- Beranda
- Stories from the Heart
Neighbour HOOD?
...
TS
anism
Neighbour HOOD?
Spoiler for Daftar isi:
Another Thread :
📓T University
📒T University Season 2
📔Go, Loving , and be Loved
📕Reincarnation of Love
Diubah oleh anism 17-02-2017 17:49
anasabila memberi reputasi
1
4.6K
39
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#27
Imagination (Forest in Alley) Part 2
Matahari tampak menembus melalui dedaunan. Udara segar yang belum pernah kami rasakan selama ini masuk kedalam paru-paru. Menyegarkan rongga dada. Rasanya sangat menyenangkan. Tanpa kami sadari kami tertalu terpukau dengan hutan tersebut.
Matahari pun telah kembali ke ufuk barat. Langit menggelap. Wang yang lebih berusia lebih tua dari kami merasa kurang nyaman.
Mark menghampirinya dengan antusias dan menunjukkannya sebuah daun. Mereka berbicara mengenai hal itu. Sampai terdengar sebuah lolongan. Sontak para wanita ketakutan. Kami memohon-mohon agar keluar saja dari sana sebelum kami tidak dapat menemulan jalan kembali.
Bun akhirnya setuju agar kami keluar saja. Dan Bun berada di depan sedangkan Tin berada di belakang kami semua. Mengcover kami. Kami berjalan setapak demi setapak. Hingga terdngar suara erangan menahan sakit. Itu suara Tin.
Kami semua menghambur ke arah Tin.
Kakinya terperosok dan terjerat di antara ranting - ranting yang pastinya tajam. Kami semua menjadi panik.

Kemudiaaaan.......
..........
..........
..........
..........
..........
...........
#waktu terasa berjalan sangaat lambat#
Matahari tampak menembus melalui dedaunan. Udara segar yang belum pernah kami rasakan selama ini masuk kedalam paru-paru. Menyegarkan rongga dada. Rasanya sangat menyenangkan. Tanpa kami sadari kami tertalu terpukau dengan hutan tersebut.
Matahari pun telah kembali ke ufuk barat. Langit menggelap. Wang yang lebih berusia lebih tua dari kami merasa kurang nyaman.
Quote:
, ajaknya. Namun Bun terlanjur penasaran dan tidak menghiraukannya.Mark menghampirinya dengan antusias dan menunjukkannya sebuah daun. Mereka berbicara mengenai hal itu. Sampai terdengar sebuah lolongan. Sontak para wanita ketakutan. Kami memohon-mohon agar keluar saja dari sana sebelum kami tidak dapat menemulan jalan kembali.
Bun akhirnya setuju agar kami keluar saja. Dan Bun berada di depan sedangkan Tin berada di belakang kami semua. Mengcover kami. Kami berjalan setapak demi setapak. Hingga terdngar suara erangan menahan sakit. Itu suara Tin.
Kami semua menghambur ke arah Tin.
Kakinya terperosok dan terjerat di antara ranting - ranting yang pastinya tajam. Kami semua menjadi panik.

Kemudiaaaan.......
..........
..........
..........
..........
..........
...........
#waktu terasa berjalan sangaat lambat#
Quote:
0
