- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1068
Takdir
Pagi itu aku sudah dikantor. Rasanya sudah lama gak pergi kekantor. Masuk kedalam ruangan ternyata udah ada Deni dan Indri.
"Kemana aja bro baru nongol": kata Deni.
"Biasalah cari pencerahan": kataku.
"Eh iya ni ka undangan pernikahan aku": kata Indri.
"Wah selamat ya akhirnya sobat aku nikah juga": kataku.
"Ya nih keduluan kamu jadi gue ma Indri tancap gas hahahaha": kata Deni.
"Kamu harus datang ya, eh gimana kabar Viona udah isi berapa bulan?": kata Indri
"pasti datang lah, Viona baik udah 7 bulan": kataku.
"ntar lagi jadi bapak deh, awas mesti tahan godaan hehehehe": kata Deni.
"pastinya dong": kataku.
Hpku berdering ada telpon masuk. Kulihat ustad Sholeh menelpon, ada apa ya.
"Asalamualaikum, Ustad ada apa?": kataku.
"Waalaikum salam wr wb. Ini nak aka cuma kasih tau temen nak aka, Arif kemarin sore sudah pulang dijemput Bapaknya": kata Ustad Sholeh.
"loh bukannya nanti malam jumat mau kita bantu ngilangin gangguannya": kataku.
"ya itu tapi bapaknya bersikeras mau bawa pulang Arif saya ga bisa ngelarang": kata Ustad Sholeh.
"oh begitu, aku minta maaf Ustad atas kejadian ini": kataku
"kamu ga salah, ga ada yang salah yg penting niat kita baik insha Allah dapat ganjaran pahala, maaf Ustad tutup dulu telponnya ustad mesti mengajar. Asalamualaikum": kata Ustad Sholeh.
"terimakasih, walaikumsalam": kataku.
Kenapa Bapaknya Arif bersikeras membawa Arif padahal niat kami baik. Aku, Ustad Sholeh, Pa Dayat tidak pernah meminta imbalan apapun karena niat kami memang menolong karena menurut kami rejeki sudah ada yang ngatur dan rejeki bisa datang dari mana saja.
Aku bbm ke Irfan menceritakan percakapanku dengan ustad Sholeh. Irfanpun baru tau kalo Arif dijemput oleh bapaknya. Irfan bilang akan menanyakan ke Arif.
"Aka kamu masih suka berurusan sama yg berhubungan dengan supra": kata Indri
"Kali kali bantu orang aja": kataku
"buka praktek aja bro, nanti jadi paranormal tenar hehehehe": kata Deni.
"Gak lah aku ga punya ilmu apa apa, mending seperti sekarang bebas ya bantu orang sesuai kemampuan aja": kataku.
"bener aka, bantu orang wajib kalo nyari duit mah disini juga bisa toh distro ini masih menghasilkan duit kan": kata Indri.
"bener Indri lagipula kalo ga punya duit bisa minjem ke kalian, hehehehehe": kataku.
"pasti gue kasih bro, lu kan udah seperti saudara gue sendiri": kata Deni.
"hahahaha Aka ada ada aja mau minjem duit orang kamu malah nambah invest disini": kata Indri.
"buat jaga jaga aja siapa tau kedepannya butuh duit buat beli halikopter": kataku.
"buat apaan beli halikopter": tanya Deni.
"buat antar jemput kalo anak aku sekolah": kataku.
"Hahahaha Aka ngaco anak belum lahir udah mau beli halikopter": kata Indri.
Bbm dari Irfan. Irfan bilang udah bbm Arif katanya lagi dikota xxxxx dibawa Bapaknya kesalah satu paranormal disana. Jawabku semoga Arif cepat sembuh disana.
"Aka aku ingin ketemu Viona dong": kata Indri.
"Ya udah ayo kerumahku kamu kan belum pernah. Kamu ikut juga kan Den": kataku.
"Maaf bro lagi sibuk nih lagi ngurus ngurus buat pernikahan.": kata Deni.
"Gapapa aku kerumah Aka, Den?": kata Indri.
"Ya udah gapapa titip salam buat Viona ya": kata Deni.
Aku dan Indri pergi kerumahku. Sampai dirumah kulihat Viona, dan Tania lagi ngerujak. Heran koq mereka doyan banget rujak.
"Aduh lagi pada ngerujak mau dong": kata Indri.
"Ayo kak gabung masih banyak nih": kata Tania.
"Ibu mana Viona": kataku
"lagi pengajian sama mama shinta": kata Viona
Aku kedalam dan duduk disofa tak lama aku tertidur. Aku bermimpi melihat anak kecil berlari lari riang gembira. Sepertinya aku mengenalnya.
Aku terbangun ketika Viona membangunkanku ternyata hari sudah sore.
"Ih koq malah tidur itu Indri mau pulang": kata Viona.
"Ka aku pulang dulu yah maaf ganggu tidur kamu, kayanya kamu kecapean yah": kata Indri.
"Gapapa Indri maaf aku malah ketiduran": kataku.
"Ka aku pulang dulu salam sama Ibu ya": kata Indri.
"Hati hati di jalan ya Indri kalo ada cowo ganteng jangan dipikirin ingat kamu ntar lagi nikah": kataku.
"hihihihi Aka ngaco deh, Viona makasih yah rujaknya kapan kapan kita bikin lagi": kata Indri.
Indri diantar Viona hingga kehalaman. Hpku bergetar bbm masuk. Dari Irfan: Aka ternyata Arif meninggal, barusan Bapaknya nelpon dia menyesal telah membawa Arif dari tempat Ustad Sholeh. Inalilahi...mungkin ini takdir Arif
Pagi itu aku sudah dikantor. Rasanya sudah lama gak pergi kekantor. Masuk kedalam ruangan ternyata udah ada Deni dan Indri.
