- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1291
Dia yang terluka
Hari ini hujan turun lebat dalam waktu yang lama. Aku duduk dicafe sambil browsing berita. Karena hujan cafe sepi hanya satu dua pengunjung. Erni dan Joko duduk dikursi didekatku.
"Kenapa wajahmu cemberut gitu Joko": kataku.
"Kayanya gue gagal nikah cepet cepet sama erni": kata Joko
"Emang apa sebabnya": kataku.
"Kami berbeda keyakinan": kata Joko.
"Loh koq bisa, bukannya kalian agamanya sama?": tanyaku.
"Bukan itu maksudnya gue tetap pada keyakinan gue kalo gue ganteng, tapi Erni bilang sebaliknya. Erni yakin gue ga ganteng. Kalo gue ga ganteng kenapa Erni mau ma gue?": kata Joko.
"Mungkin Erni kena pelet kamu Joko": kataku
"Sembarang gue ga pernah main pelet": kata Joko.
"Terus kenapa Erni bisa mau sama kamu?": tanyaku.
"Jawab Erni, karena aku ganteng ya"; kata Joko.
"Aku mau sama kamu Joko karena kasian ga ada cewe yg mau sama kamu": kata Erni sambil tertawa.
"Sayang koq ngomongnya gitu, gue ngambek loh": kata Joko.
"Baguslah kalo ngambek kan bisa ngelaba": kata Erni sambil tertawa.
"Becandanya jeleeeeek": kata Joko terus cemberut.
"Jiahahaha mungkin ganteng kamu udah luntur Joko": kataku.
"Haduh nasib deh dibully terus": kata Joko.
Kulihat Irene sedang duduk termanggu didekat taman kecil dalam cafe.
"Kenapa tuh Irene?": tanyaku.
"Habis putus sama pacarnya": kata Erni.
"Ka, hibur Irene. Kalo gue sama Erni udah coba tapi ga ngefek tuh": kata Joko.
"Ya aku coba": kataku.
Aku berdiri dan melangkah kearah Irene. Ku duduk dihadapan Irene, tapi Irene seperti tak menyadari kehadiranku.
"Ehm ehm"; aku berdehem
"Eh, aka udah lama disini": kata Irene
"Baru serius amat ngelamunnya sampe ga tau ada orang yang duduk didepannya, kalo macan udah gigit": kataku.
"Biar deh digigit macan juga": kata Irene.
"Yeeee sayang dong masa orang cantik digigit macan": kataku
"Ah buat apa cantik kalo selalu terluka": kata Irene.
"Ya hati hati dong biar ga terluka, mana yg luka biar diperban": kataku.
"Hatiku aka, yg terluka bisa gitu diperban": kata Irene.
"Koq bisa terluka?": kataku.
"Biasa cowo suka selingkuh": kata Irene.
"Ah cewe juga": kataku.
"Nyindir aku ya?": kata Irene
"Ngga, cuma ga mau aja cowo yang selalu disalahkan. Udah jangan sedih masih banyak cowo yang baik": kataku.
"Aku ga sedih malah seneng tau dia selingkuh daripada nanti pas sudah nikah. Lagian aku udah nemuin cowo yang baik"; kata Irene.
"Baguslah, udah jadian aja sama cowo yang baik": kataku.
"Sayangnya cowo itu udah punya istri": kata Irene
"Hadeuh, cari yang singel atuh non jangan yang dobel": kataku.
"Ah maunya sama cowo itu": kata Irene.
"Kasian istrinya ntar terluka perasaannya seperti yg kamu rasa saat ini"; kataku.
"Tapi kan aku juga ingin bahagia": kata Irene.
"Tapi apa arti bahagia apabila diatas penderitaan orang lain": kataku.
" Aku ingin bahagia dalam sisa waktu hidupku. Aku divonis dokter kena kanker. Aku ingin menghabiskan hidupku dengan orang yang kusayangi.": kata Irene.
Irene berurai air mata. Seperti cuaca hari ini hujan deras. Aku berdiri mendekati Irene. Ku belai rambutnya. Sungguh berat apa yang dialami Irene.
