Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1035
Tangisan tengah malam part 2

Aku sampai dirumah jam setengah sebelas malam. Tania pun ingin menginap dirumahku. Seperti biasa Viona menyambutku.

"Gimana urusan disana beres?": kata Viona
"belum kamis harus kesana lagi dan sepertinya harus nginap": kataku.
"Tania mau ikut lagi gak": kata Viona.
"Ikut ah ": kata Tania
"Dia lagi naksir santri": kataku.
"ih kaka sembarangan aja": kata Tania.
"Ga papa punya pacar santri ga pacaran langsung nikah biar ga ada yang minta jajan lagi": kata Viona sambil tersenyum.
"Ah kaka Viona ketularan ka Aka": kata Tania.
"Pada makan dulu, pasti pada laper masih ada makanannya": kata Viona.
Kami menuju ruang makan dan makam malam. Baru saja kami beres makan tiba tiba terdengar suara tangis seperti orang yang sedih. Kami saling berpandangan. Tiba tiba Ibu keluar dari kamar.

"Viona kamu menangis nak": tanya ibuku
"Ngga bu kami baru beres makan": kata Viona.
"Apa mungkin bibi?": kata Ibu.
"biar kuperiksa": kataku.
Aku melangkah mendekati kamar bibi tapi tak terdengar suara tangis dari kamar bibi.
Aku kembali keruang makan.
"bukan bibi": kataku.
"sepertinya dari luar rumah": kata Viona.
"Aku periksa keluar": kataku.
"Hati hati nak": kata Ibu.
"Aku ikut": kata Tania.
"Kamu didalem aja": kataku.
"ngga aku udah bawa ini": kata Tania sambil menunjukkan sapu yang dia bawa.
"ya udah ntar aku cari senter dulu": kataku.
Setelah menemukan senter aku dan Tania keluar rumah mencari sumber tangis tersebut.
Kulihat kiri kanan ku lihat ada sosok seperti wanita membelakangiku di pojok halaman. Aku sorotkan senter dan mendekatinya pelan pelan.
Tania berjalan dekat dekat denganku sambil memegang erat sapu. Benar suara tangis itu berasal dari sosok itu. Setelah dekat aku seperti mengenal sosok itu.

"Anna, apakah itu kamu?": kataku.
"siapa anna?": tanya Tania
"ssst nanti aja dijelasinnya": kataku
"Aku sedih... aku sedih..... aku takut Ani bernasib sepertiku": kata sosok itu.
"Tapi Ani sudah dibantu Ustad Sholeh": kataku
"Makhluk yang mengejarku dulu kini mengejar Ani, dia sendiri ga mungkin menghadapinya dia masih lemah": kata sosok itu.
"Aku janji akan membantunya": kataku.
"Makhluk itu tak akan menunggu malam Jumat": kata sosok itu.
"apakah sama dengan yang mengejar Arif?": kataku.
"iya, aku tak mau Ani mengalami seperti aku": kata sosok itu yang kemudian membalikkan badannya menghadap kearahku. Aku kaget melihat sosok itu seperti korban kecelakaan berdarah darah. Tania menjerit dan memelukku. Sosok itu menghilang. Aku yang pulih dari kagetku mengajak Tania kembali kedalam rumah.

"Yang ketemu siapa yang tadi menangis": kata Viona.
"Iya ternyata Anna,sudahlah kita bahas nanti pagi aja sekarang kita tidur aja aku ngantuk": kataku.
"Aku tidur dengan Ibu ya aku takut tidur sendirian": kata Tania.
"Ya udah tidur sama ibu aja": kata Ibu.
Kami pun masuk kamar masing masing. Ternyata masalah yang akan kuhadapi tak semudah yang kubayangkan.
khuman
xue.shan
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.