Kaskus

Story

.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
Pelangi Diatas Laut
Quote:


Aku duduk didepan jendela kamarku.
Melihat langit yang biru dan awan putih yang menghiasi.
Hari ini cukup cerah.
Membuatku ingin sekali pergi keluar hanya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang menyenangkan.

Namaku Andrea Raffertha.
Aku biasa dipanggil Rea.
Aku lahir dikeluarga yang berkecukupan, walaupun teman-temanku selalu mengatakan bahwa aku adalah anak orang kaya.
Ya memang ayahku seorang pegawai negeri sipil yang golongannya sudah tinggi dengan jabatan menjanjikan.
Apa lagi ibuku.
Ibuku seorang Sekretaris Direksi Utama disebuah perusahaan milik negara.

Aku duduk dibangku Sekolah Menegah Atas kelas 10.
Dan dari sinilah kisahku dimulai.


Quote:


Spoiler for Sambutan:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Polling
0 suara
Siapakah sosok yang abadi dalam hati Andrea Raffertha ?
Diubah oleh .raffertha 14-08-2017 05:52
samsung66Avatar border
fikrifbsAvatar border
Arsana277Avatar border
Arsana277 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
838.5K
4.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
.rafferthaAvatar border
TS
.raffertha
#1943
Part 66
Sore itu aku memutuskan untuk membuka website chat yang baru aku temui.
Daripada aku semakin bosan dirumah, lebih baik aku berbincang dengan orang-orang yang ada disana.
Ternyata, Lydia masih online.
Aku mencoba untuk bercakap dengannya.


Quote:


Aku berikan nomor HPku ke Lydia.
Berharap dia akan menghubungiku nanti.
Tak lama kemudian, giliran Roy yang menelponku.


Quote:


Hari semakin sore.
Hingga akhirnya malam tiba.
Tak ada SMS atau telepon dari Lydia.
Mungkin dia masih ada di chatroom.

Ada beberapa orang yang sudah aku kenal, tetapi aku baru kenal dekat dengan Lydia ini.
Aku jadi penasaran seperti apa rupa perempuan ini.
Suatu saat pasti aku akan bertemu dengannya.

Sebuah SMS yang aku tunggu pun tiba.
Akhirnya Lydia menghubungiku.


Quote:


Aku segera keluar kamar dan turun kebawah karena mama ku menanggil.

Rea : "Kenapa, Ma ?"
Mama : "Bantuin Papa angkutin belanjaan sana.."
Rea : "Oh.. Mobilnya dimana ?"
Mama : "Didepan.."
Rea : "Ya udah.."

Aku segera pergi ketempat dimana mobil papaku berada.
Aku bantu papa membawakan barang-barang yang telah dibeli menuju kerumahku.
Setelah itu, aku kembali dan merebahkan diri diatas tempat tidurku.
Aku kembali SMS Lydia.


Quote:


Aku memutuskan untuk berhenti SMS.
Fantasi liarku akan muncul jika aku teruskan pembicaraan ini.
Hari sudah malam.
Malam ini cerah karena bintang-bintang dilangit menampakkan wujudnya.
Aku memutuskan untuk keluar menuju kewarnet dekat rumahku.
Mudah-mudahan saja Reza dan Adrian masih ada disana.

Ternyata mobil merah itu masih terparkir didepan warnet itu.
Tanpa berpikir panjang, aku segera masuk kedalam.
Masih ada Adrian dan Reza.

Reza : "Nah ini dicariin dari tadi.."
Adrian : "Lo kenapa kabur ?"
Reza : "Udah bayar belom ?"
Rea : "Udah sama Roy tadi pagi.. Ada apaan emang ?"
Reza : "Dicariin Vina.."
Adrian : "Anak orang lo bikin nangis.. Parah.."
Rea : "Lah.. Mana gw tau.."
Adrian : "Lo kesini mau ngapain ?"
Rea : "Gw cuma mau kasih berita.."
Adrian : "Berita apaan ?"
Rea : "Gw dapet kenalan cewek baru.. Hahahahahaha.."
Reza : "Gokil bener ini anak.. Bagi-bagi lah.."
Adrian : "Lo kenal dimana ?"
Rea : "Chatroom.. Hobi nya sangar.."
Adrian : "Apaan ?"
Rea : "Nonton bokep.."
Reza : "Anjir.. Serius lo ?"
Rea : "Nih liat sendiri isi SMSnya..", sambil aku perlihatkan isi SMS dari Lydia kepada teman-temanku.
Adrian : "Wah bisa dipake nih anak.."
Reza : "Anak mana ?"
Rea : "Cileungsi.."
Reza : "Jauh bener.. Hahahahahaha.."
Adrian : "Dimana itu ?"
Reza : "Kab. Bogor.. Deket Bekasi sama Cibubur.."
Rea : "Lo tau, Za ?"
Reza : "Tau tapi ga pernah kesana naik motor.. Seringnya lewat tol.."

Tak lama kemudian, ada seseorang yang lewat dibelakangku.
Wanginya khas sekali.
Siapa lagi kalau bukan Vina.

Rea : "Mau kemana dia ?"
Adrian : "Lah.. Lo nanya gw, gw nanya siapa ?"
Reza : "Tanya Andrea.."
Rea : "Lah.. Gw lagi aja.."

Dia pergi ke mobilnya untuk mengambil sesuatu.
Lalu, dia kembali lagi kedalam menuju meja server.

Adrian : "Re.."
Rea : "Apaan ?"
Adrian : "Itu.."
Rea : "Apaan sih ?"
Adrian : "Samperin lah.. Ga enak tadi dia abis nangis terus nyariin lo.."
Reza : "Gentle lah.. Sana masuk.."
Rea : "Iya iya.."

Aku beranikan diri untuk masuk.
Lalu aku duduk disampingnya.
Harum sekali tubuhnya.
Wangi aroma parfum yang tak bisa aku lupakan hingga saat ini.

Rea : "Kenapa tadi nelpon gw, Vin ?"
Vina : "...."
Rea : "Vina.."
Vina : "Gw.. Cuma mau minta maaf.."
Rea : "Oh..", sambil berdiri dan berjalan keluar.
Vina : "Eh tunggu.."
Rea : "Kenapa ?"
Vina : "Temenin gw.."
Rea : "Iya iya.. Lo kenapa sih ?"
Vina : "Maafin gw, Re.. Gw ga maksud bikin lo marah.. Gw lagi stres.."
Rea : "Iya.. Gw juga denger dari Roy kok.."
Vina : "Besok temenin gw yuk.."
Rea : "Kemana ?"
Vina : "Ke tempat dimana gw bisa tenangin pikiran gw.."
Rea : "Biasanya lo tenangin pikiran dimana ?"
Vina : "Di apartemen gw.. Pake wiski atau wine.."
Rea : "Lo suka mabok ?"
Vina : "...."
Rea : "Jangan ngerusak diri lah.."
Vina : "Ya udah lo balik aja.. Besok gw jemput disini.."
Rea : "Ya udah.. Besok pagi gw kesini lagi kok.."
Vina : "Makasih ya, Re.."

Aku melangkah keluar dari ruangannya.
Lalu aku pamit dengan Reza dan Adrian karena aku harus segera pulang.

Ada-ada saja hari ini.
Vina yang tiba-tiba baik kepadaku, lalu aku berkenalan dengan Lydia yang mempunyai hobi negatif.
Aku hanya bisa berharap keadaan menjadi lebih baik keesokan harinya.
Arsana277
JabLai cOY
JabLai cOY dan Arsana277 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.