- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#607
Dia datang part 2
Kukumpulkan rambut rambut yang bertebaran tanpa kubangunkan viona. Merinding kurasa saat mengumpulkan rambut rambut itu. Kubawa keluar kamar, kulihat bibi sudah bangun dan bibi bertanya rambut siapa banyak begini tapi kularang bibi bertanya dan menyuruhnya membuang rambut rambut itu. Aku mengambil air wudhu dan sholat subuh. Beres sholat aku bikin kopi dan duduk diteras depan rumah. Matahari mulai terbit dan mulai banyak orang beraktivitas.
"Den, maaf den": kata bibi yang muncul dari dalam rumah.
"Ada apa ya bi": kataku
"Tadi rambut yang aden suruh buang udah bibi masukin ke keresek pas mau diketempat sampahin ilang tinggal kereseknya aja": kata bibi.
"hmmm begitu ya bi, udah jangan dipikirkan kalau Viona sudah bangun?": kataku
"udah den tadi bibi liat lagi sholat. Bibi pergi kepasar dulu ya den": kata bibi.
"oh iya uangnya ada bi?": kataku
"ada tadi malam diberi non Viona": kata bibi, lalu bibi pergi ke pasar.
"yang koq ga bangunin sih": kata Viona sambil duduk disebelahku.
"abis liat kamu tidur lelap jadi ga tega banguninnya": kataku.
"yang malam tadi aku mimpi seram ada makhluk berambut panjang mau memisahkan kita, aku berdoa terus ngilang deh makhluk itu pokonya makhluk itu seram sekali": kata Viona
"yang penting kamu ga apa apa": kataku.
"ih ayang liat tangan kamu": kata Viona
"emang kenapa tanganku": sambil kulihat tanganku.
Dan ada bekas lebam dilenganku seperti bekas pegangan tangan.
"kenapa sih yang tangannya": kata Viona
"gapapa ntar lagi juga ilang": kataku.
Aku ga mau Viona khawatir apalagi dia mimpi yang sama kurasa sosok ini yang terkuat yang pernah kutemui.
Hari ini sengaja aku tidak kemana mana. Aku khawatir dengan keadaan dirumah. Apalagi nanti malam adalah malam jumat ntah kenapa makhluk makhluk itu sering muncul di malam jumat. Aku sengaja tidur siang agak lama biar nanti malam aku bisa kuat begadang. Seandainya makhluk itu datang lagi malam ini aku ingin menuntaskannya malam ini.
Magrib tiba aku sholat magrib dan terus berdzikir belum ada tanda tanda gangguan hingga adzan Isya berkumandang aku lanjut sholat isya. Aku menghampiri Viona dan Bibi yang asik menonton TV.. Tiba tiba seperti suara pasir dilempar keatas genting rumahku..
Mendadak bulu kudukku merinding.. Aku beranjak keluar rumah mengunci pintu pagar. Ku melihat sekeliling luar rumah belum ada sesuatu yang aneh. Aku masuk kembali kerumah ku kunci pintu depan rumah. Tapi.. siapa .. siapa dia yang duduk di sofa..tak mungkin ada orang bisa masuk kerumah tanpa terlihat oleh ku. Ku hampiri sosok itu tiba tiba sosok itu hilang tak berbekas. Aku jadi teringat Viona aku berlari keruang keluarga kulihat Viona dan bibi terlelap di depan TV. Ah syukurlah mereka tak apa apa tapi ku menangkap getaran dingin dari arah pintu dapur dan ku memutarkan badanku melihat kearah pintu dapur.
Dan sosok tinggi besar berambut panjang sedang tertawa kearah ku. Mungkin makhluk ini yang datang dalam mimpi Viona.
Tapi dibelakang sosok itu kurasakan bukan hanya satu tapi..... tapi banyak sosok mengerikan....Apa yang harus kulakukan...
Kukumpulkan rambut rambut yang bertebaran tanpa kubangunkan viona. Merinding kurasa saat mengumpulkan rambut rambut itu. Kubawa keluar kamar, kulihat bibi sudah bangun dan bibi bertanya rambut siapa banyak begini tapi kularang bibi bertanya dan menyuruhnya membuang rambut rambut itu. Aku mengambil air wudhu dan sholat subuh. Beres sholat aku bikin kopi dan duduk diteras depan rumah. Matahari mulai terbit dan mulai banyak orang beraktivitas.
"Den, maaf den": kata bibi yang muncul dari dalam rumah.
"Ada apa ya bi": kataku
"Tadi rambut yang aden suruh buang udah bibi masukin ke keresek pas mau diketempat sampahin ilang tinggal kereseknya aja": kata bibi.
"hmmm begitu ya bi, udah jangan dipikirkan kalau Viona sudah bangun?": kataku
"udah den tadi bibi liat lagi sholat. Bibi pergi kepasar dulu ya den": kata bibi.
"oh iya uangnya ada bi?": kataku
"ada tadi malam diberi non Viona": kata bibi, lalu bibi pergi ke pasar.
"yang koq ga bangunin sih": kata Viona sambil duduk disebelahku.
"abis liat kamu tidur lelap jadi ga tega banguninnya": kataku.
"yang malam tadi aku mimpi seram ada makhluk berambut panjang mau memisahkan kita, aku berdoa terus ngilang deh makhluk itu pokonya makhluk itu seram sekali": kata Viona
"yang penting kamu ga apa apa": kataku.
"ih ayang liat tangan kamu": kata Viona
"emang kenapa tanganku": sambil kulihat tanganku.
Dan ada bekas lebam dilenganku seperti bekas pegangan tangan.
"kenapa sih yang tangannya": kata Viona
"gapapa ntar lagi juga ilang": kataku.
Aku ga mau Viona khawatir apalagi dia mimpi yang sama kurasa sosok ini yang terkuat yang pernah kutemui.
Hari ini sengaja aku tidak kemana mana. Aku khawatir dengan keadaan dirumah. Apalagi nanti malam adalah malam jumat ntah kenapa makhluk makhluk itu sering muncul di malam jumat. Aku sengaja tidur siang agak lama biar nanti malam aku bisa kuat begadang. Seandainya makhluk itu datang lagi malam ini aku ingin menuntaskannya malam ini.
Magrib tiba aku sholat magrib dan terus berdzikir belum ada tanda tanda gangguan hingga adzan Isya berkumandang aku lanjut sholat isya. Aku menghampiri Viona dan Bibi yang asik menonton TV.. Tiba tiba seperti suara pasir dilempar keatas genting rumahku..
Mendadak bulu kudukku merinding.. Aku beranjak keluar rumah mengunci pintu pagar. Ku melihat sekeliling luar rumah belum ada sesuatu yang aneh. Aku masuk kembali kerumah ku kunci pintu depan rumah. Tapi.. siapa .. siapa dia yang duduk di sofa..tak mungkin ada orang bisa masuk kerumah tanpa terlihat oleh ku. Ku hampiri sosok itu tiba tiba sosok itu hilang tak berbekas. Aku jadi teringat Viona aku berlari keruang keluarga kulihat Viona dan bibi terlelap di depan TV. Ah syukurlah mereka tak apa apa tapi ku menangkap getaran dingin dari arah pintu dapur dan ku memutarkan badanku melihat kearah pintu dapur.
Dan sosok tinggi besar berambut panjang sedang tertawa kearah ku. Mungkin makhluk ini yang datang dalam mimpi Viona.
Tapi dibelakang sosok itu kurasakan bukan hanya satu tapi..... tapi banyak sosok mengerikan....Apa yang harus kulakukan...
itkgid dan 11 lainnya memberi reputasi
12
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX