Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1012
ARIF

Sebenarnya aku ingin segera pulang tapi ortu Irfan mencegahku pulang. Mereka memaksaku untuk makan malam disana.

"Aka makasih atas bantuanmu": kata Irfan
"sama sama ,aku masih bingung kenapa makhluk itu mengejar kalian": kataku.
"kami juga gak tahu.": kata Ani.
"kami dulu pernah melakukan ritual pemanggilan roh, waktu kami camping mulai dari sana kami mulai terganggu, apalagi ketika kami pergi ke salah satu gunung tempat ziarah makin banyak gangguan": kata Irfan.
"karena kalian peka jadi makhluk ghaib tertarik mendatangi kalian": kataku.
"tapi diantara kalian ada yang memiliki tujuan lain sehingga ada makhluk yang ingin membawa kalian kealamnya": kataku.
Arif, Irfan, Ani saling bertatapan.
"Aku ingin kalian jujur": kataku
"Aku yang bersalah, Ani dan Irfan hanya ingin membuktikan makhluk ghaib itu ada dan bagaimana rupanya, aku ....aku...... ingin kaya..aku ingin sakti....aku ingin segalanya": kata Arif.
"Jadi kamu ada perjanjian dengan mereka?": tanyaku.
Arif hanya mengangguk.
"Begini mumpung masih ada kesempatan segera bertobat. Minta maaf pada Tuhan. Kasus Ani dan Irfan tak terlalu berat tapi Arif jelas berbahaya. Seandainya kalian mau aku akan mengajak kalian menemui Ustad Sholeh jaraknya lumayan jauh. Semoga kita semua bisa membersihkan gangguan." kataku.
"Aku setuju sama saran aka": kata Ani.
"Aku juga nah bagaimana kamu Arif": kata Irfan.
"Aku ikut aku ga mau kehilangan nyawa gara gara makhluk itu": kata Arif.
"kalau begitu kalian minta ijin sama orang tua kalian": kataku..

"Ngobrolnya udah dulu, mari makan dulu udah disiapin didalam.": kata Ibunya Irfan.

Kami pun makan malam bersama dirumah Irfan. Beres makan aku pamit pulang pada orang tua Irfan. Dan akupun memacu motorku kearah rumah.

Sampai dirumah seperti biasa aku disambut Viona. Sebenarnya aku kasian pada Viona yang mesti menungguku padahal malam sudah larut. Viona bertanya apa yang terjadi dengan Irfan. Aku menceritakan kejadian dirumah Irfan dan rencana menemui ustad Sholeh. Viona mengijinkan aku pergi ketempat ustad Sholeh. Karena sudah malam aku mengajak Viona untuk segera tidur.

Keesokan harinya pagi pagi aku menelpon ustad sholeh menanyakan kabarnya dan apakah Ustad ada ditempat. Dan syukurlah Ustad Sholeh ada ditempat. Beres menelpon Ustad Sholeh aku menelpon Irfan mengajaknya pergi ketempat Ustad Sholeh nanti siang. Irfan pun setuju.
Aku minta ijin pada Ibu dan Viona untuk pergi ke tempat Ustad Sholeh.

"Yang aku pergi dulu ya, hati hati dirumah": kataku.
"iya ayang juga hati hati inget bentar lagi jadi ayah": kata Viona.
"Aku sebenarnya khawatir ninggalin kamu": kataku.
"Jangan khawatir kita berdoa kepada Allah untuk keselamatan kita berdua": kata Viona
"Ya sayang": kataku sambil mengecup kening Viona.

"Asik, mau piknik ikut ya": kata Tania yang tiba tiba muncul didekat kami.
"Bukan piknik tapi mau ngobatin orang": kataku.
"Ah pokonya mau ituuuuuut": kata Tania sambil bergaya kaya anak kecil.
"Yang bawa aja sekalian Tania diruqyah disana biar ga manja dan tengil": kata Viona.
"Bener juga, ya udah kalo mau ikut bilang mama Shinta dulu sama bawa baju ganti": kataku.
"Yeeeee, asik, nyimpang dulu kerumah ya": kata Tania.

Aku mengeluarkan mobil dari garasi dan Tania pun naik. Kami menuju rumah Tania dulu baru kerumah Irfan.
Sampai dirumah Irfan, mereka sudah menunggu bahkan bapaknya Arif ingin ikut juga. Kami meneruskan perjalanan ketempat Ustad Sholeh Selama perjalanan banyak gangguan kami alami. Mulai dari cuaca dari terang tiba tiba hujan. Kami semua merasa ada yg sosok yang ikut dalam mobil dan harum bunga dalam mobil. Setelah sekian lama kami sampai dipesantren yg dipimpin ustad Sholeh.

Kami disambut santri dan dipersilahkan menunggu diruang tamu. Tak lama muncul Ustad Sholeh. Setelah mengucapkan salam kami pun bergantian salaman dengan ustad Sholeh.



Diubah oleh taucolama 07-01-2017 20:54
disya1628
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.