- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#494
Dua Dunia part 2
Dulu setiap pagi yang menyiapkan sarapan adalah ibu. Kini Vionalah yang menyiapkan walau rasa masakannya cukup berbeda aku coba beradaptasi. Aku senang melihat pengorbanan Viona yang berusaha menjadi istri yang baik. Bahkan uang belanja yang kuberikan dari hasil investasi di distro Deni tak sebesar uang jajan Viona dulu. Viona mensyukurinya bahkan gaya hidupnya mulai berubah. Soal uang pun Viona hati hati selalu bilang bila hendak beli ini itu padahal itu semua warisan dari papahnya. Pemberian om Hadi untukku pun ku percayakan pada Viona karena Viona pintar mengatur keuangan. Sosok Viona adalah sosok yang sempurna bagiku.
"Pagi kaka kakaku yang baik"; kata Tania yg tiba tiba muncul pas aku dan Viona sarapan.
"Eh siapa ya koq tiba tiba nongol disini": kataku.
"ih kaka jahat sama adek lupa": kata Tania
"ga lupa tapi pura pura lupa biar ga dimintain duit": kataku.
"yeee kaka koq tau aku mau minta duit jajan": kata Tania.
"Nih aku kasih jajan tapi temenin ka Viona ya": kataku.
"Siap": kata Tania.
"Tania kamu udah punya pacar belum": kata Viona
"belum ka Vion cariin dong": kata Tania
"Masa ga ada yang deketin kamu, kan kamu cantik": kata Viona.
"Ada ka tapi ga srek gitu": kata Tania.
"Untung masih ada yang mau juga sok pake ga srek segala": kataku.
"ih ka aka jahat banyak lagi yg mau sama aku": kata Tania.
"coba sebutin tapi yang masih idup ya": kataku.
"aaaaah kaka ngeselin banget sih": kata Tania sambil cemberut.
"nah kalo kamu cemberut ada manisnya dikiiiiiiiiiiiiiit": kataku.
"Udah becanda aja ntar kuliahnya kesiangan": kata Viona.
Selesai makan aku pergi kuliah naik motor ntah kenapa aku lebih suka naik motor..
Sampai dikelas teman teman sudah kumpul. Aku menghampiri mereka.
"wah nih dateng juga yang diomongin, gimana kabarnya bro": kata Opik.
"baik, ngomongin apa sih": kataku.
"nah kita kita ngobrolin pengin punya usaha siapa tau udah beres kuliah tinggal ngembangin usaha ga usah kerja": kata Opik
"ya bagus itu": kataku
"rencana mau bikin cafe kaya dadan": kata Intan
"menurut aku bagus cuma jangan ada live musicnya terutama yang nyanyi Joko gak bangeeet": kataku.
"yeeeee aka koq gue dibawa bawa tapi boleh juga ide lu, gue mau jadi Vokalis kan gue mirip ariel noah": kata Joko.
"Belum dibuka bangkrut deh cafenya kalo yang nyanyinya Joko": kata Intan
"Ya udah matengin dulu rencananya kalo masalah dana mungkin aku bisa bantu": kataku.
"Ok masalah tempat udah ada tinggal mikirin menu yang kerja dll": kata Opik.
"ya udah kalo udah mateng kabarin aku ya": kataku.
Kulihat Irene masuk kelas. Kuhampiri dia.
"Irene aku mau bicara": kataku.
"Iya ada apa? pengin disun lagi ya?": kata Irene sambil tersenyum.
"Ren jangan berkata seperti itu lagi, apa kamu tau kenapa foto kamu nyium pipiku bisa sampe di Viona?": kataku.
"Mana kutau, gak mungkin kan aku nyium kamu sambil ngefoto sendiri kamu lihat sendirikan aku ga pegang hp waktu itu.": kata Irene.
"Ya aku tau": kataku.
"Sampai kapanpun aku menunggu kamu kembali padaku, tunggu saja kalau aku lebih kaya daru Viona kamu pasti balik ke aku": kata Irene.
"Ga selamanya semua bisa dibeli dengan uang": kataku.
"Kita lihat saja nanti kata kata siapa yang terbukti": kata Irene sambil tersenyum penuh arti.
Irene berlalu duduk dikursi..
Aku mengambil kursi dibelakang bersama opik. Aku berpikir keras siapa yang mengirim foto ke Viona dan aku jadi kesal gara gara kata kata Irene.
Singkat cerita aku beres kuliah dan ada bbm masuk kulihat dari Viona. Viona menanyakan apa aku sudah beres kuliah dan menyuruh cepat pulang.
Skip...skip..
Aku sampe rumah ku ucapkan salam dan masuk rumah kulihat Viona seperti ketakutan.
"Ada apa yang sepertinya kamu ketakutan": kataku
"Yang, aku pas nonton tv melihat bayangan hitam tinggi besar didekat TV aku takut": kata Viona
"Masa sih yang siang siang begini": kataku.
"Bener, aku takut sekali": kata Viona.
"Yang gimana kalo bibi aku minta kerja lagi bantu bantu disini sekalian nemenin kamu kalo aku lagi pergi": kataku.
"Iya yang aku takut mana tadi sendirian": kata Viona
Aku heran makhluk apa yang menampakkan diri di depan Viona apa ada maksud tidak baik. Apa itu kiriman seseorang. Aku harus mencari jawabannya.
Dulu setiap pagi yang menyiapkan sarapan adalah ibu. Kini Vionalah yang menyiapkan walau rasa masakannya cukup berbeda aku coba beradaptasi. Aku senang melihat pengorbanan Viona yang berusaha menjadi istri yang baik. Bahkan uang belanja yang kuberikan dari hasil investasi di distro Deni tak sebesar uang jajan Viona dulu. Viona mensyukurinya bahkan gaya hidupnya mulai berubah. Soal uang pun Viona hati hati selalu bilang bila hendak beli ini itu padahal itu semua warisan dari papahnya. Pemberian om Hadi untukku pun ku percayakan pada Viona karena Viona pintar mengatur keuangan. Sosok Viona adalah sosok yang sempurna bagiku.
"Pagi kaka kakaku yang baik"; kata Tania yg tiba tiba muncul pas aku dan Viona sarapan.
"Eh siapa ya koq tiba tiba nongol disini": kataku.
"ih kaka jahat sama adek lupa": kata Tania
"ga lupa tapi pura pura lupa biar ga dimintain duit": kataku.
"yeee kaka koq tau aku mau minta duit jajan": kata Tania.
"Nih aku kasih jajan tapi temenin ka Viona ya": kataku.
"Siap": kata Tania.
"Tania kamu udah punya pacar belum": kata Viona
"belum ka Vion cariin dong": kata Tania
"Masa ga ada yang deketin kamu, kan kamu cantik": kata Viona.
"Ada ka tapi ga srek gitu": kata Tania.
"Untung masih ada yang mau juga sok pake ga srek segala": kataku.
"ih ka aka jahat banyak lagi yg mau sama aku": kata Tania.
"coba sebutin tapi yang masih idup ya": kataku.
"aaaaah kaka ngeselin banget sih": kata Tania sambil cemberut.
"nah kalo kamu cemberut ada manisnya dikiiiiiiiiiiiiiit": kataku.
"Udah becanda aja ntar kuliahnya kesiangan": kata Viona.
Selesai makan aku pergi kuliah naik motor ntah kenapa aku lebih suka naik motor..
Sampai dikelas teman teman sudah kumpul. Aku menghampiri mereka.
"wah nih dateng juga yang diomongin, gimana kabarnya bro": kata Opik.
"baik, ngomongin apa sih": kataku.
"nah kita kita ngobrolin pengin punya usaha siapa tau udah beres kuliah tinggal ngembangin usaha ga usah kerja": kata Opik
"ya bagus itu": kataku
"rencana mau bikin cafe kaya dadan": kata Intan
"menurut aku bagus cuma jangan ada live musicnya terutama yang nyanyi Joko gak bangeeet": kataku.
"yeeeee aka koq gue dibawa bawa tapi boleh juga ide lu, gue mau jadi Vokalis kan gue mirip ariel noah": kata Joko.
"Belum dibuka bangkrut deh cafenya kalo yang nyanyinya Joko": kata Intan
"Ya udah matengin dulu rencananya kalo masalah dana mungkin aku bisa bantu": kataku.
"Ok masalah tempat udah ada tinggal mikirin menu yang kerja dll": kata Opik.
"ya udah kalo udah mateng kabarin aku ya": kataku.
Kulihat Irene masuk kelas. Kuhampiri dia.
"Irene aku mau bicara": kataku.
"Iya ada apa? pengin disun lagi ya?": kata Irene sambil tersenyum.
"Ren jangan berkata seperti itu lagi, apa kamu tau kenapa foto kamu nyium pipiku bisa sampe di Viona?": kataku.
"Mana kutau, gak mungkin kan aku nyium kamu sambil ngefoto sendiri kamu lihat sendirikan aku ga pegang hp waktu itu.": kata Irene.
"Ya aku tau": kataku.
"Sampai kapanpun aku menunggu kamu kembali padaku, tunggu saja kalau aku lebih kaya daru Viona kamu pasti balik ke aku": kata Irene.
"Ga selamanya semua bisa dibeli dengan uang": kataku.
"Kita lihat saja nanti kata kata siapa yang terbukti": kata Irene sambil tersenyum penuh arti.
Irene berlalu duduk dikursi..
Aku mengambil kursi dibelakang bersama opik. Aku berpikir keras siapa yang mengirim foto ke Viona dan aku jadi kesal gara gara kata kata Irene.
Singkat cerita aku beres kuliah dan ada bbm masuk kulihat dari Viona. Viona menanyakan apa aku sudah beres kuliah dan menyuruh cepat pulang.
Skip...skip..
Aku sampe rumah ku ucapkan salam dan masuk rumah kulihat Viona seperti ketakutan.
"Ada apa yang sepertinya kamu ketakutan": kataku
"Yang, aku pas nonton tv melihat bayangan hitam tinggi besar didekat TV aku takut": kata Viona
"Masa sih yang siang siang begini": kataku.
"Bener, aku takut sekali": kata Viona.
"Yang gimana kalo bibi aku minta kerja lagi bantu bantu disini sekalian nemenin kamu kalo aku lagi pergi": kataku.
"Iya yang aku takut mana tadi sendirian": kata Viona
Aku heran makhluk apa yang menampakkan diri di depan Viona apa ada maksud tidak baik. Apa itu kiriman seseorang. Aku harus mencari jawabannya.
itkgid dan 11 lainnya memberi reputasi
12
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX