Kaskus

Story

schilfoutsAvatar border
TS
schilfouts
Serial Killer : Trio Legend
Serial Killer : Trio Legend

Quote:





Spoiler for Serial Killer : Trio Legend:




Indeks

Spoiler for Indeks:





Serial Killer : Trio Legend
Diubah oleh schilfouts 17-04-2017 22:04
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
12.8K
160
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
schilfoutsAvatar border
TS
schilfouts
#120
Part 5 ~ The M Flower (ARIF POV)
Trringgg!!! Trrringg!!

Aku terbangun dan mencari jam baker yang telah sukses membuatku terbangun. Dan mengambil ponsel pintarnya di atas meja.

"Ada pesan dari si tukang mabok ternyata." gumam ku.

Aku membuka pesan tersebut.

Jangan lupa, hari ini target mu berada di kota tanjung priok. Segeralah berangkat kesana, sebelum dia membunuh orang lagi.

-Surep-

Aku bangun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.


***


WELCOME TO TANJUNG PRIOK

Aku memarkirkan motor ducati hypermotard milikku didepan pintu masuk kota tanjung priok.

"Sepi sekali disini." gumam ku.

Aku melihat ke sekeliling kota ini.

Drrttt.. Drrtttt

Bunyi pesan masuk ke ponselku . Aku melihat isi pesan itu.

Target baru
Nama : The M Flower
Posisi : tinggal di kota tanjung priok

Aku mengendarai motorku masuk ke kota tanjung priok dan mencari si target.


***


Aku memarkirkan kendaraan di depan warung kopi dan berjalan ke dalam warung kopi itu.

Aku melihat banyak gorengan disana. Tanpa babibu, aku mencomot gorengan pisang yang ada di hadapanku.

"Mau minum apa mas?"

Pramusaji itu bertanya padaku ramah dan tersenyum. Aku melihat ke arah pramusaji.

"Teh saja mba." ucapku. Sekilas aku melirik ke koran yang di baca oleh pria disebelah ku.

"Teh manis apa pahit mas?"

"Teh manis saja."

Aku masih fokus ke koran yang aku baca. "THE M FLOWER MELAKUKAN PEMBUNUHAN LAGI KALI INI KORBAN DITEMUKAN MENGENASKAN DI TEMPAT KUBURAN KERETA"

Aku membaca kalimat per kalimat dari artikel yang aku baca.

"Mas sepertinya sangat penasaran dengan kasus The M Flower."

Pria yang sedari tadi memegang koran itu akhirnya angkat bicara.

"Iya pak, saya penasaran sekali. Kenapa akhir-akhir ini kasus The M Flower sedang booming," ujarku menjawab pertanyaan dari pak tua ini. "Apa sudah di ketahui jenis kelamin dari The M Flower?" tanya ku pada pak tua ini.

Aku melihat bapak tua ini sambil sesekali menyeruput teh yang di buat pramusaji tadi. Sudah sejam lebih kami berbincang-bincang mengenai kasus pembunuhan yang sedang booming di indonesia ini.

The M Flower adalah salah satu pembunuh yang sangat unik. Tapi sayangnya tidak diketahui seperti apa The M Flower itu.

Aku mencomot pisang goreng untuk kesekian kalinya. Kasus kali ini mungkin kasus yang unik menurutku. Pak tua itu memberi tahuku setelah membunuh korbannya , sang pembunuh selalu meletakan setangkai bunga di dekat korbannya dan sepucuk surat yang menggunakan tinta darah korban itu sendiri.

Info yang aku terima dari pak tua tadi , The M Flower selalu melakukan kejahatannya pada hari rabu jam 10:46 malam. Maka dari itu, aku datang ke tanjung priok tepat hari rabu siang.

Setelah membayar makanan dan minuman yang ku pesan tadi, aku keluar dari warung kopi tadi.

"Aduhhh bu Ratna.. Ibu kan punya anak gadis nih , coba deh bu jangan biarin anak gadis ibu pergi malem-malem. Tau sendiri kan bu, ini hari rabu si The M Flower itu bakalan beraksi."

terdengar ocehan ibu-ibu yang berada di sebrang warung kopi.

Aku menajamkan pendengaranku , berharap dapet informasi yang lebih rinci. League kurang mendapatkan info tentang The M Flower, itu yang membuatku kesulitan untuk menangkap The M Flower.

"Iya nih bu, saya udah melarang anak gadis saya untuk keluar malam ini. Tapi nih bu , saya masih ngeri melihat mayat yang ada di sungai minggu lalu. Suami saya yang mengotopsi mayat itu melihat sebuah kalimat di punggung gadis itu." ucap ibu yang sedang mengupas kentang.

"Iya nih bu, saya jadi ngeri. Makin lama The M Flower makin kejam dan tak berperi kemanusiaan."

Sepertinya The M Flower ini masuk ke tingkat II untuk seorang psikopat.


***


Aku menatap layar ponsel ku dengan sebal, Ibnu mengirim foto yang sedang liburan di pulau bidadari bersama Surep dan Ken.

Bagaimana bisa ketika atasan sedang bekerja , mereka malah asik liburan. Aku langsung mematikan ponsel ku dengan sedikit kesal.

"Sialan mereka, malah asik liburan sedangkan pemimpin mereka sedang sibuk bekerja." gerutuku sambil menyalakan sebatang rokok favoritku.

Sedang asik menghembuskan asap rokok ke udara, aku melihat seorang gadis yang memiliki tinggi tubuh seperti Ken. Gadis itu sedang bersama seorang pria muda, dilihat dari sini sepertinya gadis itu sedang senang.

Tanpa sadar aku mengikuti kemana mereka pergi. Hari sudah mulai malam, info yang ku dapat dari warga setempat jika sudah mulai malam para gadis dilarang untuk keluar rumah.

aku melihat mereka memasuki sebuah rumah kosong.

"Paling sedang kumpul kebo , jika sudah masuk ke dalam ruangan kosong dan hanya ada mereka disana." gumamku.

Aku menyalakan sebatang rokok lagi sambil menunggu mereka keluar.

"Akhhhh!!!! Tol...ong..." terdengar suara rintihan seorang perempuan.

Aku membuang rokok itu dan menginjaknya di tanah. Lalu memasuki gedung tersebut tanpa mengeluarkan suara dan bersembunyi dibalik kegelapan.

Aku tertegun melihat pemandangan yang sudah biasa aku lihat. Pria itu sedang memotong-motong tubuh wanita itu, dia lalu menguliti bagian perutnya dan seperti menulis sebuah kalimat menggunakan darah korban.

Kreekk!!!!!

Aku tidak sengaja menginjak ranting pohon. Pria itu langsung menoleh ke sumber suara. Aku melihatnya sedang celingukan disana mecoba melihat ke sumber suara.

Pria itu meletakan sebuah bunga chamomile disamping kulit korban yang sudah ada tulisannya. Dan bersiap membuang bagian tubuh wanita yang lainnya.

Aku mengeluarkan Heckler and Koch USP dari balik kaos kaki yang aku gunakan. Ku masukan beberapa amunisi ke dalamnya. Aku mengarahkan heckler and koch usp ke bawah sambil menarik penutup gesernya kebelakang.

Ku arahkan heckler and koch usp ke pria itu dan menarik pelatuknya.

DZINGGG!!!!! JLEBB!! Amunisi tepat kena bahu pria itu.

"Akh! Shit!" ujar pria itu menahan kesakitan.

"Jadi kamu yang dibilang The M Flower toh," aku berjalan keluar dari kegelapan dan melangkahi mayat si wanita itu. "Mengakulah." aku terus mengarahkan senjataku ke dirinya.

Posisi kami saat ini saling berhadapan. Aku bersiap menarik penutup dari senjataku dan melihat dia berjongkok sedikit mengambil pisau yang dia gunakan untuk membunuh mayat yg ada disampingku.

Kami saling menatap satu sama lain. Saling bersiap menyerang satu sama lain. Dia menatap sinis padaku dan aku menatap terus dirinya tanpa mengalihkan perhatian.

JLEBB!!!!

"Akh!! Shit." sialan aku kalah cepat darinya. Sebuah pisau menancap dengan indahnya di bahuku. Ku cabut paksa pisau itu dan darah mengalir ke dadaku.

"Kau harus membalas semua in..i.." aku melihat pria itu sudah pergi meninggalkan ku dan mayat wanita itu.

"Sialan kau bajingan brengsek. Kamu harus bayar luka ini."

Aku berjalan keluar dari rumah kosong itu dengan cepat karna waktu sudah menjelang pagi. Mengambil kunci motorku dan mengendarai motorku dengan kecepatan diatas rata-rata.


***


Aku membuka mataku secara perlahan dan melihat ke sekeliling. Ternyata aku berada di kamar ku sendiri, aku memegang luka yang ku dapat semalem.

"Singkirkan tanganmu itu dari lukamu, jahitannya masih baru."

Aku melihat ke arah sumber suara yang memerintah kan ku untuk tidak menyentuh luka. Ternyata Surep.

"Berterima kasihlah pada Ken, dia yang menyelamatkan mu disaat dirimu terkapar di jalan masuk kota Tanjung Priok."

Aku melihat Surep yang sedang memeriksa selang infus. Aku menghela nafas mendengar ucapan Surep. Aku menatap langit-langit kamar ku, mengingat kejadian yang aku alami. Aku menutup mataku dengan tanganku, mengingat pertarungan itu.

"Ken yang menyelamatkanku?"

Aku menatap wajah Surep dengan intens, menunggu jawaban yg keluar dari mulut pria tukang mabok itu.

"Yups, Ken si gadis mungil yang menolongmu." jawab Surep sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

"Shit! Surep jangan melakukan itu padaku." gerutu ku.

Aku melihat Surep berjalan keluar dari kamarku. Aku menghela nafas , bukankah Ken sedang liburan dengan Ibnu dan Surep di pulau bidadari? Dan jarak dari pulau bidadari ke Tanjung Priok juga cukup jauh, bagaimana bisa dia tahu aku terkapar di jalanan.


***
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.