- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#894
Tania Part 2
Pagi itu aku baru saja mandi tiba tiba Viona memanggilku.
"Yang cepet kerumah mama shinta, barusan mama telpon Tania ngamuk": kata Viona
"Ah yang bener masa sih": kataku
"bener cepetan takut kenapa kenapa": kata Viona
Aku bergegas ke garasi mengeluarkan motor dan memacu motor kerumah mama Shinta yang hanya berbeda beberapa blok. Sampai disana aku segera masuk kedalam. Astaga dalam rumah berantakan sekali. Tiba tiba Tania berlari dan memelukku sambil menangis. Kuusap rambutnya, kupikir lebih baik menunggu reda tangisnya baru kutanya apa yang terjadi kulihat mama Shinta muncul dari dalam sambil mengusap air mata. Ku memberi isyarat agar mama Shinta menjaga jarak dulu dengan Tania dan mama Shinta mengangguk. Kulihat kucing yg kemarin dibeli Tania kemarin seperti takut mendekati Tania. Astaga kenapa dari tadi tak kusadari saei tubuh Tania mengeluarkan aura yang kuat. Apa yang terjadi dengan Tania, selama ini Tania tak pernah memiliki kekuatan seperti ini. Tangis Tania mereda dan aura kekuatan ini menurun. Viona ternyata menyusulku dia datang dengan naik beca.
"Tania tenangkan diri dirumahku dulu ya sama Viona aku bantu bantu mama beres beres disini": kataku
Tania hanya mengangguk.
"Yang ajak Tania kerumah dulu bisr tenang": kataku pada Viona.
"iya, yang bantuin mama beres beres dulu": kata Viona
"iya ": kataku.
Tania melepaskan pelukannya kini dia memeluk Viona. Viona mengajak Tania kerumah. Kemudian mereka pergi dengan naik beca.
Ku mulai membereskan rumah sengaja aku tak menanyakan apa yang terjadi menunggu mama Shinta tenang.
"nak aka, maaf mama ganggu kegiatan nak aka abis mama tadi takut sekali": kata mama Shinta.
"emang apa yang terjadi ma?": tanyaku
"mama tadi mengajak bicara Tania tentang rencana mama akan menikah lagi, tapi Tania tak setuju, mama bilang ketemu dulu calon papanya tapi Tania nolak dan marah, yang bikin mama takut Tania berteriak teriak dan benda benda dirumah bergerak sendiri hingga berantakan": kata Mama Shinta.
"ya udah ma nanti aku coba bicara pelan pelan mama yang sabar ya": kataku.
Kami membereskan rumah hingga rapih. Aku menenangkan mama Shinta dan janji berbicara dengan Tania. Aku pamit ke mama hendak pulang kerumah. Mama mengiyakan, aku mengendarai motor kerumah. Sesampai rumah aku masuk mencari Tania. Kulihat Tania sedang termenung diruang tengah ditemani Viona.
"Mama gimana?": tanya Viona
"baik, Yang besok nengok ibuku yah udah lama kita ga ketemu ibu": kataku
"koq ngedadak ada apa": kata Viona.
"ngga ada apa apa, cuma pas tadi bantu mama Shinta jadi inget ibu aku merasa berdosa sebagai anak aku belum bisa dan tak akan pernah bisa membalas jasa jasa ibu jangankan membalas jasa ibu membahagiakannya pun aku belum bisa. Waktu aku dulu diganggu makhluk halus doa ibu yang dikabul yang membuatku selamat. Aku jadi ingat pengorbanan ibu ketika melahirkan dan membesarkanku tanpa meminta pamrih sedikit pun. Aku ingin bertemu ibu ingin meminta maaf karena selama ini aku belum bisa membahagiakannya dan menjadi kebanggaannya": kataku.
"Iya yang ayo besok kita ke ibu, alangkah beruntungnya yang masih memiliki ibu bisa meminta maaf dan merasakan kasih sayang ibu. Sedangkan aku mama sudah tiada": kata Viona sedih.
"kita doakan mama semoga bahagia dia disana"kataku pada Viona.
"kaka, aku pulang dulu aku mau minta maaf sama mama aku merasa bersalah sekali pada mama": kata Tania
"ya aku antar kamu pulang": kataku.
Aku dan Tania naik motor kembali kerumah mama Shinta. Setibanya disana Tania langsung lari masuk rumah. Akupun menyusul Tania kulihat Tania terisak dalam pelukan mama Shinta terdengar Tania menangis sambil meminta maaf. Aku jadi terharu melihat keduanya. Sebaiknya aku tak mengganggu mereka berdua aku kembali ke naik motor kerumah ,pikiranku kekuatan apa yang dimiliki Tania apa Tania memiliki kekuatan telekinesis atau ada sosok yang kuat sehingga Tania mampu menggerakkan benda tanpa disentuh walau Tania tak menyadarinya..
Pagi itu aku baru saja mandi tiba tiba Viona memanggilku.
"Yang cepet kerumah mama shinta, barusan mama telpon Tania ngamuk": kata Viona
"Ah yang bener masa sih": kataku
"bener cepetan takut kenapa kenapa": kata Viona
Aku bergegas ke garasi mengeluarkan motor dan memacu motor kerumah mama Shinta yang hanya berbeda beberapa blok. Sampai disana aku segera masuk kedalam. Astaga dalam rumah berantakan sekali. Tiba tiba Tania berlari dan memelukku sambil menangis. Kuusap rambutnya, kupikir lebih baik menunggu reda tangisnya baru kutanya apa yang terjadi kulihat mama Shinta muncul dari dalam sambil mengusap air mata. Ku memberi isyarat agar mama Shinta menjaga jarak dulu dengan Tania dan mama Shinta mengangguk. Kulihat kucing yg kemarin dibeli Tania kemarin seperti takut mendekati Tania. Astaga kenapa dari tadi tak kusadari saei tubuh Tania mengeluarkan aura yang kuat. Apa yang terjadi dengan Tania, selama ini Tania tak pernah memiliki kekuatan seperti ini. Tangis Tania mereda dan aura kekuatan ini menurun. Viona ternyata menyusulku dia datang dengan naik beca.
"Tania tenangkan diri dirumahku dulu ya sama Viona aku bantu bantu mama beres beres disini": kataku
Tania hanya mengangguk.
"Yang ajak Tania kerumah dulu bisr tenang": kataku pada Viona.
"iya, yang bantuin mama beres beres dulu": kata Viona
"iya ": kataku.
Tania melepaskan pelukannya kini dia memeluk Viona. Viona mengajak Tania kerumah. Kemudian mereka pergi dengan naik beca.
Ku mulai membereskan rumah sengaja aku tak menanyakan apa yang terjadi menunggu mama Shinta tenang.
"nak aka, maaf mama ganggu kegiatan nak aka abis mama tadi takut sekali": kata mama Shinta.
"emang apa yang terjadi ma?": tanyaku
"mama tadi mengajak bicara Tania tentang rencana mama akan menikah lagi, tapi Tania tak setuju, mama bilang ketemu dulu calon papanya tapi Tania nolak dan marah, yang bikin mama takut Tania berteriak teriak dan benda benda dirumah bergerak sendiri hingga berantakan": kata Mama Shinta.
"ya udah ma nanti aku coba bicara pelan pelan mama yang sabar ya": kataku.
Kami membereskan rumah hingga rapih. Aku menenangkan mama Shinta dan janji berbicara dengan Tania. Aku pamit ke mama hendak pulang kerumah. Mama mengiyakan, aku mengendarai motor kerumah. Sesampai rumah aku masuk mencari Tania. Kulihat Tania sedang termenung diruang tengah ditemani Viona.
"Mama gimana?": tanya Viona
"baik, Yang besok nengok ibuku yah udah lama kita ga ketemu ibu": kataku
"koq ngedadak ada apa": kata Viona.
"ngga ada apa apa, cuma pas tadi bantu mama Shinta jadi inget ibu aku merasa berdosa sebagai anak aku belum bisa dan tak akan pernah bisa membalas jasa jasa ibu jangankan membalas jasa ibu membahagiakannya pun aku belum bisa. Waktu aku dulu diganggu makhluk halus doa ibu yang dikabul yang membuatku selamat. Aku jadi ingat pengorbanan ibu ketika melahirkan dan membesarkanku tanpa meminta pamrih sedikit pun. Aku ingin bertemu ibu ingin meminta maaf karena selama ini aku belum bisa membahagiakannya dan menjadi kebanggaannya": kataku.
"Iya yang ayo besok kita ke ibu, alangkah beruntungnya yang masih memiliki ibu bisa meminta maaf dan merasakan kasih sayang ibu. Sedangkan aku mama sudah tiada": kata Viona sedih.
"kita doakan mama semoga bahagia dia disana"kataku pada Viona.
"kaka, aku pulang dulu aku mau minta maaf sama mama aku merasa bersalah sekali pada mama": kata Tania
"ya aku antar kamu pulang": kataku.
Aku dan Tania naik motor kembali kerumah mama Shinta. Setibanya disana Tania langsung lari masuk rumah. Akupun menyusul Tania kulihat Tania terisak dalam pelukan mama Shinta terdengar Tania menangis sambil meminta maaf. Aku jadi terharu melihat keduanya. Sebaiknya aku tak mengganggu mereka berdua aku kembali ke naik motor kerumah ,pikiranku kekuatan apa yang dimiliki Tania apa Tania memiliki kekuatan telekinesis atau ada sosok yang kuat sehingga Tania mampu menggerakkan benda tanpa disentuh walau Tania tak menyadarinya..
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
7
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX