- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#365
Tania Part 2
Terdengar mobil memasuki halaman. Terdengar langkah kaki memasuki rumah. Om Hadi datang kami bergantian bersalaman.
"wah udah pada ngumpul Om mandi dan ganti baju dulu ya": kata Om Hadi kemudian melangkah kedalam rumah.
"dari kemarin papah nanyain kamu aka kayanya ada yg mau dibicarain": kata Viona.
"emang mau bicara apa?": kataku
"ga tau papah ga bilang": kata Viona.
"ga ditanya?": kataku.
"ngga biar aja langsung ngomong kekamu": kata Viona.
"ih pada ngomong apaan sih koq pelan pelan": kata Tania.
"lagi pacaran ya jangan ganggu": kataku.
"masa sih koq ga seru": kata Tania
"ih anak kecil mau tau aja": kata Viona
"ya mau tau pacaran versi kaka berdua": kata Tania cuek.
"ntar kalo udah 18++ boleh tau pacaran": kataku
"bukan biasanya 17 kan aku udah 17": kata Tania
"kalo yang tidurnya masih dikelonin mamanya ga boleh harus 18++": kataku
"ih koq tau aku masih dikelonin mama cerita ya, mama kan malu dibilang bilang": kata Tania cemberut.
"mama ga pernah cerita koq": kata tante shinta.
"emang enak makanya jangan suka kepo urusan orang dewasa": kata Viona.
"biarin weeeeee": kata Tania sambil mencibir.
"maaf den aka dipanggil sama pa Hadi": kata bibi.
"iya ": kataku sambil beranjak keruang tengah
"silahkan duduk ": kata Om Hadi.
Aku duduk dikursi yang berhadapan dengan om Hadi.
"gini nak, om sudah bicara dengan Viona dan tante Shintaom. Om akan segera menikah dengan tante Shinta asalnya om ingin kamu dan Viona menikah terlebih dahulu tapi Viona ingin tahun depan. Kamu tak apa apa om terlebih dahulu menikah?": kata Om Hadi.
"ga apa apa om saya bagaimana Viona aja.
" setelah menikah akan menjual aset aset perusahaan milik om. Om sudah cape dan ingin menikmati masa tua om dikampung sambil mengurus perkebunan om, dan barusan om sudah transfer uang ke rekening kamu. Om ingin kamu mulai menata masa depan kamu. Uang itu bisa untuk kamu melanjutkan kuliah dan memulai usaha sehingga ketika kamu menikah dengan Viona kamu punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kamu dan Viona. Bukannya om mengecilkan penghasilan kamu saat ini om hanya ingin kebahagiaan Viona dan kamu nak": kata om Hadi.
"terimakasih om atas perhatiannya tapi saya ingin mandiri": kataku
"nak terima uang pemberian om sebagai kasih sayang orang tua pada anaknya": kata om Hadi.
"iya terimakasih banyak om": kataku
"sama sama ingat mulai pikirkan masa depan kamu dan Viona": kata Om Hadi.
"iya om saya lakukan yang terbaik": kataku.
"ya sudah silahkan kamu kembali ke Viona om ada perlu dengan tante Shinta": kata Om Hadi.
Aku melangkah keluar ruangan dan memberi tau tante Shinta om hadi mau bicara. Aku menggandeng Viona menuju halaman dan duduk dikursi taman. Kami duduk berdampingan.
"Viona kamu kenapa tidak ingin cepat menikah denganku ": kataku
"Aku ingin papah lebih dahulu bahagia kasian papah sibuk membahagiakan aku lupa akan kebahagiaannya sendiri": kata Viona
"kalau itu alasan kamu aku bahagia kamu bisa bijaksana": kataku.
"iya aku tau kamu juga seperti itu lebih memikirkan perasaanku dan kebahagiaanku daripada dirimu sendiri. Inget ga dulu aku minta bubur jam 10 malam kamu rela keliling cari bubur ": kata Viona
"iya abis kamu yang minta aku cari buat kamu": kataku.
"tadi papa bilang apa aja": kata Viona.
"papa kamu transfer uang ke aku katanya buat masa depan kita": kataku.
"udah di cek, coba cek udah masuk belum pake m banking kan?": kata Viona
"iya aku cek dulu": kataku.
Aku cek saldo rekeningku via hp.
"ga salah ini koq banyak bener": kataku.
"coba liat, mm memang segitu": kata Viona
"ini banyak banget aku belum pernah pegang uang sebesar ini": kataku.
"aka udah dikasih kepercayaan sama papah jangan disia siakan": kata Viona
"kamu aja yang pegang": kataku
"ih ngga ah aka sayang mesti belajar mengelola uang buat masa depan kita": kata Viona.
"pada ngobrolin apa sih ikutan dong": tiba tiba Tania muncul.
"yeee ganggu orang pacaran aja": kataku.
"abis ditinggal sendirian mama lagi ngobrol sama om Hadi, kaka berdua malah pacaran disini kesel tau sendirian": kata Tania.
"ih kan kaka lagi ada perlu sama ka Viona bentar nanti kalau udah beres diajakin ngobrol sama ka Viona": kataku.
"ih kaka berdua ga asik": kata Tania cemberut.
"gini kaka kasih uang jajan agak jauhan yah nanti balik lagi kalo jajannya udah abis": kataku.
"uangnya mana": kata Tania
Aku mengambil dompet dan Tania tiba tiba mengambil uang seratus ribu yang ada didompet.
"makasih kaka aku jajan dulu ya": kata Tania
"ye itu mah nyopet": kataku.
"minta anter bibi nanti nyasar kalo sendiri": kata Viona.
Tania pergi dengan bibi.
"calon adik kamu kadang ngeselin yah": kataku.
"sama kaya calon kakak iparnya": kata Viona.
"aku dong ,emang aku ngeselin?": kataku.
"emang": kata Viona
"masa sih, nyebelin apa ngangenin": kataku.
"nyebelin tapi bikin kangen": kata Viona
Dan cup, Viona mengecup pipiku yang buatku meleleh disore itu.
Tiba tiba Tania muncul membuyarkan kebahagiaanku. Sambil bernyanyi kecil dan membawa makanan seenaknya duduk ditengah tengah.
"sok ngobrol lagi Tania mau dengerin": kata tania
"kaka ga dibagi makananannya": kata Viona
"ga ah ini semua buat aku": kata Tania.
"yang pindah yu ada pengganggu": kataku.
"ga boleh pindah nih aku bagi deh makanannya": kata Tania membagi makanannya.
Gagal deh rencana aku membalas kecupan Viona. Dan sang pengacau malah cengar cengir diantara aku dan Viona.
"aka , Tania, ayo katanya mau liat ruko tante.. Viona mau ikut juga sayang": kata tante Shinta yang muncul dari rumah.
"iya tante tapi nyimpang makan dulu ya Viona ingin makan bakso": kata Viona.
Ya gagal lah rencanaku. Tapi penasaran ada apa di ruko tante Shinta.
bersambung
Terdengar mobil memasuki halaman. Terdengar langkah kaki memasuki rumah. Om Hadi datang kami bergantian bersalaman.
"wah udah pada ngumpul Om mandi dan ganti baju dulu ya": kata Om Hadi kemudian melangkah kedalam rumah.
"dari kemarin papah nanyain kamu aka kayanya ada yg mau dibicarain": kata Viona.
"emang mau bicara apa?": kataku
"ga tau papah ga bilang": kata Viona.
"ga ditanya?": kataku.
"ngga biar aja langsung ngomong kekamu": kata Viona.
"ih pada ngomong apaan sih koq pelan pelan": kata Tania.
"lagi pacaran ya jangan ganggu": kataku.
"masa sih koq ga seru": kata Tania
"ih anak kecil mau tau aja": kata Viona
"ya mau tau pacaran versi kaka berdua": kata Tania cuek.
"ntar kalo udah 18++ boleh tau pacaran": kataku
"bukan biasanya 17 kan aku udah 17": kata Tania
"kalo yang tidurnya masih dikelonin mamanya ga boleh harus 18++": kataku
"ih koq tau aku masih dikelonin mama cerita ya, mama kan malu dibilang bilang": kata Tania cemberut.
"mama ga pernah cerita koq": kata tante shinta.
"emang enak makanya jangan suka kepo urusan orang dewasa": kata Viona.
"biarin weeeeee": kata Tania sambil mencibir.
"maaf den aka dipanggil sama pa Hadi": kata bibi.
"iya ": kataku sambil beranjak keruang tengah
"silahkan duduk ": kata Om Hadi.
Aku duduk dikursi yang berhadapan dengan om Hadi.
"gini nak, om sudah bicara dengan Viona dan tante Shintaom. Om akan segera menikah dengan tante Shinta asalnya om ingin kamu dan Viona menikah terlebih dahulu tapi Viona ingin tahun depan. Kamu tak apa apa om terlebih dahulu menikah?": kata Om Hadi.
"ga apa apa om saya bagaimana Viona aja.
" setelah menikah akan menjual aset aset perusahaan milik om. Om sudah cape dan ingin menikmati masa tua om dikampung sambil mengurus perkebunan om, dan barusan om sudah transfer uang ke rekening kamu. Om ingin kamu mulai menata masa depan kamu. Uang itu bisa untuk kamu melanjutkan kuliah dan memulai usaha sehingga ketika kamu menikah dengan Viona kamu punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kamu dan Viona. Bukannya om mengecilkan penghasilan kamu saat ini om hanya ingin kebahagiaan Viona dan kamu nak": kata om Hadi.
