- Beranda
- Stories from the Heart
I Am (NOT) Your Sister
...
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.
Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
464.4K
3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
natashyaa
#2329
F Part 74
♫ ♫
Anna
You come and ask me, girl
To set you free, girl
You say he loves you more than me
So I will set you free
Go with him (anna)
Go with him (anna)
♫ ♫
♫ ♫
Anna
Girl, before you go now
I want you to know now
That I still love you so
But if he loves you more
Go with him
♫ ♫
All of my life
I’ve been searchin’ for a girl
To love me like I love you
But let me tell you now... but every girl I’ve ever had
Breaks my heart and leaves me sad
What am I, what am I supposed to do?
♫ ♫
♫ ♫
Anna
Just one more thing, girl
You give back your ring to me
And I will set you free
Go with him (anna)
Go with him (anna)
You can go with him, girl (anna)
Go with him
♫ ♫
Anna
You come and ask me, girl
To set you free, girl
You say he loves you more than me
So I will set you free
Go with him (anna)
Go with him (anna)
♫ ♫
♫ ♫
Anna
Girl, before you go now
I want you to know now
That I still love you so
But if he loves you more
Go with him
♫ ♫
All of my life
I’ve been searchin’ for a girl
To love me like I love you
But let me tell you now... but every girl I’ve ever had
Breaks my heart and leaves me sad
What am I, what am I supposed to do?
♫ ♫
♫ ♫
Anna
Just one more thing, girl
You give back your ring to me
And I will set you free
Go with him (anna)
Go with him (anna)
You can go with him, girl (anna)
Go with him
♫ ♫
Pas pulang di mobil gue putar lagu, terus gue ledekin si Ani dengan nyanyi lagunya Anna – The Beatles. Seperti biasa mukanya nampak bete dan gue seneng kalau liat dia bete seperti itu.
“Udah kak ah.. gak lucu.” Dia menyentuh next di layar lcd sehingga mengganti lagunya menjadi Yesterday.
“Nah kalau yang ini aku suka.” Ujarnya polos. Hadeh.
***
“Ana! Gue nyari Ana.” Gue nyelonong masuk ke kelas Ani pas mau bubaran kelas. Semua orang nampak kaget ketika gue tiba-tiba masuk dan semuanya langsung diam dari yang tadinya rame.
“Disini ngak ada yang namanya Ana kak.” Ujar seorang murid yang gue gak tau siapa itu.
“Ani mungkin maksudnya kak?” Ujar seseorang lagi.
“Nah iya itu kamu” Gue menunjuk Ani yang berdiri melas.
“Ya itu kamu cepat kesini, Ana..” Kata gue. Semua orang memperhatikan lalu Ani berjalan bersama gue keluar kelas.
***
Pas gue lagi belajar kelompok di kelas, dari dalam gue ngeliat Ani sedang berdiri di luar kelas gue. Tumben dia ke kelas gue pas mau bubaran kelas, biasanya dia langsung pulang ke rumah. Kalau sudah begini, pasti ada maunya nih anak.
“Ngapain kamu disini?” Tanya gue ke Ani pas keluar kelas.
“Eh kak sini.” Katanya lalu menarik tangan gue mengikuti dirinya berjalan.
“Nauval kak namanya, cowok kelas 2 yang nanyain aku waktu itu.” Lanjutnya.
“Nauval?”
“Iya kak. Dia anak basket. Kak temenin aku dong sore ini liat latian anak basket di lapbel. Pengen tau siapa dia.” Kata dia lagi.
Gue pun kemudian berpikir sejenak, Nauval anak basket, jangan-jangan Nauval yang sering diomongin sama temen-temen gue, kata Dania yang ikutan eskul basket dulu dia pernah cerita kalau ada juniornya yang tampan dan jadi idola cewek-cewek seangkatanya. Gue sih yang waktu itu yang sedang berpacaran tidak terlalu peduli dengan hal itu. Tapi, sekarang gue juga jadi penasaran gimana sih rupa Nauval ini sehingga membuat Dania dan Rani histeris ketika ngomonginya.
