- Beranda
- Stories from the Heart
Generation With No Mythologies To Follow
...
TS
konigswood
Generation With No Mythologies To Follow
Love? What is that? Seems legit, can I have some on it?
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Everybody talk about love, but what the true love mean?
Everybody sayin love more than his/her love
But I have Love for You more than words I can say
It is real? Nope maybe it is rael
Hai untuk seseorang disana, Aku sayang padamu ketika aku benar benar membencimu saat ini, maafkan aku yang terlalu angkuh untuk mengatakan aku sayang padamu, maafkan aku yang ternyata tidak berusaha saat engkau hendak meninggalkan ku terdampar disini
Just enjoy it, If there was same name, same place, same stories (Copy Paste) at this story, i just said So sorry im to terrible to hear that, cz My stories gonna using similar name similar place, if you wanna share it, please dont forgot the copyright
Moral? I dont give a fuck with it, so here we go!
Kita coba sedikit pengindexan ya, sebelumnya ga ada indexnya
Spoiler for Sop Iler:
Diubah oleh konigswood 11-01-2018 11:35
0
92K
501
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
konigswood
#96
Day by day Thia makin ngelantur kalau ngomong terlebih setelah dia tahu hubunganku dengan Laras sedikit renggang, Lucas dan Nathan putus ya putus karena Lucas udah di kasih paha minta dada (peribahasa macam apa ini)
"Eh Mas, kamu kok makin hari makin ganteng deh, ganteng gini kok di selingkuhin sih?" Ucap thia saat masih dirumah dan belum bersiap berangkat kekampus
"Apa sih Thia, ga usah iseng deh, eh kamu kok nggak pernah bawa pacar kesini? Sekali - sekali pacarnya di kenalin dong"
"Kan Mas pacar aku, hihihi, kamu cemburu nanti, soalnya pacarku lebih ganteng dari kamu"
"Oh ya? Siapa dia? Anak kampus kita? Apa temen Sma mu?"
"A guy as known as Graham Xaphier"
"Halah, kamu menye - menye gitu aku tinggal ke apartment ya"
"Yuk ikut, pengen berduaan terus aku sama kamu mas"
"Tapi nanti ku tinggal maen dota yah"
"Yah..."
"Eh bentar, aku jemput claudia dulu, baru berangkat ke kampus"
"Tungguin kita bareng" ucapnya sambil berjalan kekamarnya
Kurapihkan headset dan beberapa DAP ku, karena hari sudah siang
"Tumben, bukannya kelas sore ya?" Tanyaku padanya
"Pengen ngecengin cowok ganteng gua"
"Nah gitu kek, jangan ngecengin gua terus"
"Lah kan cowok maksud gua elu ih..."
"Halah"
Kita berangkat menggunakan mobilku ke sekolah claudia, menunggu di lobby sekolahnya sambil menikmati gallery yang ada
"Bete aku mas, ke kantin yuk"
"Udah sih disini aja, 10 menit lagi claudia keluar kok"
Kemudian tatap mata Claudia aneh, seperti mengedipkannya berkali - kali
"Kelilipan?"tanyaku
"Kemobil aja deh yuk, kamu gak pekaan"
"Disini aja, buang - buang bensin aja di mobil"
Kemudian dia mendekatkan mulutnya ketelingaku,... Dan di gigitnya telingaku
"Arghh.... Thia!"
"Hehehe"
"Sakit tau gigit - gigit kuping"
"Ga tau pengen aja gigit - gigit"
Setelah sempat kita bercanda - canda tak lama munculah claudia, yang kelihatan lelas dan lesu setelah seharian belajar disekolah, ku hampiri dia, dan ku gandeng dia
"Loh? Kok Ka Thia ikutan?"
"Kenapa? Emang nggak boleh?"
"Biasanya kan cuman Mas aja"
Kemudian kami bertiga sudah ada dimobil, Thia duduk di kursi depan, sedang Claudia di tengah
"Mas, nanti kita nggak usah mampir makan dulu, nggak seru kalau bertiga"
"Kenapa?"
"Aku ga mau jadi obat nyamuk buat orang pacaran"
"Siapa yang pacaran clau?" Ucap Thia
"Kak, aku tahu kok kak, udah deh, aku bukan anak kecil lagi kak"
"Eh Mas, kamu kok makin hari makin ganteng deh, ganteng gini kok di selingkuhin sih?" Ucap thia saat masih dirumah dan belum bersiap berangkat kekampus
"Apa sih Thia, ga usah iseng deh, eh kamu kok nggak pernah bawa pacar kesini? Sekali - sekali pacarnya di kenalin dong"
"Kan Mas pacar aku, hihihi, kamu cemburu nanti, soalnya pacarku lebih ganteng dari kamu"
"Oh ya? Siapa dia? Anak kampus kita? Apa temen Sma mu?"
"A guy as known as Graham Xaphier"
"Halah, kamu menye - menye gitu aku tinggal ke apartment ya"
"Yuk ikut, pengen berduaan terus aku sama kamu mas"
"Tapi nanti ku tinggal maen dota yah"
"Yah..."
"Eh bentar, aku jemput claudia dulu, baru berangkat ke kampus"
"Tungguin kita bareng" ucapnya sambil berjalan kekamarnya
Kurapihkan headset dan beberapa DAP ku, karena hari sudah siang
"Tumben, bukannya kelas sore ya?" Tanyaku padanya
"Pengen ngecengin cowok ganteng gua"
"Nah gitu kek, jangan ngecengin gua terus"
"Lah kan cowok maksud gua elu ih..."
"Halah"
Kita berangkat menggunakan mobilku ke sekolah claudia, menunggu di lobby sekolahnya sambil menikmati gallery yang ada
"Bete aku mas, ke kantin yuk"
"Udah sih disini aja, 10 menit lagi claudia keluar kok"
Kemudian tatap mata Claudia aneh, seperti mengedipkannya berkali - kali
"Kelilipan?"tanyaku
"Kemobil aja deh yuk, kamu gak pekaan"
"Disini aja, buang - buang bensin aja di mobil"
Kemudian dia mendekatkan mulutnya ketelingaku,... Dan di gigitnya telingaku
"Arghh.... Thia!"
"Hehehe"
"Sakit tau gigit - gigit kuping"
"Ga tau pengen aja gigit - gigit"
Setelah sempat kita bercanda - canda tak lama munculah claudia, yang kelihatan lelas dan lesu setelah seharian belajar disekolah, ku hampiri dia, dan ku gandeng dia
"Loh? Kok Ka Thia ikutan?"
"Kenapa? Emang nggak boleh?"
"Biasanya kan cuman Mas aja"
Kemudian kami bertiga sudah ada dimobil, Thia duduk di kursi depan, sedang Claudia di tengah
"Mas, nanti kita nggak usah mampir makan dulu, nggak seru kalau bertiga"
"Kenapa?"
"Aku ga mau jadi obat nyamuk buat orang pacaran"
"Siapa yang pacaran clau?" Ucap Thia
"Kak, aku tahu kok kak, udah deh, aku bukan anak kecil lagi kak"
0