Kaskus

Story

nursalim84Avatar border
TS
nursalim84
Bidadari Dunia 2 [TAMAT]
Bidadari Dunia 2 [TAMAT]cover by Awayaye




Bidadari Dunia 2 [TAMAT]
Quote:



Spoiler for Q&A:




Seperti judul di atas,thread ini lanjutan dari cerita Bidadari Dunia 1(silahkan klik),kisah setelah kepergian Aisyah dan perjalanan menemukan pendamping yang baru,moga tetep enjoy yah dengan cerita lanjutan Gua.

Spoiler for Jadwal Update?:



Spoiler for Indeks:
Diubah oleh nursalim84 21-12-2016 13:44
santet72Avatar border
risqigunAvatar border
garingwewAvatar border
garingwew dan 12 lainnya memberi reputasi
7
194.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
nursalim84Avatar border
TS
nursalim84
#1043
Setelah Menikah




Pagi harinya Gua terbangun,dan pandangan pertama yang Gua lihat adalah si Aulya,Gua amati secara perlahan hingga Gua belai pipi halusnya ternyata Gua enggak bermimpi,sekarang Gua sudah memiliki bidadari ke dua setelah Almarhumah.wanita itu benar benar sempurna ketika di lihat saat doi lagi tidur sangat natural banget.

"Hmmmm...akkhhh"doi menggeliat terbangun dari tidurnya

"Si kebo putih baru bangun"sapa Gua

"Antuk Mas"manjanya

"Bangun gih kita jalan jalan yah ke Siring"

"Males banget rasanya Mas pengen meluk guling aja kayaknya enak"

"Oohh jadi guling lebih berhak di peluk ketimbang aku?"pura pura ngambek

"Hehe enggak lah Mas,kamu itu yang terpenting di hidup aku"seraya tangannya berpindah dari guling ke perut ku

"Mandi gih,ish ileran gitu banyak noh noh"serata menunjuk nunjuk di bagian bibir nya padahal enggak ada

"Ish mana?aku enggak ada ngiler kamu tuh ileran"

"Yaudah kalau enggak mau mandi aku mandi aja terus pergi jalan sendiri"

"Massss...."memanggilku dengan manja

"Apa?"

"Endong(gendong)"tangan keduanya mengangkat persis kaya anak kecil

"Jalan sendiri emang aku kuda?"lidah Gua menjulur mengejeknya

"Yaudah aku enggak mau mandi dan jangan ngarep minta jatah",seraya berbalik tidur membelakangi Gua

Karna udah gemes sama ini bini yaudah aku langsung merangkulnya dan membawanya kekamar mandi berdua.

"Ish Mas Bojo nakal yah pake acara mandi berdua?"seraya mencubit lengan ku.pintu pun Gua tutup(kelanjutannya enggak usah di bayangin)



Setelah selesai mandi kami turun kebawah untuk keluar jalan jalan di pagi hari menggunakan motor,jarak dari Hotel ke banjarmasin sekitar kurang lebih setengah jam di tempuh dengan kecepatan 60km/jam.akhirnya sampai juga kami di jembatan yang di lalui sungai martapura yaitu jembatan siring dan sungainya disebut pantai jodoh entah kenapa sungai bisa di sebut pantai,karna ane enggak tau sejarahnya.

"Indah ya Mas pemandangannya"ujar Auliya

"Iyah seger pula udaranya"

"Hmmm..mas"

"Iyah Dek?"

"Boleh enggak aku bertanya?"

"Tanya aja"

"Aisyah itu orangnya bagaimana sih Mas?cantik enggak?"

Pertanyaan doi bener bener bikin Gua diem enggak mampu menjelaskannya,sangat berat rasanya mulut ini terucap dan mendetail siapa Aisyah itu

"Kok enggak di jawab Mas?kenapa?berat yah ngejelasinnya?yasudah maaf mas bukannya aku pengen ngungkit masa lalu mu tapi aku hanya ingin tau sifat dan tingkah lakunya seperti apa?"

"Entat yah di hotel aku jelasin semua tentang Aisyah,kalau tau seperti apa Aisyah itu kamu pandang artis Gita Gutaw* senyum di bibirnya sangat mirip dengannya"

"Jadi aku kalah cantik dong Mas?"

