- Beranda
- Stories from the Heart
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)
...
TS
dylancalista
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)

Hay agan dan aganwati, salam kenal. Ane new bie nih di kaskus, jadi mohon bantuannya untuk kasih saran atau kritik kalau cerita ane nnti rada mulai ngebosenin atau nggak nyambung.
Ane mau nulis cerita nih, tentang kehidupan jomblo yang ane lakoni, selama 25 tahun! Ceritanya nggak real 100%, tapi ada beberapa scene yang emang asli ane alami, Oo yah, Nama Ane Evan, keren ya nama ane? tapi sama teman-teman ane sering diplesetin jadi Epan, Yah, biar ga lama-lama berbasa basi, kita mulai aja ya gan? cekidot.
Quote:
Klik me!
Prolog
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14 (1)
Part 14 (2)
Part 15 (1)
Part 15 (2)
Part 16
Part 17 (1)
Part 17(2)
Part 17(2)
Part 18(1)
Part 18(2)
Part 19(1)
Part 19(2)
Part 19(3)
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 26(2)
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30(1)
Part 30(2)
Part 30(3)
Part 31(1)
Part 31(2)
Part 32(1)
Part 32(2)
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 36(2)
Part 36(3)
Part 37(1)
Part 37(2)
Part 38(1)
Part 38(2)
Part 39
Part 40(1)
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Diubah oleh dylancalista 27-03-2019 21:27
mrezapmrg97 dan 27 lainnya memberi reputasi
28
322.7K
1.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dylancalista
#95
Part 15 (2)
Della masih menunggu jawaban gua, sementara gua masih menghindari menatap langsung wajah dia.
Della: Kenapa Mas Evan kayaknya takut lihat aku sih, Mas?
Gua: nggak, perasaan lu aja
Della terdiam, dia mencoba mencerna pikiran gua. Sementara dia melirik kanan-kiri untuk memastikan dia masih menjadi pusat perhatian karna kecantikannya.
Della: ketebelan ya bedak aku?
Gua menggeleng pelan: Nggak
Della: Ada yang salah dengan muka aku, Mas?
Gua: Nggak
Della menarik tanganku dan menggenggamnya, bukannya seneng gua malah jadi ketakutan. Rasanya tu seperti tangan lu di pegang sama zombie yang mukanya nyeremin. Gua menarik tangan gua dari Della, tapi dia masih nggak mau melepaskannya. Akhirnya gua tarik dengan paksa.
Gua: Del, gua nggak suka lu maksa gitu. Di mana-mana ya, cewek harus punya harga diri. Jangan kayak murah banget kayak gini. Kalo gua bilang engga ya engga, cari aja cowok lain yang mungkin terpesona sama kecantikan lu. Karna gua nggak sama sekali, lu mau balik apa nggak? Kalo nggak, gua tinggal!
Suara gua yang tegas membuat sekeliling melihat ke gua seolah-olah mereka menonton sinetron FTV, Mata Della sembap, bikin gua jadi merasa bersalah. Gua belum pernah bikin cewek nangis, biasanya gua yang dibikin nangis sama cewek. #curhatcolongan
Gua: Maap Del, Pulang aja. Gua anterin lu deh
Della bangun dari tempat duduknya, meninggalkan ayam goreng yang masih belum di sentuh sama sekali. Matanya sembap, gua nggak ajak dia ngomong. Dia juga cuma bisa diem. Akhirnya gua pun anterin dia balik. Karna merasa bersalah, akhirnya gua ajak dia ngomong.
Gua: Del
Della melirik gua yang lagi nyetir, dia menoleh: Apa?
Gua: Maaf kalo tersinggung
Della: Gapapa
Mobil gua berhenti di parkiran hotel, Della menatap gua. Baru pertama kali gua menatap wajah Della lurus-lurus.
Della: Mas Evan
Gua menatap Della, saat ini wajahnya terlihat cantik.
Della: Maafin aku ya, udah maksain
Gua: Iya, gapapa
Della menggenggam tangan gua, bibirnya komat-kamit ntah apa, mata gua berasa kabur, ada aura negative yang gua rasakan. Wajah cantik Della makin mendekat ke wajah gua. Gua makin merasakan ada aura negative, tubuh gua berasa panas, Della makin mendekat bibirnya hampir menyentuh bibir gua. Dengan setengah sadar, gua dorong tubuhnya ke belakang. Wajah Della menampakkan wajah aslinya, Della kelihatan kaget.
Della: Mas, kamu…
Gua: Maaf, Del. Gua harus balik
Della: Kamu bisa lihat wajah asliku?
Della masih menunggu jawaban gua, sementara gua masih menghindari menatap langsung wajah dia.
Della: Kenapa Mas Evan kayaknya takut lihat aku sih, Mas?
Gua: nggak, perasaan lu aja
Della terdiam, dia mencoba mencerna pikiran gua. Sementara dia melirik kanan-kiri untuk memastikan dia masih menjadi pusat perhatian karna kecantikannya.
Della: ketebelan ya bedak aku?
Gua menggeleng pelan: Nggak
Della: Ada yang salah dengan muka aku, Mas?
Gua: Nggak
Della menarik tanganku dan menggenggamnya, bukannya seneng gua malah jadi ketakutan. Rasanya tu seperti tangan lu di pegang sama zombie yang mukanya nyeremin. Gua menarik tangan gua dari Della, tapi dia masih nggak mau melepaskannya. Akhirnya gua tarik dengan paksa.
Gua: Del, gua nggak suka lu maksa gitu. Di mana-mana ya, cewek harus punya harga diri. Jangan kayak murah banget kayak gini. Kalo gua bilang engga ya engga, cari aja cowok lain yang mungkin terpesona sama kecantikan lu. Karna gua nggak sama sekali, lu mau balik apa nggak? Kalo nggak, gua tinggal!
Suara gua yang tegas membuat sekeliling melihat ke gua seolah-olah mereka menonton sinetron FTV, Mata Della sembap, bikin gua jadi merasa bersalah. Gua belum pernah bikin cewek nangis, biasanya gua yang dibikin nangis sama cewek. #curhatcolongan
Gua: Maap Del, Pulang aja. Gua anterin lu deh
Della bangun dari tempat duduknya, meninggalkan ayam goreng yang masih belum di sentuh sama sekali. Matanya sembap, gua nggak ajak dia ngomong. Dia juga cuma bisa diem. Akhirnya gua pun anterin dia balik. Karna merasa bersalah, akhirnya gua ajak dia ngomong.
Gua: Del
Della melirik gua yang lagi nyetir, dia menoleh: Apa?
Gua: Maaf kalo tersinggung
Della: Gapapa
Mobil gua berhenti di parkiran hotel, Della menatap gua. Baru pertama kali gua menatap wajah Della lurus-lurus.
Della: Mas Evan
Gua menatap Della, saat ini wajahnya terlihat cantik.
Della: Maafin aku ya, udah maksain
Gua: Iya, gapapa
Della menggenggam tangan gua, bibirnya komat-kamit ntah apa, mata gua berasa kabur, ada aura negative yang gua rasakan. Wajah cantik Della makin mendekat ke wajah gua. Gua makin merasakan ada aura negative, tubuh gua berasa panas, Della makin mendekat bibirnya hampir menyentuh bibir gua. Dengan setengah sadar, gua dorong tubuhnya ke belakang. Wajah Della menampakkan wajah aslinya, Della kelihatan kaget.
Della: Mas, kamu…
Gua: Maaf, Del. Gua harus balik
Della: Kamu bisa lihat wajah asliku?
Diubah oleh dylancalista 30-12-2016 14:48
adityazafrans dan 4 lainnya memberi reputasi
5
