- Beranda
- Stories from the Heart
Pelangi Diatas Laut
...
TS
.raffertha
Pelangi Diatas Laut
Quote:
Aku duduk didepan jendela kamarku.
Melihat langit yang biru dan awan putih yang menghiasi.
Hari ini cukup cerah.
Membuatku ingin sekali pergi keluar hanya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menyenangkan.
Namaku Andrea Raffertha.
Aku biasa dipanggil Rea.
Aku lahir dikeluarga yang berkecukupan, walaupun teman-temanku selalu mengatakan bahwa aku adalah anak orang kaya.
Ya memang ayahku seorang pegawai negeri sipil yang golongannya sudah tinggi dengan jabatan menjanjikan.
Apa lagi ibuku.
Ibuku seorang Sekretaris Direksi Utama disebuah perusahaan milik negara.
Aku duduk dibangku Sekolah Menegah Atas kelas 10.
Dan dari sinilah kisahku dimulai.
Quote:
Spoiler for Sambutan:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
0 suara
Siapakah sosok yang abadi dalam hati Andrea Raffertha ?
Diubah oleh .raffertha 14-08-2017 05:52
Arsana277 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
838.1K
4.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
.raffertha
#3155
Part 91
Quote:
Kebetulan sekali, pagi ini aku dibangunkan oleh Lydia.
Sekarang, giliranku untuk membangunkan Aurel.
Quote:
Aku segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah itu, aku sholat shubuh dikamarku.
Setelah sholat, aku tidak lupa untuk memberi kabar untuk Aurel lewat SMS.
Dia baru menjawab SMSku beberapa menit kemudian.
Quote:
Karena mataku sudah tidak mengantuk, aku nyalakan PCku.
Ada satu file shortcut di desktopku.
Ini adalah shortcut dari game the sims di PCku yang sering dimainkan oleh Calista.
Sudah jarang aku sentuh game ini.
Aku juga sudah lupa kapan aku bermain game ini.
Aku klik dua kali icon tersebut dan melihat apa yang sudah dimainkan oleh Calista.
Disitu ada suatu rumah yang sudah dibuat oleh Calista.
Dan karakter dirumah itu ada dua orang.
Dia memakai namanya dan namaku dikarakter itu.
Ada-ada saja Calista ini.
Lalu, setelah itu aku exit game dan membuka akun media sosialku.
Aku mencoba mencari nama Velina disana.
Tetapi tidak ditemukan.
Dia sudah benar-benar menghapus pertemanan dan memblokirku.
Hanya kenangan bersama dirinya yang tersisa.
Daripada aku memikirkan mereka, lebih baik aku login kedalam game.
Game ini adalah game lama yang sudah aku mainkan.
Aku sudah jarang membuka game ini pada saat aku kenal dengan game RF Online.
Ternyata yang main masih ramai.
Masih pagi tetapi banyak karakter yang ada disana.
Dan status karakternya sedang AFK atau Away From Keyboard.
Mungkin mereka sedang tertidur.
Setengah jam kemudian, Lydia memberikan kabar kepadaku.
Quote:
Setelah selesai bermain, aku melihat jam dikamarku.
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30.
Saatnya aku bersiap menuju Kab.Bogor, Jawa Barat untuk menemui Lydia.
Aku segera mandi dan bersiap-siap.
Setelah itu, aku sarapan dibawah dengan keluargaku.
Rea : "Tumben ada Papa jam segini.."
Papa : "Sekali-kali.."
Rea : "Ga ketiduran di WC kan ?"
Papa : "Ngga.."
Rea : "Udah disiram kan.. Hahahahahahaha.."
Mama : "Kemarin akhirnya mama yang siramin.. Kalo ga ditanya juga ga cebok tuh si Papa.."
Papa : "Apa.. Udahan tau.."
Mama : "Udah tapi garuk-garuk pantat.. Lupa cebok tapi diingetin malah ngeyel.."
Rea : "Hahahahahahahaha.. Terus akhirnya gimana, Ma ?"
Mama : "Masuk kamar mandi lagi.. Tau deh tuh udah cebok apa belom si Papa.."
Papa : "Udah, Ma.. Astaghfirullah.."
Rea : "Lagian jorok banget sumpah.. Ampe ketiduran.."
Papa : "WC nya duduk.. Terus ngantuk.. Ya udah.. Bablas.."
