- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#634
Pertarungan part 2
Aku hanya bisa rasakan kekuatan makhluk masing masing. Tak kusangka muncul sosok yang mempunyai aura sama dengan sosok kakek bahkan ini lebih hitam lebih gelap lebih menakutkan mendekati sosok kakek. Belum lagi beberapa sosok sosok yang datang lagi. Sosok eyang disisiku pun maju kedepan. Aku seorang diri dan beberapa makhluk mendekati ku baca doa dan makhluk itu terpental kebelakang seperti menghantam tembok tak terlihat. Aku sudah tidak bisa merasakan sosok sosok yang bertarung karena aku konsentrasi membaca doa. Aku tak tau bagaimana keadaan eyang, kakek yang membelaku karena lawan begitu banyak mereka penguasa kerajaan dihutan larangan. Sedang aku hanya manusia biasa.
Aku terus membaca doa hingga beberapa sosok bisa mendekat aku memukul mereka hingga terjatuh. Tapi muncul lagi makhluk yang lain. terus seperti itu dan ada sosok yang berputar putar terbang mengelilingi aku hingga ada satu makhluk besar lengannya mencekik aku. Kupukul makhluk itu ku tendang tapi makhluk itu seperti tak merasakan apapun.
Tidak aku tidak bisa bernafas. Apakah ini akhir hidupku......
Gelap sunyi sakit sekali yang kurasa.. kesadaranku mulai hilang...
Hitam kelam.... sakit. mataku terbuka tapi gelap... aku meronta ronta sekuat tenaga tapi badan ini mulai melemah sakit mulai menjalar diseluruh tubuhku...
Aku hanya bisa pasrah kucoba menyebut nama Allah didalam hati.. Tiba tiba kudengar lantunan ayat suci quran. Suara itu suara itu aku kenal. Suara ibuku.. ibu dimana kau ibu..
Tiba tiba ku bisa melihat ibu beres sholat tahajud berdoa mendoakan keselamatanku kemudian membaca quran. Kudengarkan suara ibu membaca Al Quran.. sedikit demi sedikit aku menirukan apa yang ibu baca.. Kini aku lihat jelas makhluk mengerikan yang mencekikku.. Mata merah menyala dengan rambut gimbal taringnya yang sepanjang tanganku dan lidahnya menjulur panjang meneteskan air liur.. Ku ikuti apa yang dibaca ibu.. Perlahan rasa sakit diseluruh tubuhku berganti rasa hangat. Entah kenapa aku sangat tentram mendengar suara ibu mengaji padahal aku tahu saat itu ibu ada jauh dikota lain. Sedikit demi sedikit badanku bisa bergerak hawa hangat menjalar diseluruh tubuhku. Dan hawa hangat yang menjalar ditubuhku menjadi rasa panas bagi makhluk yang mencekikku. Makhluk itu berusaha sekuat tenaga mencekikku tapi rasa panas dari tubuhku mulai membakar tangan makhluk itu dan makhluk itu bertahan mencekikku anehnya ada api muncul dari tubuhku memulai membakar makhluk itu. Jerit menyayat hati terdengar dari makhluk itu sambil menggeliat geliat merasakan panas. Kudengar ibu selesai membaxa Quran.. Tapi aku masih merasa bukan di alam manusia. Tiba tiba muncul wanita cantik bermahkota emas.. Dipegang tanganku diajaknya aku menuju pintu bercahaya...
"Pulanglah nak itu jalan mu bersabarlah jalan hidupmu masih panjang": kata wanita itu.
"Ke arah itu?": tanyaku.
"ya nak, jangan khawatir ibu menjagamu dari sini": kata wanita itu.
Aku melangkah kearah pintu cahaya itu dan aku tersadar tapi kenapa gelap.. Aku teringat tadi rumahku mati lampu. Aku mencari hpku belum ketemu tiba tiba lampu semua menyala. Astagfirullah rumahku berantakan barang barang terserak tidak pada tempatnya kulihat Viona dan Bibi masih tertidur. Tak lama kemudian terdengar adzan subuh.. Kemudian Viona bangun..
"aa udah bangun duluan, yang kenapa rumah berantakan gini": kata Viona
"ceritanya panjang nanti kuceritakan, sekarang kita sholat subuh aja yang": kataku.
Aku melangkah kekamar mandi dipojok dapur ada bekas seperti terbakar. Ah sudahlah yang penting keluargaku masih diberi keselamatan. Aku sangat bersyukur memiliki ibu yang rela bangun tengah malam sholat tahajud mendoakan keselamatan anakmu ini.
Aku sholat subuh dan selesai sholat subuh aku berdzikir dan terdengar bisikan lembut.
"Jangan lengah perjalananmu masih panjang takdirmu belum selesai"
Aku tahu masih berliku jalan yang akan kutempuh aku tak tau apakah Penguasa Hutan Larangan sudah merelakanku atau tidak..
dilanjut atau tamat aja ya ceritanya??
