“ Dingin “ Gumamku dalam hati. Aku tidak menyangka udara di kota ini bisa sedingin ini, padahal pada saat siang hari rasanya seperti di panggang hidup-hidup. Aku pun mulai mengancingkan jaket dan mulai bergerak, berharap rasa dingin yang menerpa tubuhku itu menghilang.
“ Sepi...ya karena ini baru jam 5 pagi “ Pikirku . Belum ada orang-orang yang keluar dari rumah mereka, bahkan rumah-rumah disini terlihat seperti tak ada penghuninya. “ Agak sedikit seram sih memang” Pikirku dalam hati. Tapi itu juga menjadi salah satu alasan mengapa aku memilih kos di komplek ini, selain dekat dengan kampusku juga jauh dari hiruk pikuk dan keramaian. Damai dan Tenang, mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan keadaan lingkungan tempat ini.
Aku pun mulai mendekati portal yang sudah mulai berkarat itu. Portal yang membatasi komplek ini dengan dunia luar. Ya.. komplek ini memang agak sedikit tertutup dan rapat, setiap jam 23:00 WIB para penghuni disini tidak lagi bisa keluar dari komplek kecuali mereka punya kuncinya. Bahkan kemarin aku sempat menemukan jalan tikus yang bisa dipakai untuk keluar masuk komplek ini, tapi keesokan harinya jalan itu sudah ditutup, WOW bukan.
Karena aku tidak menggunakan kendaraan, aku cukup meliuk-liukkan tubuhku di sela-sela portal tersebut untuk keluar dari komplek ini. Suasananya cukup ramai dengan adanya cafe yang selalu buka baik pagi maupun siang hari serta minimarket 24 jam. Tempat itu terlihat hidup setidaknya.
Aku pun mulai melakukan sedikit peregangan sambil berjalan untuk meminimalisir kram, “Mencegah lebih baik daripada mengobati” Pikirku. Langkahku pun mulai ku percepat dan suara-suara canda, tawa maupun irama lagu yang didominasi oleh genre pop tersebut perlahan-lahan menjauh dan menghilang.
Dan suara-suara kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah mulai terdengar lebih keras ketika aku mulai mendekati salah satu persimpangan yang cukup ramai di lewati orang pada siang hari. Terlebih persimpangan ini menjadi jalur utama mahasiswa di beberapa universitas dan juga beberapa tempat hiburan baik itu cafe, warnet, minimarket, hotel dsb.
Lalu lintas pagi ini sepi dan aku suka itu, di siang dan sore hari pada jam-jam sibuk, jalanan di sekitar kos dan kampusku sangat ramai bahkan terlalu ramai menurutku, perbedaan jumlah mahasiswa yang masuk dan keluar setiap tahunnya yang terlampau jauh mungkin menjadi salah satu penyebabnya, sehingga jalan-jalan di sini mulai penuh baik dengan kendaraan maupun langkah kaki para mahasiswa/i yang berlalu-lalang di sekitar kampus ku ini.
Di kota ini masyarakatnya cukup patuh dan taat dalam berlalu-lintas, mulai dari hal-hal kecil seperti selalu memakai helm ketika akan berpergian, bahkan menaati lampu lalu-lintas walaupun hanya ada satu ataupun dua kendaraan yang lewat.
Aku mulai berbelok ke kanan ke arah timur, peregangan sambilan yang aku lakukan tadi kurasa sudah cukup untuk meminimalisir kram yang aku harap tidak terjadi nantinya, langkah kaki ku pun mulai kupercepat serta aku mulai mengatur ritme pernapasan dan menyesuaikannya dengan irama langkah kakiku untuk memulai lari pagi ini.