada satupun yang mengeluarkan suara. Mereka sibuk memperhatikan wanita bernama Aheron Cherise.
"Apa kamu sudah mengetahui kalau Aheron Cherise sedang mencoba membongkar identitas Ken Sheridan?"
Indra menyeruput kopi yang tinggal sedikit itu. Dia melihat Arif berjalan menghampiri Ken yang sedang mengambil sesuatu dari tempat yang tidak bisa dijangkau oleh Ken.
"Ya aku sudah tahu, Lord Rahmat memberitahuku."
Surep menghisap lagi rokoknya dan menghembuskan asapnya ke udara.
"Apa kamu sudah meyakinkan Arif tentang Ken Sheridan?"
Indra memainkan ampas dari kopi yang dia minum sambil menunggu jawaban dari mantan maknae trio legend ini.
"Aku belum memberi tahu pada Arif. Dan bisakah kalian mengawasi Ibnu juga? Sepertinya Aheron mencoba untuk menghasut Ibnu."
Indra melihat Surep bangkit dari tempat dia duduk.
"Sepertinya bisa, aku akan minta tolong ke Indah atau Mindy."
Indra menjawab pertanyaan Surep dengan tersenyum sinis.
"Sepertinya ini akan jadi lebih seru."
Surep melihat interaksi dari Arif dan Ken.
***
0