"terimakasih om atas perhatiannya tapi saya ingin mandiri": kataku
"nak terima uang pemberian om sebagai kasih sayang orang tua pada anaknya": kata om Hadi.
"iya terimakasih banyak om": kataku
"sama sama ingat mulai pikirkan masa depan kamu dan Viona": kata Om Hadi.
"iya om saya lakukan yang terbaik": kataku.
"ya sudah silahkan kamu kembali ke Viona om ada perlu dengan tante Shinta": kata Om Hadi.
Aku melangkah keluar ruangan dan memberi tau tante Shinta om hadi mau bicara. Aku menggandeng Viona menuju halaman dan duduk dikursi taman. Kami duduk berdampingan.
"Viona kamu kenapa tidak ingin cepat menikah denganku ": kataku
"Aku ingin papah lebih dahulu bahagia kasian papah sibuk membahagiakan aku lupa akan kebahagiaannya sendiri": kata Viona
"kalau itu alasan kamu aku bahagia kamu bisa bijaksana": kataku.
"iya aku tau kamu juga seperti itu lebih memikirkan perasaanku dan kebahagiaanku daripada dirimu sendiri. Inget ga dulu aku minta bubur jam 10 malam kamu rela keliling cari bubur ": kata Viona
"iya abis kamu yang minta aku cari buat kamu": kataku.
"tadi papa bilang apa aja": kata Viona.
"papa kamu transfer uang ke aku katanya buat masa depan kita": kataku.
"udah di cek, coba cek udah masuk belum pake m banking kan?": kata Viona
"iya aku cek dulu": kataku.
Aku cek saldo rekeningku via hp.
"ga salah ini koq banyak bener": kataku.
"coba liat, mm memang segitu": kata Viona
"ini banyak banget aku belum pernah pegang uang sebesar ini": kataku.
"aka udah dikasih kepercayaan sama papah jangan disia siakan": kata Viona
"kamu aja yang pegang": kataku
"ih ngga ah aka sayang mesti belajar mengelola uang buat masa depan kita": kata Viona.
"pada ngobrolin apa sih ikutan dong": tiba tiba Tania muncul.
"yeee ganggu orang pacaran aja": kataku.
"abis ditinggal sendirian mama lagi ngobrol sama om Hadi, kaka berdua malah pacaran disini kesel tau sendirian": kata Tania.
"ih kan kaka lagi ada perlu sama ka Viona bentar nanti kalau udah beres diajakin ngobrol sama ka Viona": kataku.
"ih kaka berdua ga asik": kata Tania cemberut.
"gini kaka kasih uang jajan agak jauhan yah nanti balik lagi kalo jajannya udah abis": kataku.
"uangnya mana": kata Tania
Aku mengambil dompet dan Tania tiba tiba mengambil uang seratus ribu yang ada didompet.
"makasih kaka aku jajan dulu ya": kata Tania
"ye itu mah nyopet": kataku.
"minta anter bibi nanti nyasar kalo sendiri": kata Viona.
Tania pergi dengan bibi.
"calon adik kamu kadang ngeselin yah": kataku.
"sama kaya calon kakak iparnya": kata Viona.
"aku dong ,emang aku ngeselin?": kataku.
"emang": kata Viona
"masa sih, nyebelin apa ngangenin": kataku.
"nyebelin tapi bikin kangen": kata Viona
Dan cup, Viona mengecup pipiku yang buatku meleleh disore itu.
Tiba tiba Tania muncul membuyarkan kebahagiaanku. Sambil bernyanyi kecil dan membawa makanan seenaknya duduk ditengah tengah.
"sok ngobrol lagi Tania mau dengerin": kata tania
"kaka ga dibagi makananannya": kata Viona
"ga ah ini semua buat aku": kata Tania.
"yang pindah yu ada pengganggu": kataku.
"ga boleh pindah nih aku bagi deh makanannya": kata Tania membagi makanannya.
Gagal deh rencana aku membalas kecupan Viona. Dan sang pengacau malah cengar cengir diantara aku dan Viona.
"aka , Tania, ayo katanya mau liat ruko tante.. Viona mau ikut juga sayang": kata tante Shinta yang muncul dari rumah.
"iya tante tapi nyimpang makan dulu ya Viona ingin makan bakso": kata Viona.
Ya gagal lah rencanaku. Tapi penasaran ada apa di ruko tante Shinta.
bersambung
itkgid dan 10 lainnya memberi reputasi
11
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX