- Beranda
- Stories from the Heart
Neighbour HOOD?
...
TS
anism
Neighbour HOOD?
Spoiler for Daftar isi:
Another Thread :
📓T University
📒T University Season 2
📔Go, Loving , and be Loved
📕Reincarnation of Love
Diubah oleh anism 17-02-2017 17:49
anasabila memberi reputasi
1
4.6K
39
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#12
Rumah Si Belanda
Memiliki tetangga yang berbeda ras dengan kita selalu menimbulkan keunikan tersendiri. Kami dan teman-teman bermain (Tetangga) sangat penasaran dengan si anak Belanda yang tinggal diujung gang kami. Kami pernah mau bermain dengannya.
Tapi mungkin karena dia melihat kami berbeda darinya, dia lebih suka bermain dengan sepedanya. Didepan rumah nya Gan Sis. Ada halaman yang luas.
Tapi sang kakek yang juga peranakan Belanda tidak pernah membolehkan kami memasuki halamannya. Kami juga takut bakal ditembaknya. (fyi. beliau gak pernah bilang begitu. Kita aja yang merasa kalau si Belanda itu pasti kejam).
Alhasil kami hanya melihat rumah luas itu setiap melewati depan rumahnya. Sambil sesekali berkata,"Mana si Anak Belanda itu?"
Mereka tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga. Tapi, sesungguhnya kami sangat ingin bermain dengannya.
Apa daya. Mungkin perbedaan pola pikir merusak kesempatan kami untuk berteman.
Apakah itu karena rasa nasionalis ataukah hanya keegoisan manusia semata yang ditanamkan dari keturunan demi keturunan?
Entahlah.
Memiliki tetangga yang berbeda ras dengan kita selalu menimbulkan keunikan tersendiri. Kami dan teman-teman bermain (Tetangga) sangat penasaran dengan si anak Belanda yang tinggal diujung gang kami. Kami pernah mau bermain dengannya.
Tapi mungkin karena dia melihat kami berbeda darinya, dia lebih suka bermain dengan sepedanya. Didepan rumah nya Gan Sis. Ada halaman yang luas.
Tapi sang kakek yang juga peranakan Belanda tidak pernah membolehkan kami memasuki halamannya. Kami juga takut bakal ditembaknya. (fyi. beliau gak pernah bilang begitu. Kita aja yang merasa kalau si Belanda itu pasti kejam).
Alhasil kami hanya melihat rumah luas itu setiap melewati depan rumahnya. Sambil sesekali berkata,"Mana si Anak Belanda itu?"
Mereka tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga. Tapi, sesungguhnya kami sangat ingin bermain dengannya.
Apa daya. Mungkin perbedaan pola pikir merusak kesempatan kami untuk berteman.
Apakah itu karena rasa nasionalis ataukah hanya keegoisan manusia semata yang ditanamkan dari keturunan demi keturunan?
Entahlah.
pulaukapok memberi reputasi
1