“Oke.” Jawab gue singkat.
***
Sambil menunggu menuju sore, gue sama Ani pergi ke kantin. Untuk memanfaatkan waktu, gue belajar di kantin. Gue harus benar-benar belajar untuk mempersiapkan ujian nasional tahun ini, gila aja zaman gue nantinya akan ada 20 paket soal. Teman-teman gue waktu itu langsung pada protes, protes mereka konyol, mereka ramai-ramai ngetweet ke SBY dan Mendikbud perihal kekecewaan mereka tentang sistem paket 20 soal ini. Gue sih senyum-senyum aja kalau liat di timeline atau searching tweet-tweet seperti itu. Ya, kali itu udah kebijakan darisananya, kita sebagai siswa yang jadi kelinci percobaan terima aja lah ya.
“Kak mau makan gak?” Tanya Ani.
“Gak.”
“Yauda aku makan dulu.”
“Kak beneran gak mau?”
“Gak.”
“Yauda.”
“Serius kak?”
“Gak. Bawel. Ganggu aja.” Kata gue sebel.
***
Karena udah sore dan jam juga sudah setengah 4 lebih, gue selesai belajarnya, dilanjutkan pergi ke lapangan belakang untuk mengecek siapa orang yang suka sama si Ani. Di lapangan belakang para anak eskul basket sudah mulai latihan, mereka sedang melakukan pemanasan.
“Ni yang mana orangnya?” Tanya gue ke Ani.
Gue liat Ani sendiri nampak kebingungan mengenali anak-anak basket. Kayaknya nih anak juga ngak tau yang mana.
“Hmm.. mungkin yang itu..” Dia menunjuk seseorang disana, yang bertubuh tinggi.
“Hah? Yang itu?”
“Hahahahahha..” lanjut gue ketawa. Tuh kan dia sendiri ngak tau yang mana si Nauval ini. Gue ketawa karena yang dia tunjuk itu adalah Juna, temennya Bram dan seangakatan ama gue.
“Junaaaaaaaa…” Teriak gue dari kejauhan. Si Juna kemudian menoleh ke gue. Gue kemudian memberikan gestur kepadanya untuk menghampiri kita berdua. Dia pun berlari menghampiri kita.
“Ada apa Fe?” Tanya dia
“Kata anak ini lo naksir dia?” Kata gue sambil menyenggol Ani.
“Hah? Maksudnya.” Juna kebingungan dan Ani juga bingung.
“Hahaha. Ngak- becanda Jun.”
“Ey”
“Eh.. Jun, Nauval yang mana sih orangnya?” Tanya gue ke Juna.
“Oh, dia belum datang Fe, bentar lagi mungkin.” Jawab dia
“Oh.. gitu. Gimana kabar lo bareng si Renata?”
“Ya.. gitu deh masih, lo sendiri ama si Bram?” Tanya Juna balik.
“Basi jun. Yauda nanti kalau si Nauval ada suruh sini ya, bilang aja ada yang mau ketemu.” Kata gue ke Juna.
“Kenapa emangnya Fe?”
“Ada deh mau tau aja. Udah gih sana latian.”
“Hahaha oke Fe.”
Sambil menunggu, gue ngechat ke temen-temen gue perihal si Nauval ini, gue bilang ke temen-temen gue kalau si Ani ditaksir Nauval, mereka pada heboh sendiri di grup chat, mereka iri dan bilang ke gue untuk hati-hati takutnya malah gue sendiri yang suka sama si Nauval. Gue sih senyum-senyum sendiri, mana mungkin……..
“Hi kak , ada apa?” Tiba-tiba seorang cogan menyapa gue dan Ani. Njirrrr, cakep banget, gue sampai terpelongo menatapnya sampai mata ini tidak berkedip untuk beberapa detik. Ini yang beneran yang namanya Nauval? Oh my..
“Anu… ini..” Gue jadi salting.
“Kak Nauval?” Tiba-tiba si Ani nyaut.
Diubah oleh natashyaa 22-12-2016 15:32
itkgid memberi reputasi
1