Mama : "Kalo ga digedor, bisa sampe siang tuh.. Udah kayak apaan tau deh tuh didalem kloset.."
Rea : "Udah jadi sambel kacang, Ma.. Hahahahahahaha.."
Aku sarapan diselingi dengan canda tawa dari keluargaku.
Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 tepat.
Saatnya aku harus berangkat.
Aku nyalakan motor papa dengan segera dan berangkat menuju sekolah Lydia.
1,5 jam perjalanan, akhirnya aku telah sampai didepan gerbang sekolah Lydia.
Aku parkiran motorku ditempat yang kosong dan tak lupa memberi kabar.
Quote:
Setelah memberi kabar ke Lydia, tak lupa aku membalas SMS dari Aurel.
Quote:
Ah syukurlah.
Untung saja Aurel bisa aku akali dengan es krim dan malam mingguan.
Berarti selepas dengan Lydia, aku harus menjemput Aurel.
Semoga aku tidak kelelahan hari ini.
Tak lama kemudian, bel pulang sekolah berbunyi.
Beberapa menit kemudian, keluarlah sesosok perempuan yang aku nantikan.
Lydia : "Hehehehehe.. Lama ya yank ?"
Rea : "Ngga kok.. Kemana nih ?"
Lydia : "Kita kerumahku dulu.."
Rea : "Tapi jangan macem-macem ya.."
Lydia : "Iya ayank.. Tenang aja.. Hahahahahaha.."
Aku langsung tancap gas menuju rumah Lydia.
Memang tak jauh dari sekolahnya.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit.
Sepi sekali rumahnya.
Tak ada satu orangpun ada disini.
Aku langsung dipersilahkan masuk oleh Lydia.
Rea : "Kok sepi yank ?"
Lydia : "Kan aku udah bilang.. Mama sama Papa lagi pergi.."
Rea : "Terus kamu sendirian dong.."
Lydia : "Ngga.. Kan ada kamu.. Sini deh..", sambil menarik tanganku.
Aku ditarik olehnya kesebuah kamar.
Dia menutup dan mengunci pintu.
Rea : "Mau ngapain ?"
Lydia : "Ngapain ya.. Hehehehehe..", sambil mendorongku keatas tempat tidurnya.
Rea : "Yank.. Jangan macem-macem.. Mmpphh..", bibirku telah dilumat oleh Lydia.
Rea : "Yank.."
Lydia : "Yank aku kepengen.."
Rea : "Ya tapi ga gini.."
Lydia : "Kamu ga nafsu ya ? Kamu ga sayang aku ya ?"
Rea : "Aku sayang kamu.. Masa iya aku ga nafsu.."
Lydia mulai membuka seragam sekolahnya.
Dia juga membuka rok sekolahnya.
Sekarang hanya tersisa pakaian dalamnya saja.
Lalu, dia mencium bibirku lagi.
Tangannya mengarahkan tanganku untuk memeras dadanya.
Rea : "Apaan sih yank.. Udah ah.. Aku ga suka.."
Lydia : "Kamu kenapa yank ? Aku kurang nafsuin kamu ?"
Rea : "Kamu kebanyakan nonton bokep nih.. Bodo ah aku mau keluar.."
Lydia : "Yank..", sambil memegang tanganku.
Rea : "Kalo kamu gitu lagi, aku iket kamu ditempat tidur terus aku tinggal pulang.."
Lydia : "Hehehehe.."
Rea : "Buruan pake baju.. Kita jalan.."
Aku buka kunci pintunya dan keluar dari kamarnya.
Aku duduk diruang tamu sambil menatap keluar rumah ini.
Sialnya, HPku terjatuh diatas tempat tidur Lydia.
Aku baru sadar pada saat aku merogoh saku celanaku.
Rea : "Yank.. HPku didalem ya ?"
Lydia : "Iya nih.. Aku pake baju dulu.. Kamu tunggu didepan aja.."
Aku duduk diteras rumahnya.
Tak lama kemudian, dia keluar dari kamarnya.
Dia duduk disampingku dan memberikan HPku.
Lydia : "Nih.", sambil memberikan HPku.
Rea : "Yuk jalan.."
Lydia : "...."
Rea : "Kenapa yank ?"
Lydia : "Aurel siapa, yank ?"
JabLai cOY memberi reputasi
1
