Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#820
Aku dan Dia part 2


Pertarungan terus berlangsung. Satu persatu aura makhluk yang sosoknya kecil mulai menghilang tapi dari jauh aku merasakan dua sosok yang memiliki aura mengerikan. Sebagian makhluk yang menyerang mulai hilang. Makin lama satu persatu makhluk penyerang menghilang tinggal sosok ular hitam, dan makhluk besar berwarna hitam yang masih tersisa. Aura Eyang dan harimaunya mulai berkurang.

Dan bumi serasa bergetar dan kekuatan yang besar maju menghampiri kami. Ular yang sangat besar berwarna hitam maju. Sosok burung hitam, eyang dan harimaunya dan macan kumbang bersiap menghadang. Aku tak bisa melihat jelas hanya sekelebatan bayangan bayangan beradu dan menjadi suara dentuman dentuman. Kurasa hembusan angin menerpaku. Aku sempat terdorong. Aku membaca doa doa dengan khusyu dan menimbulkan energi yang membantu sosok sosok yang membelaku.

Tapi sosok ular besar itu memiliki kekuatan yang dahsyat. Betapapun beberapa sosok yang membantu berjuang sekuat tenaga tak mampu melukai ular tersebut. Aku konsentrasi mengumpulkan tenaga dalam kubentukkan dalam wujud tombak.. Terus kukumpulkan hingga membentuk tombak trisula bercahaya dan kulemparkan bentuk tenaga dalam itu kedepan. Sosok eyang menyambut dan menangkap tombak trisula itu lalu menyerang sosok ular hitam yg sedang bertarung dengan sosok ular sanca. Sabetan tombak membuat ular hitam menjerit hilang lalu sosok eyang menusukkan tombak pada makhluk hitam besar terdengar menjerit dan hilang. Kini Sosok ular sanca membantu menyerang ular hitam besar. Tombak yang dibawa sosok eyang merubah keadaan menjadi berimbang. Kurasa aura kekuatan dua pihak menjadi berimbang. Tapi itu tak berlangsung lama ketika sosok raksasa hijau maju aura kekuatannya makin terasa ketika makin dekat. Satu pukulan keras makhluk raksasa hijau bertaring seperti babi hutan membuat sosok macan kumbang mental jauh dan hilang.

Serangan kedua makhluk besar itu membuat satu persatu sosok yang membelaku hilang. Dan kini hanya tinggal sosok eyang yang kelelahan sambil memegang tombak. Aku berdiri walau aku tak punya kekuatan apapun aku akan tetap bertarung membela diri.

Raksasa yang mirip buto ijo menyerang memukul aku mengelak dan balas memukul tapi pukulanku tak berarti bagi raksasa itu kali ini pukulan sosok itu mengenaiku dan aku jatuh terjengkan. Sial aku harus bagaimana, kucoba berdiri mengumpulkan tenaga dalam di tangan kananku hingga tanganku berasa panas ku baca doa. Kupukul sosok itu mungkin karena makhluk itu berpikir pukulanku tak akan terasa hingga sosok raksasa itu tak mengelak dan brukkkkkk pukulanku mengena perut makhluk itu dan makhluk itu jatuh terduduk. Dilain tempat eyang masih bertarung dengan ular hitam besar. Eyang masih lincah mengelak dan beberapa kali menyabetkan tombak yang dipegangnya. Tapi kekuatan eyanv sudah melemah satu serangan ekor ular raksasa itu membuat eyang terpental dan menghilang.

Kini aku harus menghadapi kedua sosok ini sendiri. Aku terus berdoa membaca semua yang kuhapal sekali lagi aku kukeluarkan semua tenaga dalam yang tersisa. Kedua makhluk itu menyerang bersamaan aku tak menghindar aku sengaja mengadu kepalan tanganku dengan mereka. Dan terdengar suara dentuman keras aku mental kebelakang nafasku sesak dan penglihatanku kabur.. Aku hampir pingsan.. Tapi kucoba kukuatkan diriku. Kulihat sosok mirip buto ijo mulai berdiri dan yang makin menakutkan sosok ular hitam kini berubah menjadi sosok ular hitam berkepala dua..

Aku sudah tak mampu berpikir apa yang harus kulakukan cuma berdoa dan berdoa.. tiba tiba seperti cahaya emas mengelilingiku. Kulihat sisik ya sisik emas apa itu naga emas yang pernah membantuku. Kulihat sosok seperti buto ijo maju menyerang tapi sekali kibas dari buntut naga ini membuat raksasa itu mental jauh kebelakang.

Dan tiba tiba muncul sosok wanita cantik bermahkota emas berbaju hijau dikejauhan tapi ini bukan sosok ibu yang suka menolongku.

"bukankah kita ada perjanjian kita tak akan turun langsung dalam urusan manusia": kata wanita itu.
"benar tapi aku tak melanggar perjanjian aku menyuruh nagaku melindungi seperti kamu menyuruh ularmu menyerang anakku": kata sosok wanita berbaju hijau bermahkota yang sering menolongku.
"baiklah kalau begitu aku menarik ularku begitu pula kamu harus menarik nagamu": kata sosok wanita itu.
"baik kita tak akan menggunakan kekuatan kita apabila kedua,anak anak kita bertemu": kata sosok ibu berbaju hijau.
Sosok wanita berbaju hijau itu menghilang dan ular berkepala dua itu juga menghilang kini tinggal aku dan sosok yang sering ku panggil ibu.

Diubah oleh taucolama 31-12-2016 18:31
disya1628
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.