Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#781
Andi

Hari itu aku bersama mama Shinta pergi kerumah keponakan mama Shinta. Viona bersikeras ingin ikut tapi kularang karena kurasa akan ada hal kurang baik yang terjadi. Rumah keponakan mama Shinta dipinggiran kota. Rumahnya tak terlaku besar merupakan bangunan jaman dulu. Kulihat para tetangga rumahnya pun ramah ramah.
Aku dan Mama Shinta sampai depan rumah keponakannya. Setelah mengetuk pintu muncul seorang wanita setengah baya mempersilahkan masuk. Mama Shinta memperkenalkan aku sebagai anak angkatnya dan wanita setengah baya tadi adiknya bernama Tante Ratna. Kami diajak keruang tengah nampak putra tante Ratna terbaring. Kata Tante Ratna, Andi sudah sebulan tak bisa berdiri. Menurut Dokter tak ada apa apa dan ada orang pintar yang mengobati meminta sapi untuk dipotong dan dibagikan dagingnya sebagai syarat agar Andi kembali bisa berjalan. Tapi tante Ratna tidak bisa memenuhi permintaan syarat orang pintar tersebut karena ayah Andi hanya pedagang sayur keliling tak sanggup membeli sapi.

"Tante mohon maaf boleh saya menyentuh kaki Andi": kataku
"Boleh nak kalo bisa tolong anak saya agar bisa seperti sedia kala": kata Tante Ratna.
"Saya ga bisa nyembuhin hanya Allah yang bisa, kita cuma wajib ikhtiar": kataku.

Kupegang telapak kaki Andi hawa dingin masuk ketanganku. Aku kumpulin tenaga dalam dan perlahan salurkan ke kaki Andi. Aneh ada penolakan ada hawa dingin mencoba mendorong energi yang kusalurkan sekali lagi kupaksa mendorong hawa dingin itu, dan mulai energi tenaga dalam mulai masuk.

"Apa yang kamu rasa sekarang Andi": kataku
"Kakiku kerasa hangat, mamah liat aku sudah bisa menggerakkan jari jari kakiku": kata Andi
"Oh iya nak Alhamdulillah": kata Tante Ratna.
"Tante ada minyak buat ngurut kaki Andi?, sama tante bisa dibuka lebar lebar jendelanya": kataku
"Ada minyak kayu putih": kata Tante Ratna.
"Tambah minyak kelapa dikit ya Tante biar licin pas ngurutnya": kataku.
"iya nak": kata Tante Ratna
Tante Ratna membuka jendela lebar lebar dan kemudian mengambil minyak kayu putih dan minyak kelapa. Tak lama kemudian Tante Ratna sudah kembali membawa minyak Kayu putih dan minyak kelapa. Aku campurkan kedua minyak itu.
"Andi tahan yah agak sakit": kataku
"Iya kak": kata Andi.

Aku mulai memijit sambil menyalurkan tenaga dalam mulai dari telapak kaki Andi mengaduh menahan rasa sakit. Yang aneh bau bangkai mulai tercium. Aku melanjutkan ke betis Andi disini ada gumpalan dalam kaki Andi. Aku salurkan tenaga dalam pada bagian kaki itu dan membaca doa doa. Andi kini menjerit kesakitan dan bau bangkai memenuhi ruangan itu. Mama Shinta sampai kebelakang dan terdengar suara mama Shinta muntah.
Lama aku memijat bagian gumpalan itu keringat mengucur diwajahku dan tiba tiba.. sekelebat benda kecil loncat dari dalam kaki Andi benda itu loncat keluar jendela dan bau bangkai mulai menghilang. Aku sudahi memijat Andi.

"Andi coba kau gerakkan kakimu": kataku
"kakak aku bisa menggerakkan kakiku lagi tapi masih lemas": kata Andi
"Sabar yah semoga dalam beberapa hari kamu bisa berjalan lagi": kataku
"Kakak aku mau coba berdiri ya": kata Andi
Aku membantu Andi berdiri. Andi bisa berdiri dan melangkah beberapa langkah. Tapi karena masih lemas Andi terduduk dikursi

"Sabar ya Andi sekarang banyak istirahat jangan lupa latihan jalan lagi": kataku
"Nak terimakasih banyak": kata Tante Ratna
"Sama sama Tante, semuanya pertolongan Allah.": kataku
"Bagaimana sekarang": kata Mama Shinta yang baru dari kamar mandi
"Udah mendingan bisa berdiri dab jalan walau sedikit": kata Tante Ratna.
"Alhamdulillah": kata mama Shinta.
Kemudian kami ngobrol dan makan siang disana. Setelah sholat Ashar aku dan mama Shinta pamit pulang. Tante Ratna memaksaku menerima amplop berisi uang. Akupun bersikeras menolaknya. Mama Shinta pun bilang kalo aku ga pernah menerima uang kalo menolong. Akhirnya tante Ratna mengerti aku dan mama Shinta memberikan oleh oleh makanan untuk yang sakit dan sejumlah. Sebelum pulang Tante Ratna memelukku sambil menangis dan berterima kasih. Aku dan Mama Shinta pamit pulang dan naik mobil menuju rumah. Dalam mobil mama Shinta bertanya.

"Nak tadi yang mengganggu Andi sampe tak bisa jalan apa": kata mama Shinta.
"Kalo jelasnya aku tak tahu tapi benda yang loncar keluar kayanya itu penyebabnya benda itu juga yang bau bangkai": kataku
"Itu kiriman atau apa": kata mama Shinta
"bisa jadi ma, nanti malem kita sama sama doa aja ma semoga gangguannya cuma sampai disini": kataku
"iya nak": kata mama Shinta

Mobilpun melaju ditengah jalanan yang padat menuju rumah.
disya1628
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.