Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#952
Sesuatu yang tertunda part 2

Aku pergi kerumah sakit berboncengan dengan Irene. Irene sengaja memelukku erat sehingga tubuhnya nempel rapat denganku. Beberapa kali aku meminta Irene jangan terlalu rapat denganku, tapi Irene tak mengindahkannya. Aku menghentikan motor disisi jalan.

"Irene kamu tak boleh memelukku seperti itu": kataku.
"kenapa aku hanya takut terjatuh": kata Irene.
"tapi tak gitu juga kali": kataku.
"emang kenapa?": kata Irene
"kita bukan muhrim, kamu lakukan itu kamu lukai aku dan Viona, aku gak jadi kerumah sakit. Kuberikan no hp pa Dayat beliau biasa menangani hal seperti yang dialami sepupumu.": kataku
Aku menulis kontak Pa Dayat pada kertas dan memberikannya pada Irene.
"Maaf aku harus meninggalkanmu disini.": kataku. Irene hanya terdiam.

Aku tak peduli kupacu motorku meninggalkan Irene. Aku merasa berdosa pada Viona, bodohnya aku percaya pada Irene yang berjanji tak akan mengganggu. Aku belum ingin pulang aku ingin menenangkan diri. Ku arahkan motorku ketaman Kota. Aku mencari tempat parkir dan kuparkirkan motorku. Lalu aku melangkah ketaman mencari bangku dan duduk dibawah pohon yang cukup rindang. Sekarang aku merasa sedikit tenang. Kurasakan angin bertiup pelan. Astaga tak kusadari disampingku duduk seorang gadis dengan rambut panjang terurai dan kulihat bola matanya hitam semua. Aku sadar ini bukan manusia tapi ini pertama kali ada sosok yang menampakkan diri siang hari.

"Tolonglah aku": kata sosok gadis itu
"apa yang harus kubantu": kataku dalam batin.
"Ajarkan aku berdamai": kata gadis itu
"berdamai bagaimana": kataku
Tiba tiba pandanganku seperti hitam putih, kulihat sosok yang berada disampingku sedang ada disebrang jalan sana. Gadis itu tersenyum menyebrang jalan tapi astaga..
Ada mobil melaju kencang sekali dan menabrak gadis itu hingga berlumuran darah. Ngeri aku melihatnya.

"kamu tau aku harusnya ikut menghilang dengan sosok gadis itu yg meninggal, tapi entah kenapa aku masih disini": kata sosok gadis itu

Aku tahu sosok gadis itu jin yang selalu mengikuti gadis yang tertabrak seumur hidupnya hingga Jin itu bisa menyerupai sosok gadis itu.

"Bantu aku, bantu aku berdamai. Namaku Anna": kata sosok gadis itu.
"Anna bagaimana aku membantumu": kataku.
"Lihat dibawah bangku": kata sosok Anna.

Kulihat ada sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk hati. Liontin itu ternyata bisa dibuka dan didalamnya ada foto Anna.

"Bagaimana aku bisa bantu dengan ini": kataku
Ternyata sosok Anna sudah hilang tak berbekas. Haduh kenapa hal yang seperti ini terjadi padaku. Aku menyimpan kalung itu. Maksudku menenangkan diri malah mendapat masalah baru. Ku berdiri kemudian pergi ke parkiran. Ku keluarkan motor dan mengendarainya pulang.

Sampai dirumah aku parkirkan motot dihalaman dan ku duduk disofa. Kulihat Viona yang tadi duduk disofa melihat keluar.

"yang, itu temennya ga diajak masuk": kata Viona.
"temen yang mana orang datang sendiri": kataku.
"itu cewe yang diatas motor": kata Viona.
"mana, ah dari tadi juga sendiri": kataku sambil berdiri melihat keluar kearah motor yg kuparkirkan.

