- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#590
Dia datang
Hari itu aku dan Viona pergi ke sebuah pusat perbelanjaan aku bermaksud membeli pakaian bayi dan peralatannya untuk Teh Ida yang melahirkan anak pertamanya. Ketika aku dan Viona didepan sebuh toko aku ijin ke Viona untuk ke toilet. Setelah kembali dari toilet ada dua orang pemuda sedang berbincang dengan Viona kuhampiri mereka.
“Nah ini suami saya datang, kenalin”: kata Viona
Kami bersalaman dan tiba tiba kedua pemuda itu ijin pergi.
“yang, itu tadi siapa koq langsung pergi”: kataku
“Cowo ganjen masa ngajak kenalan minta no hp aku bilang aku kesini dengan suami eh ga percaya untung aa dateng”: kata Viona
“Orang jarang percaya kalo kamu sudah bersuami abis tampangnya kaya abg”: kataku
“ah mereka aja yang ganjen”: kata Viona.
“Tapi suka kan digodain”: kataku
“ih ga lah aa sayang Cuma atu dihatiku”: kata Viona.
Kami masuk toko dan memilih baju baju untuk hadiah bagi teh Ida. Dalam toko tiba tiba dadaku terasa sakit. Tapi ku tahan aku tak mau Viona kaget. Beres belanja aku langsung mengajak Viona pulang.
“Yang kamu yg nyetir ya aku ga enak badan”: kataku
“aa kenapa koq keringetan”: kata Viona.
“ga apa apa Cuma ga enak badan aja ayo pulang”: kataku.
Mobil meninggalkan pusat perbelanjaan menuju rumah. Aku duduk disamping Viona yang nyetir. Dadaku sesak keringat dingin membanjiri tubuhku aku hanya bisa istigfar kurasakan hawa dingim dari arah belakang kulihat spion tak nampak apapun tapi hawa ini aura ini bukan aura manusia.Mobil sampe dirumah aku turun dan duduk disofa. Viona menyusul dengan barang belanjaan.
“Aa kedokter aja yah diperiksa”: kata Viona
“ga usah yang aku tiduran aja dikamar ga apa apakan”: kataku.
“iya ga apa apa”: kata Viona.
Aku kekamar berbaring dikasur memejamkan mata. Rasa sakit dan sesak itu belum mau hilang hingga suatu saat aku seperti berada disuatu tempat. Tempat gelap sedikit cahaya berwarna merah. Ah dimana aku. Di depanku ada sosok berwarna hitam hanya matanya yang merah yang terlihat.
“Ayo kamu ikut aku”: kata sosok itu.
“tidak kamu mau ajak aku kemana”: kataku
“Kealamku kamu akan jadi anak buahku”: kata sosok itu.
“tidak tempatku didunia manusia bukan alam kamu”: kataku.
“kamu sudah jadi milikku kakekmu memberikan mu padaku”: kata sosok itu.
“tak mungkin kakek adalah seorang ulama, ahli ibadah tak mungkin bikin perjanjian dengan makhluk seperti mu”: kataku
“Bukan kakek yg itu tapi kakek dari bapakmu”: kata sosok itu.
Aku tak mengenal kakek dari bapakku sedangkan bapalku meninggalkan aku sejak kecil.
“Aku tak akan ikut, aku tak pernah membuat perjanjian denganmu”: kataku
“Kamu harus ikut nyawamu milikku”: kata sosok itu.
“nyawaku bahkan nyawamu milik Allah “: kataku.
“Arghhhhh banyak bicara”: kata sosok itu.
Sosok itu mendekatiku hendak mencekik aku tapi tiba tiba muncul sosok kakek yang pernah kutemui di alam lain.
“Jangan ganggu dia lawan aku sebelum kamu mengganggu dia”: kata kakek itu.
“Oh rupanya kamu bawa bantuan ingat kali ini kamu bisa lepas aku akan balik lagi dengan kekuatan yang lebih banyak”: sosok itu hilang.