"Hehe kamu cantik kok sayang,tapi...?"

"Tapi apa?pasti yang jelek jelek deh?"seraya bibirnya di manyun kan

"Cantik tapi suka ngorok"seraya tertawa terbahak di depannya

"Ish jahaaaatt..."seraya memukul lengan ku

"Dek masalah cantik atau enggak nya bukan patokan bagi ku,kecantikan mu itu enggak abadi,akan hilang di makan usia,berbeda dengan akhlak dan kebaikan iti abadi meskipun jasad kita sudah menjadi bangkai namun kebaikan kita selalu hidup di hati orang yang selalu mengingat kebaikan kita"

"Oh jadi begitu yah Mas?"seraya menyenderkan kepalanya di bahu Gua



Setelah puas menikmati indahnya pagi hari di Pantai Jodoh akhirnya kami pulang lagi kembali ke Hotel,sesampainya di hotel Gua duduk di ranjang lalu doi menghampiri Gua seraya tersenyum menatap Gua.

"Ada apa Dek?kok natap aku begitu banget?"

"Enggak kok Mas,masalahnya kalau natap kamu itu enggak bosan"

"Diiihh ngomong gitu pasti ada maunya?"seraya mencubit pipinya

"Kok tau aja sih Mas?mana janjinya mau ngasih tau tentang Aisyah?"

Gua tersenyum kepadanya seraya berkata "apa kamu sanggup?entar yang ada kamu marah marah lagi pas tau jalan kehidupan ku bersama nya"

"Aku janji Mas enggak marah kok"

"Yaudah tunggu bentar"seraya bangun dari tidur dan menuju ke tas Gua lalu membukanya seraya mengambil buku diary Aisyah lalu kembali menuju Auliya dan menyerahkan buku itu

"Ini apa Mas?"

"Hanya itu yang bisa menjawab pertanyaanmu Dek"

Auliya pun membuka lembar demi lembar buku diary Aisyah hingga Gua liat matanya berkaca kaca sambil membacanya,sesekali mukanya enggak bersahabat melihat Gua,akhirnya pecah juga tangisnya setelah selesai membaca buku diary Aisyah hingga menangis di pangkuan Gua.

"Ya Allah ada yah perempuan sekuat Aisyah?kenapa kok wanita sebaik itu bisa di ambil Allah"

"Mungkin Allah sayang sama dia Dek,dari pada terus terusan bersamaku yang ada bikin jiwanya tersiksa"

"Aku juga enggak menyangka kenapa Mas setega itu"tatapannya tajam ke Gua

"Namanya aja juga manusia Dek terkadang menyesalnya pasti belakangan,dan banyak faidahnya yang di ambil setelah kepergian Aisyah"

"Yah semoga aja kamu enggak kumat,kalau berani kamu genit sama cewek lain bakal aku mutilasi itu mu"seraya menunjuk ke bawah

Gua hanya menelan ludah mendengar ancamannya.


Malam udah datang kesempatan untuk merasakan yang namanya bulan madu iti seperti apa sih?karna selama menikah sebelum sebelumnya Gua enggak pernah merasakan bulan madu.

Gua mencoba olah raga ringan seperti push up,shit up sebelum pemanasan di mulai.

"Kamu ngapain sih mas,olah raga itu siang bukan malam"

"Heheehe...biar enggak demam panggung"Gua sedikit ketawa genit

"Maksudnya demam panggung apa yah?"

"Kita kan masih di malam bulan madu Dek ah masa kamu enggak paham?"

"Ya ampun Mas,mas...kenapa enggak bilang sih?"

"Hehehe kamu siap enggak"gua udah ber ancang ancang layaknya seperti pesepak bola yang bersiap menendang bola ke gawang

"Aku enggak siap Mas"katanya seraya menunduk

"Lho kenapa Dek?"semangat ku mulai agak runtuh

"Kemaren malam tamu bulanan dateng"

"jadi???emoticon-Mewek"

"enggak bisa Mas ku"

"sabar john,semua akan indah pada waktunyaemoticon-Mewek"sambil ngemut jempol dipojokan kamar


Spoiler for perasaan si John:

Diubah oleh nursalim84 20-12-2016 20:03
kadalbuntingzzz
kadalbuntingzzz memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.