Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#692
Gadis Misterius

"Ka, bisa ga kamu bantu mama": kata mama Shinta.
"bantu apa ma": kataku.
"ambilin rapor Tania": kata mama Shinta.
"ah ga mau ma, males harus ketemu anak anak abg": kataku.
"mama kan ada perlu sama Viona mau belanja buat butik": kata mama Shinta.
"udah kali kali ketemu sama abg": kata Viona.
"ah ga doyan kamu aja belum abis malah ngegedein": kataku.
"emang aku jadi gendut ya ma?": kata Viona
"ngga ah mama liat tetep aja tapi pipinya koq kaya nambah chuby": kata mama shinta.
"masa sih ga mau ah ga mau gendut": kata Viona. Ga tau kenapa cewe selalu sensitif soal berat badan.
"ya udah kamu mau kan pergi ke sekolahan Tania": kata mama Shinta.
"iya deh": kataku.
"nanti pulangnya aku bawain deh kesukaan kamu bakso yang enak": kata Viona
"ma, jaga Viona ya jangan sampe lecet apalagi kecantol cowo lain": kataku.
"iya mama jagain, mama sama Viona pergi dulu ya": kata mama Shinta.
"iya ma": kataku.
Aku pergi mandi beres mandi kuliat Tania sudah cengar cengir sambil sarapan waduh itu kan nasi gorengku koq dimakan.

"yeeeee ini nasi gorengku": sambil kurebut nasi goreng bikinan Viona untukku.
"nyobain dikit ternyata ka Viona dah pinter masak": kata Tania.
"nyobain abis setengah piring parah nih": kataku, sambilcepat cepat ngabisin nasi goreng.
"kaka ayo cepat nanti kesiangan": kata Tania.
"iya nene bawel": kataku
Aku ganti baju dan mengeluarkan mobil dari garasi kemudian Tania naik mobil. Bibi menutup pintu pagar aku memacu mobil ke sekolahan Tania.

Sampai disekolahan aku dan Tania memasuki sekolah. Tania menggandeng tanganku, sepertinya Tania cukup terkenal banyak yang menyapanya dari penjaga sekolah, murid dan guru. Aku dan Tania menuju ruang kelas. Seragam putih abu anak anak sekolah disini mengingatkan ku ketika masih SMU. Didepan kelas sudah banyak teman sekelas Tania dan orang tuanya salah satunya kukenal yaitu Yana. Aku bersalaman dan berbincang dengan Yana.
"Ka kenalkan temen Tania, namanya Annisa": kata Tania.
"Annisa": kata Annisa menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Aka": kataku menerima tangannya bersalaman. Kurasa tangan gadis ini dingin lembab, kelam kurasa.. Hmm ada sosok ikut menempel ditangan gadis itu ikut bersalaman. Kulihat matanya, mata gadis itu menampilkan bayangan bayangan cerita.

"Tania ga bilang bilang kalo punya kakak ganteng, kenalin aku Selly": kata temen Tania yang tiba tiba nyelonong narik tanganku buat salaman.
"Ih kakak gue udah nikah tau": kata Tania sewot.
Tania menarikku kedalam kelas dan mengajakku duduk disampingnya. Annisa duduk didepan aku dan Tania. Dia duduk dengan ibunya. Kulihat ada yang beda dengan Annisa sosok yang menempel ditubuhnya tak mau menampakkan diri padaku.

Wali kelas Tania masuk kemudian mengumumkan juara kelas dan tak kusangka Tania rangking ke 1. Aku dan Tania kedepan kelas menerima Rapor. Beres pembagian rapor aku berjalan keparkiran menuju mobil kulihat Anisa menghampiri kami.

"Tania bolehkah aku bicara dengan kakakmu?": tanya Anisa.
"Boleh": kata Tania
"Kaka Dia ingin bicara dengan kaka": kata Anisa
"Dia siapa anisa?": tanya Tania.
"Kalau dia ingin bicara denganku jangan sembunyikan diri dibelakang Anisa": kataku.
Tania melihat kearah belakang Anisa seperti kebingungan.
"Dia mengenal kaka sejak ratusan tahun lalu": kata Anisa
"Kenapa sembunyi kalau dia kenal": kataku.
"Kita mesti bicara": kata Anisa
"Ngomong apaan sih aku ga ngerti": kata Tania.
"Minta ijin sama ibumu boleh ga kita pergi sebentar": kataku.
Anisa pergi kearah Ibunya dan berbicara sebentar. Anisa berjalan kembali kearahku dan Ibu Anisa tersenyum kepadaku lalu pergi.
"Ibu mengijinkan": kata Anisa.
"Tania, Anisa ayo ke cafe kita makan makan itung itung ngerayaain Tania juara kelas": kataku
"Ka, Yana di ajak ya": kata Tania
"Iya boleh aja aku tunggu di mobil": kataku.
Aku masuk kedalam mobil kunyalakan mobil dan menunggu Tania. Tak lama Tania, Anisa dan Yana datang dan naik mobil. Aku mengendarai mobil kearah cafe..
disya1628
khuman
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.