Aku hanya bisa rasakan kekuatan makhluk masing masing. Tak kusangka muncul sosok yang mempunyai aura sama dengan sosok kakek bahkan ini lebih hitam lebih gelap lebih menakutkan mendekati sosok kakek. Belum lagi beberapa sosok sosok yang datang lagi. Sosok eyang disisiku pun maju kedepan. Aku seorang diri dan beberapa makhluk mendekati ku baca doa dan makhluk itu terpental kebelakang seperti menghantam tembok tak terlihat. Aku sudah tidak bisa merasakan sosok sosok yang bertarung karena aku konsentrasi membaca doa. Aku tak tau bagaimana keadaan eyang, kakek yang membelaku karena lawan begitu banyak mereka penguasa kerajaan dihutan larangan. Sedang aku hanya manusia biasa.
Aku terus membaca doa hingga beberapa sosok bisa mendekat aku memukul mereka hingga terjatuh. Tapi muncul lagi makhluk yang lain. terus seperti itu dan ada sosok yang berputar putar terbang mengelilingi aku hingga ada satu makhluk besar lengannya mencekik aku. Kupukul makhluk itu ku tendang tapi makhluk itu seperti tak merasakan apapun.
Tidak aku tidak bisa bernafas. Apakah ini akhir hidupku......
Gelap sunyi sakit sekali yang kurasa.. kesadaranku mulai hilang...
Hitam kelam.... sakit. mataku terbuka tapi gelap... aku meronta ronta sekuat tenaga tapi badan ini mulai melemah sakit mulai menjalar diseluruh tubuhku...
Aku hanya bisa pasrah kucoba menyebut nama Allah didalam hati.. Tiba tiba kudengar lantunan ayat suci quran. Suara itu suara itu aku kenal. Suara ibuku.. ibu dimana kau ibu..
Tiba tiba ku bisa melihat ibu beres sholat tahajud berdoa mendoakan keselamatanku kemudian membaca quran. Kudengarkan suara ibu membaca Al Quran.. sedikit demi sedikit aku menirukan apa yang ibu baca.. Kini aku lihat jelas makhluk mengerikan yang mencekikku.. Mata merah menyala dengan rambut gimbal taringnya yang sepanjang tanganku dan lidahnya menjulur panjang meneteskan air liur.. Ku ikuti apa yang dibaca ibu.. Perlahan rasa sakit diseluruh tubuhku berganti rasa hangat. Entah kenapa aku sangat tentram mendengar suara ibu mengaji padahal aku tahu saat itu ibu ada jauh dikota lain. Sedikit demi sedikit badanku bisa bergerak hawa hangat menjalar diseluruh tubuhku. Dan hawa hangat yang menjalar ditubuhku menjadi rasa panas bagi makhluk yang mencekikku. Makhluk itu berusaha sekuat tenaga mencekikku tapi rasa panas dari tubuhku mulai membakar tangan makhluk itu dan makhluk itu bertahan mencekikku anehnya ada api muncul dari tubuhku memulai membakar makhluk itu. Jerit menyayat hati terdengar dari makhluk itu sambil menggeliat geliat merasakan panas. Kudengar ibu selesai membaxa Quran.. Tapi aku masih merasa bukan di alam manusia. Tiba tiba muncul wanita cantik bermahkota emas.. Dipegang tanganku diajaknya aku menuju pintu bercahaya...
"Pulanglah nak itu jalan mu bersabarlah jalan hidupmu masih panjang": kata wanita itu.
"Ke arah itu?": tanyaku.
"ya nak, jangan khawatir ibu menjagamu dari sini": kata wanita itu.
Aku melangkah kearah pintu cahaya itu dan aku tersadar tapi kenapa gelap.. Aku teringat tadi rumahku mati lampu. Aku mencari hpku belum ketemu tiba tiba lampu semua menyala. Astagfirullah rumahku berantakan barang barang terserak tidak pada tempatnya kulihat Viona dan Bibi masih tertidur. Tak lama kemudian terdengar adzan subuh.. Kemudian Viona bangun..
"aa udah bangun duluan, yang kenapa rumah berantakan gini": kata Viona
"ceritanya panjang nanti kuceritakan, sekarang kita sholat subuh aja yang": kataku.
Aku melangkah kekamar mandi dipojok dapur ada bekas seperti terbakar. Ah sudahlah yang penting keluargaku masih diberi keselamatan. Aku sangat bersyukur memiliki ibu yang rela bangun tengah malam sholat tahajud mendoakan keselamatan anakmu ini.
Aku sholat subuh dan selesai sholat subuh aku berdzikir dan terdengar bisikan lembut.
"Jangan lengah perjalananmu masih panjang takdirmu belum selesai"
Aku tahu masih berliku jalan yang akan kutempuh aku tak tau apakah Penguasa Hutan Larangan sudah merelakanku atau tidak..
dilanjut atau tamat aja ya ceritanya??
Diubah oleh taucolama 26-12-2016 18:58
itkgid dan 11 lainnya memberi reputasi
12
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX