- Beranda
- Stories from the Heart
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
...
TS
esteller2
[FANTASY] Darkness by storyteller Q
Darkness
Asswrwb.
agan agan sekalian yang saya hormati. ane akan membagikan cerita yang sebenarnya telah ane pikirkan dari dulu yang sekarang ane coba share kepada agan sekalian. Tolong dimaafkan jika ada kesalahan atau kurang menarik karena ini pertama kalinya ane buat cerita kaya begini. Karena ini pengalaman pertama ane, tolong diberi kritik dan saran agar ane bisa berkembang menjadi penulis ceriita yang lebih baik.
Intro Song
Spoiler for Prologue:
Dunia di masa depan sangatlah berbeda dengan dunia di masa lalu, sejak manusia melakukan kontak pertama dengan mahluk luar angkasa. mahluk luar angkasa ternyata sangat berbeda dari yang diimajinasikan manusia, ternyata di luar sana terdapat banyak planet seperti bumi dan kebanyakan planet dihuni oleh spesies yang sangat beragam, namun kebanyakan dari mereka sangatlah mirip dengan manusia terlepas dari beberapa perbedaan seperti anggota tubuh tambahan seperti ekor,tanduk atau duri di tubuh mereka. Para mahluk luar angkasa membawa perubahan besar bagi manusia, mereka memperkenalkan teknologi yang membuat manusia dapat menjelajahi luar angkasa, tapi yang paling penting adalah mereka memperkenalkan manusia pada "zai", "skill", dan "magic" .
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
zai adalah tenaga dalam yang tersimpan dalam diri semua mahluk. zai dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti menguatkan badan, meningkatkan kemampuan otot dan lain lain yang memungkinkan orang untuk melakukan hal luar biasa seperti mengangkat benda yang sangat berat dan menjadi kebal peluru, semua orang dapat menggunakan zai tetapi dibutuhkan kerja keras agar seseorang dapat mengontrol zai yang tersimpan dalam dirinya sendiri. zai seperti stamina orang biasa jika digunakan akan berkurang dan jika tidak digunakan akan pulih kembali. magic adalah partikel yang memenuhi ruang yang jika digunakan dapat menghasilkan efek sihir seperti menyemburkan api, memanggil hewan dari jarak jauh dan lain lain. Tidak seperti zai ,tidak semua orang dapat menggunakan magic hanya orang orang yang bertalenta dan sangat pintarlah yang dapat memanfaatkan magic. Magic juga tidak akan habis habis, tapi menggunakan magic menguras stamina orang yang menggunakannya. kemudian ada skill yaitu kemampuan unik yang dimiliki orang orang tertentu dari saat mereka lahir, orang yang memiliki skill sangatlah sedikit hanya sekitar 1 dari 1 milyar orang, menggunakan skill akan menghabiskan zai seseorang, skill adalah kemampuan yang sangat kuat dan setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda.
Manusia sekarang tergabung dalam solar federation yaitu negara federal yang merupakan gabungan dari koloni planet- planet di tata surya matahari, solar federation sendiri adalah bagian dari kerajaan Dacuria yang menguasai galaksi Bima Sakti, kerajaan Dacuria dipimpin oleh raja Gid Dacuria, dan spesies utama dari kerajaan ini adalah spesies Dacurian, spesies mirip manusia tetapi memiliki ekor seperti ekor setan.
Spoiler for INDEX:
BAB I :
BAB I
BAB II : The Challange
BAB II part 1
BAB II part 2
BAB III : The Chosen 10
BAB III part 1
BAB III part 2
BAB IV : Supernatural Club
BAB IV part 1
BAB IV part 2
BAB V : Mid-Tem
BAB V part 1
BAB V part 2
BAB V part 3
BAB VI : Ghost of Classroom
BAB VI part 1
BAB VI part 2
BAB VII: Missing
BAB VII part 1
BAB VII part 2
BAB VIII: Demon and Human
BAB VIII part 1
BAB VIII part 2
BAB IX: Training
BAB IX part 1
BAB IX part 2
BAB IX part 3
BAB X: A New Day
BAB X part 1
BAB X part 2
BAB XI: Dread Wood
BAB XI part 1
BAB XI part 2
BAB XI part 3
BAB XII: Nero Caesar
BAB XII part 1
BAB XII part 2
BAB XII part 3
BAB XII part 4
BAB XIII: Axiom Tournament
BAB XIII part 1
BAB XIII part 2
BAB XIII part 3
BAB XIV: End of The Year
BAB XIV part 1
BAB XIV part 2
BAB XIV part 3
BAB XV: Life and Death
BAB XV part 1
BAB XV part 2
BAB XV part 3
BAB XVI: New Semester
BAB XVI part 1
BAB XVI part 2
BAB XVI part 3
BAB XVII: Howl of Terror
BAB XVII part 1
BAB XVII part 2
BAB XVII part 3
BAB XVII part 4
BAB XVIII: Proof of Power
BAB XVIII Part 1
BAB XVIII part 2
BAB XVIII part 3
BAB XVIII part 4
BAB XIX: King of the Beach
BAB XIX part 1
BAB XIX part 2
Selamat Menikmati
Diubah oleh esteller2 15-01-2017 14:26
0
33.9K
Kutip
269
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
esteller2
#252
Spoiler for BAB XVIII part 4:
Part 4
Ko dan Richard berada di dua pojok arena yang berlawanan. Mereka saling menatap, Ko dengan muka tenang namun seriusnya, dan Richard dengan senyuman sombongnya.
“Bagaimana kalau kau menyerah saja sekarang?” Tanya Richard. “Aku tidak ada perlu denganmu, dan aku tidak tertarik dengan kekuatan mu .”
“Kalau begitu ayo bertarung dengan seluruh kemampuan kita.” Balas Ko sambil tersenyum lebar
Sudah 1 hari sejak Ketu memenangkan babak ketiga. Pada malam harinya ada pertandingan eva, tapi seperti hari hari sebelumnya lawanya dikalahkan hanya dengan satu serangan.
Ketu duduk di bangku penonton dengan sangat antusias. Dia tidak sabar melihat kekuatan sebenarnya Ko, dan juga ingin melihat kekuatan sebenarnya dari richard yang selalu menyombongkan dirinya. Saking antusiasnya dia sampai lupa meminum dan memakan snack dan minuman yang dia persiapkan untuk menonton Di sebelah kanan duduk lea, Ana, Irene, Kurumi, dan Mike secara berurutan. Di sebelah kirinya duduk Gerard, Renggo, dan Karm.
Seperti biasa wasit masuk arena dan membacakan peraturan. Peraturanya belum ada yang berubah, Ketu mendangar kabar kalau sudah masuk semi final akan ada sedikit perubahan peraturan, tapi karena sekarag belum semifinal maka belum ada perubahan aturan.
“Mulai!”
“Dragon Skin.”
“Beast Form.”
Tubuh Ko langsung membesar menjadi dua kali lipat dan langsung memukul Richard. Dia langsung serius dari awal dan langsung mengerahkan seluruh kemampuanya. Namun, Richard hanya terdorong sedikit ke belakang, bahkan malah ko yang tanganya terluka. Tubuh Richard dipenuhi sisik berduri tajam.
“Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan seperti itu?” Ejek Richard.
Ko tidak memperdulikan ejekan Richard. Seranganya cukup kuat untuk melukai Richard walau tanganya harus terluka. Dia memukul lagi, lagi, dan lagi.
Tanganya makin lama semakin penuh luka dan dilumuri darah, sementara lwanya masih berdiri tegap dengan hanya sedikit terluka.
“Beast Form: Gazelle Leg.”
Kaki Ko berubah perlahan menjadi seperti kaki Rusa. “Nah coba kau tahan kali ini.” Tantang Ko. Ko langsung menghilang. Dalam sekejap tubuhnya yang besar muncul di belakang Richard. Ko memukulnya. Sekejap kemudian dia menghilang lagi dan muncul di samping Richard dan memukulnya lagi. Dia menghilang lagi dan muncul di arah yang lain. Dan begitu terus setelahnya.
Richard menggeram, dia tidak percaya musuhnya bisa melukainya seperti ini. Dia mulai menyerang balik, tapi Ko dengan mudah menghindari seranganya.
“Sekarang siapa yang tidak bisa melukai siapa?” Balas Ko. Richard menjadi kesal.
“Dragon wings.” dari punggung Richard langsung muncul sepasang sayap hitam yang dipemnuhi sisik.
Richard menyerang lagi, kali ini kecepatanya bisa menyamai kecepatan Ko. Richard menghilang dan muncul di depan Ko. ko langsung menghilang dan muncul di tempat lain. Pertarungan mereka berdua sangat cepat sampai sampai kebanyakan orang yang menonton tidak bisa melihat pertandinganya. Untuk kebanyakan orang yang bisa mereka lihat hanyalah bayangan bayangan hitam yang muncul di satu pojok arena, menghilang dan muncul di pojok lain. Untuk orang orang yang sudah bisa menggunakan Zai, mereka bisa melihat pertarunganya. Ketu sendiri dengan memfokuskan zai di matanya tidak bisa melihat pertarungan secara sepenuhnya.
Walaupun tidak bisa melihat sepenuhnya, Ketu tau, ko sedang dalam masalah besar. Kekuatan serangan mereka seimbang, kecepatan mereka kurang lebih juga seimbang, tapi sisik naga Richard jauh lebih kuat dan memberikan pertahanan yang jauh lebih baik daripada kulit hewan Ko. Dengan satu sregan Richard, Ko langsung terluka. Namun dengan serangan Ko, Richard tidak bergeming, bahkan tangan Ko lah yang terluka.
Sadar bahwa dirinya tidak akan menang kalau terus begini, Ko mempertaruhkan semuanya untuk satu serangan.
“Beast Form: Bestial Strength.” Tubuh Ko membesar lagi, mejadi 6 kali semula. Tubuhnya menjunjung tinggi di atas Richard. Dia mengangkat ke dua tanganya di atas kepala dan memfokuskan zainya pada kedua tanganya itu.
Ko membanting tanganya sekuat tenaga. Richard tersenyum, tangan kananya langsung berubah menjadi hitam pekat. Richard membalas serangan ko dengan pukulan tangan kananya.
Suara ledakan memenuhi stadium, getaran seperti gempa mengetarkan seluruh pondasi stadium. Debu debu berterbangan menghalangi pandangan para penonton.
“GUAAAA!” Ko berteriak
Saat debu-debu sudah menghilang terlihat Ko tergeletak pingsan di depan Richard. Tubuhnya yang tadinya besar sudah kembali ke ukuran normal. Richard berdiri di depanya dengan senyuman yang puas.
“KO!” Ketu berteriak. Ketu langsung melompat dari bangku penonton dan memeriksa tubuh Ko…. kedua tanganya patah. Tulang lengan bawah kiri dan kananya patah sementara pergelangan tanganya retak.
“Aku tunggu di semi final Ketu, aku harap kau bisa memberikan perlawanan yang lebih menyenangkan daripada teman mu itu.” Kata richard saat melewati tubuh Ketu.
“Richard!” Teriak Ketu.
“Apa? Tulang patah dan remuk kan resiko dari turnamen ini” Balas Richard dengan senyuman licik. Ketu sadar apa yang dikatakan Richard memang benar, tapi ia juga tau tadi Richard dengan sengaja mematahkan tangan Ko, dia tidak perlu untuk melakukan sejauh itu untuk menghentikan seranganya.
-dua hari kemudian-
Ketu duduk di ruang tunggu. Tanganya bergetar karena rasa cemas dan antisipasi. Lawan berikutnya adalah Richard. Ketu mengingat-ngingat saat saat awal dia masuk ke Axiom academy. Dari awal dia masuk Axiom Academy Richard sudah menjadi musuhnya, dia selalu merintanginya di setiap kesempatan. Secara tidak sadar Ketu dari dulu menunggu nunggu saat ini, saat dimana dia bisa bertarung dengan Richard.
Ketu berdiri saat namanya dipanggil dan menuju Arena. Saat ia berjalan keluar, seluruh bangku penonton sudah penuh, tidak seperti babak ke tiga. Sebagian berteriak namanya dan sebagian lagi berteriak nama Richard. Dia tersenyum lebar saat melihat teman-teman yang menyemangatinya.
Dia naik ke arena, kali ini arenanya sangat besar dan jauh lebih bagus daripada saat babak sebelumnya. Berdiri di hadapanya adalah lawanya dengan senyum sombong terlihat di mukanya, tapi mukanya kali ini terlihat lebih serius. Wasit tidak naik ke arena dan membacakan peraturan dari jauh.
“Sekarang akan dibacakan peraturanya. Siapapun yang pingsan, menyerah atau menyentuh tanah selain arena akan dianggap kalah. Cara apapun untuk mengalahkan musuhmu diperbolehkan. Ada pertanyaan?” Tanya wasit.
Ketu dan Richard menggelengkan kepala mereka. Ketu termenung sebentar, dia memikirkan bagian terakhir dari peraturanya. ‘Cara apapun diperbolehkan’
“MULAI!”
Ketu dan Richard saling bertatapan, mereka berdua tau dalam pertandingan seperti ini tidak perlu berkata apa-apa.
“Dragon form.” Tubuh Richard langsung berubah, kulitnya menjadi sisik hitam pekat yang tajam dan dari punggungnya keluar sayap.
Melihat lawanya serius dari awal, Ketu membuka bajunya dan langsung melepas gelang di lenganya. Melihat dari pertandingan Richard dan Ko sebelumnya Ketu tau dia tidak akan bisa menyaingi kecepatan Richard.”Axel!”
Tubuh Ketu menghilang dan muncul di depan Richard dengan tangan yang sedang dalam posisi memukul. Richard dengan mudahnya mundur ke belakang untuk menghindar, namun saat sedang mundur ke belakang, Ketu menggunakan skillnya untuk menarik Richard ke jangkauan pukulanya, tapi tarikan Ketu kurang kuat dan Richard tetap diam di tempat.
“Ketu-Ketu, kau pikir tarikan seperti itu bisa membuatku bergerak?” Richard memprovokasi.
“Axel!”
Ketu menghilang lagi dan muncul tepat di depan Richard seperti tadi. Richard kali ini menghindar ke samping dan membalas pukulanya. Ketu mengangkat tanganya untuk menahan serangan Richard, ia tersenyum. Seperti yang ia duga, serangan Richard memang cepat, tapi pukulanya tidak terlalu kuat. Ketu membalas pukulanya lagi, dan seperti sebelumnya Richard menghindar.
“Kau tau, kalau kita bertarung seperti ini ujungnya tidak akan kemana mana.” Kata Ketu. Richard tersenyum kemudian melompat mundur.
Richard merentangkan kedua sayapnya kemudian mulai terbang. “Kalau begitu, coba ini.” Balas Richard. Suara keras seperti kaca pecah terdengar oleh semua orang. Richard menghilang, Ketu tidak bisa merasakanya sama sekali.
“GUAH!” Ketu berteriak. Mulutnya menganga lebar dan darah keluar dari mulutnya. Dia melihat ke belakang dan melihat ada Richard sudah ada di belakangnya. ‘Bagaimana bisa? gerakanya sama sekali tidak terlihat.’
Sekali lagi bunyi itu terdengar, dan Richard menghilang lagi. Ketu menjadi panik, dia sama sekali tidak bisa mendeteksi dimana Richard akan muncul- tiba-tiba pipinya terasa sakit. Badan Ketu terlempar ke samping. Dia berdiri lagi, tapi Richard masih belum terlihat. Perutnya terasa sakit, kemudian pipinya, kemudian dadanya, punggungnya, kakinya, tanganya.
Darah keluar dari mulutnya, dia telah dipukul beberapa kali oleh Richard tanpa dia bisa melihat lawanya sedikitpun.
“DOWN!” Ketu berteriak sambil menempelkan tanganya di lantai. Sesuatu berwarna hitam muncul di depanya, Richard.
Richard berdiri hampir jatuh, tubuhnya terasa berat, dan keseimbanganya kacau. Ketu menggunakan kesempatan ini untuk mendekat dan memukulnya sekuat tenaga. Badan Ricard terlempar 3 meter ke udara.
“Apa-apa yang kau lakukan?” Tanya Richard kebingungan sambil berusaha berdiri. Ketu tersenyum melihat lawanya kebingugan.
“Aku membuat area di arena ini, siapapun yang naik ke arena akan merasakan gravitasi 10x lipat lebih kuat dari gravitasi normal. Sekarang bagaimana, bisa bergerak?” Tanya Ketu.
“Chh! Jangan sombong! Kalau cuma segini tidak ada apa-apanya!” Teriak Richard. “Dragon Form: Phase 2”
Richard menggeram. Badan dan otot-ototnya menjadi semakin besar, dari kepalanya muncul tanduk, secara keseluruhan bentuk dan proporsi tubuhnya mulai berubah. Namun, Ketu tidak membiarkanya begitu saja, sbelum Richard berubah sepenuhnya, Ketu sudah menghujaninya dengan serangan, mendorong tubuhnya hingga ke ujung arena. Namun saat Ketu ingin menjatuhkanya, tanganya ditangkap oleh Richard. Richard meremas tangan kanan Ketu hingga ia berteriak kesakitan.
“Kau tau Ketu, Kau kuat. Aku akui itu, tapi kau belum ada apa-apanya dibandingkan aku.”
‘KRAK!’ terdengar suara tulang retak. Richard menghantam tangan kanan Ketu hingga tulangnya patah sebelum membanting badanya berulang-ulang. Saat tanganya dilepas oleh Richard Ketu tergeletak di lantai. “Bagaimana? Menyerah” Tanya Richard.
Ketu menendang kaki Richard di bagian dalam lututnya dengan keras hingga Richard jatuh. Saat dia sudah jatuh Ketu langsung menduduki bagian dadanya dan memukuli kepalanya.
“Heh! Aku tidak mengira apa yang diajarkan paman bisa berguna.” Tangan kanan Ketu sudah bisa digunakan lagi dengan teknik yang diajarkan Reznov. Bahkan sekarang tulangnya menjadi lebih keras dan kuat dari aslinya.
Richard tidak diam saja, dia juga membalas pukulan Ketu. Kemudian Richard menarik badan Ketu ke samping, dan melemparnya ke atas. Saat tubuh Ketu masih di udara ia memukulnya lagi hingga Ketu terlempar lebih tinggi lagi.
“Saatnya mengakhiri ini” Richard menekuk lututnya dan bersiap-siap untuk lompat. Arena di bawah kakinya mulai retak. Saat ia melompat, arena di bawahnya hancur berkeping keping.
Ketu tersenyum saat badanya mulai jatuh, dia sudah mengira Richard akan melakukan ini. Dia tau Richard akan mengira dia akan menang di udara. Ketu memegang dadanya sendiri. “20X Gravity.” Tubuh Ketu langsung jatuh dengan kecepatan tinggi. Dia memfokuskan seluruh Zai yang ada di tubuhnya ke ujung tangan kananya, sebuah taruhan, kalau dia memukul lebih cepat dari Richard dia menang, kalau tidak, dia pasti kalah.
***
Tubuh mereka berdua tergeletak di bekas arena yang sudah hancur. Richard sudah kembali seperti semula. Semua penonton tegang, juri dan wasit pun tegang, siapapun yang bangkit lebih dulu adalah pemenangnya. Tiba-tiba ada pergerakan. Di luar dugaan mereka berdua bangun bersamaan, yang menunjukan kalau pertandingan masih berlanjut.
Sekarang Ketu memiliki keunggulan, dia tidak akan membiarkan Richard menggunakan skillnya lagi. Sebelum Richard sempat bangun, Ketu memukulnya dan menjatuhkan tubuhnya. Ketu kemudian menginjak Richard, tapi ia bisa menghindar dan langsung bangun.
“Dragon-” Ketu menggunakan skillnya untuk memukul Richard dari jarak jauh.
“Jangan pikir aku akan membiarkanmu menggunakan dragon form lagi” Kata Ketu.
Richard tidak bisa berbuat apa-apa. Menggunakan dragon form phase 2 sangat melelahkan baginya, dan Ketu tidak memberi kesempatan baginya untuk menggunakan dragon form lagi. Ketu sendiri sebenarnya sudah sangat kelelahan, membuat Richard merasakan 10x gravitasi dalam waktu yang lama sudah menguras habis Zainya, belum lagi dia harus mempertahankan Zai di tangan kanannya agar tetap bisa berfungsi.
Richard terjatuh. Zai mereka berdua sudah habis, dan dalam kontes murni kekuatan fisik Ketu jelas pemenangnya.
“Sudah menyerah saja.” Kata Ketu memprovokasi. Richard tertawa.
Kau pikir kau sudah menang? Ingat peraturanya?“ Balas Richard dengan senyum licik. Ketu merasa bingung dengan apa yang Richard katakan, cara apapun yang dia pakai, dalam kondisinya dia tidak mungkin menang…. Disitulah Ketu salah.‘
Ketu merasakan rasa sakit yang luar biasa dari punggungnya. Ketu melihat ke belakang. Dari bangku penonton seorang perempuan dari asrama A menggunakan skillnya untuk menembakan listrik ke Ketu. Darah keluar dari mulut Ketu, dia ingin mengangkat tanganya untuk menyerang Richard, tapi tubuhnya tidak mau bergerak. Perlahan lahan penglihatan Ketu semakin buram, hingga akhirnya tubuhnya jatuh.Semua orang tidak mengira hal ini yang terjadi, tidak ada yang mengira Richard akan menang.
“Dulu kau pernah bilang kan, kau belajar dari kami untuk tidak bertarung dengan adil.” Kata Richard sambil menatap tubuh Ketu yang tergeletak di tanah, tidak sadarkan diri.
-------
2 hari kemudian
Babak final sudah dimulai. Eva sudah berdiri di tengah tengah Arena, seharusnya final dimulai sehari sebelumnya, tetapi karena kondisi Richard yang terluka lumayan parah pertandingan diundur satu hari.
Tidak biasanya semua orang menyemangati Eva, biasanya tidak ada yang pernah menyorakinya karena setiap pertandingan selalu selesai dalam hitungan detik, tapi kali ini berbeda, sebagian besar orang tidak setuju dan tidak senang dengan kemenangan Richard, tapi karena memang tidak menyalahi aturan, turnamen tetap dilanjutkan. Sebagian besar orang disana ingin Eva mengalahkan Richard dengan telak, dan bahkan ingin Eva mempermalukanya.
Richard berjalan ke tengah arena. “Bagaimana kalau kau menyerah saja sebelum kita mulai?” Tanya Eva dengan suara yang serius. “Aku tidak ingin mempermalukanmu.”
“Jangan memngapku enteng begitu, lagian siapa tau cara licik apa yang akan aku gunakan kali ini.” Balas Richard dengan sombong.
“Cara apapun yang kau lakukan akan percuma….. Tapi sepertinya kau tidak akan menyerah.” Eva berjalan ke pinggir arena dan mengangkat pedang kayunnya ke arah penonton. “KALIAN SEMUA! KALIAN YANG MENGANGGAP DIRI KALIAN SEBAGAI TEMAN RICHARD DAN YANG AKAN MENOLONGNYA, AKU TANTANG KALIAN SEMUA HARI INI, NAIK KALIAN KE ATAS ARENA!” Teriak Eva. Semua orang yang mendengarnya terkejut. Eva kemudian berjalan ke arah wasit. “Ini diperbolehkan bukan?”
“Tidak dilarang.” Jawab wasit dengan cepat. Eva kemudian berpaling ke arah Richard.
“Panggil temanmu! Kalau kau tidak mau dipermalukan.” Tantang Eva. Richard tidak tau apa yang eva rencanakan, tapi ia menerima tantangnya, ia menatap ke teman-temanya di bangku penonton dan mengangguk, mengisyaratkan mereka untuk maju.
Eva berdiri di tengah tengah, sekitar 40 orang mengelilinginya. Mereka semua bersiap untuk menyerangnya saat pertandingan dimulai. Eva dengan perlahan membuka tutup mata kirinya, pertama kalinya sejak dia masuk ke Axiom Academy.
“Ayo! Maju kalian semua.” Tantang Eva.
***
“Lemah.” Kata Eva, suaranya penuh kekecewaan, dia menutup tutup matanya lagi.
40 orang tergeletak disekitarnya, mereka semua pingsan. Ada yang terluka ringan sampai ada juga yang sekarat. Eva dengan santainya berjalan turun dari arena, tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.
Awalnya mau apdet jam 8-an tapi tadi ane pergi keluar.
Enjoy

0
Kutip
Balas