Hari ini hujan turun lebat dalam waktu yang lama. Aku duduk dicafe sambil browsing berita. Karena hujan cafe sepi hanya satu dua pengunjung. Erni dan Joko duduk dikursi didekatku.
"Kenapa wajahmu cemberut gitu Joko": kataku.
"Kayanya gue gagal nikah cepet cepet sama erni": kata Joko
"Emang apa sebabnya": kataku.
"Kami berbeda keyakinan": kata Joko.
"Loh koq bisa, bukannya kalian agamanya sama?": tanyaku.
"Bukan itu maksudnya gue tetap pada keyakinan gue kalo gue ganteng, tapi Erni bilang sebaliknya. Erni yakin gue ga ganteng. Kalo gue ga ganteng kenapa Erni mau ma gue?": kata Joko.
"Mungkin Erni kena pelet kamu Joko": kataku
"Sembarang gue ga pernah main pelet": kata Joko.
"Terus kenapa Erni bisa mau sama kamu?": tanyaku.
"Jawab Erni, karena aku ganteng ya"; kata Joko.
"Aku mau sama kamu Joko karena kasian ga ada cewe yg mau sama kamu": kata Erni sambil tertawa.
"Sayang koq ngomongnya gitu, gue ngambek loh": kata Joko.
"Baguslah kalo ngambek kan bisa ngelaba": kata Erni sambil tertawa.
"Becandanya jeleeeeek": kata Joko terus cemberut.
"Jiahahaha mungkin ganteng kamu udah luntur Joko": kataku.
"Haduh nasib deh dibully terus": kata Joko.
Kulihat Irene sedang duduk termanggu didekat taman kecil dalam cafe.
"Kenapa tuh Irene?": tanyaku.
"Habis putus sama pacarnya": kata Erni.
"Ka, hibur Irene. Kalo gue sama Erni udah coba tapi ga ngefek tuh": kata Joko.
"Ya aku coba": kataku.
Aku berdiri dan melangkah kearah Irene. Ku duduk dihadapan Irene, tapi Irene seperti tak menyadari kehadiranku.
"Ehm ehm"; aku berdehem
"Eh, aka udah lama disini": kata Irene
"Baru serius amat ngelamunnya sampe ga tau ada orang yang duduk didepannya, kalo macan udah gigit": kataku.
"Biar deh digigit macan juga": kata Irene.
"Yeeee sayang dong masa orang cantik digigit macan": kataku
"Ah buat apa cantik kalo selalu terluka": kata Irene.
"Ya hati hati dong biar ga terluka, mana yg luka biar diperban": kataku.
"Hatiku aka, yg terluka bisa gitu diperban": kata Irene.
"Koq bisa terluka?": kataku.
"Biasa cowo suka selingkuh": kata Irene.
"Ah cewe juga": kataku.
"Nyindir aku ya?": kata Irene
"Ngga, cuma ga mau aja cowo yang selalu disalahkan. Udah jangan sedih masih banyak cowo yang baik": kataku.
"Aku ga sedih malah seneng tau dia selingkuh daripada nanti pas sudah nikah. Lagian aku udah nemuin cowo yang baik"; kata Irene.
"Baguslah, udah jadian aja sama cowo yang baik": kataku.
"Sayangnya cowo itu udah punya istri": kata Irene
"Hadeuh, cari yang singel atuh non jangan yang dobel": kataku.
"Ah maunya sama cowo itu": kata Irene.
"Kasian istrinya ntar terluka perasaannya seperti yg kamu rasa saat ini"; kataku.
"Tapi kan aku juga ingin bahagia": kata Irene.
"Tapi apa arti bahagia apabila diatas penderitaan orang lain": kataku.
" Aku ingin bahagia dalam sisa waktu hidupku. Aku divonis dokter kena kanker. Aku ingin menghabiskan hidupku dengan orang yang kusayangi.": kata Irene.
Irene berurai air mata. Seperti cuaca hari ini hujan deras. Aku berdiri mendekati Irene. Ku belai rambutnya. Sungguh berat apa yang dialami Irene.
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
8
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX