- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#663
Bintang.
Hari ini aku dan Viona berangkat mengunjungi teh Ida. Dan tak ga tau kenapa Viona sangat bertemu dengan keponakan pertamanya. Yang bikin kesel Tania ikut juga mana mau duduknya didepan nyetel lagu korea yang aku ga ngerti sama sekali. Apalagi Tania niru niru lagi itu sambil bergaya gaya mirip artis korea So Im Ah. Aku yang nyetir sampe pusing denger dan liat kelakuannya.
Pas istirahat di rest area aku ajak Viona mendekati bis.
"Ih pada ngapain, koq deketin bis yeeee ketauan pasti mo bilang om telolet om": kata Tania.
"gak aku dan Viona mau naik bis aja biar kamu bawa mobil sendiri pusing denger lagu kamu yg ga bisa dimengerti": kataku sambil berjalan kearah bis.
"ah kaka jahat mo nangis nih": kata Tania
"kalo mau ikut nurut duduk dibelakang": kataku
"iya kaka jelek": kata Tania cemberut.
Yes aku berhasil kini Viona duduk didepan. Kini giliranku menyetal lagu rock dan kulihat dibelakang Tania cemberut...
Akhirnya setelah perjalanan jauh kami sampai dirumah teh Ida dipinggiran kota kecil dimana mas Indra ditugaskan. Rumah yang asri tak begitu besar tapi nyaman dan sejuk dengan adanya pohon mangga.
Kami turun dan mengetuk pintu. Teh Ida membukakan pintu kami semua bersalaman dan kemudian masuk ternyata ibuku juga ada disana menemani teh Ida yang baru melahirkan. Viona bersemangat sekali melihat keponakannya dan sangat ingin menggendong tapi karena bayi itu tertidur Viona batal menggendong bayi.
"yang pingin ih punya bayi": kata Viona
"ya sok aja": kataku
"sok aja gimana": kata Viona
"terserah mau pinjam atau beli": kataku
"yeeee ngaco emang ada yang mo jual bayi": kata Viona
"habis gimana produksi kan jalan terus cuma belum jadi": kataku
"ngaco ah kayanya kalo ada bayi rumah jadi rame yah yang": kata Viona.
"makanya pinjem dulu bayi tetangga kalo ngerasa cocok dan puas baru bayi sendiri kalo ternyata ga puas kan bisa dibalikkin kalo punya tetangga": kataku.
"ah tambah ngaco": kata Viona.
Putra pertama teh Ida diberi nama Bintang. Karena pas lahir mas Indra melihat bintang jatuh. Viona berbisik pada ku bila nanti punya putri ingin diberi nama Rembulan dan bila putra diberi nama Mentari.
Aku setuju aja asal jangan Tania aja soalnya Tania anaknya tengil. Dan Tania ngomel dengan gayanya yang tengil.
Kata ibuku daerah ini masih percaya mistis. Disini dilarang bicara sombong atau menantang nanti suka asa makhluk ghaib muncul. Dan masih banyak hal yang lainnya.
Malam itu mas Indra tak pulang kerumah karena kebagian piket. Sejak magrib daerah sini memang sudah sepi selain karena jarak antar rumah agak jauh dan memang menurut ibu kebanyakan warga sini tak mau keluar setelah magrib.
Ketika yang lain sedang asik mengobrol aku keteras depan rumah menyalakan roko dan meletakkan kopi hitam dimeja. Tak mungkin aku merokok dalan rumah yang ada bayinya.
Sepertinya keadaan daerah sini biasa biasa saja hingga tanganku merasa dingin dan aku merasa merinding. Ku tajamkan rasa samar samar kulihat seperti bola hitam melayang dari kejauhan kulihat bola hitam melayang layang mendekati rumah Teh Ida dan bola hitam itu seperti mendekati kamar Bintang ponakan ku.
Aku masuk bergegas menunu kamar Bintang. Lalu ku buka pintu kamar.. Apa tidak salah yang aku lihat....
bersambung
Hari ini aku dan Viona berangkat mengunjungi teh Ida. Dan tak ga tau kenapa Viona sangat bertemu dengan keponakan pertamanya. Yang bikin kesel Tania ikut juga mana mau duduknya didepan nyetel lagu korea yang aku ga ngerti sama sekali. Apalagi Tania niru niru lagi itu sambil bergaya gaya mirip artis korea So Im Ah. Aku yang nyetir sampe pusing denger dan liat kelakuannya.
Pas istirahat di rest area aku ajak Viona mendekati bis.
"Ih pada ngapain, koq deketin bis yeeee ketauan pasti mo bilang om telolet om": kata Tania.
"gak aku dan Viona mau naik bis aja biar kamu bawa mobil sendiri pusing denger lagu kamu yg ga bisa dimengerti": kataku sambil berjalan kearah bis.
"ah kaka jahat mo nangis nih": kata Tania
"kalo mau ikut nurut duduk dibelakang": kataku
"iya kaka jelek": kata Tania cemberut.
Yes aku berhasil kini Viona duduk didepan. Kini giliranku menyetal lagu rock dan kulihat dibelakang Tania cemberut...
Akhirnya setelah perjalanan jauh kami sampai dirumah teh Ida dipinggiran kota kecil dimana mas Indra ditugaskan. Rumah yang asri tak begitu besar tapi nyaman dan sejuk dengan adanya pohon mangga.
Kami turun dan mengetuk pintu. Teh Ida membukakan pintu kami semua bersalaman dan kemudian masuk ternyata ibuku juga ada disana menemani teh Ida yang baru melahirkan. Viona bersemangat sekali melihat keponakannya dan sangat ingin menggendong tapi karena bayi itu tertidur Viona batal menggendong bayi.
"yang pingin ih punya bayi": kata Viona
"ya sok aja": kataku
"sok aja gimana": kata Viona
"terserah mau pinjam atau beli": kataku
"yeeee ngaco emang ada yang mo jual bayi": kata Viona
"habis gimana produksi kan jalan terus cuma belum jadi": kataku
"ngaco ah kayanya kalo ada bayi rumah jadi rame yah yang": kata Viona.
"makanya pinjem dulu bayi tetangga kalo ngerasa cocok dan puas baru bayi sendiri kalo ternyata ga puas kan bisa dibalikkin kalo punya tetangga": kataku.
"ah tambah ngaco": kata Viona.
Putra pertama teh Ida diberi nama Bintang. Karena pas lahir mas Indra melihat bintang jatuh. Viona berbisik pada ku bila nanti punya putri ingin diberi nama Rembulan dan bila putra diberi nama Mentari.
Aku setuju aja asal jangan Tania aja soalnya Tania anaknya tengil. Dan Tania ngomel dengan gayanya yang tengil.
Kata ibuku daerah ini masih percaya mistis. Disini dilarang bicara sombong atau menantang nanti suka asa makhluk ghaib muncul. Dan masih banyak hal yang lainnya.
Malam itu mas Indra tak pulang kerumah karena kebagian piket. Sejak magrib daerah sini memang sudah sepi selain karena jarak antar rumah agak jauh dan memang menurut ibu kebanyakan warga sini tak mau keluar setelah magrib.
Ketika yang lain sedang asik mengobrol aku keteras depan rumah menyalakan roko dan meletakkan kopi hitam dimeja. Tak mungkin aku merokok dalan rumah yang ada bayinya.
Sepertinya keadaan daerah sini biasa biasa saja hingga tanganku merasa dingin dan aku merasa merinding. Ku tajamkan rasa samar samar kulihat seperti bola hitam melayang dari kejauhan kulihat bola hitam melayang layang mendekati rumah Teh Ida dan bola hitam itu seperti mendekati kamar Bintang ponakan ku.
Aku masuk bergegas menunu kamar Bintang. Lalu ku buka pintu kamar.. Apa tidak salah yang aku lihat....
bersambung
jenggalasunyi dan 11 lainnya memberi reputasi
12
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX