- Beranda
- Stories from the Heart
Gw butuh teman ! Broken Home Story.
...
TS
akaaoriginal
Gw butuh teman ! Broken Home Story.

Halo semua reader kaskus yang senang nangkring di forum 'story from the heart'.
Di thread ini gw akan membagikan kisah masa kecil gw hingga sekarang yang dipenuhi dengan lika-liku kehidupan.
Gw adalah seorang anak tunggal yang lahir dari keluarga sederhana, keluarga yang memutuskan untuk memilih jalannya masing-masing.
Senang, sedih, kesal, bahagia, pahit dan manis sudah gw rasakan sejak kecil. Tapi gw masih bersyukur, karena masih banyak orang diluar sana yang lebih kurang beruntung dibanding kehidupan yang gw jalani ini.
Teman, Sahabat, Cinta dan Kasih Sayang akan menjadi bumbu penyedap dari kisah yang gw alami ini.
Jika kalian bertanya ini kisah nyata atau bukan. Bacalah, dan nikmati.
Gw gak selalu mengingat kejadian yang sudah lalu, akan tetapi kenangan ini menjadi kenangan pahit yang selalu terukir di memori otak dan hati gw.
Dan untuk kalian yang sudah bersiap menjadi calon ayah dan ibu, belajarlah dari kisah seorang Raka di thread ini.
Main Story
Quote:
Cerita Selingan [Update disaat ingat kenangan lama]
Quote:
Spoiler for About this story:
Thanks buat yg udah subscribe, komeng, ngerate, nyendol, dll

Diubah oleh akaaoriginal 30-12-2016 09:37
0
22.7K
115
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akaaoriginal
#114
15. OSIS
PART 15 - OSIS
Hari berganti hari, kelas juga terasa sepi dengan ketidak hadiran wira karena memang dia termasuk anak yang menciptakan suasana berisik dikelas.
Pagi hari disekolah, gw baru aja sampai dikelas dan meletakkan tas gw dikursi yang terletak dibelakang kursi Ipeh yang sudah datang duluan sejak tadi.
"Ka, kesini deh !" Ucap Tiwi dan Ipeh yang sejak tadi sedang berdiri didekat pintu mengobrol dengan seorang guru yang ternyata adalah wali kelas gw.
"Ha? ada apaan?" Ucap gw sambil berdiri malas dari kursi
"Kok ada bu Aisyah? Mau ada apaan nih. Semoga gak repot." Batin gw sambil berjalan menghampiri mereka
"Iya.. kenapa wi?" Ucap gw setelah mencium tangan wali kelas gw.
"Gini, Wira kan sementara gak ada disini. Dan kita tetep butuh ketua kelas. Lo aja ya, ka." Ucap Tiwi
"Kan lo pernah jadi ketua kelas juga tuh waktu kelas 7, ya kan?" Sambungnya. Gw liat si Ipeh cuma senyum-senyum aja.
Gw hanya menggeleng tanda gak mau, karena jadi ketua kelas itu bener-bener repot, yang harus ini itu, kadang disuruh ikut kegiatan ini itu, dll.
"Wah, maaf bu. Yang lain sepertinya ada yang lebih cocok." Ucap gw kepada wali kelas. Karena gw tau pasti wali kelas gw yang meminta hal ini.
"Wi, jangan gw. Itu aja si Wito kan badannya lebih gede tuh." Ucap gw kepada Tiwi, sambil meyakinkan dia untuk tidak memilih gw sebagai ketua kelas.
Tapi nihil, gw gagal meyakinkan mereka dan ditambah wali kelas memohon kepada gw untuk menerima permintaannya. Dan pada akhirnya dengan terpaksa gw mengambil alih jabatan yang merepotkan ini untuk kedua kali.
"Yaudahlah, sebentar lagi juga semester ini selesai." Ucap gw dalam hati sambil berjalan kembali ke tempat duduk.
Gw ga mau terlalu repot jadi ketua kelas, untungnya dikelas 8 ini gak pake baris-baris dulu sebelum masuk kedalam kelas seperti yang biasa dilakukan murid SD. Gw cuma cukup memimpin doa dan salam setiap ada guru yang masuk ke kelas. Aktifitas dikelas 8 pun gak terlalu sibuk, paling beberapa minggu sekali gw diminta hadir ke sekolah setiap hari Sabtu untuk membantu para pengurus OSIS untuk melakukan kegiatan seperti membuat lubang biopori, bersih-bersih, dll.
**
Gw menjalani hari-hari seperti biasa, gw biasa main dengan Somay, Nana dan Agung. Karena mereka orangnya gak neko-neko, gampang diajak bercanda. Tapi gw juga sering kumpul dengan Wito, Riyan, dan teman gw yang lainnya. Biasanya kalo weekend atau free day, gw dan komplotannya Wito tuh sering pergi berenang.
Suatu pagi, setelah gw menjalani hari-hari gw disekolah sebagai ketua kelas kurang lebih 2 minggu, gw melihat seseorang yang sangat tidak asing saat gw berjalan menuju kelas dipagi hari.
"Siapa tuh?" Ucap gw sambil menajamkan penglihatan gw kepada seorang teman gw yang sedang berkumpul didepan kelas sambil menutup mukanya dengan kupluk jaket.
Semakin dekat, dan ternyata benar dugaan gw...
"Wira!!" Ucap gw dengan kaget sekaligus senang karena dia sudah masuk ke sekolah lagi.
"Haha, gimana kondisi kelas bro selama gw gak ada?" Ucap wira sambil senyum lebar ke gw dan bersalaman dengan gw.
"Repot gila, gw yang ngurus. Apa kabar lu? Aman?" Ucap gw
"Baik. Aman, udah gak apa2." Balas Wira, dan gw ikut duduk-duduk disana sambil ngobrol sebelum kelas dimulai.
Jadi, yang benar-benar terkena kasus itu adalah anak kelas 8-4 yang masuk siang, dia memang anak yang benar-benar sering berbuat ulah. Salahnya, saat itu Wira sedang bermain bersama anak tersebut dan ikut-ikutan minum minuman keras. Jadilah dia tertangkap dan dilaporkan, sedangkan yang melakukan kejahatan sampai membuat 1 nyawa melayang adalah teman gw yang masuk siang itu.
**
Besoknya, gw berangkat sekolah seperti biasa. Hanya saja, gw tidak diantar tukang ojeg langganan gw karena dia sedang ada keperluan.
Jadilah gw menunggu angkutan umum didepan gang, beberapa kali gw melihat angkutan umum yang lewat selalu penuh.
"Sial, telat deh." Ucap gw
Tiba-tiba om dan tante gw lewat dengan berboncengan naik motor.
"Aka, ayo bareng aja." Ucap tante gw. Tapi gw menolak.
Ya jelas aja menolak, tante gw itu badannya besaaar, dan ga ada space yang tersisa untuk gw duduk, dan gw disuruh duduk didepan dengan badan gw yang udah gabisa dibilang kecil lagi.
Selang beberapa waktu, ada seorang wanita berkerudung yang mengendarai motor dan berhenti tepat didepan gw. Cantik.. Tapi, gw kayak gak asing sama wajahnya..
"Ayo dek, bareng." Ucap wanita tersebut yang masih menggunakan seragam putih biru sama seperti gw.
"Eh.. nggak usah kak, ngerepotin. Makasih." Ucap gw sambil tersenyum terbata-bata.
"Gapapa ayo." Ucap dia memaksa.
"Nunggu angkot aja kak, hehe." Ucap gw
"Yasudah, duluan ya..." Ucap wanita tersebut
"Kayak pernah liat mukanya, dimana yaaa? Tapi gak kenal gw." Batin gw, dan beberapa saat kemudian angkot pun lewat, gw segera naik dan menuju sekolah.
Sesampainya didepan gerbang sekolah, gw melihat wanita yang menawarkan tumpangan kepada gw tadi pagi saat gw menunggu angkutan umum.
"Oalah, kakak kelas disini ternyata." Ucap gw dalam hati sambil berlalu melewati gerbang sekolah.
Disitu gw melihat dia menghampiri teman sekelas gw, Wira. Dan....
"Laaah, mirip banget mukanya?!" Gumam gw sambil kebingungan melihat mereka berdua
Gw berjalan menuju kelas dan meletakkan tas gw diatas meja. Sesaat kemudian Wira masuk kelas dan duduk dikursinya, langsung aja gw samperin.
"Kakak lu wir tadi?" Tanya gw
"Yoi, cakep ya. Haha" Ucapnya sambil tertawa
"Pantesan mirip sama lu. Tadi ditawarin bareng gw dijalan. Tapi gw gamau, gw kira siapa." Ucap gw sambil kembali ke meja gw.
"Haha geblek, lumayan irit ongkos kan." Balas Wira.
**
Saat istirahat, gw melihat ada kerumunan siswa yang entah sedang melakukan kegiatan apa, disana juga ada beberapa guru dan kakak kelas yang sepertinya sedang mengarahkan mereka.
Yang membuat gw kaget, diantara kerumunan tersebut gw melihat ada Aini !
"Walah, ada itu anak. Ngapain dia ya?" Batin gw sambil berlalu ke kantin.
Selesai istirahat gw bertemu dengan teman gw Ilham, yang ternyata juga ikut menghadiri kerumunan tersebut. Gw menanyakan ada kegiatan apa tadi sampai rame banget, ternyata ada pendaftaran menjadi pengurus OSIS baru.
"Jadi, Aini mau ikut OSIS ya." Gumam gw sambil bersandar di dinding kelas.
"Kalo gw ikut OSIS, gw bisa sama-sama dia." Batin gw.
Gw mulai berpikir untuk ikut OSIS, gw juga jadi ingat kalau Inda, teman kelas sebelah gw yang bahkan belum gw kenal sampai sekarang, dia juga merupakan anggota OSIS.
Gw ingin ikut OSIS, tapi gw takut tambah sibuk karena banyak kegiatan, ditambah gw gak terlalu suka organisasi karena harus berbaur dan pandai bersosialisasi, waktu bermain dan ke warnet gw pun akan jadi terbatas dan mengurang malah.
Tapi dilain sisi, gw pengen sekali aja melakukan 1 aktifitas bersama Aini.
Waktu terus berjalan, kami mengakhiri pembelajaran kami di hari tersebut sekaligus mengakhiri pembelajaran kami di Minggu tersebut. Ya, besok adalah hari Sabtu dan sekolah kami libur.
Disaat gw pulang gw merasa pusing dan lemas, entah apa gw salah makan atau kecapekan, tapi gw benar-benar merasa seperti tidak punya tenaga dan hampir pingsan.
Gw terus memaksakan diri untuk berjalan menuju angkutan umum yang jaraknya kurang lebih 150m dari sekolah.
Pusing sangat terasa, tapi gw berhasil menaiki angkutan umum dan menuju kerumah, setibanya dirumah gw merasa semua badan gw sangat lemas tak bertenaga.
Gw hanya tiduran berharap besok kondisi gw sudah mulai pulih, gw bahkan gak memperdulikan hp yang sedari tadi berdering ada beberapa panggilan masuk dan sms masuk, entah dari siapa. Sampai-sampai gw merasa sangat letih dan tertidur lelap.
**
Pagi hari gw bangun dengan kondisi badan yang sangat panas, ada beberapa bintik merah yang muncul ditangan gw..
"JANGAN-JANGAN GUA...??!!"
Hari berganti hari, kelas juga terasa sepi dengan ketidak hadiran wira karena memang dia termasuk anak yang menciptakan suasana berisik dikelas.
Pagi hari disekolah, gw baru aja sampai dikelas dan meletakkan tas gw dikursi yang terletak dibelakang kursi Ipeh yang sudah datang duluan sejak tadi.
"Ka, kesini deh !" Ucap Tiwi dan Ipeh yang sejak tadi sedang berdiri didekat pintu mengobrol dengan seorang guru yang ternyata adalah wali kelas gw.
"Ha? ada apaan?" Ucap gw sambil berdiri malas dari kursi
"Kok ada bu Aisyah? Mau ada apaan nih. Semoga gak repot." Batin gw sambil berjalan menghampiri mereka
"Iya.. kenapa wi?" Ucap gw setelah mencium tangan wali kelas gw.
"Gini, Wira kan sementara gak ada disini. Dan kita tetep butuh ketua kelas. Lo aja ya, ka." Ucap Tiwi
"Kan lo pernah jadi ketua kelas juga tuh waktu kelas 7, ya kan?" Sambungnya. Gw liat si Ipeh cuma senyum-senyum aja.
Gw hanya menggeleng tanda gak mau, karena jadi ketua kelas itu bener-bener repot, yang harus ini itu, kadang disuruh ikut kegiatan ini itu, dll.
"Wah, maaf bu. Yang lain sepertinya ada yang lebih cocok." Ucap gw kepada wali kelas. Karena gw tau pasti wali kelas gw yang meminta hal ini.
"Wi, jangan gw. Itu aja si Wito kan badannya lebih gede tuh." Ucap gw kepada Tiwi, sambil meyakinkan dia untuk tidak memilih gw sebagai ketua kelas.
Tapi nihil, gw gagal meyakinkan mereka dan ditambah wali kelas memohon kepada gw untuk menerima permintaannya. Dan pada akhirnya dengan terpaksa gw mengambil alih jabatan yang merepotkan ini untuk kedua kali.
"Yaudahlah, sebentar lagi juga semester ini selesai." Ucap gw dalam hati sambil berjalan kembali ke tempat duduk.
Gw ga mau terlalu repot jadi ketua kelas, untungnya dikelas 8 ini gak pake baris-baris dulu sebelum masuk kedalam kelas seperti yang biasa dilakukan murid SD. Gw cuma cukup memimpin doa dan salam setiap ada guru yang masuk ke kelas. Aktifitas dikelas 8 pun gak terlalu sibuk, paling beberapa minggu sekali gw diminta hadir ke sekolah setiap hari Sabtu untuk membantu para pengurus OSIS untuk melakukan kegiatan seperti membuat lubang biopori, bersih-bersih, dll.
**
Gw menjalani hari-hari seperti biasa, gw biasa main dengan Somay, Nana dan Agung. Karena mereka orangnya gak neko-neko, gampang diajak bercanda. Tapi gw juga sering kumpul dengan Wito, Riyan, dan teman gw yang lainnya. Biasanya kalo weekend atau free day, gw dan komplotannya Wito tuh sering pergi berenang.
Suatu pagi, setelah gw menjalani hari-hari gw disekolah sebagai ketua kelas kurang lebih 2 minggu, gw melihat seseorang yang sangat tidak asing saat gw berjalan menuju kelas dipagi hari.
"Siapa tuh?" Ucap gw sambil menajamkan penglihatan gw kepada seorang teman gw yang sedang berkumpul didepan kelas sambil menutup mukanya dengan kupluk jaket.
Semakin dekat, dan ternyata benar dugaan gw...
"Wira!!" Ucap gw dengan kaget sekaligus senang karena dia sudah masuk ke sekolah lagi.
"Haha, gimana kondisi kelas bro selama gw gak ada?" Ucap wira sambil senyum lebar ke gw dan bersalaman dengan gw.
"Repot gila, gw yang ngurus. Apa kabar lu? Aman?" Ucap gw
"Baik. Aman, udah gak apa2." Balas Wira, dan gw ikut duduk-duduk disana sambil ngobrol sebelum kelas dimulai.
Jadi, yang benar-benar terkena kasus itu adalah anak kelas 8-4 yang masuk siang, dia memang anak yang benar-benar sering berbuat ulah. Salahnya, saat itu Wira sedang bermain bersama anak tersebut dan ikut-ikutan minum minuman keras. Jadilah dia tertangkap dan dilaporkan, sedangkan yang melakukan kejahatan sampai membuat 1 nyawa melayang adalah teman gw yang masuk siang itu.
**
Besoknya, gw berangkat sekolah seperti biasa. Hanya saja, gw tidak diantar tukang ojeg langganan gw karena dia sedang ada keperluan.
Jadilah gw menunggu angkutan umum didepan gang, beberapa kali gw melihat angkutan umum yang lewat selalu penuh.
"Sial, telat deh." Ucap gw
Tiba-tiba om dan tante gw lewat dengan berboncengan naik motor.
"Aka, ayo bareng aja." Ucap tante gw. Tapi gw menolak.
Ya jelas aja menolak, tante gw itu badannya besaaar, dan ga ada space yang tersisa untuk gw duduk, dan gw disuruh duduk didepan dengan badan gw yang udah gabisa dibilang kecil lagi.
Selang beberapa waktu, ada seorang wanita berkerudung yang mengendarai motor dan berhenti tepat didepan gw. Cantik.. Tapi, gw kayak gak asing sama wajahnya..
"Ayo dek, bareng." Ucap wanita tersebut yang masih menggunakan seragam putih biru sama seperti gw.
"Eh.. nggak usah kak, ngerepotin. Makasih." Ucap gw sambil tersenyum terbata-bata.
"Gapapa ayo." Ucap dia memaksa.
"Nunggu angkot aja kak, hehe." Ucap gw
"Yasudah, duluan ya..." Ucap wanita tersebut
"Kayak pernah liat mukanya, dimana yaaa? Tapi gak kenal gw." Batin gw, dan beberapa saat kemudian angkot pun lewat, gw segera naik dan menuju sekolah.
Sesampainya didepan gerbang sekolah, gw melihat wanita yang menawarkan tumpangan kepada gw tadi pagi saat gw menunggu angkutan umum.
"Oalah, kakak kelas disini ternyata." Ucap gw dalam hati sambil berlalu melewati gerbang sekolah.
Disitu gw melihat dia menghampiri teman sekelas gw, Wira. Dan....
"Laaah, mirip banget mukanya?!" Gumam gw sambil kebingungan melihat mereka berdua
Gw berjalan menuju kelas dan meletakkan tas gw diatas meja. Sesaat kemudian Wira masuk kelas dan duduk dikursinya, langsung aja gw samperin.
"Kakak lu wir tadi?" Tanya gw
"Yoi, cakep ya. Haha" Ucapnya sambil tertawa
"Pantesan mirip sama lu. Tadi ditawarin bareng gw dijalan. Tapi gw gamau, gw kira siapa." Ucap gw sambil kembali ke meja gw.
"Haha geblek, lumayan irit ongkos kan." Balas Wira.
**
Saat istirahat, gw melihat ada kerumunan siswa yang entah sedang melakukan kegiatan apa, disana juga ada beberapa guru dan kakak kelas yang sepertinya sedang mengarahkan mereka.
Yang membuat gw kaget, diantara kerumunan tersebut gw melihat ada Aini !
"Walah, ada itu anak. Ngapain dia ya?" Batin gw sambil berlalu ke kantin.
Selesai istirahat gw bertemu dengan teman gw Ilham, yang ternyata juga ikut menghadiri kerumunan tersebut. Gw menanyakan ada kegiatan apa tadi sampai rame banget, ternyata ada pendaftaran menjadi pengurus OSIS baru.
"Jadi, Aini mau ikut OSIS ya." Gumam gw sambil bersandar di dinding kelas.
"Kalo gw ikut OSIS, gw bisa sama-sama dia." Batin gw.
Gw mulai berpikir untuk ikut OSIS, gw juga jadi ingat kalau Inda, teman kelas sebelah gw yang bahkan belum gw kenal sampai sekarang, dia juga merupakan anggota OSIS.
Gw ingin ikut OSIS, tapi gw takut tambah sibuk karena banyak kegiatan, ditambah gw gak terlalu suka organisasi karena harus berbaur dan pandai bersosialisasi, waktu bermain dan ke warnet gw pun akan jadi terbatas dan mengurang malah.
Tapi dilain sisi, gw pengen sekali aja melakukan 1 aktifitas bersama Aini.
Waktu terus berjalan, kami mengakhiri pembelajaran kami di hari tersebut sekaligus mengakhiri pembelajaran kami di Minggu tersebut. Ya, besok adalah hari Sabtu dan sekolah kami libur.
Disaat gw pulang gw merasa pusing dan lemas, entah apa gw salah makan atau kecapekan, tapi gw benar-benar merasa seperti tidak punya tenaga dan hampir pingsan.
Gw terus memaksakan diri untuk berjalan menuju angkutan umum yang jaraknya kurang lebih 150m dari sekolah.
Pusing sangat terasa, tapi gw berhasil menaiki angkutan umum dan menuju kerumah, setibanya dirumah gw merasa semua badan gw sangat lemas tak bertenaga.
Gw hanya tiduran berharap besok kondisi gw sudah mulai pulih, gw bahkan gak memperdulikan hp yang sedari tadi berdering ada beberapa panggilan masuk dan sms masuk, entah dari siapa. Sampai-sampai gw merasa sangat letih dan tertidur lelap.
**
Pagi hari gw bangun dengan kondisi badan yang sangat panas, ada beberapa bintik merah yang muncul ditangan gw..
"JANGAN-JANGAN GUA...??!!"
0
