- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
22K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#4
Asking For The Case
“Benar juga. Aku tidak menyangka kalau kalian akan bergerak secepat itu. Tapi kalian memang serasi.”, tambah Arelia.
“Oh, ya. Tapi, aku merasa agak tidak nyaman dengan keadaan kita sekarang. Menjadi detektif sewaan atau semacam itu… Kita dibayar dan bekerja untuk kasus-kasus pembunuhan dan semacamnya. Entah mengapa, aku merasa tidak cocok dengan cara seperti ini.”, lanjut Samantha.
“Aku juga begitu.”, desah yang lain. “Aku rindu dengan tenggat waktu yang bisa kita perdebatkan dengan para tutor kita dahulu, termasuk juga laporan-laporan sederhana itu.”, Johnny pun turut bicara.
Mereka terdiam sementara waktu, namun akhirnya dalam waktu yang hampir bersamaan mereka saling terperanjat kemudian membelalakkan mata mereka. “KITA KEMBALI KESANA!”
Oleh karena itu, pagi-pagi sekali mereka pergi ke universitas T. Menuju keruangan para tutor yang pastinya masih seperti beberapa tahun lalu. Tidak jauh dari ruangan anak kelas khusus.
Ruangan mereka dulu, namun mereka segera menghampiri ruangan para tutor.
“Ah, Miss Ayaka!!”, para wanita segera mengerubuti wanita Jepang yang masih tetap terlihat cantik dan segar dalam balutan-balutan pakaiannya yang modis.
“Oh, kalian. Kudengar kalian masih tinggal di asrama?”, Tanya Miss Ayaka.
“Ya, tapi kami akan segera pindah kalau misalnya universitas kita kebanjiran mahasiswa. Kami sebagai senior akan sangat merasa dirugikan.”, Arelia memelas dengan muka manja yang dibuat-buat.
“Wah, itu harus kalian beritahukan pada Sir Johnson.”, Miss Ayaka tersenyum.
“Oh ya, kasus mutilasi kemarin hanya isu? Aku membacanya diharian. Sayang sekali, kalian pasti sudah bekerja keras.”, ujar Miss Ayaka iba.
“Karena itulah kami mau mencari kasus-kasus yang sudah tersedia dari pihak universitas. Kami takut hal tersebut terjadi kembali dan mempengaruhi kredibilitas universitas.”, pinta Arelia.
“Kalau begitu, bagaimana dengan adik kelas kalian? Apakah mereka hanya menonton aksi kalian, sementara mereka juga butuh belajar dan pengalaman?”, tuntut Ayaka lembut.
“Jadikan mereka asisten kami untuk kasus ini.”, Samantha segera meletakkan sebuah potongan surat kabar dengan sopan keatas meja Miss Ayaka dengan kedua tangannya. Ayaka memusatkan perhatian dengan tulisan di surat kabar tersebut.
“Kami bercanda dengan ucapan bahwa kami perlu kasus dari pihak universitas. Tapi, akan menarik rasanya kalau mereka melihat aksi kami dan membuat laporan dan perbandingan. Kami bosan dengan kasus yang tidak ada tenggat waktu dan terkadang hanya tampak seperti permainan-permainan orang kaya saja. Selain itu, kadang-kadang insting pemula lebih baik dibanding dengan kami yang sudah mulai dibutakan oleh data-data. Mereka akan sangat membantu kami.”, jelas Arelia.
“Benar juga. Aku tidak menyangka kalau kalian akan bergerak secepat itu. Tapi kalian memang serasi.”, tambah Arelia.
“Oh, ya. Tapi, aku merasa agak tidak nyaman dengan keadaan kita sekarang. Menjadi detektif sewaan atau semacam itu… Kita dibayar dan bekerja untuk kasus-kasus pembunuhan dan semacamnya. Entah mengapa, aku merasa tidak cocok dengan cara seperti ini.”, lanjut Samantha.
“Aku juga begitu.”, desah yang lain. “Aku rindu dengan tenggat waktu yang bisa kita perdebatkan dengan para tutor kita dahulu, termasuk juga laporan-laporan sederhana itu.”, Johnny pun turut bicara.
Mereka terdiam sementara waktu, namun akhirnya dalam waktu yang hampir bersamaan mereka saling terperanjat kemudian membelalakkan mata mereka. “KITA KEMBALI KESANA!”
Oleh karena itu, pagi-pagi sekali mereka pergi ke universitas T. Menuju keruangan para tutor yang pastinya masih seperti beberapa tahun lalu. Tidak jauh dari ruangan anak kelas khusus.
Ruangan mereka dulu, namun mereka segera menghampiri ruangan para tutor.
“Ah, Miss Ayaka!!”, para wanita segera mengerubuti wanita Jepang yang masih tetap terlihat cantik dan segar dalam balutan-balutan pakaiannya yang modis.
“Oh, kalian. Kudengar kalian masih tinggal di asrama?”, Tanya Miss Ayaka.
“Ya, tapi kami akan segera pindah kalau misalnya universitas kita kebanjiran mahasiswa. Kami sebagai senior akan sangat merasa dirugikan.”, Arelia memelas dengan muka manja yang dibuat-buat.
“Wah, itu harus kalian beritahukan pada Sir Johnson.”, Miss Ayaka tersenyum.
“Oh ya, kasus mutilasi kemarin hanya isu? Aku membacanya diharian. Sayang sekali, kalian pasti sudah bekerja keras.”, ujar Miss Ayaka iba.
“Karena itulah kami mau mencari kasus-kasus yang sudah tersedia dari pihak universitas. Kami takut hal tersebut terjadi kembali dan mempengaruhi kredibilitas universitas.”, pinta Arelia.
“Kalau begitu, bagaimana dengan adik kelas kalian? Apakah mereka hanya menonton aksi kalian, sementara mereka juga butuh belajar dan pengalaman?”, tuntut Ayaka lembut.
“Jadikan mereka asisten kami untuk kasus ini.”, Samantha segera meletakkan sebuah potongan surat kabar dengan sopan keatas meja Miss Ayaka dengan kedua tangannya. Ayaka memusatkan perhatian dengan tulisan di surat kabar tersebut.
“Kami bercanda dengan ucapan bahwa kami perlu kasus dari pihak universitas. Tapi, akan menarik rasanya kalau mereka melihat aksi kami dan membuat laporan dan perbandingan. Kami bosan dengan kasus yang tidak ada tenggat waktu dan terkadang hanya tampak seperti permainan-permainan orang kaya saja. Selain itu, kadang-kadang insting pemula lebih baik dibanding dengan kami yang sudah mulai dibutakan oleh data-data. Mereka akan sangat membantu kami.”, jelas Arelia.
0