Kaskus

Story

antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
clbk (kalau jodoh takkan kemana)
namaku Nana. Aku anak bungsu dari 6 bersaudara. selama ini, aku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bukannya ndak ada yang naksir, tapi memang aku ndak suka liat orang pacaran, kayak suami istri aja. kenapa ndak kimpoi aja sekalian. malah ada yang pacarannya sampe 9 tahun, pas nikah hanya bertahan 9 bulan. menurut aku, pacaran itu yang bukan sifat aslinya, pas nikah baru deh keliatan. Hingga saat itu tiba....

Waktu itu banyak teman kuliahku yang sering ngumpul di rumah. Biasalah, di awal2 semester, tugas kita menumpuk, n kebetulan yang punya kompi masih bisa diitung jari. Alhamdulillah aku diberi rezeki memiliki komputer. Jadinya, teman2 pada ngerjain tugas dirumahku.

Quote:


Yah, gitu deh. Aku mmg termasuk cewek yang cuek, keras kepala, dan sebagian orang bilang aku ini jaim. Entahlah, penilaian orang terhadap diri kita memang berbeda2. Kita bisa tahu bagaimana sifat kita dari orang2 yang berada di sekitar kita, bukan dari diri kita pribadi saja.


Spoiler for sesion 1:



Spoiler for sesion ke 2:




لاَ يَخْلُوَن رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ. وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ
“Janganlah seseorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita tersebut disertai mahramnya, dan janganlah wanita melakukan safar kecuali disertai mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi – red)

Diubah oleh antinakaba 03-03-2017 15:21
0
52.7K
460
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
antinakabaAvatar border
TS
antinakaba
#137
rujuk
Rujuk
Di perjalanan pulang, aku berpikir tindakan apa yang harus aku lakukan sekarang. Rasanya aku belum puas dengan jawaban ustadzah tadi. Yang menjadi ganjalan yang talak tiga bisa jatuh dalam semalam saja. Kalau seperti itu, posisi aku bukan talak tiga lagi dong, bisa talak 10 kali. Lebih malah. Bang yadi itu tipe2 pemarah dan selalu mengeluarkan kata2 cerai. Mungkin karena aku juga yang terlalu takut menjadi janda sehingga seenaknya mengancam cerai. Ujung2nya harus aku yang minta maaf dan memohon2 untuk tidak diceraikan. Baru kali ini aku nekat memenuhi kata cerainya.
Yang membuat aku bingung, dia selalu tidak menganggap kalau dia menjatuhkan talak dengan alasan orang marah tidak bisa dijadikan sandaran menjatuhkan hukum cerai. Namanya juga orang marah, omongannya tidak terkontrol. Tapi aku sudah muak dengan alasan yang itu2 aja. Mbok yah klo marah, usahakan mulut itu dijaga untk tidak mengeluarkan kata cerai. Hukuman tertinggi bagi istri itu yah cerai. Tahap2nya kan dinasehati, lalu dipukul, lalu di boikot di dalam rumahnya, lalu di boikot di luar rumah. Kalau semua cara udah ditempuh dan istri masih ngeyel, baru jatuhkan talak. Aku ndak habis pikir dengan bang yadi, apa kemarin dia nikah ndak belajar dulu apa sama orang yang lebih berpengalaman. Mestinya kan dia sebagai imam yang harus lebih banyak tau daripada istrinya. Bukannya sombong sih, tapi gimana mau dapat ilmu, taklim aja dia ogah.
Sampai dirumah...
Ibu : nana, tadi yadi datang nyariin kamu
Aku : terus ibu bilang apa
Ibu : yah aku bilang kamu lagi jenguk zaenab di pesantren
Aku : dia kelihatan marah nggak bu?
Ibu : enggak kok...sepertinya dia mau menjemput kamu pulang
Aku : ibu nggak nanya2 soal perceraian
Ibu : yah..aku Cuma tanya ada apa dengan kalian. Rumah tangga kok ribut melulu..
Aku : aku sudah cukup sabar menghadapi bang yadi bu. Kali ini batas kesabaranku udah habis..
Ibu : yang namanya sabar itu nggak ada habisnya nana. Musibah apapun yang menimpa kita harus dihadapi dengan sabar. Pulanglah nak, kasian yadi menunggumu. Sepertinya dia nggak makan dari semalam, jadi ibu tawarin dia makan.
Aku : nanti aja deh bu. Aku mau pulang kalau dia yang jemput aku. Aku ndak mau pulang sendiri...entar dia Ge Er lagi
Ibu : ya udah, kamu telpon aja suruh jemput. Nggak boleh lho meninggalkan suami dalam keadaan dia tidak ridho
Aku : kan aku sudah dia ceraikan. Jadi aku bukan istrinya lagi dong
Ibu : kamu memang keras kepala. Ibu kira setelah kamu nikah, sifat kamu bisa berubah menjadi lebih lembut
Aku : dapat suami juga orang pemarah, gimana bisa lembut. Ini semua salah bapak sama ibu, terlalu ikut campur dalam memilih jodoh buat anak2nya
Ibu : lho, kok jadi salahkan ibu. Yadi kan pilihan kamu sendiri
Aku : iya sih, tapi kriterianya itu lho, hrs sarjanalah, cakeplah, inilah, itulah...yah sulit juga kan cari yang kayak gitu
Ibu : jadi kamu menyesal?
Aku : iya bu, nana nyesal banget. Coba liat sekarang si ilo, udah mau punya anak dua. Aku, boro2 punya anak, positif hamil juga nggak. terus si syahib juga udah nikah, istrinya cantik, udah jadi dosen dan punya rumah sendiri. Iwan juga udah jadi pns di kampungnya. Ust syarif sekarang mengelola pesantren milik mertuanya. Lha aku, gini2 aja. Pekerjaan nggak dapat, anak belum punya, ilmu agama, nol besar. Apa sih yang bisa dipertahankan dalam rumah tanggaku ini?
Ibu : kok kamu ngomel2 sendiri. Mestinya kamu koreksi diri. Jodoh itu Allah yang atur. Kita dipasang2kan sesuai dengan karekter kita juga.
Aku diam. Aku juga heran, aku kok jadi emosi begini. Astagfirullah...biar bagaimanapun, bang yadi adalah suamiku. tiidak sepantasnya aku menjatuhkan harga dirinya walau di depan ortuku sekalipun.
Aku masih bertahan untuk tidak menghubungi bang yadi. hingga malam tiba, bang yadi datang untuk menjemputku. Aku pulang dengan berat hati. Sampai dirumah, bang yadi minta jatah. Terpaksa kulayani karena kuanggap kami sudah rujuk. Keesokan harinya, kucoba membicarakan bagaimana kelanjutan rumah tangga kami
Aku : bang, aku bingung dengan status rumah tangga kita
Yadi : bingung gimana? jelas2 kamu istri aku kok?
Aku : iya sih. Tapi aku ragu bang. Abang kan udah terlalu sering mengucapkan kata2 cerai. Kemarin sewaktu jenguk zaenab di pondok, aku sempat bertanya dengan ustadzahnya. Katanya talak 3 bisa jatuh dalam waktu semalam. Dan abang sudah berkali2 menjatuhkan talak. Bisa2 kita dihukumi berzina dong bang karena sebenarnya talak 3 udah jatuh tapi abang tidak menganggapnya sebagai talak
Yadi : orang lagi marah yah sama dengan orang yang lagi mabuk. Pikiran dan ucapannya tidak terkontrol. Kalau aku menjatuhkan talak dalam keadaan sadar sesadar2nya, nah baru talak itu jatuh
Aku : tapi kan dimana2 orang cerai itu karena marah.
Yadi : sudah2, tidak usah terlalu dipikirkan. Abang janji tidak akan mengeluarkan kata2 cerai lagi.
Aku : satu lagi bang, aku boleh kan pergi taklim lagi? Aku masih haus akan ilmu bang. Masih banyak yang aku belum tahu tentang ilmu fikih. Contohnya masalah kita ini. Aku khawatir kita udah terjatuh dalam kesalahan yang sangat fatal
Yadi : kalau itu maumu, yah terserah. Tapi kamu pergi sendiri aja yah, aku malas ketemu orang2 itu.
Aku : makasih yah bang atas pengertiannya.
Yadi : tapi kamu jangan macam2 yah disana. Abang tau banyak yang menunggu jandamu kan? Awas kalau kamu main mata disana
Aku : udahlah bang, aku bosan dituduh yang macam2. Entar bertengkar lagi, aku capek....masalahnya itu2 aja.
Bang yadi diam. Sepertinya dia mulai menekan emosinya. Bagus juga, dia mungkin mulai berpikir kalau2 aku berontak lagi seperti kemarin.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.