Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.4K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#2405
F Part 78
“Siapa ya?” Tanya ibu ke Bram.
“Ini saya Tante, Bram, temanya Felisha Tante.”
“Oh ya, ada perlu apa ya ?” Tanya ibu lagi.
“Gpp Tante. Sudah lama gak kesini, dulu saya kan sering kesini Tante. Hehe, masih inget gak?” Ujar si Bram caper, gak banget.
“Oh iya.. ya, tapi duh kebetulan sekali Felisha sama Tantenya mau pergi sekarang.” Ujar ibu.
“Oh begitu ya, yaudadeh Tante, maaf sudah menggangu waktunya.” Pamit Bram ke ibu. Fyuhh, syukurlah manusia itu sudah pergi dari rumah, gue kira ibu bakal mempersilahkan dia masuk seperti biasanya, tapi kenapa kali ini ngak ya.

“Mana ada yang minta sumbangan tampilanya kayak gitu.” Ujar Ibu pas menutup pintu.
“Hehehe. Tapi kenapa ibu nyuruh dia pergi, tumben.” Kata gue.
“Kamu kan gak suka ama dia.” Jawab ibu.
“Loh tau dari siapa?”
“Ani pernah cerita, kalau kamu tidak suka sama yang namanya Bram, mantan kamu kan? Lagian memang ibu mau nyuruh kamu nganter ibu sekarang ke rumah Ranti.”
“Teh Ranti?” Tanya gue.
“Iya, dia pingin ketemu kamu katanya.” Ujar ibu ngeloyor pergi.

Ya, daripada bosan karena gak ada teman main karena si Ani lagi bareng temanya di kamar dari tadi dan itu entah lagi ngapain, gue pun mengantar ibu ke rumah Teh Ranti, udah lama banget gue gak ketemu dia, padahal dulu dia sering ke rumah gue buat main. Di perjalanan gue jadi mikirin tentang tadi, ibu tau gue gak suka Bram karena Ani pernah cerita, jangan-jangan selama ini suka cerita tentang gue ke ibu.

***

“Felisha, kamana wae meuni sombong.” Ujar Teh Ranti.
“Ada Teh, teteh kamana wae udah lama gak ke rumah.” Balas gue.
“Tau kan atuh, sekarang mah Teteh udah nikah gak bebas lagi kayak dulu, terus ngurus anak juga. Hehe.” Ujar dia.
“Oh…”
“Eh.. bentar ya Felisha, teteh buatin kue sale kesukaan kamu, hehe, Teteh nyuruh Teh Mona kesini soalnya teteh lagi bikin kue, sekalian bagi-bagi.” Ujar Teh Ranti.

Teh Ranti sama ibu pun pergi ke belakang, sementara gue masih di ruang tengah rumahnya duduk aja memperhatikan ruangan, gue liat disana ada anak laki-laki yang dari tadi terus menatap ke arah gue, mungkin itu anaknya teh Ranti, yaudah tapi gue cuekin aja soalnya gak kenal. Gue kemudian mengeluarkan hp gue, rupanya ada sms dari Nauval.

“Hey kak, suka lagu Oasis yang mana?”

Aneh! Kok gue yang jadi smsan sama si Nauval, bukanya gue mau jodohin dia sama si Ani, tapi kok malah gue yang sekarang berhubungan dengan dia. Tapi, karena bosan menunggu ibu, ya gue balas aja sms dia.

“Live forever”
“Cuma itu aja kak?”
“Champagne supernova, don’t look back in anger, stand by me, don’t go away, little by little, stop crying your heart out, she is love.”
“Kerenn!” Balas dia. Gue pun tersenyum lalu beranjak dari kursi untuk pergi ke belakang menemui ibu.

***

Tentu saja pulang membawa banyak kue, termasuk kue nastar dan kue sale membuat gue senang, karena kue itu salah satu kue kesukaan gue. Tapi, pas di jalan pulang gue sempat ngobrol dengan ibu dan membuat gue merinding.

“Bu, anak teh Ranti itu yang anak lak-laki itu ya yang tadi?” Tanya gue.
“Iya, Sean namanya dia baru 2 tahun.” Kata ibu.
“Ih.. bu bukan, tadi yang aku lihat udah gedean, tingginya kyk anak SD sekarang.” Kata gue.
“Da anak Ranti mah yang gede itu perempuan tadi lagi keluar main sama temanya.”
“Ih ibu jangan nakutin aku.”
“Halig siah.”

Seketika gue pun merinding, terus anak siapa yang gue liat tadi ?! Beneran deh gue tadi rasanya lihat anak laki-laki di dekat pintu, dia menatap gue terus, tapi untungnya gue cuekin. Semoga ini memang halusinasi saja bukan hal yang lain.

Di perjalanan pulang pun gue sama ibu berehenti dulu di toserba sehingga pas ke rumah bawa makanan banyak.

***

“Sayang, panggilin Ani, suruh bantu ibu masak.” Kata ibu ke gue.

Gue pun pergi ke kamar Ani.

“Ni.. disuruh ibu tuh ke dapur.” Kata gue di dekat pintu kamarnya. Tak lama kemudian Ani membukan pintu kamarnya, pas gue liat muka si Ani kok gak enak dilihat ya, kayak kesel gitu, mesem.

“Cepetan disuruh tuh.” Kata gue.

“Kak.”

“Apa?”

“Apa bener kakak ngelakuin hal yang gak bener?” Tanya dia.

“Maksud lo?”
itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.