"Kemana aja bro baru nongol": kata Deni.
"Biasalah cari pencerahan": kataku.
"Eh iya ni ka undangan pernikahan aku": kata Indri.
"Wah selamat ya akhirnya sobat aku nikah juga": kataku.
"Ya nih keduluan kamu jadi gue ma Indri tancap gas hahahaha": kata Deni.
"Kamu harus datang ya, eh gimana kabar Viona udah isi berapa bulan?": kata Indri
"pasti datang lah, Viona baik udah 7 bulan": kataku.
"ntar lagi jadi bapak deh, awas mesti tahan godaan hehehehe": kata Deni.
"pastinya dong": kataku.
Hpku berdering ada telpon masuk. Kulihat ustad Sholeh menelpon, ada apa ya.
"Asalamualaikum, Ustad ada apa?": kataku.
"Waalaikum salam wr wb. Ini nak aka cuma kasih tau temen nak aka, Arif kemarin sore sudah pulang dijemput Bapaknya": kata Ustad Sholeh.
"loh bukannya nanti malam jumat mau kita bantu ngilangin gangguannya": kataku.
"ya itu tapi bapaknya bersikeras mau bawa pulang Arif saya ga bisa ngelarang": kata Ustad Sholeh.
"oh begitu, aku minta maaf Ustad atas kejadian ini": kataku
"kamu ga salah, ga ada yang salah yg penting niat kita baik insha Allah dapat ganjaran pahala, maaf Ustad tutup dulu telponnya ustad mesti mengajar. Asalamualaikum": kata Ustad Sholeh.
"terimakasih, walaikumsalam": kataku.
Kenapa Bapaknya Arif bersikeras membawa Arif padahal niat kami baik. Aku, Ustad Sholeh, Pa Dayat tidak pernah meminta imbalan apapun karena niat kami memang menolong karena menurut kami rejeki sudah ada yang ngatur dan rejeki bisa datang dari mana saja.
Aku bbm ke Irfan menceritakan percakapanku dengan ustad Sholeh. Irfanpun baru tau kalo Arif dijemput oleh bapaknya. Irfan bilang akan menanyakan ke Arif.
"Aka kamu masih suka berurusan sama yg berhubungan dengan supra": kata Indri
"Kali kali bantu orang aja": kataku
"buka praktek aja bro, nanti jadi paranormal tenar hehehehe": kata Deni.
"Gak lah aku ga punya ilmu apa apa, mending seperti sekarang bebas ya bantu orang sesuai kemampuan aja": kataku.
"bener aka, bantu orang wajib kalo nyari duit mah disini juga bisa toh distro ini masih menghasilkan duit kan": kata Indri.
"bener Indri lagipula kalo ga punya duit bisa minjem ke kalian, hehehehehe": kataku.
"pasti gue kasih bro, lu kan udah seperti saudara gue sendiri": kata Deni.
"hahahaha Aka ada ada aja mau minjem duit orang kamu malah nambah invest disini": kata Indri.
"buat jaga jaga aja siapa tau kedepannya butuh duit buat beli halikopter": kataku.
"buat apaan beli halikopter": tanya Deni.
"buat antar jemput kalo anak aku sekolah": kataku.
"Hahahaha Aka ngaco anak belum lahir udah mau beli halikopter": kata Indri.
Bbm dari Irfan. Irfan bilang udah bbm Arif katanya lagi dikota xxxxx dibawa Bapaknya kesalah satu paranormal disana. Jawabku semoga Arif cepat sembuh disana.
"Aka aku ingin ketemu Viona dong": kata Indri.
"Ya udah ayo kerumahku kamu kan belum pernah. Kamu ikut juga kan Den": kataku.
"Maaf bro lagi sibuk nih lagi ngurus ngurus buat pernikahan.": kata Deni.
"Gapapa aku kerumah Aka, Den?": kata Indri.
"Ya udah gapapa titip salam buat Viona ya": kata Deni.
Aku dan Indri pergi kerumahku. Sampai dirumah kulihat Viona, dan Tania lagi ngerujak. Heran koq mereka doyan banget rujak.
"Aduh lagi pada ngerujak mau dong": kata Indri.
"Ayo kak gabung masih banyak nih": kata Tania.
"Ibu mana Viona": kataku
"lagi pengajian sama mama shinta": kata Viona
Aku kedalam dan duduk disofa tak lama aku tertidur. Aku bermimpi melihat anak kecil berlari lari riang gembira. Sepertinya aku mengenalnya.
Aku terbangun ketika Viona membangunkanku ternyata hari sudah sore.
"Ih koq malah tidur itu Indri mau pulang": kata Viona.
"Ka aku pulang dulu yah maaf ganggu tidur kamu, kayanya kamu kecapean yah": kata Indri.
"Gapapa Indri maaf aku malah ketiduran": kataku.
"Ka aku pulang dulu salam sama Ibu ya": kata Indri.
"Hati hati di jalan ya Indri kalo ada cowo ganteng jangan dipikirin ingat kamu ntar lagi nikah": kataku.
"hihihihi Aka ngaco deh, Viona makasih yah rujaknya kapan kapan kita bikin lagi": kata Indri.
Indri diantar Viona hingga kehalaman. Hpku bergetar bbm masuk. Dari Irfan: Aka ternyata Arif meninggal, barusan Bapaknya nelpon dia menyesal telah membawa Arif dari tempat Ustad Sholeh. Inalilahi...mungkin ini takdir Arif
jenggalasunyi dan 11 lainnya memberi reputasi
10
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX