Kaskus

Story

antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
clbk (kalau jodoh takkan kemana)
namaku Nana. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. selama ini, aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bukannya ndak ada yang naksir, tapi memang aku ndak suka liat orang pacaran, kayak suami istri aja. kenapa ndak kimpoi aja sekalian. malah ada yang pacarannya sampe 9 tahun, pas nikah hanya bertahan 9 bulan. menurut aku, pacaran itu yang bukan sifat aslinya, pas nikah baru deh keliatan. Hingga saat itu tiba....

Waktu itu banyak teman kuliahku yang sering ngumpul di rumah. Biasalah, di awal2 semester, tugas kita menumpuk, n kebetulan yang punya kompi masih bisa diitung jari. Alhamdulillah aku diberi rezeki memiliki komputer. Jadinya, teman2 pada ngerjain tugas dirumahku.

Quote:


Yah, gitu deh. Aku mmg termasuk cewek yang cuek, keras kepala, dan sebagian orang bilang aku ini jaim. Entahlah, penilaian orang terhadap diri kita memang berbeda2. Kita bisa tahu bagaimana sifat kita dari orang2 yang berada di sekitar kita, bukan dari diri kita pribadi saja.


Spoiler for sesion 1:



Spoiler for sesion ke 2:




لاَ يَخْلُوَن رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ. وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ
“Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut disertai mahramnya, dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi – red)

Diubah oleh antinakaba 03-03-2017 15:21
0
52.7K
460
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53KAnggota
Tampilkan semua post
antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
#194
tinggal di pondok

Akupun menjalani masa penantian 3 bulan ini dengan gelisah, soalnya aku dilarang ke rumah ilo. Kami hanya bisa telponan. Bisa dibayangkan betapa rindunya aku pada ilo dan anak2nya. Hingga tiba saatnya aku ke pesantren untuk jadi mustami’. Aku nekat ke rumah ilo. Rinduku sudah tak terbendung. Aku ijin keluar untuk membeli keperluanku selama tinggal di pondok. Tiba di rumah ilo, aku melepas kangen dengan anak2. Ternyata nailah juga udah siap2 kembali ke pondok.
Aku : ilo, kamu ngantar nailah sendiri pake motor
Ilo : iya, emangnya mau pake apa, kuda?
Aku : ah kamu. Tapi kasian kan nailah harus kena angin. Jauh lho. Gimana kalau nailah ikut aja sama aku. Tadi bapak pinjam mobil kantor
Ilo : emang boleh?
Aku : nggak tau juga sih, aku belum bilang. Nantilah aku kabari. Eh, aiman nangis tuh..aku urus aiman dulu yah
Aku masuk ke kamar, ternyata aiman eek..
Aku : dede kenapa? eek yah? Cup...cup...cini cayang, ummi gantikan pampersnya. Duh, ummi kangen deh cama dede
Ilo : ummi kapan tinggal cama dede? (ternyata ilo dengar aku ngoceh sama dede. Aku tersenyum malu, soalnya dia dengar aku panggil ummi..he..he...ngarep)
Aku : sabar yah dede, nggak lama lagi kok, ummi mondok dulu, ummi mau belajar biar ummi makin pintar ilmu agamanya.
Ilo : dede bisa sabar, tapi abinya nih tegang terus atas bawah
Aku : idih, abinya genit....hush...hush...sana...sana...dede mau main dulu sama ummi, abi nggak usah ganggu.
Kugendong aiman keluar kamar setelah menggantikan popoknya. Tapi ilo nahan aku. Kami bertatapan. Aku deg2an nggak bisa ngomong. Dan cup (sensor)...setan sedang bermain2. Saat itu, kami hampir lepas kendali. Ternyata benar kalau setan itu senantiasa ada diantara 2 insan yang dimabuk cinta. Saat kami tersadar....
Ilo : nana, maafkan aku, aku lepas kontrol
Aku : bukan salahmu kok, aku juga nggak nolak. Sebaiknya aku pulang. Assalamu alaikum.
Aku sedikit berlari. Aku tidak sempat lagi pamit dengan nailah dan zakaria. Aku takut sekaligus senang...aaahhh, kenapa ini bisa terjadi. Ya Allah, maafkan hambaMu ini. Aku janji hal ini tidak akan terulang lagi.
Sesampai di rumah, akupun ijin untuk nailah bisa ikut denganku ke pondok.
Aku : pak, nailah bisa numpang di mobil kita. Kasian kalau anak sekecil itu naik motor, perjalannya jauh.
Bapak : boleh, suruh bawa aja kesini
Ibu : kamu dari rumah ilo lagi
Aku : yah, tadi Cuma singgah sebentar kok buat pamit ke anak2
Ibu : ke ilo juga kan? Ibu kan sudah melarang kamu, jangan main ke tempat ilo. Kamu tuh bandel yah. Kalau kamu nggak bisa dikasi tau, mending ibu nggak restui hubungan kamu dengan ilo
Aku : bu, aku Cuma pamit bentar kok. Jangan2 ini Cuma taktik ibu pura2 menerima ilo. Ibu hanya ngulur2 waktu biar aku putus hubungan kan dengan ilo kan?
Bapak: sudah bu, sudah....anakmu sudah mau pergi masih juga menambah beban pikirannya. Ayo siap2 berangkat. Panggil zaenab.
Aku masuk kamar. Sekilas kulihat ibu berdebat sedikit dengan bapak. Kucoba telepon ilo :
Aku : assalamu alaikum. Ilo...
Ilo : wa alaikum salam, kenapa nana?
Aku : nailah boleh kok ikut dengan aku. Kamu siap2 aja
Ilo : tapi aku enggak usah ikut di mobil yah. Aku ikut aja dari belakang pake motor
Aku : enggak usah, kamu ikut di mobil aja. Kamu bisa pdkt sama bapak. Aku liat bapak udah mulai respek sama kamu.
Ilo : tapi ibu kamu?
Aku : ibu nggak ikut kok ngantar aku. Cuma bapak aja sebagai mahromku dan sopir kantor.
Ilo : baiklah kalau begitu. Hmmm, nana, maaf yah soal yang tadi...
Aku : iya, aku juga minta maaf, ini juga salahku. Assalamu alaikum
Ilo : wa alaikum salam
Kami pun berangkat, tak lupa jemput ilo dan nailah. Selama perjalanan, kami semua Cuma diam. Hanya bicara seperlunya saja. Sesampai di pesantren, kamipun masuk. Laki2 nunggu di ruang tamu sekedar beristirahat. Setelah kuselesaikan administrasi selama aku tinggal disini, aku coba telepon ilo :
Aku : assalamu alaikum, ilo
Ilo : wa alaikum salam. Ada apa na?
Aku : mungkin ini teleponku yang terakhir. Semua santri tidak diperbolehkan memegang hp. Kamu rajin2 yah jenguk nailah, biar kita bisa ketemu.
Ilo : emang boleh?
Aku : yah setidaknya aku bisa liat kamu..he..he...
Ilo : iya deh. Kamu yang rajin yah belajar. Liat2 nailah juga yah ummi...he..he...
Aku : aku suka panggilan itu. Semoga jadi kenyataan
Ilo : amiin. Kamu banyak2 berdoa, doa orang yang safar maqbul lho?
Aku : iya, kamu juga. Udah dulu yah. Assalamu alaikum
Ilo : wa alaikum salam
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.