Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1305
Dia yang terluka part 2


"Sabar yah Ren. Semoga dibalik ini semua ada hikmahnya.": kataku.
Irene hanya mengangguk tapi tetap menangis.
"Aku ambilin minuman yah": kataku.
Irene kembali mengangguk. Aku melangkah ke dapur cafe mengambil minuman dan sedikit cemilan.
"Aka, kenapa dengan Irene koq nangis": kata Erni yang menyusulku kedapur.
"Irene kena kanker": kataku
"Duh kasian banget koq ke aku gak cerita": kata Erni
"Yang penting sekarang kita harus suport Irene": kataku.
Aku meminta Tia membuatkan Jus Mangga kesukaan Irene. Sampai sekarang aku masih ingat minuman dan makanan kesukaan Irene.
"Erni kita kedepan temenin ngobrol Irene": kataku
"Iya": kata Erni.
Aku dan Erni kembali menuju ketempat Irene sambil membawa minuman. Kulihat Irene masih tersedu sedu. Kuletakkan minuman dimeja.

"Irene kenapa kamu ga cerita ke aku": kata Erni sambil duduk disebelah Irene. Irene masih menangis terisak.
"Irene kita disini semua sahabat, ada apa apa cerita. Aku akan bantu kamu": kataku.
"Ya Ren, kamu kaya baru kenal aku aja": kata Erni.
Joko datang menghampiri kami.
"Ka, nyonya datang.tuh diluar": kata Joko.

Aku beranjak dari tempat dudukku pergi kedepan. Sampai didepan kulihat Viona menggendong Anisa bersama Tania.
"Tuh ayah": kata Viona ke Anisa
Aku menggendong Anisa.
"Anak ayah dari mana nih": tanyaku.
"Dari mall ayah, cari hadiah buat Indri yang baru melahirkan": kata Viona.
"Kita kedalam, kayanya Tania udah kelaperan": kataku.
"Ih kakak tau aja": kata Tania.
Kami melangkah kedalam. Ku ajak Viona dan Tania duduk kursi dekat Irene. Irene terlihat masih terisak Erni berusaha menenangkannya. Joko hanya diam.

"Tania, pesen makanan kebelakang ada Tia dan yang lain dibelakang": kataku.
"Ok, banyak boleh kan": kata Tania.
"Bebas": kataku.
"Irene kenapa koq nangis": kata Viona.
"Irene kena kanker": kataku.
Viona pindah duduk disebelah Irene. Viona mengusap air mata Irene dengan sapu tangan.
"Kamu udah periksa dokter": kata Viona
"udah dokter kasih rujukan kerumah sakit yg ada dokter onkologi": kata Irene.
"Terus udah kerumah sakit, keluarga kamu udah diberi tau?": tanya Viona.
"Aku belum beritahu keluarga ibuku sedang sakit dikampung, mau kerumah sakit biayanya besar": kata Irene.
"Masalah biaya jangan dipikirin ntar Aka dan aku yang bayar yg penting kamu bisa sehat lagi": kata Viona.
"Kamu baik banget sih Viona pantes Aka memilih kamu": kata Irene sambil menangis. Viona menenangkan Irene.
"Besok anterin Irene kerumah sakit ya": kata Viona.
"Iya, kamu ikut ga yang?": tanyaku.
"Ntar Anisa sama siapa?": tanya Viona.
"Ya udah ntar Erni ikut juga kerumah sakit": kataku
"Ok bos, biar Joko yang ngatur cafe besok": kata Erni.
"Ren, kamu ga usah kerja aja dulu fokus sama pengobatan kamu. Terus kamu masih kos bareng Intan?": tanyaku.
"Ka, kalo ga kerja aku punya uang dari mana tuk sehari hari bayar kos ngirim ke kampung": kata Irene.
"Yang, gimana kalo Irene kerja dipercetakan kan katanya kamu butuh orang untuk ngawasin kan kerjanya ga cape.": kata Viona
"Irene mau ga pindah kepercetakan ntar bareng sama Intan disana kerjanya kalo lagi sakit ga kerja juga ga apa apa, gaji tetep dibayar koq.": kataku.
"Aku mau, kalian baik banget sama aku.": kata Irene.
"Kita kan sahabat apa yang bisa kami bantu pasti kami bantu": kata Viona.

Sepertinya Anisa seperti ingin minum. Aku menggendong Anisa ke dapur mencari air minum. Viona ikut menyusulku. Sampai didapur Viona membuat susu untuk Anisa.

"Pak anaknya lucu banget boleh gendong ya": kata Tia.
"Iya ": kataku sambil menyerahkan Anisa untuk digendong Tia.

"Yang, aku kasian deh sama Irene": kata Viona.
"Kasian kenapa?": tanyaku.
"Kasian harus berjuang melawan penyakit, uang pas pasan, disinu sendirian, orang tua sakit dikampung. Aku tau rasanya ga punya keluarga. Aku beruntung memiliki kamu jadi punya keluarga lagi punya Ibu mertua baik sekali seperti Ibu sendiri, punya Teh Ida yang baik dan sayang seperti kakak sendiri belum keluarga besar dari ibu. Aku jadi merasa seperti memiliki keluarga baru. Yang, bantu Irene kasian": kata Viona
"Iya aku juga merasa beruntung mempunyai istri baik hati seperti kamu": kataku.

Aku bersyukur masih diberi kenikmatan yang besar. Memang bila memandang kebawah kita akan merasa sangat bersyukur diberi kehidupan yang lebih baik. Masih banyak orang yang hidup dalam kesulitan.
khuman
xue.shan
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.