“Jangan kuatir nak kami akan melindungi mu semampu kami”: kata kakek itu dan kemudian menghilang.
Aku tersadar kurasa belaian lembut diwajahku. Kulihat Viona membelaiku.
“Aa tidurnya lama bener, sholat dulu lalu makan baru dilanjut tidurnya”: kata Viona
“Ini jam berapa?”: kataku.
“jam 11 malam”: kata Viona
Aku bangun berjalan kekamar mandi kurasa sakit dan sesak tadi sudah hilang. Ku bersyukur pada Allah masih diberi keselamatan hari ini. Kuambil wudhu terus sholat setelah selesai aku makan malam. Aku kembali kekamar kulihat Viona tertidur kuselimuti dia. Kubelai lembut rambutnya. Kurasa ada sesuatu diluar rumah ini ku mengintip dari jendela kamar ada beberapa sosok jauh disana menatal kearah kamarku ini. Kulihat selintas bayangan kakek tadi melintas depan kamar. Mungkin sosom kakek itu menjaga kami, aku teringat ucapan ustad Sholeh agar jangan meminta bantuan jin tapi bila jin itu berniat membantu kita tak mengapa.
Aku berbaring disamping Viona kemudian berdoa agar diberi keselamatan kami sekeluarga dari ancaman makhluk dunia lain. Ku tertidur kali ini mimpi mengerikan ku alami banyak makhluk mengerikan menghampiriku sebagian menarik diriku dan sebagian kumpulan makhluk itu menahan Viona agar tak bisa mendekatiku. Aku terbangung dengan keringat sekujur tubuh. Kulihat Viona masih tertidur pulas aku nyalakan lampu kamar.
Sungguh aku terkejut melihat pemandangan ketika lampu kamar kunyalakan kasur yang kupakai tidur penuh rambut panjang.. Aku merinding hebat aku yakin tadi waktu aku tidur kasur ini bersih,apa yang sesungguhnya terjadi.
Hari itu aku dan Viona pergi ke sebuah pusat perbelanjaan aku bermaksud membeli pakaian bayi dan peralatannya untuk Teh Ida yang melahirkan anak pertamanya. Ketika aku dan Viona didepan sebuh toko aku ijin ke Viona untuk ke toilet. Setelah kembali dari toilet ada dua orang pemuda sedang berbincang dengan Viona kuhampiri mereka.
“Nah ini suami saya datang, kenalin”: kata Viona
Kami bersalaman dan tiba tiba kedua pemuda itu ijin pergi.
“yang, itu tadi siapa koq langsung pergi”: kataku
“Cowo ganjen masa ngajak kenalan minta no hp aku bilang aku kesini dengan suami eh ga percaya untung aa dateng”: kata Viona
“Orang jarang percaya kalo kamu sudah bersuami abis tampangnya kaya abg”: kataku
“ah mereka aja yang ganjen”: kata Viona.
“Tapi suka kan digodain”: kataku
“ih ga lah aa sayang Cuma atu dihatiku”: kata Viona.
Kami masuk toko dan memilih baju baju untuk hadiah bagi teh Ida. Dalam toko tiba tiba dadaku terasa sakit. Tapi ku tahan aku tak mau Viona kaget. Beres belanja aku langsung mengajak Viona pulang.
“Yang kamu yg nyetir ya aku ga enak badan”: kataku
“aa kenapa koq keringetan”: kata Viona.
“ga apa apa Cuma ga enak badan aja ayo pulang”: kataku.
Mobil meninggalkan pusat perbelanjaan menuju rumah. Aku duduk disamping Viona yang nyetir. Dadaku sesak keringat dingin membanjiri tubuhku aku hanya bisa istigfar kurasakan hawa dingim dari arah belakang kulihat spion tak nampak apapun tapi hawa ini aura ini bukan aura manusia.Mobil sampe dirumah aku turun dan duduk disofa. Viona menyusul dengan barang belanjaan.
“Aa kedokter aja yah diperiksa”: kata Viona
“ga usah yang aku tiduran aja dikamar ga apa apakan”: kataku.
“iya ga apa apa”: kata Viona.
Aku kekamar berbaring dikasur memejamkan mata. Rasa sakit dan sesak itu belum mau hilang hingga suatu saat aku seperti berada disuatu tempat. Tempat gelap sedikit cahaya berwarna merah. Ah dimana aku. Di depanku ada sosok berwarna hitam hanya matanya yang merah yang terlihat.
“Ayo kamu ikut aku”: kata sosok itu.
“tidak kamu mau ajak aku kemana”: kataku
“Kealamku kamu akan jadi anak buahku”: kata sosok itu.
“tidak tempatku didunia manusia bukan alam kamu”: kataku.
“kamu sudah jadi milikku kakekmu memberikan mu padaku”: kata sosok itu.
“tak mungkin kakek adalah seorang ulama, ahli ibadah tak mungkin bikin perjanjian dengan makhluk seperti mu”: kataku
“Bukan kakek yg itu tapi kakek dari bapakmu”: kata sosok itu.
Aku tak mengenal kakek dari bapakku sedangkan bapalku meninggalkan aku sejak kecil.
“Aku tak akan ikut, aku tak pernah membuat perjanjian denganmu”: kataku
“Kamu harus ikut nyawamu milikku”: kata sosok itu.
“nyawaku bahkan nyawamu milik Allah “: kataku.
“Arghhhhh banyak bicara”: kata sosok itu.
Sosok itu mendekatiku hendak mencekik aku tapi tiba tiba muncul sosok kakek yang pernah kutemui di alam lain.
“Jangan ganggu dia lawan aku sebelum kamu mengganggu dia”: kata kakek itu.
“Oh rupanya kamu bawa bantuan ingat kali ini kamu bisa lepas aku akan balik lagi dengan kekuatan yang lebih banyak”: sosok itu hilang.
“Jangan kuatir nak kami akan melindungi mu semampu kami”: kata kakek itu dan kemudian menghilang.
Aku tersadar kurasa belaian lembut diwajahku. Kulihat Viona membelaiku.
“Aa tidurnya lama bener, sholat dulu lalu makan baru dilanjut tidurnya”: kata Viona
“Ini jam berapa?”: kataku.
“jam 11 malam”: kata Viona
Aku bangun berjalan kekamar mandi kurasa sakit dan sesak tadi sudah hilang. Ku bersyukur pada Allah masih diberi keselamatan hari ini. Kuambil wudhu terus sholat setelah selesai aku makan malam. Aku kembali kekamar kulihat Viona tertidur kuselimuti dia. Kubelai lembut rambutnya. Kurasa ada sesuatu diluar rumah ini ku mengintip dari jendela kamar ada beberapa sosok jauh disana menatal kearah kamarku ini. Kulihat selintas bayangan kakek tadi melintas depan kamar. Mungkin sosom kakek itu menjaga kami, aku teringat ucapan ustad Sholeh agar jangan meminta bantuan jin tapi bila jin itu berniat membantu kita tak mengapa.
Aku berbaring disamping Viona kemudian berdoa agar diberi keselamatan kami sekeluarga dari ancaman makhluk dunia lain. Ku tertidur kali ini mimpi mengerikan ku alami banyak makhluk mengerikan menghampiriku sebagian menarik diriku dan sebagian kumpulan makhluk itu menahan Viona agar tak bisa mendekatiku. Aku terbangung dengan keringat sekujur tubuh. Kulihat Viona masih tertidur pulas aku nyalakan lampu kamar.
Sungguh aku terkejut melihat pemandangan ketika lampu kamar kunyalakan kasur yang kupakai tidur penuh rambut panjang.. Aku merinding hebat aku yakin tadi waktu aku tidur kasur ini bersih,apa yang sesungguhnya terjadi.
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
11
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX