Kaskus

Story

.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
Pelangi Diatas Laut
Quote:


Aku duduk didepan jendela kamarku.
Melihat langit yang biru dan awan putih yang menghiasi.
Hari ini cukup cerah.
Membuatku ingin sekali pergi keluar hanya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menyenangkan.

Namaku Andrea Raffertha.
Aku biasa dipanggil Rea.
Aku lahir dikeluarga yang berkecukupan, walaupun teman-temanku selalu mengatakan bahwa aku adalah anak orang kaya.
Ya memang ayahku seorang pegawai negeri sipil yang golongannya sudah tinggi dengan jabatan menjanjikan.
Apa lagi ibuku.
Ibuku seorang Sekretaris Direksi Utama disebuah perusahaan milik negara.

Aku duduk dibangku Sekolah Menegah Atas kelas 10.
Dan dari sinilah kisahku dimulai.


Quote:


Spoiler for Sambutan:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Polling
0 suara
Siapakah sosok yang abadi dalam hati Andrea Raffertha ?
Diubah oleh .raffertha 14-08-2017 05:52
samsung66Avatar border
fikrifbsAvatar border
Arsana277Avatar border
Arsana277 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
838.4K
4.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
#3027
Part 88
Quote:


Aku terbangun dari tidurku.
Yang diatas hanyalah mimpi.
Aku terbangun karena ada telepon masuk ke HPku.
Aku lihat layar HPku.
Terdapat nama Lydia yang menelponku.


Quote:


Aku segera bangkit dari tempat tidurku.
Aku masuk kekamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu aku melaksanakan ibadah shubuh.
Setelah itu, aku segera mandi dan bersiap menuju sekolah.
Tak lupa aku sarapan bersama keluargaku dibawah.

Mama : "Makan dulu sini, Re.."
Rea : "Iya, Ma.."
Mama : "Masih suka ketemu pacarmu yang di Cilengusi sana ?"
Rea : "Masih, Ma.. Tapi jarang-jarang aku kesana.."
Mama : "Kenapa emangnya ?"
Rea : "Jauh banget, Ma.. Hehehehehehe.. Lemes aku.."
Mama : "Pake mobil mama aja kalo mau kesana.."
Rea : "Aduh, Ma.. Mobil mama tuh boros.. Lagian aku juga ngeri kalo lecet.."
Mama : "Emang kamu mau naik motor terus ?"
Rea : "Ya mau ga mau, Ma.. Lebih enak.. Aku berangkat ya, Ma.. Assalamu 'alaikum.."
Mama : "Wa 'alaikum salam.."

Aku keluar dari rumahku dan bersiap menuju sekolah.
Aku panaskan motor papaku sebentar lalu berangkat menuju sekolahku.
Pagi ini, aku hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit karena aku memacu motor papaku dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya disekolah, aku parkirkan motor papa dipinggir lapangan.
Aku segera naik keatas menuju kelasku.

Sesampainya dilantai dimana kelasku berada, aku melihat seorang gadis sedang duduk didepan kelasku.
Dia duduk sambil menatap kearah lapangan sambil memainkan kakinya.
Aku pikir, aku adalah orang pertama yang sampai disini.

Rea : "Aurel.."
Aurel : "Hai, Kak.."
Rea : "Udah lama disini ?"
Aurel : "Ngga.. Baru aja, Kak.."

Aku duduk disampingnya.
Sesekali aku tatap wajahnya dan rambutnya yang panjang sampai bahu.

Aurel : "Makasih untuk kemarin ya, Kak.."
Rea : "Sama-sama, Rel.. Seandainya temenku ga nelpon, aku ga tau kalo itu kamu.."
Aurel : "...."
Rea : "Kalo dari awal aku tau kalo itu kamu, aku ga bakalan jutek kayak kemarin.."
Aurel : "Maaf, Kak.. Aku malu.. Makanya aku bilang aja aku Elin.."
Rea : "Aku denger kok kemarin kamu sama temenku ngomongin apa.."
Aurel : "...."
Rea : "Jangan dengerin omongannya ya.. Dia cuma mau manfaatin keadaan doang.."
Aurel : "Iya Kak.."
Rea : "Jadi, bener apa kata temenku ?"
Aurel : "Yang mana, Kak ?"
Rea : "Kamu suka sama aku.."
Aurel : "Eh.. Itu.."
Rea : "Hahahahahaha.. Udah ga usah dijawab.. Dia emang gitu.. Aku masuk kelas ya, Rel.. Kamu juga masuk sana.. Sebelum jadi bahan omongan temen-temenku.."
Aurel : "Iya, Kak.."
Rea : "Duluan ya, Rel.."

Aku masuk kedalam kelasku.
Aku taruh tasku diatas meja dan merebahkan kepalaku diatasnya.
Detik demi detik terlewati.
Angin berhembus menembus jendela kelasku dan membuat suasana tidurku semakin nyaman.
Tak lama kemudian, ada seseorang yang menyentuh rambutku.
Aku langsung terbangun dari tidurku.

Rea : "Aduh.. Gw kira siapa.."
Wulan : "Hehehehehe.."
Rea : "Kenapa, Lan ?"
Wulan : "Ga apa-apa kok, Re.."
Rea : "Ya udah gw tidur lagi.."
Wulan : "Eh jangan.."
Rea : "Masih lama kan masuk nya.."
Wulan : "Gw lagi bete.."
Rea : "Bete kenapa sih ?"
Wulan : "Akbar punya pacar kan ?"
Rea : "Ya ampun, Lan.. Gw ga tau.. Kayaknya sih ngga.."
Wulan : "Beneran ?"
Rea : "Au dah.. Kenapa sih ? Lo suka sama dia ?"
Wulan : "Hehehehehehe.."
Rea : "Aduh, Lan.. Bilang lah kalo lo suka sama dia.. Gw bisa bantu apa nih ?"

Tiba-tiba, datanglah Akbar yang langsung duduk disampingku.

Akbar : "Wah, pagi-pagi udah pacaran.."
Rea : "Anjir.. Pacaran apaan ?"
Akbar : "Adek kelas di gebet, Iva digebet.. Sekarang lo mau ngegebet Wulan juga.."
Wulan : "Apa sih.. Gw biasa aja sama Andrea.."
Akbar : "Hahahahahaha.. Udah ngerjain PR matematika belom ?"
Rea : "Mampus.. Beloman.."
Akbar : "Ah sue lo, Re.. Gw nyontek siapa ?"
Wulan : "Gw udah kok, Bar.. Nih nyontek punya gw aja.."
Akbar : "Ah serius lo ?"
Wulan : "Iya nih..", sambil memberikan buku PR nya.
Akbar : "Alhamdulillah.. Wulan baik banget.. Makasih ya, Lan.."
Wulan : "Sama-sama.."

Aku dan Akbar menyalin PR yang diberikan Wulan.
Bel masuk sebentar lagi berbunyi.
Aku dan Akbar terburu-buru untuk menyelesaikannya.

Iva : "Ngerjain apa sih lo, Re ?"
Rea : "Matematika.."
Iva : "Oh.."
Rea : "Lo udah ?"
Iva : "Udah.."
Rea : "Tumben.."
Iva : "Gebetan gw yang ngerjain.. Hahahahaha.."

Bel masuk telah berbunyi.
Semua murid masuk kedalam kelas.
Tak lama kemudian, guru masuk kedalam kelasku.
Pelajaran pertama adalah Matematika.
Pelajaran yang aku benci dari lahir.

Satu persatu murid diperiksa olehnya.
Dan akhirnya tiba giliranku dan Akbar.

.... : "Mana Andrea PR nya ?"
Rea : "Ini, Bu..", sambil menunjukkan PRku.
.... : "Tumben bisa semua.. Akbar.. Mana ?"
Akbar : "Ini, Bu.."
.... : "Tulisannya jelek banget.. Kamu nyontek ?"
Akbar : "Ngga, Bu.."
.... : "Coba kerjain dipapan tulis, ga usah bawa buku nya.."
Akbar : "I.. Iya, Bu.."

Akbar berjalan kepapan.
Dia berusaha mengerjakan satu soal dipapan tulis tanpa melihat buku.
Aku hanya tertawa melihatnya.

.... : "Bisa ga ?"
Akbar : "Bentar Bu.."
.... : "Buruan.. Lama banget.. Itu dibuku bisa..."
Akbar : "...."
.... : "Gimana sih kamu.. Udah sana duduk.. Nyontek ngaku ngga nyontek.."

Akbar menjadi bahan tertawaan satu kelasku karena dipermalukan oleh guru matematikaku.
Dia segera kembali ke meja ku dan duduk disampingku.

Rea : "Gimana sih lo.."
Akbar : "Gimana apa nya.. Sial banget gw.."
Rea : "Yang penting ngerjain, boy.."
Akbar : "Yoi, boy.."

Pelajaran dimulai kembali.
Guru matematikaku menjelaskan materi yang diajarkan selanjutnya.
Setelah itu, dia memberikan soal latihan untuk murid-murid disini.

Iva : "Woi, Re.."
Rea : "Apaan ?"
Iva : "Biasa.."
Rea : "Minjem mulu lo.."
Iva : "Bosen gw.. Ga ada musik.."
Rea : "Gw duduk disitu aja deh.. Geseran.."

Aku pindah dari mejaku menuju meja Haiva.
Setelah itu, Wulan juga pindah dari tempat duduknya dan menempati kursi yang sebelumnya aku tempati.

Iva : "Lo kemarin ga atletik kenapa ?"
Rea : "Gw belom tidur, Va.. Gila aja lo gw langsung lari keliling stadion."
Iva : "Emang lo abis ngapain ?"
Rea : "Main.. Sambil jaga warnet.."
Iva : "Enak ya.."
Rea : "Enak lah.. Main gratis.. Hehehehehe.."

Pelajaran matematika selesai dan diganti dengan pelajaran lain.
Kami melanjutkan belajar dengan pelajaran selanjutnya.
Hingga akhirnya istirahat pertama tiba.
Semua murid keluar dari kelasnya.
HPku bergetar.
Tanda ada SMS masuk.

Quote:


Ternyata bosan juga lama-lama dikelas ini.
Aku putuskan untuk keluar kelas menuju masjid dibelakang sekolah untuk sholat dhuha.
Setelah itu, aku berjalan kembali ke kelas.
Dalam perjalanan, aku melihat sesosok gadis yang baru aku temui tadi pagi berada dibelakang lab bahasa.
Itu adalah tempat dimana aku dan dia pernah bertemu dan makan siang.
Aku putuskan untuk menghampirinya.

Rea : "Rel.."
Aurel : "Eh.. Kakak.."
Rea : "Ngapain disini ?"
Aurel : "Lagi iseng aja.. Disini enak.."

Aurel : "Soal apa yang dibilang temen kakak.. Itu bener kok.."
Rea : "Yang mana ?"
Aurel : "Yang aku suka sama kakak.. Emang dari awal ketemu aku udah suka sama kakak.. Aku suka lihat kakak dari jauh.."
Rea : "Iya aku ga masalah kok, Rel.."
Aurel : "...."
Rea : "Kamu emang ga punya pacar, Rel ?"
Aurel : "Saat ini belom ada, Kak.. Lagian kalo aku pacaran ga pernah serius.. Aku terima cowok cuma karena aku ga mau statusku jomblo aja.."
Rea : "Jadi, kamu ga ada rasa suka sama sekali sama mantanmu ?"
Aurel : "Ngga, Kak.."

Aurel : "Kakak punya pacar ya ?"
Rea : "Kenapa emang nya ?"
Aurel : "Ga kenapa-napa sih, Kak.."

Aurel : "Maaf, Kak.. Aku jadi tanya-tanya.."
Rea : "Ga apa-apa kok.. Aku juga sebenernya suka sama kamu dari awal ketemu, Rel.. Aku juga ga tau kenapa tiba-tiba aku bisa beliin kamu makanan dan nyuruh kamu makan disini.."
Aurel : "...."
Rea : "Kayaknya emang aku juga suka sama kamu.."
Aurel : "Kak.."
Rea : "Iya.."
Aurel : "Kita coba pacaran aja gimana ?"
Arsana277
JabLai cOY
JabLai cOY dan Arsana277 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.