Dan astaga itu sosok Anna dan kenapa, kenapa Viona bisa melihatnya. Dari berbagai kejadian yang kualami belum pernah Viona melihat. Hanya Deni, Tania, dan Irene orang orang terdekatku yang bisa merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata itu pun kemampuan mereka berbeda beda.
Dan setelah tersenyum sosok Anna menghilang. Kontan Viona yang tak pernah mengalami hal seperti memelukku ketakutan. Aku pun merasa kaget kenapa sosok Anna bisa hadir jelas dilihat oleh kamk berdua padahal hari masih sore.

Kutenangkan Viona dan kuajak duduk. Kuminta Bibi mengambil air putih. Bibi datang membawa air putih kuminta Viona meminumnya. Viona bertanya siapa sosok gadis di motor. Akupun menjelaskan ketika aku bertemu Anna di taman pada Viona dan akhirnya aku ceritakan semua perjalanan hidupku. Tentang mimpi yang jadi kenyataan, tentang Rara, tentang makhluk yg mengincarku.
Viona mendengarkanku dengan seksama.

"Yang, kenapa selama ini kamu gak pernah cerita. Apalagi tentang Rara aku ingin banyak bertanya pada kakakku Rara": kata Viona
"Viona, sosok Rara yg datang bukan Rara yang asli itu hanya jin yg selalu mengikutinya sehingga tau persis siapa Rara, kebiasaannya dan apa yang terjadi dengan Rara.": kataku.
"Apa jin yg mengaku Anna bermaksjd jahat": kata Viona
"kurasa tidak, cuma aku belum mengerti apa sebenarnya yang diinginkannya": kataku.
"Ga apa apa sih kalo ga berniat jahat terus jangan bikin kaget kaya tadi. Oh iya sampe lupa tadi Irene kesini": kata Viona.
"Kesini tau dari mana alamat rumah ini": kataku.
"Dari pa Dayat katanya kamu yg suruh Irene hubungin pa Dayat, tadi pa Dayat nyuruh Irene nunggu disini sebelum kerumah sakit.": kata Viona.
Syukurlah Irene tak cerita macem macem.
"Enak ya tadi yang peluk pelukan sama Irene": kata Viona menyindirku.
"Ih siapa lagi yang peluk pelukan sama Irene": kataku.
"Ih ga mau ngaku, tadi Irene cerita": kata Viona.
"Wah ini anak kurang ajar, aku telpon dia biar jelas": kataku sambil ngeluarin hp.
"eh ga usah": kata Viona.
"koq ga usah?": tanyaku
"Iya Irene tadi minta maaf ke aku dia cerita meluk kamu pas naik motor. Terus dia bilang kamu marah dan dia ditinggalin dipinggir jalan": kata Viona.
"Tuh dia yang macem macem aku ga ada apa apa sama dia ayang Viona.": kataku
"iya percaya, tapi kasian juga masa ditinggal di pinggir jalan." kata Viona.
"biar kapok": kataku.
"jangan gitu nanti ada apa apa sama Irene gimana": kata Viona
"gak lah orang udah gede ini": kataku.
"tapi jangan gitu anter sampe tempat biar kamu ga disalahin.": kata Viona.
"iya, eh tadi Irene ga dimarahin sama ayang": kataku.
"gak kasian dianya sampe memelas ga tega, yg penting aku tau punya suami setia walau orang lain pulang kerumah bawa oleh oleh ini bawa jin": kata Viona.
"jujur pas dipeluk Irene kebayang wajah ayang sama keingetan terus sama bayi dalam perut ayang": kataku sambil membelai perut Viona yang mulai membesar

"dia bisa melihat karena ada darah mu mengalir ditubuhnya": kata sosok Eyang yg tiba tiba muncul disisiku.
"Karena kemampuanmu menurun pada anakmu maka ketika anakmu masih dalam kandungan maka istrimu bisa merasakan kemampuan yang kamu miliki": lanjut Eyang.

"Aka aku koq merinding seperti ada sesuatu yang hadir": kata Viona.
"ga ada apa apa": kataku

Ternyata Viona bisa merasakan kemampuanku. Aku khawatir apakah anakku memiliki kemampuan yang sama denganku padahal aku sendirj tak senang dengan kemampuan ini
Diubah oleh taucolama 04-01-2017 15:34
Araka
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.