Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#2442
F Part 79
“Ini..”

Gue kaget! Dia memperlihatkan bungkus rokok dan lembaran obat xanax dan itu milik gue.

“Itu lo dapat darimana?” Tanya gue ke dia.

“Kakak kenapa?”

“Siniii..” Gue langsung merebut paksa barang rahasia milik gue itu.

“Lo dapat darimana?” Tanya gue lagi ke si Ani.

“Dari laci meja kamar kakak.” Jawabnya polos

“Anjing lo masuk ke kamar gue tanpa ijin terus geledah isi kamar gue?” Kata gue memaki.

“Mau lo apa sih ? Awas ya kalau lo sampai bilang ke ibu.” Ujar gue marah ke dia. Ini anak seenak jidat masuk ke kamar gue terus geledah isi kamar gue, emang dia siapa, mau apa.

“Kakak ada masalah apa?” Lagi-lagi dia nanya gak penting.

“Udahlah sana turun ke bawah bantu ibu.”

Gue langsung mengambil sisa obat-obatan, suplemen dan vitamin milik gue yang berserakan di kasurnya kemudian gue pergi ke kamar gue. Sialnya pas gue pergi tadi, gue lupa untuk mengunci pintu kamar makanya si Ani bisa bebas masuk, padahal biasanya sebelum bepergian gue selalu kunci pintu kamar gue.

Di kamar gue juga terlihat berantakan, mungkin bekas si Ani menggeledah isi kamar gue, kemudian gue rapihkan lagi. Laci yang menjadi tempat rokok dan obat-obatan yang gue sembunyikan pun tidak dikunci lagi sama dia. Duh !

Gue kemudian merebahkan badan ke kasur. Astaga baru pertama kali gue ke gep tentang kebiasaan buruk ini. Padahal tak seorangpun yang tahu tentang kebiasaan gue ini, bahkan teman-teman terdekat gue pun tidak tahu kalau gue itu ngerokok. Tiap malam gue selalu pergi sendiri ke café dan resto favorit gue dan gue selalu merokok disana sendirian. Gue malu kalau ketahuan sama temen-temen gue, apalagi kalau ibu tahu, mungkin dia bakal marah besar dan sangat kecewa. Jujur saja gue ngerokok buat ngilangin stres. Gue mencoba merokok untuk pertama kalinya pas beberapa bulan setelah ibu dan ayah gue bercerai. Ketika ibu sedang tidak berada di rumah, gue masuk ke kamar ibu dan mengambil sebatang rokok miliknya, gue coba untuk menghisap rokok untuk pertama kali, alhasil gue yang amatiran langsung batuk-batuk ketika menghisapnya. Awalnya gue ragu apakah gue ngerokok ini karena penasaran atau ingin lari dari kenyataan. Beranjak masuk SMA, walaupun persolan nampak membaik namun gue sudah bukan gue yang dulu, pengalaman hidup yang gue alami perlahan sedikit menggeser perilaku gue sendiri. Ketika gue mulai bisa menyetir mobil sendiri, gue selalu bepergian sendirian dan mengunjungi mall-mall atau café resto, disana gue selalu nongkrong sendiri memikirkan hidup gue ini, terkadang jika orang-orang melihat ke arah gue, mereka seolah-olah jijik dan keheranan melihat tingkah gue ini. Namun gue cuekin aja sambil mengepul asap rokok dan melihat ke arah mereka. Gue sebenarnya bukan pecandu, gue ngerokok kalau ingin saja.

Sementara obat-obatan ini hanyalah untuk menutrisi tubuh, menjaga kesehatan dan kulit gue. Yah harus diakui juga sih dulu gue punya gejala anxiety, makanya gue selalu menyimpan antidepresan jika anxiety gue kumat.

***

“Ibu pulang darimana?” kata gue malam-malam dan ibu mungkin baru saja pulang kerja. Aroma menyengat tercium dari tubuhnya. Ibu langsung pergi ke kamarnya dan langsung menjatuhkan badanya di kasur. Gue kemudian menyelimuti badan ibu dengan selimut lalu tidur bareng bersamanya.

