Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#469
Jalan Berliku part 3

Yah besok adalah hari pernikahanku. Walau sederhana saja tetap membuatku deg degan. Walau hanya akad saja tetap merupakan hari bersejarah bagiku. Malam ini aku kembali diberi nasihat oleh Ibu, paman, teh Ida, mas Indra karena kuyakin mereka seperti itu karena mereka sayang padaku. Malam itu aku sulit untuk tidur ketika tertidur pun lewat tengah malam. Dan ku bermimpi lagi kali ini aku bermimpi aku dan Viona duduk ditepi pantai menatap sang surya sedang tenggelam dan Viona menangis.

Aku terbangun dibangunkan ibu. Aku mandi dan berpakaian rapi kemudian sarapan bersama keluarga. Tak lama datang Ustad dan Pa Rt tetanggaku yang akam ikut menjadi saksi. Kemudian datang Deni dan Indri mereka pakai pakaian batik yang berpasangan mereka sangat serasi.
“lu udah nyusul gue duluan nikah hebat lu bro”: kata Deni.
“Kapan kamu nyusul Den?”: kataku
“beres kuliah gue langsung lamar Indri”: kata Deni
“Semoga keinginanmu terkabul”: kataku.
Kami berangkat menuju rumah Viona. Singkat cerita kami sampai dirumah Viona dan disambut om Warman kerabat om Hadi. Kami masuk kerumah dan sudah ada ada penghulu Tante Shinta, Tania dan om Jaya pengacara om Hadi. Belum tampak om Hadi dan Viona. Tante shinra dan om warman dengan ramah mengajak ngobrol rombongan dari pihak keluarga ku.
Tak lama kemudian muncul om Hadi yang jalannya dipapah Viona. Viona sangat cantik dengan dandanan pengantin. Akhirnya acara dimulai setelah sambutan dari Ustad dilanjut dengan acara ijab qabul. Kulihat om Hadi susah payah berbicara tapi tetap dipaksakan. Setelah selesai acara ijab qabul aku dan viona bergantian bersimpuh dihadapan ibuku dan om Hadi yang kini resmi jadi mertuaku. Om Hadi entah mengapa saat itu memelukku erat dan lama sambil berkata jaga baik baik viona. Aku tau om Hadi menangis karena air matanya membasahiku pula.
Kemudian kami berfoto foto keluarga. Hari yang bahagia. Kemudian kami melanjutkan acara makan makan. Setelah acara makan keluarga rombongan keluarga ibu pulang disusul om warman dan om Jaya. Aku meminta tante Shinta untuk menginap tapi tante Shinta menolak dengan alasan tak mau mengganggu kami.
Kutatap lekat wajah Viona. Wajah yang selama ini membuatku semangat kini resmi jadi pendamping hidupku. Beribu rasa ingin terucap tapi sulit kukeluarkan. Aku duduk berdampingan dengan Viona kami mengunggah foto foto kami ke instagram dan muncul komenan yg lucu lucu dari teman teman bahkan Joko pun akhirnya mengakui kegantenganku difoto. Bahkan teman teman banyak yang iri.

Tiba tiba jerit bibi terdengar aku segera menghampirinya. Astaga kulihat om Hadi pingsan dan kata bibi om Hadi jatuh ketika hendak ke kamar mandi. Aku panik dan memanggil Viona. Viona pun sama paniknya seperti aku. Aku meminta bibi memanggil pa yayat untuk menyiapkan mobil. Kusuruh Viona berganti pakaian. Setelah mobil siap ku pangku om Hadi menuju mobil dan Viona menyusul naik mobil kami berangkat menuju rumah sakit sepanjang jalan Viona menangis. Aku hanya bisa berdoa sepanjang . ketika sampai rumah sakit langsung menuju ruang IGD. Beberapa perawat membantu membawa om dengan ranjang dorongnya. Viona menangis dalam dekapanku. Kami menunggu dengan cemas cemas. Lama waktu berjalan tiba tiba datang seorang dokter dan berkata dia telah berusaha semaksimal mungkin tetapi segala sesuatunya Tuhan yang menentukan kemudian mengajak kami ke tempat om Hadi . Aku melihat om Hadi tersengal sengal aku membaca talqin ditelinga om Hadi. Tak lama
nafas om Hadi seperti berhenti dan alat pembaca denyut jantung menunjukkan garia lurus.. Aku panik aku memanggil dokter.. Dokter memeriksa dan menggelengkan kepala Viona berteriak papah dan kemudian pingsan.. Aku memegangi Viona mendudukkan Viona dikursi dokter dan seorang perawat menolongku memegangi Viona. Saat itu aku tak bisa berkata apa apa hanya air mata yang keluar dari mataku membajiri pipiku. Kakiku lemas otakku tak bisa berpikir. Setelah agak lama aku berpikir harus menelpon siapa aku pertama mencoba menelpon tante Shinta. Lama telponku tak diangkat.

"hallo aka ada apa jam segini telpon": kata Tante Shinta.
"maaf tante ": lama aku terdiam..
"aka ada apa cepat bilang": kata Tante Shinta.
"papah, ..papah Hadi meninggal": kataku.
Terdengar jeritan tante Shinta terdengar disebrang telpon sana.
"Hallo, hallo ini kaka aka? ada apa ka?: suara Tania menggantikan suara Tante Shinta.
"papah Hadi meninggal kami sedang dirumah sakit": kataku.
Terdengar suara tangis Tania..
"ka sudah dulu Tania mau tenangin mamah": kata Tania dan telponpun terputus.

Ya Tuhan begitu mudah kau putarkan taqdir hidupku. Mestinya malam ini kurasakan bahagia tapi kesedihan yang dalam kudapat..

Jenazah om Hadi diurus pihak rumah sakit. Aku menunggui Viona yang pingsan. Aku bbm teh Ida karena aku sudah bisa berkata kata. Aku bbm teh Ida mertuaku meninggal dan aku dirumah sakit, aku tak berharap bbm ku dibaca karena sudah lewat tengah malam. Hpku bergetar bbm ku dibalas bahwa teh Ida dan mas Indra akan segera ke rumah sakit.

Ku melihat Viona siuman lalu Viona berteriak "aku mau papah". Kupeluk erat Viona yang menangis keras didadaku. Baju pengantinku harusnya penuh kebahagiaan tapi ini penuh air mata kesedihan Viona dan aku. Ya Allah kuatkan dan beri kesabaran padaku menjalani takdir hidupku..


bersambung
khuman
jenggalasunyi
itkgid
itkgid dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.