Kaskus

Story

gridseekerAvatar border
TS
gridseeker
[TAMAT] Saat Senja Tiba
Quote:
cover by: bgs93


Quote:
poetry by: junker007

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 333 suara
Siapa tokoh yang menurut agan paling layak dibenci / nyebelin ?
Wulan
20%
Shela
9%
Vino (TS)
71%
Diubah oleh gridseeker 04-07-2017 19:00
ugalugalihAvatar border
afrizal7209787Avatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 32 lainnya memberi reputasi
33
1.4M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
gridseekerAvatar border
TS
gridseeker
#1176
Part 40
Setelah insiden kecoa tadi selesai, ane kembali ke kamar Shela. Namanya juga cewek, sekuat apapun dia, tetep aja dia ada phobia dengan kecoa, tikus dan sebangsanya, udah takdirnya dari sono. Ane bermaksud melanjutkan main game Metal Slug Defense, tapi lho kok HP ane mati. Ane pencet tombol on/off, volume berkali-kali ngak ada respon, ah elah kayaknya baterainya habis, ane ingat tadi emang ane lupa ngecass. Ane lalu celingukan nyari charger... ah itu dia beruntung chargernya Shela masih menempel di stop kontak dekat springbed, langsung ane pakai aja.

Karena bingung mau ngapain iseng-iseng ane ngeliat rak buku Shela siapa tahu nemu komik, manga atau novel yang bisa ane baca daripada bengong. Apesnya, ternyata Shela kayaknya nggak punya buku komik atau novel, rak bukunya semua berisi buku kuliah dan buku-buku literatur lainnya. Tapi kemudian mata ane tertuju pada sebuah buku berwarna pink yang terselip di urutan paling pojok. Ane ambil dan ternyata itu sebuah buku diary, rupanya sang tuan putri juga gemar menulis buku harian juga, batin ane. Langsung ane kembaliin aja tuh diary ke tempat semula, lagipula nggak sopan banget jika ane membaca buku harian yang notabene merupakan privasi seseorang.

Tapi tunggu, ane penasaran juga, gimana ya perasaan Shela sebenarnya terhadap ane. apa dia bener-bener suka atau dia cuma memanfaatkan ane aja. Mengingat sikap dia ke ane yang adem-adem aja (kiss aja nolak mulu !!) nggak kayak Wulan yang terang-terangan menunjukkan kalau dia benar-benar suka sama ane. Ane pun mengambil lagi buku diary itu, ah persetan sama sopan atau nggak, lagipula ane nggak baca semuanya kok, cuma baca beberapa halaman akhir pas Shela udah kenal sama ane.

Dengan buru-buru ane langsung buka diary Shela dan ane cari lembaran di hari dan tanggal saat kami pertama kali ketemu di halte bis. Ane merasa dag dig dug juga, soalnya selain membuka privasi orang, ane bersiap menerima kenyataan yang kemungkinan berakhir menyakitkan. Lembar demi lembar ane buka dengan cepat, akhirnya ini dia, hari Rabu tanggal 21, hari saat ane pertama kali ketemu Shela. Ane kemudian baca lembar tersebut dengan sedikit buru-buru.

....ternyata cowok mesum yang ketemu sama aku di halte tadi pagi adalah Vino, kakaknya Dina yang selama ini sering Dina ceritakan. Pertama kali melihat Vino, orangnya menarik sih, tapi agak sedikit kucel. Dia menuntut aku buat minta maaf atas perbuatanku di halte tapi aku nggak mau. Sebenarnya aku yakin kalau dia nggak salah, tapi tetep aja aku gengsi kalau minta maaf. Akhirnya aku kasih syarat yaitu sparring tiga ronde dan dia menerima. Seperti cowok lainnya, mudah sekali mengalahkan Vino, dua ronde kubikin dia jatuh. Tapi aku ingin lebih jauh mengenalnya, jadi kuputuskan mengalah di ronde ketiga dengan kubiarkan Vino memukulku. Ternyata dia menonjok tepat di wajah sehingga hidungku sampai mimisan. Melihat hidungku berdarah, dia langsung mengambil kotak P3K dan dia cukup hapal cara mengatasi mimisan. Sudah kuduga dia memang orang yang baik, persis seperti yang Dina gambarkan selama ini…

Astaga. Jadi waktu itu Shela ternyata sengaja mengalah saat sparring. Rupanya mulut ember Dina yang sering bercerita tentang ane kepada Shela, membuat Shela tertarik pada ane. Dan ini juga menjelaskan kenapa Shela bisa tahu nama ane, padahal ane nggak pernah memperkenalkan nama ane kepada Shela. Bener juga yah, kalo dipikir-pikir sangat mustahil ane bisa mengalahkan Shela, orang Erik aja yang udah beberapa tingkat diatasnya masih kesulitan menghadapinya.

Tiba-tiba ....sreeek sreeekk... ane dengar suara sendal diluar kamar, wah rupanya Shela udah selesai mandi dan menuju kemari, langsung buru-buru ane kembalikan buku diary tersebut ke tempat dan posisi semula, dan pura-pura tiduran dengan posisi jauh dari rak bukunya.

"Yeee malah tidur. " kata Shela sambil mengelap rambutnya pake handuk.
"Boring nunggu kamu mandi, lama. " jawab ane masih tiduran.
"Kamu keluar dulu dong, aku mau ganti baju. " pinta Shela.
"Emang kita mau nonton dimana sih ? " tanya ane sambil bangkit berdiri.
"Di XXI, kamu pernah nonton di sana ? "
"Terakhir kayaknya dua minggu yang lalu. " jawab ane.
"Sama siapa ? Cowok atau cewek ? " tanya Shela penuh selidik.
"Sama cewek lah, najis banget nonton sama cowok. " jawab ane cuek.
“Hee aku tahu siapa cewek itu. Dina kan ? “ tanya Shela ketawa.
“Lho kok kamu tahu ? “ tanya ane.
“Dia pernah cerita sama aku, kalo habis nonton Frozen sama kakaknya. “ jawab Shela.
“Haha emang Dina kok. “ jawab ane ketawa.
“Tapi awas ya. “ kata Shela sambil menatap tajam ke ane.
“Awas kenapa ? “ tanya ane.
“Kalau kamu beneran ada flirting sama cewek lain, nggak ada ampun. “ kata Shela rada ketus.
“Oh itu nggak mungkin Shel. “
“Cuma kamulah satu-satunya cewek di hati aku. “ kata ane meyakinkan.
“Beneran nih ? “ tanya Shela.
“Kamu nggak percaya sama aku ? “ tanya ane sambil melingkarkan tangan ane ke pinggang Shela.
“Kamu mau ngapain Vin ? “ tanya Shela.
“Kiss lah biar kamu percaya. “ kata ane sambil mendekatkan wajah ane ke Shela.
“Iiihh, kamu ini apaan sih ?! “ tanya Shela sambil berusaha melepaskan tangan ane.
“Lho aku kan cuma berusaha meyakinkan kamu biar percaya. “ kata ane.
“Iya tapi nggak nyosor juga kayak gini dong. “ protes Shela. Ane nggak memperdulikan protes Shela dan tetap mendekatkan wajah ane, yess kali ini pasti berhasil hehe.

Bebbb!!! Tiba-tiba wajah ane terkena benda seperti kain basah yang tebal. Rupanya Shela menempelkan handuknya ke wajah ane.

“Cium aja tuh handuk. “ kata Shela ketus.
"Malah dikasih handuk lagi. " kata ane mengambil handuk dari muka ane.
"Udah sana keluar.. hush.. hush.. “ kata Shela sambil mendorong badan ane keluar kamar.
“Sekalian juga handuknya tolong kamu sampirkan di depan kamar mandi. “ kata Shela lagi.
“Dasar pelit. “ kata ane pura-pura sewot.
“Bodo, weeee. “ ledek Shela sambil menutup pintu kamar.
Diubah oleh gridseeker 28-12-2016 07:33
jiyanq
radityodhee
khuman
khuman dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.