“Ibu nanti pulang malam lagi, kamu gpp kan sendiri di rumah?” Kata ibu setiap pagi sebelum pergi berangkat kerja. Ketika gue pulang sekolah, gue selalu mendapati di rumah gue yang besar ini sendirian, terkadang gue mengurus kebutuhan gue sendiri. Kalau pergi les pun gue selalu berangkat sendiri walaupun pulangnya suka dijemput ibu, namun pas ibu sudah mengantarkan gue ke rumah, dia selalu pergi lagi entah kemana. Sementara gue selalu setia menunggunya pulang sampai larut malam.

Terkadang gue selalu menyaksikan ibu muntah-muntah di wc, entah itu karena kecapean kerja atau efek mabuknya. Setelahnya, gue selalu memijit tubuh ibu dan mengelus-ngelus badan ibu yang keletihan kemudian memeluknya.

Ketika ada waktu luang di rumah, ibu selalu memainkan piano dan bernyanyi sendiri, melamun sendirian di pendopo halaman belakang sambil mengisap beberapa batang rokoknya. Gue hanya bisa menyaksikanya dari jauh.

“Udahlah ya kamu mah sendiri juga bisa, ibu mah percaya sama kamu.” Kata ibu. Padahal aslinya gue selalu ingin diperhatikan lebih.


***

“Sayang, cepet makan.” Kata ibu di luar sambil mengetuk pintu kamar gue.
“Keenyang bu.” Suara gue terdengar parau.
“Kamu gk kenapa-kenapa?” Tanya ibu dibalik pintu.
“Ngak kok.” Kata gue yang sedang berlinangan air mata. Malam ini gue kenyang air mata menangisi serpihan masa lalu gue. Gue menyesalkan apa yang sudah terjadi dan bagaimana gue bereaksi terhadapnya.
,,
“Kak Fel tadi ke C****F*** ya?” Sms masuk dari Nauval.
“Iya Val.”
“Pakai baju Ramones kan? Gelo si kakak rock n roll pisan euy.”
“Hehehe..”
“Sama kakak kak Fel ya tadi tuh?”
“Bukan, itu ibu aku Val.” Balas gue.
“Ibu? Astaga kirain kakaknya kak Felisha, aku juga tadi bareng ibu aku disana.” Gue ketawa membaca sms tersebut, haha.
“Oh ya val, ini nomor Ani, kamu hubungi dia aja buat latian basketnya nanti.” Sms gue ke Nauval sambil mengirimkan no. Ani kepadanya. Yah gue masih komit buat jodohin Ani sama Nauval terlepas dari gue yang sebenarnya masih sangat kesal kepadanya, cuman kalau gue emosi dan marahin dia, takutnya dia malah ngelaporin hal itu ke ibu, makanya gue sangat was-was dan takut padanya kali ini.
***
“Hey.. Ani mau kemana?” Sapa Andrea ke Ani ketika berpapasan di koridor sekolah, Namun si Ani terlihat buru-buru dan tak menjawab sapaan dari temen gue.
“Fe itu Ani kenapa?” Tanya Dania.
Gue hanya mengangkat pundak karena tidak tahu.
***
“Sayang, si Ani kenapa?” Tanya ibu pas di rumah.
“Kenapa emangnya bu?”
“Dari kemarin habis makan malam, dia gak mau bicara sama ibu.” Kata ibu.
“Gak tau bu.”
“Ih kenapa ya..” Kata ibu ngomong sendiri.
“Ah entar juga biasa lagi bu, tenang aja.” Kata gue.
***
Malam harinya seperti biasa gue di kamar sedang belajar, biasanya jam segini Ani sudah di kamar gue, namun kali ini dia gak datang ke kamar gue, gue juga jadi penasaran si Ani kenapa, kok jadi aneh gini, apa dia takut dimarahin gue ya gara-gara kemarin? Padahal gue sebenarnya yang takut dilaporin dia ke ibu. Yaudahlahya, mungkin dia lagi malas belajar, malam ini pun gue tidur lebih cepet dari biasanya.
khodzimzz
itkgid
itkgid dan khodzimzz memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.